Belajar Bersama Polisi

Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Kantor Polsek Ampenan.

Penyuluhan Kesehatan

Siswa dan Guru MI Nurul Jannah NW Ampenan diberikan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Tanjung Karang Ampenan Kota Mataram NTB.

Outing Class

Sebagian Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan belajar didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Museum Negeri Mataram NTB.

Wisuda

Wisuda Abdul Rasyid, S. Sy (Adik) di UIN Mataram didampingi oleh saudara, ipar, dan keponakan.

Diklat PTK

Diklat teknis substantif peningkatan kompetensi PTK oleh Badiklat Keagamaan Denpasar di Mataram NTB.

Mukhadarah(Pidato)

Para siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan dilatih berani tampil di depan umum dengan cara mengikuti kegiatan mukhadarah (pidato), dan lain sebagainya.

Upacara Bendera

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan melakukan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.

Shalat Zuhur Berjamaah

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan meningkatkan iman taqwa dengan cara shalat zuhur berjamaah di mushalla madrasah.

Buku Hasil Karya Individu

Musim pandemi covid-19 membawa dampak positif sehingga bisa memberikan hasil karya berupa terbitnya buku ber-ISBN.

Buku Kolaborasi

Covid-19 memberikan perintah untuk WFH sehingga bisa mengisinya dengan menerbitkan 1 buku karya kolaboratif bersama bapak kepala MIN 2 Mataram.

14 Buku Kolaborasi

Pandemi Covid-19 menjadi kenangan terindah karena bisa memberikan karya bersama bapak-ibu guru Se-Indonesia berupa 14 buku ber-ISBN.

Nara Sumber Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang diselenggarakan oleh komunitas belajar atas prakarsa kepala SMPN 18 Mataram dan Alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi nara sumber salah satu 4 Pilar tersebut.

Latihan Manasik Haji

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan mempraktikkan ilmu yang diperoleh tentang rukun Islam yang kelima dengan melakukan latihan manasik haji di kantor Embarkasi Lombok dan mudah-mudahan secepatnya bernasib menunaikan ibadah haji dan umrah ke baitullah.

Minggu, 31 Januari 2021

RENUNGAN SORE : "3 Ayat Al-Qur’an tentang Wabah dan Cara Menghilangkannya"

 

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang menjelaskan segalam macam persoalan baik di dunia maupun di akhirat. Al-Qur’an memuat segala macam persoal yang dibahas oleh manusia, termasuk tentang adanya wabah di suatu negeri:

Beriku 3 Ayat Al-Qur’an tentang Wabah

1. QS. Al-Baqarah Ayat 249

Dalam ayat ini suatu kaum ditimpa wabah karena mereka meminum air sungai. Allah berfirman:

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوْتُ بِالْجُنُوْدِ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْكُمْ بِنَهَرٍۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِنَّهٗ مِنِّيْٓ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً ۢبِيَدِهٖ ۚ فَشَرِبُوْا مِنْهُ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ فَلَمَّا جَاوَزَهٗ هُوَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۙ قَالُوْا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ ۗ قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Fa lammā faṣala ṭālụtu bil-junụdi qāla innallāha mubtalīkum binahar, fa man syariba min-hu fa laisa minnī, wa mal lam yaṭ’am-hu fa innahụ minnī illā manigtarafa gurfatam biyadih, fa syaribụ min-hu illā qalīlam min-hum, fa lammā jāwazahụ huwa wallażīna āmanụ ma’ahụ qālụ lā ṭāqata lanal-yauma bijālụta wa junụdih, qālallażīna yaẓunnụna annahum mulāqullāhi kam min fi`ating qalīlatin galabat fi`atang kaṡīratam bi`iżnillāh, wallāhu ma’aṣ-ṣābirīn

Artinya: “Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, “Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

2. Surat Hud ayat 64-65

Dalam surat Hud ayat 64-65 Allah SWT berfirman mengenai wabah penyakit yang menyerang kaum Tsamud. Kaum tersebut diberikan azab berupa wabah penyakit karena melanggar perintah Allah, yakni menyembelih unta. Maka, Allah SWT menurunkan azab berupa penyakit setelah tiga hari mereka bersuka ria (menyembelih unta).

وَيٰقَوْمِ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيْبٌ

فَعَقَرُوْهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ

Artinya: Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).”

Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”

3. Surat Al Anbiya’ ayat 83

Dalam Quran surat Al Anbiya’ ayat 83 Allah SWT berfirman mengenai ayat Alquran tentang wabah penyakit yang menimpa Nabi Ayub. Penyakit itu adalah judzam (kusta atau lepra) yang menyerang fisiknya.

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa di zaman Rasulullah pernah terjadi wabah/tha’un. Rasulullah SAW pun bersabda mengenai cara menghadapi wabah penyakit, yakni jangan memasuki daerah tersebut dan bagi masyarakatnya jangan keluar dari daerah itu. Keputusan Rasulullah itu juga dikenal dengan nama karantina. Hal itu dilakukan agar penyakit yang mewabah tidak menyebar ke daerah lain.

“Jika kalian mendengar penyakit Thaun mewabah di suatu daerah, Maka jangan masuk ke daerah itu. Apabila kalian berada di daerah tersebut, jangan hengkang (lari) dari Thaun.”

Semoga Kita semua dan negara kita terpelihara dan terhindar dari berbagai penyakit diatas. Amin.

Wallohu'alam

Jadilah Para Perintis Kebaikan


🍂 Perintis adalah orang pertama melakukan sesuatu dan mula-mula membuka jalan. Menjadi perintis dalam kebaikan adalah hal yang sangat luar biasa, pahalanya
berlipat ganda. Selain mendapat pahala dari apa yang dikerjakan saat itu, mereka juga mendapat pahala dari peninggalan kebaikan yang telah mereka rintis. Allah ﷻ berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan." (QS. Yasin: 12)

Said bin Jubair rahimahullah, seorang Imam dari generasi tabi’in mengatakan: “Yakni, apa yang mereka contohkan (mereka rintis)." (Hilyatu al-Auliya’: 4/284)

🌱 Ayat diatas dikuatkan oleh hadits Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, dari Jarir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا ، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

"“Barang siapa yang memberikan contoh yang baik dalam Islam kemudian diamalkan oleh orang lain setelahnya maka ia akan mendapat pahala semisal pahala orang yang mengamalkannya tanpa dikurangi dari pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim: 1017)

Memang merintis kebaikan itu tidak mudah, banyaknya pahitnya. Semak belukar harus kita rambah, padahal banyak durinya. Terkadang, harus sendirian atau dengan segelintir orang saja. Iya pada awalnya akan banyak orang yang mengatakan bersedia membantu, namun pada kenyataannya seiring berjalannya waktu, entah kemana mereka itu. Tapi percayalah, itu adalah sunnatullah, dan akhir dari semua akan manis dirasa.

✍️ Oleh sebab itu, tidak perlu sedih dalam merintis kebaikan. Walau serba kekurangan, meski sendirian atau hanya segelintir orang. Yang penting luruskan dan jaga niat, berbuatlah untuk Allah ﷻ, memang kita lemah tapi Allah ﷻ Maha Kuat, memang kita miskin tapi Allah ﷻ Maha Kaya. Yang kita harapkan hanyalah pahala dari Allah ﷻ, baik sekarang, lebih lagi ketika mata telah terpejam dan badan terbaring di kuburan.



🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group WA Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0813-8219-5732 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah setiap hari
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

Ketika Dunia Begitu Besar Di Hati Kita



✒️ Kenyataannya, bila dunia telah menjadi tujuan utama hidup kita, pasti kita akan berusaha keras mendapatkannya meski terkadang harus menerjang larangan Allah ﷻ. Sedihnya, kita sendiri sebenarnya mengetahui dan sadar bahwa kita sedang menerjang larangan itu, akan tetapi semua kalah karena ambisi dunia kita tadi.

Contoh, kita sudah tahu bahwa ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram itu haram. Kita juga mengerti bahwa wanita itu tidak boleh keluar dengan bersolek. Kita juga sudah dengar haramnya pinjam meminjam sistem ribawi, dst. Namun semua itu, sulit untuk tidak kita lakukan. Kita kalah dengan diri kita sendiri.

📝 Oleh karena itulah, mungkin inilah rahasia mengapa kita mesti berlindung kepada Allah ﷻ dari menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup. Karena hal itu akan dapat menjauhkan kita dari berbuat sesuatu yang diharamkan-Nya. Dalam do’a yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ disebutkan:

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنْ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

"Ya Allah, curahkanlah kepada kepada kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan ketaatan kepadaMu yang mengantarkan kami kepada SurgaMu, dan curahkanlah keyakinan yang meringankan musibah di dunia. Berilah kenikmatan kami dengan pendengaran kami, penglihatan kami, serta kekuatan kami selama kami hidup, dan jadikan itu sebagai warisan dari kami, dan jadikan pembalasan atas orang yang menzalimi kami, dan tolonglah kami melawan orang-orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami, dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai impian kami terbesar, serta pengetahuan kami yang tertinggi, serta jangan engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami." (HR. Tirmidzi: 3502)

✍️ Lihatlah bagaimana jelasnya kaitan antara rasa takut yang menghalangi dari maksiat kepada Allah ﷻ dengan menjadikan dunia sebagai impian terbesar dan tujuan tertinggi dari ilmu yang kita pelajari. Karena seorang jika telah menjadikan dunia besar di hatinya niscaya akan hilang rasa takutnya terhadap maksiat. Dia tidak akan pedulikan lagi haram atau tidak. Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari hal ini. Mudah-mudahan Allah ﷻ buka mata kita agar dapat melihat hakikat dunia. Ya Allah selamatkanlah kami dari ambisi dunia yang buruk itu, jadikan dunia sebatas di tangan kami jangan sampai masuk ke hati kami. Amiin.



🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0852-8164-3749 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah setiap hari
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

OTAK BISA MENIPU BISA DITIPU

 

Sekarang engkau ikuti apa yang saya katakan. Pejamkan mata. Tenang dan rilekslah. Konsentrasi dan dengarlah kata-kataku. Lupakanlah sejenak masalah dan ingatanmu yang lain. Sekarang engkau perhatikan kata-kataku baik-baik. Bayangkan persis di depanmu ada sebuah meja. Di atas meja engkau melihat ada 1 butir jeruk nipis dan sebilah pisau. Coba ambil jeruk nipis lalu ambilah pisau itu. Kemudian secara perlahan iris jeruk nipis menjadi 2 bagian. Engkau melihat jeruk nipis itu terbelah menjadi dua. Ambil salah satunya, perlahan-lahan buka mulutmu lalu peras jeruk nipis itu tepat di atas lidahmu. Air jeruk nipis itu menetes tepat di lidahmu. Hmm... hmm… lalu ambil yang satunya lagi, peras dan teteskan jeruk nipis itu ke lidahmu. Sshhh... hmm... nah, nikmatilah saat air perasaan jeruk nipis itu jatuh menyentuh lidahmu, rasakan.

Sudah sekarang engkau boleh buka mata. Nah, saya mau tanya, ketika engkau mempraktikkan simulasi tadi. Apa yang engkau rasakan di lidahmu. Betul sekali, lidahmu mengeluarkan air liur. Lalu, engkau memejamkan matamu lebih erat, dahimu mengernyit, dan mulutmu mendesis. Seolah-olah engkau merasakan begitu asam nya air perasan jeruk nipis yang menyentuh lidahmu. Betulkan. Engkau sadar bahwa simulasi tadi itu bohong, tidak nyata. Tapi tubuhmu merespon seolah-olah itu nyata. Siapa yang memerintahkan tubuhmu melakukan itu, yang memerintahkan tak lain dan tak  bukan adalah otak. Iyah, otaklah yang memerintahkan itu semua. Itu artinya otakmu bisa engkau tipu. Ok, engkau sudah membuktikan bahwa otak bisa engkau tipu.

Lalu bagaimana engkau bisa ditipu otak. Coba engkau menonton sebuah film yang paling memyeramkan. Misalnya film hantu atau psikopat. Setelah selesai, engkau tidur sendirian di kamar. Setelah masuk kamar tiba-tiba rasa takut menjalar di seluruh tubuhmu. Engkau membayangkan seolah-olah di bawah dipan kasurmu ada yang bersembunyi sosok hantu yang ada di film tadi. Engkaupun kaget ketika daun jendela bergetar pelan ditiup angin. Dirimu terjaga. Tidak bisa tidur. Rasa takut terus menghantui dirimu. Pertanyaan saya, apa hantu dalam film itu benar-benar ada di kamarmu. Jawabannya tidak ada. Trus, kalau tidak ada kenapa engkau takut. Jawabannya, engkau telah dibohongi otakmu. Otakmulah yang menjadikanmu takut seolah-olah ada hantu di sekitar kamarmu padahal kenyataannya tidak ada. Itu adalah bukti bahwa engkau telah ditipu oleh otakmu. Nah, bagi para penggemar film hantu, apakah mereka yang sering menonton film hantu akan menjadi pemberani. Hmm tidak, sebaliknya mereka menjadi penakut. Lho kenapa, karena otaknya terus membohongi ada hantu dimanapun ia berada. Maka ia menjadi seorang penakut.

Sering kali, manusia itu memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Mereka kawatir akan sesuatu yang belum terjadi. Mereka memunculkan monster seram untuk menakuti diri mereka sendiri. Dalam banyak hal, manusia itu sering ditipu otak. Belum melakukan sesuatu sudah bilang "ah ini tidak mungkin kulakukan".Ada juga yang berkata "saya tidak mungkin sehebat dia, saya ini apaan". Otak kita memproduksi 80% pikiran negatif. Pikiran yang melemahkan, merendahkan, meremehkan, tidak percaya diri, gagal, tidak mungkin, bodoh, jelek dan lain sebagainya.

Akibatnya apa?. Akibatnya adalah apa yang engkau pikirkan itu akan menjadi nyata. Pikiranmu itu adalah refleksi dari kehidupan nyata yang engkau jalani. Apa yang sering engkau pikirkan ya itulah yang terjadi pada dirimu. Padahal engkau sering dibohongi oleh pikiranmu sendiri. Seringkali potensi yang engkau miliki tidak muncul akibat pikiran mengatakan itu susah, itu tidak mungkin. Trus bagaimana?. Karena sering ditipu otak maka sekarang giliran dirimu yang menipu otak. Terus katakan hal-hal positif tentang dirimu. Lawanlah pikiran negatif dengan memproduksi lebih banyak pikiran positif. Kalau belum melakukan sesuatu sudah merasa tidak bisa maka lawannya dengan mengatakan dalam hati aku bisa. Katakanlah aku bisa berulang kali. Yakini dalam hati bahwa engkau pasti bisa. Ingat, Allah sesuai dengan prasangka hambaNya.

HATI-HATI DENGAN PIKIRAN DAN PERASAAN NEGATIF

 

 
Pernahkah sobat mengalami seolah-olah ada berbagai bisikan muncul di telinga. Tiba-tiba saja ingatan-ingatan buruk itu datang tanpa diundang, tanpa diminta. Ingatan-ingatan itu menambah daya ledak kemarahan. Kenangan-kenangan itu meluluhlantakkan semua kebaikan seseorang hingga tidak menyisakan sedikitpun. Padahal orang itu adalah orang yang paling dekat dengan diri kita, bisa suami, istri, orang tua atau anak-anak kita sendiri. Kenapa ingatan-ingatan itu muncul, siapa yang membisikan agar mengingat semuanya. Siapa yang membisikan agar kebencian itu muncul, kekecewaan itu datang dan agar kemarahan itu meledak.

Kita harus jeli dengan sesuatu yang datang tiba-tiba,  mampir  mendadak dalam lintasan ingatan. Kita tidak tahu siapa yang membisikan lintasan-lintasan ingatan tersebut. Tapi yang pasti, ingatan itulah yang membuat kita marah, kesal, dongkol, jengkel, tidak mood yang sangat berdampak pada pertengkaran dalam rumah tangga. Anak yang tidak tahu menahu juga menjadi sasaran luapan kemarahan. Lintasan ingatan itu cenderung negatif yang merusak pikiran dan perasaan. Siapakah sebenarnya yang membisikan pikiran dan perasaan negatif itu. Atau apakah ini yang dimaksud dengan bisikan setan. Bisikannya memang sangat luar biasa bahkan terkadang diri sendiripun tak sanggup untuk mengontrol diri. Terkadang diri ini amat sadar apa yang sedang terjadi bahwa apa yang dilakukan adalah perbuatan yang tidak baik tetapi bisikan itu terlalu kuat mempengaruhi sehingga menghilangkan akal sehat. Bisa jadi karena bisikan-bisikan itulah yang menjadi biang keladi kejahatan yang timbul di dunia ini.

Sangat bijak jika kita segera menyadari bahwa ketika bisikan itu datang, sadarlah bahwa itu bisikan Setan, dan lakukan sekuat tenaga untuk melawan bisikan-bisikan tersebut, jika tidak maka itu bisa berdampak buruk bagi diri kita, pasangan dan tentu saja bagi anak-anak. Hal ini dapat dijelaskan dalam beberapa ayat Al Quran sebagai berikut: “Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka “ (QS. 3 An-Nisa’ : 120) . “… Kejahatan setan yang biasa bersembunyi, yang berbisik kedalam dada manusia dari Jin dan manusia “  (QS. An-Nas : 4 – 6). Dan ketika kita berada dalam kondisi tersebut maka segeralah ingat bahwa itu adalah bisikan Setan dan cukup ayat Allah ini sebagai petunjuk, bagaimana menyikapinya, perhatikan ayat berikut ini: “Sesungguhnya, orang-orang yang bertaqwa, bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”  (QS. 7 Al-A’raf : 201). “Jika setan mengganggumu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (QS. Al Fushilat : 36).

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

Tiga Kelompok Manusia Dalam Menyingkapi Nama dan Sifat Allah



👤👥 Manusia dalam hal nama dan sifat Allah ﷻ terbagi menjadi tiga golongan, yaitu

▪️Ghuluw dalam menetapkan nama dan sifat Allah ﷻ, sehingga nama-nama dan sifat-sifat yang tidak ada dalilnya mereka tetapkan sebagai nama dan sifat Allah ﷻ. Kemudian mereka juga menyerupakan Allah ﷻ dengan makhluk. Sebagaimana yang terjadi pada orang Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikin. Allah ﷻ berfirman:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۞ لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا ۞ تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا ۞ أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا ۞ وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا ۞ إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ عَبْدًا

"Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (QS. Maryam: 88-93)

Allah ﷻ juga berfirman berkaitan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَبْلُ

"Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu." (QS. At-Taubah: 30)

▪️Ghuluw dalam menafikan, nama dan sifat Allah ﷻ yang jelas dalilnya mereka tolak, entah dengan ta’thil (menolak) maupun dengan ta’wil (menyimpangkan makna). Entah itu yang ditolak semuanya maupun sebagian.

▪️Pertengahan, menetapkan apa yang ditetapkan Allah ﷻ dan Rasul-nya serta menolak apa yang tidak ditetapkan Allah ﷻ dan Rasul-nya, inilah madzhabnya Ahlussunnah Waljamaah.

✍️ Kelompok yang wajib kita ikuti dalam memahami nama dan sifat Allah ﷻ adalah Ahlussunnah waljamaah. Oleh sebab itu, kita harus belajar dan meniti manhaj mereka dalam hal ini agar kita dapat selamat.


🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0852-8164-3749 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah setiap hari
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

PAGI SEHAT



“Kebaikan di dunia dan kebaikan pula di akhirat” itulah doa yang selalu kita panjatkan setiap hari. Dengan kata lain, kita ingin hidup bahagia di dunia terlebih di akhirat.

🍂 Sebenarnya, untuk menjadi orang yang bahagia di dunia itu mudah saja. Tak perlu muluk-muluk, cukup dengan mensyukuri tiga nikmat. Apabila tiga nikmat itu ada pada diri kita, maka ketahuilah sebenarnya kita telah mengumpulkan seluruh kenikmatan dunia.  Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barang siapa di antara kamu yang di paginya dalam keadaan aman, sehat tubuhnya dan cukup makanan pokoknya untuk hari itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan semua kenikmatan dunia untuknya.” (HR. Tirmidzi: 2346, ash-Shahihah: 2318)

🍒 Tiga saja; aman, sehat, dan punya makanan untuk hari itu. Ingat, bukan persedian makanan untuk satu bulan, tapi untuk hari itu saja. Intinya syukuri, tapi inilah  yang jadi masalah. Tidak banyak di antara kita yang mampu menjadi hamba yang bersyukur. Kita manusia dan manusia itu selalu berkeluh kesah, kecuali orang yang dirahmati Allah. Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." (QS. al-Ma’arij: 19)

Kita ini manusia, makhluk yang sangat ingkar terhadap nikmat Tuhannya. Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ. وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya." (QS. Al ‘Adiyat: 6-7)

🌿 Oleh sebab itu, pagi ini mari lihat tiga nikmat tadi. Jika semua ada maka bersyukurlah dan pahami bahwa kenikmatan dunia sudah kita miliki. Sehingga tak perlu lagi menangisi apa yang akan terjadi pada hari ini.



🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0852-8164-3749 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah setiap hari
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

Jumat, 29 Januari 2021

RENUNGAN SORE : "Orang - Orang yang berhak Meraih Cintanya Allah"

 

 Allah SWT yang begitu menyayangi dan mengasihi makhlukNya, dan juga menebarakan rahmatNya bagi seluruh alam.
Kita sebagai manusia yang juga makhluk Allah, tentunya ingin sekali mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT.
Untuk meraih keinginan tersebut, ada beberapa cara yang telah Allah sampaikan melalui firmannya di dalam Alquran.
Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran, berikut ini adalah 9 kriteria orang yang dicintai oleh Allah SWT:
1. Allah mencintai mereka yang berbuat baik
Allah SWT berfirman, “Dan infakanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) kedalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah: 195).
2. Allah mencintai orang yang bertobat
Allah SWT befirman, “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu jauhilah istri yang pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.”
“Apabila mereka telah suci, canpurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).
3. Allah mencintai yang bertakwa
Allah SWT berfirman, “Sebenarnya barangsiapa menepati janji dan bertakwa, maka sunggu, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Imran: 76).
4. Allah mencintai orang yang sabar
Allah SWT berfirman, “Dan betapa banyak Nabi yang berperang didampingi sejimla besar dari pengikutnya yang bertakwa.”
“Mereka idak menjadi lemah karena bencana yang menimpanya dijalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak pula menyerah. Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Al Imran : 146).
5. Allah mencintai orang yang bertawakal
Allah SWT berfirman, “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekitarmu.”
“Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”
“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS. Al Imran: 159).
6. Allah mencintai orang yang menepati janji
Allah SWT berfirman, “Kecuali orang musyrik yang telah membuat perjanjian dengan kamu dan mereka tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah: 4).
7. Allah mencintai orang yang bersih
Allah SWT berfirman, “Janganlan engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At Taubah: 108).
8. Tuhan menyukai mencintai yang berlaku adil
Allah SWT berfirman, “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama.”
“Dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8).
9. Allah mencintai orang yang berjihad (perang) dijalanNya
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Sebagai Saff: 4).

RENUNGAN SORE : “Kenali dan Pertahankan Potensi Ibadahmu”

 


Ada orang yang banyak sedekah. tapi sholat malamnya malas.
Ada orang yang kencang tahajjudnya, tapi sedekahnya susah bukan main.
Ada orang yang rajin bukan main untuk taklim, tapi tilawahnya jarang sekali.
Ada yang tilawahnya semangat sekali, tapi susah sekali untuk shaum sunnah.
Dan lain-lain….

Mengapa begitu ?
1. Karna jarang ada orang yang hebat di semua cabang ibadah.
Kebanyakan  hebat pada suatu ibadah, tapi lemah pada ibadah lainnya.
Maka, teruslah pertahankan potensi ibadah yang sudah ada.
2. Karena potensi kita memang terbatas, kecenderungan kita juga berbeda-beda, tidak bisa diseragamkan.

Makanya pintu surga itu macam-macam, ada pintu salat bagi orang yang ahli salat, ada pintu sedekah bagi orang yang ahli sedekah,
ada pintu ar-Rayyan bagi yang ahli shaum. Dan bergai pintu-pintu sorga  lainnya

Ada yang diajamin sebagai ahli sorga oleh Rasulullah karna sebab menolong binatang yang kelaparan, sebab dawamul wuduk,sebab menjaga sialturrahmi, sebab membaca dan menghafal Al-qur’an,sebab banyak berzikir,sebab banyak membaca sholawat dan berbagai potensi ibadah lainnya yang menjadi penyebab menjadi Ahlul Jannah

Ibnu Mas’ud pernah ditanya,
“Kenapa jarang shaum sunnah ?”
Kata beliau, “Saya kalau shaum jadi loyo tilawahnya, padahal tilawah adalah ibadah yang paling aku cintai.
Jadi, beliau fokus pada tilawahnya karena memang disitu potensi beliau.

Imam Malik ketika diajak ‘uzlah (menyepi dan fokus pada ibadah mahdhah) dengan meninggalkan kesibukan mengajar oleh Abdullah al-‘Umari, beliau jawab,
“Allah membagi-bagikan amalan shalih kepada setiap orang seperti membagi-bagikan rezeki.
Betapa banyak orang yang dimudahkan salat tapi susah shaum, betapa banyak yang dimudahkan bersedekah tapi shaumnya jarang,

Ada juga yang berperinsip bagiku menyebarkan ilmu adalah sebaik-baik amalan shalih, aku ridha atas kemudahan yang Allah berikan ini.
Dan aku merasa bahwa apa yang aku lakukan ini  ibadah yang mingkin orang lain tidak bisa lakukan.
Aku berharap setiap kita dalam kebaikan dan ketaatan.”

Yang patut disesali itu jika kita tidak tahu potensi ibadah kita atau sudah tahu tapi malas mengerjakannya.
Lalu, melalui pintu surga mana kita akan masuk? Apa pintu sholat, pintu puasa, pintu sedeqah atau pintu mana?

Semoga kita mempu mencari dan menemukan potensi ibadah dan istiqomah dalam ibadah tersebut sehingga ada yang menjadi harapan dan bekal untuk meraih keselamatan dan kebahagian yang abadi kelak di akhirat Aamiin

Waallahu’alam bish shawab…

RENUNGAN SORE : “Makna dan Hikmah Dibalik Wafatnya Para Ulama”





Ulama merupakan seseorang yang dikenal alim dan ahli dalam pengetahuan agama Islam. Mereka (para ulama) juga dikenal sebagai pembina atau pembimbing umat Islam dalam sisi keagamaan bahkan dalam sisi sosial kemasyarakatan.

Kehadiran seorang ulama dirasa tepat sebagai rujukan bagi umat Islam untuk mempelajari atau bertanya seputar persoalan kehidupan, terutama yang menyangkut persoalan agama.

Dalam al-Qur’an, di mana Allah SWT. berfirman bahwa, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”. (QS. as-Sajdah [32]: 24). Kemudian dalam sebuah hadits juga diriwayatkan bahwa Nabi telah bersabda, “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang selalu menang memperjuangkan kebenaran sampai hari kiamat.”

Akhiri-akhir ini banyak para ulama yang meninggal dunia. Bahkan dalam bulan januari 2021 sajak 11 ulamak meninggal  salah satunya adalah Ulamak terkenal,kharismatik dan viral Syikh Ali Jabir
Daftar Ulama Wafat (Januari 2021-sekarang)
1.    Habib Ja’far bin Muhammad Al Kaff Kudus (1 Januari 2021)
2.    KHR.Muhaimin Asnawi – PP Al Asnawi Magelang (1 Januari 2021)
3.    KHR.Abdullah Nachrowi – PP Ash-Shogiri Bogor (2 Januari 2021)
4.    KHR.Muhammad Najib Abdul Qodir Munawwir – PP Al Munawir Krapyak (4 Januari 2021)
5.    Drs.M.Sai, M.HI – PP Nurul Yakin Malaka (5 Januari 2021)
6.    KH.Muhammad Nuruddin A.Rahman – PP Al Hikam Bangkalan (9 Januari 2021)
7.    Habib Abubakar bin Salim Al Hamid Bondowoso – (9Januari 2021)
8.    KH.Zainuddin Badrus – PP Al Hikmah Kediri (10 Januari 2021)
9.    KH.A. Yasin Asmuni – PP Hidyatut Thullab (11 Januari 2021)
10.    Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber (14 Januari 2021)
11.    Al-Allamah Al-Habib Ali bin Abdurrahman As-Segaf
Rahimahumulloh

Wafatnya para ulama, menurut Islam, mempunyai arti yang sangat berarti dan krusial. Kematian ulama bahkan disebutkan Rasulullah SAW sebagai awal tercerabutnya ilmu di muka bumi. Rasululla SAW bersabda:   ‏
"‏ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا، يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا ‏"‏
"Sesungguhnya Allah SWT tidak menggengam ilmu dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan." (HR Al Bukhari nomor 98)

Sebuah ilmu itu ibarat cahaya yang mampu memberikan manfaat penerangan bagi setiap insan. Ilmu adalah aset untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat.
Seorang ulama adalah sandaran umat, harapan umat sebagai tempat meminta nasehat dan petunjuk. Wafatnya para ulama adalah musibah. Ketika para ulama sudah tidak ada, siapa yang kemudian akan menjadi panutan umat?
Sebagaimana ungkapan dari sebagian ulama salaf bahwa sebaik-baik pemberian adalah akal dan seburuk-buruk musibah adalah kebodohan. Apabila tiada lagi tersisa seorang ulama, maka umat akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai panutan.

Dimana mereka memberikan fatwa dengan tanpa ilmu dan pemahaman yang benar. Seolah kapal yang memberikan keselamatan, tapi kapal itu malah justru berlubang dan kemudian akhirnya tenggelam.

Selain itu, wafatnya para ulama juga sebagai tanda-tanda akan semakin dekatnya hari kiamat. Mengapa demikian? Ketika ilmu sudah diangkat dari muka bumi dan kemudian timbul kebodohan dan akhirnya kebatilan merajalela, maka itulah awal dari kehancuran. Seperti dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa Nabi saw. bersabda:
ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُ
“Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan teguhnya kebodohan”. (HR. Bukhari)
مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ
“Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan dan sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagiku daripada meninggalnya satu ulama”. (HR. Al-Thabrani dan al-Baihaqi)

Dengan wafatnya para ulama, tentu semua umat merasa kehilangan mengalami kesedihan yang amat mendalam. Hanya orang munafik saja yang tidak bersedih atas wafatnya pewaris Nabi.
Dalam sebuah hadist, Nabi saw. menegaskan,
 وقال عليه الصلاة والسلام: {إذا مَاتَ العَالِمُ بَكَتْ عَلَيْهِ أَهْلُ السَّمَوٰاتِ والأَرْضِ سَبْعِينَ يَوْما مَنْ لَمْ يَحْزَنْ لِمَوْتِ العَالِمِ، فَهُوَ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ} قالها ثلاث مرات.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Ketika seorang alim meninggal maka menangislah ahli langit dan bumi selama tujuhpuluh hari. Barangsiapa tidak sedih atas meninggalnya orang alim maka dia adalah orang munafik, munafik, munafik." Nabi mengatakannya tiga kali. Selanjutnya, dalam hadits lain juga dituliskan bahwa “Kematian seorang ulama itu lebih disenangi Iblis, daripada kematian tujuh puluh orang ahli ibadah”.

Dengan demikian, kematian seorang ulama banyak memberikan pembelajaran. Menyadarkan kita bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dan hendaknya dari setiap peristiwa kematian dijadikan sebagai alarm pengingat diri bahwa hanya akhiratlah tempat kembali.

Kemudian hikmah di balik wafatnya para ulama, antara lain
Pertama, wafatnya ulama adalah simbol terangkatnya ilmu yang bermanfaat.

Kedua, wafatnya ulama berarti hilangnya lentera umat.

Ketiga, wafatnya ulama berarti berhentinya sumber hikmah. Hikmah adalah intisari ilmu. Hikmah adalah buah ketika ilmu diiringi amal dan ibadah ritual diiringi ibadah sosial.
Keempat, wafatnya ulama berarti berkurangnya figur manusia yang tidak dikuasai hawa nafsu.
Kelima, wafatnya ulama berarti lenyapnya sosok pelayan umat.  


Mari kita berdoa dengan tulus hati , semoga Para Ulamak yang wafat beliau semua wafat dalam keadaan husnul khotimah dan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah. Semoga kita bisa memetik hikmah dibalik wafatnya para ulama untuk bisa terus melanjutkan estafet keilmuwan dan perjuangan mereka. Aamiin


Wallohu’alamu bisawab

RENUNGAN PAGI : “ KEUTAMAAN HARI JUMAT “




 

Jumat merupakan hari yang agung dan istimewa bagi Umat Islam, Hari Jum’at merupakan hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu.


Dan di antara beberapa keutamaan dan kebarkahan hari yang agung ini telah dielas dalm berbagai Hadits Nabi Muhammad SAW dianaranya :

1. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : “Sebaik-baik hari di mana terbit matahari adalah hari Jumat. Pada hari itulah, Nabi Adam diciptakan. Pada hari itu dimasukkan surga dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari Surga.”(H.R Muslim)


2. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : “Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian mendatangi salat Jumat, lalu mendengarkan (khutbah) dan dia, maka diampunilah dosa yang ia lakukan antara hari itu sampai Jumat yang lalu ditambah tiga hari. Dan barangsiapa menyentuh kerikil (artinya main-main pada waktu khatib berkhutbah, tidak mau mendengarkan) maka benar-benar tidak ada gunanya.”(H.R Muslim)


3. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda : “Salat lima waktu, Jumat. Dan Ramadhan adalah kafarat (penebus) atas dosa-dosa yang dilakukan di antara kesemuanya, selama dosa-dosa besar dijauhinya.”(H.R Muslim)


4. Dari Abu Hurairah ra, dan Ibnu Umar ra, bahwasanya keduanya mendengar Rasulullah saw, bersabda di atas mimbarnya: “orang-orang boleh memilih, mau menghentikan kebiasaan meninggalkan salat Jumat atau Allah sungguhsungguh akan menutupi hati mereka, hingga mereka benarbenar menjadi orang-orang yang lalai.”(H.R Muslim)


5. Dari Ibnu Umar ra, bahwasanya Rasulullah saw, bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian datang salat Jumat, maka hendaklah ia mandi”(H.R Bukhari dan Muslim)


6. Dari Abu Sa`id Al Khudriy ra. bahwasanya Rasulullah saw, bersabda : “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.”(H.R Bukhari dan Muslim)


7. Dari Samurah ra, ia berkata Rasulullah saw, bersabda : “Barangsiapa yang wudhu pada hari Jumat maka beruntunglah ia pada hari itu, dan barangsiapa yang mandi, itu lebih baik baginya.”(H.R Abu Dawud dan Tirmidzi)


8. Dari Salman ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : “Seorang lelaki yang mandi pada hari Jumat dan bersuci diri semampu ia bersuci, memakai minyak atau wewangian, kemudian ia keluar ke masjid, tidak memisahkan antara dua orang yang sedang duduk untuk dilompati, lalu mengerjakan salat sesuai dengan yang telah ditentukan baginya, kemudian ia diam ketika imam(khatib) sedang berkhutbah, maka pasti dosanya diampuni antara Jumat itu dengan Jumat yang lalu.” (H.R Bukhari)


9. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw, bersabda : “Barangsiapa mandi pada hari Jumat seperti mandi Jinabat, kemudian berangkat di saat pertama, maka seolah-olah ia berkurban unta. Barangsiapa berangkat di saat kedua, maka seolah-olah berkurban seekor sapi. Barangsiapa berangkat di saat ketiga, maka seolah-olah berkurban seekor kibas bertanduk. Barangsiapa berangkat di saat keempat, maka seolah-olah berkurban seeokor ayam. Dan barangsiapa berangkat di saat kelima, maka seolah-olah berkurban sebutir telur. Lalu apabila imam keluar (untuk berkhutbah) para malaikatpun hadir mendengarkan zikir.” (H.R Bukhari dan Muslim)


10. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya ketika Rasulullah saw, membicarakan hari Jumat. beliau bersabda : “Pada hari itu ada suatu saat, apabila ada seorang muslim yang sedang salat bertepatan, dengan saat itu kemudian ia memohon kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya menunjukkan bahwa saat itu sangat sebentar.”(H.R Bukhari dan Muslim)


11. Dari Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy`ariy, ia berkata : Abdullah bin Umar ra, bertanya : “Apakah kamu pernah mendengar ayahmu menceritakan tentang saat yang istimewa pada hari Jumat dari Rasulullah saw?” Abu Burdah menjawab : “Ya, Saya perbah mendengar ayah berkata : Saya mendengar Rasulullah saw, bersabda : “Saat itu berada di antara duduknya imam sampai selesai salat.”(H.R Muslim)


12. Dari Aus bin Aus ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : “Sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari Jumat, maka perbanyaklah membaca salawat untukku pada hari itu karena bacaan salawatmu pasti disampaikan kepadaku.”(H.R Abu Dawud)


Dalam buku Super Berkah Shalat Jumat Menggali dan Meraih Keutamaan dan Keberkahan di Hari Paling Istimewa oleh Firdaus Wajdi dan Luthfi Arif disebutkan ada lima keistimewaan hari Jumat.


Pertama, hari terjadinya peristiwa-peristiwa besar. Banyak kejadian luar biasa yang sengaja dipilih Allah tepat di hari Jumat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Jumat adalah sebaik-baik hari kala mentari terbit. Nabi Adam diciptakan pada hari Jumat. Demikian pula ketika dimasukkan dan dikeluarkan dari surga. Dan tidak akan terjadi hari kiamat, kecuali pada hari Jumat,” (HR Muslim).


Hadits tersebut menunjukkan beberapa peristiwa besar dimulai dari peradaban manusia hingga berakhirnya kehidupan terjadi pada hari Jumat.


Kedua, waktu mustajab dikabulkannya doa. Pada hari Jumat, terdapat waktu mustajab untuk berdoa. Artinya, jika seorang Muslim berdoa, dengan kehendak Allah akan dikabulkan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat suatu waktu yang jika pada waktu itu seorang Muslim tepat berdoa memohon kebaikan kepada Allah maka Allah akan mengabulkannya, dan rentang waktu cukup singkat,” (HR Muslim).

Hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan waktu mustajab tersebut. Dari Abu Burdah, Rasulullah SAW bersabda tentang waktu Jumat tersebut, “bahwasanya itu adalah waktu ketika imam duduk (di mimbar) sampai selesai sholat,” (HR Muslim).


Ketiga, ganjaran kebaikan dilipatgandakan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari Jumat, kebaikan dilipatgandakan,” (HR At-Thabrani). Pada dasarnya, Allah telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang melakukan suatu kebajikan. Misal, dalam kasus sedekah, pahalanya akan digandakan dari sebutir kebajikan yang dilakukan.


Keempat, hari raya pekanan. Suatu keistimewaan yang telah diberikan Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW adalah hari Jumat yang dijadikan sebagai hari raya umat Islam. Rasulullah SAW bersabda dari Ibnu ‘Abbas r.a. hari raya yang Allah jadikan (berikan) kepada kaum Muslimin. Maka, orang yang melaksanakan shalat Jumat hendaknya dia mandi. Sekiranya dia memiliki minyak wangi maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah,” (HR Ibnu Majah).


Kelima, hari khusus umat Islam yang disebutkan dalam Alquran. Allah berfirman dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9 :

Artinya : “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Penyebutan kata “Jumat” secara khusus menunjukkan keistimewaan dan keagungan. Hal ini juga dijelaskan dalam keterangan dari hadits yang diriwayatkan Ahmad. Dari Abu Lubabah Al-Badri bin Abdul Mundzir, Rasulullah SAW bersabda : “Hari Jumat adalah penghulu (pemimpin) di antara hari-hari lain dan yang paling agung dan dalam pandangan Allah (hari Jumat) lebih ‘agung’ daripada Idul Fitri dan Idul Adha.


Demikian istimewanya hari Jumat, Maka, sudah sepantasnya seorang Muslim memanfaatkan hari yang mulia dan penuh barakah ini dengan melakukan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah, dan mengkonsentrasikan diri pada ibadah-ibadah tersebut sehingga dia dapat meraih pahala yang besar dan ganjaran yang setimpal.

Semoga Bermanfaat
Wallohu’alammubishowab

RENUNGAN SORE : "MENGAPA SAAT INI MUSIBAH BANYAK TERJADI DAN SELALU TERJADI"


Edisi 12 Jumadil Akhir 1442 H

Musibah adalah satu kata yang sangat akrab ditelinga kita, akhir-akhir ini Negeri kita yang tercinta ini, banyak mengalami musibah, kita masih ingat banjir di berbagai daerah,  tanah longsor dimana-mana, gempa bumi , Musibah datang pula tanpa mengucapkan selamat datang  yaitu Bencana Virus Carona Covid 19, Virus yang tidak dapat dilihat dengan mata, ia bertebaran dimana-mana  Virus ini telah menjadi topik terhangat dibicarakan baik melalui dunia maya, melalui media elektronik dan Televisi menjadi tayangan dan pusat perhatian kita bersama, dan musibah ini juga menjadi perhatian publik dan perhatian dunia.

Bahkan berbagai musibahh yang dak pernah putus terjadi saat ini telah menghantuai semua orang sehingga berfikir paranoid jangan-jangan nanti siang terjadi gempa? Entar sore terjadi banjir? Entar malam terjadi terjadi banjir,tanah longsor, jangan saya kena Covid 19 karna virus corona ada dimana-mana .

Seharusnya berbagi misibah yang terjadi mengajak kita semua untuk benar-benar bertobat, merenung dan bermuhasabah atas apa saja yang pernah kita lakukan, baik sebagai pribadi antara kita sebagai hamba ciptaan-Nya dengan Allah sebagai Sang Khaliq maupun sebagai anak bangsa dalam perilakunya di negeri tercinta.

Mengapa Saat Ini Musibah Banyak Terjadi dan Selalu terjadi?

Jujurlah, berbaigai musibah yang terjadi akibat terlampau banyak dosa dan maksiat yang dilakukan umat manusia, akibat banyak kedurhakaan kita kepada-Nya,kefasikan,kemaunafikan dan kekufuran meraja lela, nasihat ulama, Alquran dan Sunah sudah tidak didengar, Sementara ibadah dan amal shaleh seba gai bekal pulang menghadap-Nya juga teramat sedikit.
Maka alam yang milik Allah ini akan bicara. Wahai peduduk Dunia yang diberi iman oleh Allah, dengan musibah yang beruntun menghantam negeri ini, tidakkah kita menyadari bahwa alam benar-benar sedang menasihati kita.

Oleh karna itu camkanlah tujuh amal penyebab barbagai musibah beruntun menimpa kita semua.
Pertama, dosa yang sangat besar. Dalam surah Yassin ayat 19 dijelaskan dengan terang benderang bahwa kemalangan demi kemalangan, musibah yang susul-menyusul, semua itu terjadi karena dosa keterlaluan kita kepada Allah.

Kedua, karena kedurhakaan dan kezaliman. Surah al-Qasas ayat 59 menerangkan, Allah tidak akan menghancurkan suatu daerah, kecuali para penduduknya yang berbuat zalim. Anak durhaka kepada orang tua, istri berani kepada suaminya, banyak perampokan, pembunuhan, dan perzinaan. Kezaliman dan kedurhakaan yang tak bertepi ini pengundang cepat bala bencana.

Ketiga, perusakan alam yang sistemis dan masif. Surah Ar- Rum ayat 41 mengingatkan, telah tampak kerusakan di da-ratan dan lautan karena ulah tangan-tangan jahil manusia, agar mereka merasakan akibat perbuatanny dan mereka kembali kepada-Nya.

Keempat, karena pemimpin maksiat dan zalim kepada rakyatnya. Baca dengan iman, wahai penduduk Indonesia yang mulia, "Bila kami ingin menghancurkan suatu negeri, para tokohnya diingatkan untuk taat kepada Allah, tapi mereka maksiat, tapi mereka berbuat zalim, tapi mereka berkhianat kepada-Ku dan makhluk-Ku, maka haklah untuk mereka datang bala bencana."
Ingat azab yang dialami sejumlah kaum sebelum Nabi Muhammad SAW, antara lain, kaum Adh, kaum Samuth, kaum Luth, dan kaum Nuh. Mereka Allah hancurkan sehancur-hancurnya. Lalu siapa tokoh itu? Para pemimpin kita yang disumpah Alquran di kepalanya.
Demi Allah tidak korupsi, lalu korupsi. Siapa lagi? Hartawan atau orang-orang kaya yang dengan hartanya berfoya-foya, sombong, maksiat dengan kekayaannya di tengah banyak orang yang menderita. Siapa lagi? Ulama yang menjual ayat-ayat Allah dengan murah.

Kelima, orang baik diam. Bukannya tidak ada orang baik. Banyak orang baik di negeri ini. Tapi mereka lebih memilih diam. Dan melakukan pembiaran terhadap kejahatan dan kemungkaran.
Alquran Surah al-Anfal ayat 25, "Takutlah kalian dengan musibah yang tidak hanya menimpa orang yang maksiat, orang yang berbuat zalim, tapi juga kalian yang shaleh." Maka, masa bodoh dengan kemaksiatan bukanlah sikap seorang Mukmin. Amar ma'ruf nahi mungkar adalah amal cerdas orang yang beriman. Keenam, rahmat Allah. Musibah katanya sebuah peringatan agar manusia kembali ke jalan-Nya. Dengan musibah Allah hadirkan mahkamah kesadaran kita bahwa ini adalah sebuah jalan untuk kembali (baca QS al-Baqarah, 2: 155-157).

Ketujuh, teguran agar tetap bersabar. Musibah pun dapat dijadikan pelajaran agar semakin giat beribadah dan berbuat baik. Bagaimana yang maksiat tapi selamat? Mereka tenang-tenang saja. Yang berbuat zalim, malah sukses? Di mana keadilannya?
Allah Mahaadil, "Barang siapa mencari kemenangan dunia lalu dia menghalalkan semua cara, apa kata Allah? 'Kami beri, tapi di akhirat tidak mendapatkan secuil pun kenikmatan, malah nikmat di dunia yang menjadi bahan bakar. Azab untuk dirinya. Itulah istidraj, orang beriman menjadikan peristiwa apa pun sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah," (QS Hud, 15-16).

maka oleh karna itu marilah secara bersama-sama terutama masyarakat yang tertimpa musibah untuk kita merenung dan bermuhasabah, kita kembali menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu dan sehat jasmani serta rohani. Disamping itu juga selalu berdo’a kepada Allah swt agar kita memperoleh kemudahan dan kekuatan yang dibutuhkan dalam menghadapi dan mengatasi berbagai musibah yang terjadi.

 Wallahu A'lam.

RENUNGAN SORE : "3 Ayat Al-Qur’an tentang Wabah dan Cara Menghilangkannya"

 

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang menjelaskan segalam macam persoalan baik di dunia maupun di akhirat. Al-Qur’an memuat segala macam persoal yang dibahas oleh manusia, termasuk tentang adanya wabah di suatu negeri:

Beriku 3 Ayat Al-Qur’an tentang Wabah

1. QS. Al-Baqarah Ayat 249

Dalam ayat ini suatu kaum ditimpa wabah karena mereka meminum air sungai. Allah berfirman:

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوْتُ بِالْجُنُوْدِ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْكُمْ بِنَهَرٍۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِنَّهٗ مِنِّيْٓ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً ۢبِيَدِهٖ ۚ فَشَرِبُوْا مِنْهُ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ فَلَمَّا جَاوَزَهٗ هُوَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۙ قَالُوْا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ ۗ قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Fa lammā faṣala ṭālụtu bil-junụdi qāla innallāha mubtalīkum binahar, fa man syariba min-hu fa laisa minnī, wa mal lam yaṭ’am-hu fa innahụ minnī illā manigtarafa gurfatam biyadih, fa syaribụ min-hu illā qalīlam min-hum, fa lammā jāwazahụ huwa wallażīna āmanụ ma’ahụ qālụ lā ṭāqata lanal-yauma bijālụta wa junụdih, qālallażīna yaẓunnụna annahum mulāqullāhi kam min fi`ating qalīlatin galabat fi`atang kaṡīratam bi`iżnillāh, wallāhu ma’aṣ-ṣābirīn

Artinya: “Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, “Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

2. Surat Hud ayat 64-65

Dalam surat Hud ayat 64-65 Allah SWT berfirman mengenai wabah penyakit yang menyerang kaum Tsamud. Kaum tersebut diberikan azab berupa wabah penyakit karena melanggar perintah Allah, yakni menyembelih unta. Maka, Allah SWT menurunkan azab berupa penyakit setelah tiga hari mereka bersuka ria (menyembelih unta).

وَيٰقَوْمِ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيْبٌ

فَعَقَرُوْهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ

Artinya: Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).”

Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”

3. Surat Al Anbiya’ ayat 83

Dalam Quran surat Al Anbiya’ ayat 83 Allah SWT berfirman mengenai ayat Alquran tentang wabah penyakit yang menimpa Nabi Ayub. Penyakit itu adalah judzam (kusta atau lepra) yang menyerang fisiknya.

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa di zaman Rasulullah pernah terjadi wabah/tha’un. Rasulullah SAW pun bersabda mengenai cara menghadapi wabah penyakit, yakni jangan memasuki daerah tersebut dan bagi masyarakatnya jangan keluar dari daerah itu. Keputusan Rasulullah itu juga dikenal dengan nama karantina. Hal itu dilakukan agar penyakit yang mewabah tidak menyebar ke daerah lain.

“Jika kalian mendengar penyakit Thaun mewabah di suatu daerah, Maka jangan masuk ke daerah itu. Apabila kalian berada di daerah tersebut, jangan hengkang (lari) dari Thaun.”

Semoga Kita semua dan negara kita terpelihara dan terhindar dari berbagai penyakit diatas. Amin.

Wallohu'alam

Artikel Pendidik Inspiratif

 JUARA 1 - 3
1. Supadilah: http://aromabuku.com/6-sosok-guru-inspiratif/
2. Dedy Setyo: http://dedysetyo.net/2021/01/08/menyalakan-suluh-literasi-indonesia/
3. Rince Wiki Utami: https://gupres2020.blogspot.com/2021/01/gerobak-cerdas-keren.html
10 Artikel Menarik:

1. Ni Kade Yuliani: https://kadeyuliani-guruipa.blogspot.com/2021/01/growth-mindset-dalam-meningkatkan.html
2. Isminatun: https://isminatun.blogspot.com/2021/01/solilokui-seorang-guru-kepada-murid_16.html
3. Aam Nurhasanah: https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/menjadi-guru-inspiratif-guru-pembelajar.html
4. E. Hasanah: https://hasanahhalima.blogspot.com/2021/01/lombablogaisei.html
5. Toad Isbani: https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/2021/01/sedulur-menjadi-strategi-guru-dalam.html
6. Hainur Fardatin: https://hainurfardatin7.blogspot.com/2021/01/kita-harus-tetap-semangat.html
7. Imro’atun Mufidah: https://imroatunmufidah9.blogspot.com/2021/01/bapakku.html
8. Lulu Luthfiah: https://luluthf.wordpress.com/2021/01/01/teman-teman-penaku-pendidik-inspiratifku-lomba-blog-nasional-2021-aisei-writing-club/
9. Agung Nursidik: https://agung-tazkaeducate.blogspot.com/2021/01/terobosan-jitu-ruang-guru-sdit-gameel.html
10. Ni Kadek Dwi Aryani: https://dwikjoenk123.blogspot.com/2021/01/menciptakan-suasana-belajar-yang.html?m=1

KUMPULAN LINK PALING DI CARI GURU

 
Media belajar online berbasis YouTube
https://youtube.com/playlist?list=PL3T_CxT0WdVqpAEuxOtcBScYWNtq0-7dP
1. Cara membuat kuesioner online
https://youtu.be/i2_1hcVv78I
2. Cara membuat video pembelajaran berbasis kartun 3D animasi menggunakan plotagon
https://youtu.be/e6jkxA3tYzI
3. Cara mudah mengedit video pembelajaran hanya menggunakan HP
https://youtu.be/XpOxYr2b_P4
4. Cara buat intro video pembelajaran
https://youtu.be/YX2RSGWVWZk
5. Cara buat video pembelajaran tanpa edit langsung dikirim ke siswa/orang tua
https://youtu.be/-6hz-4QGyK0
6. Cara ubah power point jadi video pembelajaran
https://youtu.be/Q3ucv-w0a6o
7. Cara buat video animasi pembelajaran menggunakan animaker
https://youtu.be/fFHmG2rYveE
8. Cara membuat video pembelajaran seperti ruang guru
https://youtu.be/BCXcCCKzQvU
9. Cara membuat video animasi pembelajaran
https://youtu.be/Ib9fgq5J5Wc
10. Cara mengubah background video pembelajaran agar lebih menarik
https://youtu.be/wTe1f1woIao
11. Cara membuat background zoom di hp
https://youtu.be/hg4msZEHn2g
12. Cara mengganti background zoom meeting
https://youtu.be/i_qDeeABMOE
13. Cara menampilkan ppt, video, white board di zoom
https://youtu.be/TEJrDYudfGg
14. Cara membuat kelas online di zoom hanya pakai HP
https://youtu.be/hOIIhwzZ1SU
15. Panduan lengkap google classroom di hp untuk siswa
https://youtu.be/tQPP8psiDC8
16. Cara membuat kelas, cara menambahkan guru dan siswa, cara mengubah banner google classroom
https://youtu.be/IxI6N1HzXVw
17. Cara membuat absen satu semester dan cara merekapnya
https://youtu.be/GiQcEqDGoRs
18. Cara membuat materi komplit di Google classroom (pdf, ppt, Google Drive, YouTube, blog literasi) dan cara menampilkan ke siswa
https://youtu.be/7D4nvXUNf_o
19. Cara membuat soal pilihan ganda, essay, tuga dan bagaimana menilai dan merekapnya
https://youtu.be/PLL3mxf3TCQ
20. CARA BUAT DAFTAR
HADIR ONLINE
https://youtu.be/4TnG8_2PnkA
21. CARA BUAT SOAL ONLINE
https://youtu.be/Md8zPBRFZp0
22. Buat soal pilihan ganda dan essay pakai Zoho
https://youtu.be/Md8zPBRFZp0
23. Buat daftar hadir ada tanda tangannya
https://youtu.be/4TnG8_2PnkA
24. Cara menghilangkan background 5 detik
https://youtu.be/rM-qrwlCilw
25. Guru belajar Kemdikbud di era covid-19
https://youtu.be/nv6uF0eCAyQ
26. Cara buat stiker di WA
https://youtu.be/OY4IFK7BqFc
27. Cara buat Avatar di facebook
https://youtu.be/4rs7FJGqD_Q
28. Cara buat komik pembelajaran
https://www.youtube.com/playlist?list...
29. Cara buat website pembelajaran
https://www.youtube.com/playlist?list...
30. Cara PPDB Online
https://youtu.be/VbAQBv-TYpI

Tunggu update video tutorial pembelajaran dan info seputar pendidikan di
https://www.youtube.com/channel/UC_uv...
Supaya tidak ketinggalan  informasi klik subscribe dan like disetiap video tutorial nya supaya setiap ada video tutorial pembelajaran terbaru akan muncul otomatis diberanda YouTube anda

JIKA SUKA BAGIKAN KE TEMAN GURU LAINNYA

VIBRASI POSITIF VS VIBRASI NEGATIF



Setiap hari, manusia itu memancarkan vibrasi bisa positif dan bisa juga negatif. Vibrasi negatif misalnya marah, sedih, kecewa, iri, dengki, benci, sakit hati, tertekan. Sedangkan vibrasi positif misalnya cinta, bahagia, optimis, semangat, keyakinan, aman, nyaman, bangga dan kasih sayang. Saat ini pula, saat engkau membaca tulisan ini, engkau sedang memancarkan vibrasi bisa positif, bisa negatif. Saat engkau memancarkan vibrasi baik positif atau negatif maka getaran-getaran sejenis dari alam semesta yang akan menyesuaikan getaran yang ada dalam dirimu. Misalnya seperti ini, di hari senin saat engkau malas bekerja, engkau sedang memancarkan vibrasi negatif. Hal tersebut akan direspon oleh tubuhmu yang merasa tidak nyaman dan sakit. Pikiranmu juga merespon dengan 1000 alasan untuk tidak masuk kerja. Saat engkau bangun, dan keluar rumah, engkau mengalami rentetan kejadian yang tidak menyenangkan dari roti bakar yang gosong, kunci mobil yang hilang, baju yang basah terkena kopi, mobil yang menabrak pagar rumah. Saat berangkat kerja engkau marah karena terjebak macet, sampai di kantor pekerjaan semakin menumpuk, bos marah-marah. Mau makan tersandung dan jatuh pula. Dirimu terus dipenuhi dengan rasa jengkel, marah dan kesal. Pulang kerja mobil terserempet tiang, mau beli makanan yang engkau sukai, eh ternyata tutup dan rentetan kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan, engkau alami.

Atau misalnya engkau bangun tidur lalu engkau ngobrol dengan istrimu. Lalu obrolan yang tadinya baik-baik saja menjadi pertengkaran. Hari ini engkau merasa tidak nyaman. Engkau merasa sial, tidak bahagia dan kesal dengan istrimu. Istrimupun ngambek, dengan wajah merengut. Eh tiba-tiba anak berteriak dan menangis, bertengkar dengan anak tetangga. Saat anak mandi terpeleset di kamar mandi. Keadaanmu semakin kacau, jam 12 engkau harus menghadiri resepsi pernikahan anaknya Bos. Sekitar jam 10.30, engkau sudah siap-siap berangkat bersama keluarga dengan mengendarai mobil. Saat masuk toll, engkau lupa membawa e-toll terpaksa pinjam mobil yang berada di belakang. Di tengah jalan mobilmu terjebak macet parah. Saat keluar toll, ada polisi yang memberhentikanmu. Engkau baru sadar, engkau lupa membawa SIM. Terpaksa, STNK mobilmu di bawa Polisi. Engkau sangat terlambat sampai di tempat acara. Saat masuk, acara sudah selesai dan Bosmu sudah tidak ada ditempat. Terus rentetan kejadian sial menimpamu.

Semua kejadian sial itu di awali dari vibrasi negatif yang engkau pancarkan ke alam semesta sehingga alam semesta merespon dengan vibrasi yang sejenis. Maka saat bangun tidur pancarkan vibrasi yang positif bukan vibrasi yang negatif. Hati-hatilah dengan kata yang engkau katakan, hati-hati juga dengan perasaan yang engkau rasakan karena setiap kata memiliki vibrasi, setiap perasaan juga memiliki vibrasi, pastikan setiap yang engkau katakan dan rasakan memiliki vibrasi yang positif. Apapun yang engkau lihat, dengar, pikirkan, rasakan, katakan, semua itu akan memancarkan vibrasi yang akan berdampak bagi dirimu sendiri. Vibrasi itu akan menarik alam semesta sesuai dengan vibrasi yang engkau pancarkan bisa positif dan bisa negatif. Alam bawah sadar tidak pernah peduli, apakah itu ilusi atau kenyataan. Alam bawah sadar hanya merespon apa yang kita vibrasikan melalui pikiran dan perasaan. Berusahalah untuk senantiasa memancarkan vibrasi yang positif dengan selalu berkata positif, berpikir positif dan merasakan hal-hal yang positif. Bersyukurlah dengan sungguh-sungguh, maka engkau sedang memancarkan vibrasi positif yang luar biasa. Saat engkau memancarkan vibrasi yang positif maka engkau akan mengalami kejadian demi kejadian yang menyenangkan.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

FAKTA TIDAKLAH PENTING, RESPONLAH YANG PENTING (2)

 

Mari, kita sama-sama untuk belajar merespon kejadian yang buruk dengan respon yang positif. Kita harus mendudukan masalah dengan tepat. Masalah itu adalah ujian. Setiap masalah yang kita hadapi, apakah masalah itu besar atau kecil, semua itu adalah ujian. Saat kita bersabar menghadapinya maka masalah akan lebih ringan dihadapi. Allah memberikan banyak pahala akan kesabaran kita dan tiba-tiba Allah memberikan jalan keluar. Tanpa kita sangka masalah itu sudah selesai.    

Misalnya lagi nih, saat engkau berada di taman, engkau duduk santai dan rileks di sebuah kursi di bawah pohon. Lalu tiba-tiba ada anak kecil iseng mengambil tasmu kemudian lari. Sontak saja engkau kaget, apa responmu ?. Jika engkau merespon dengan mengumpat seperti “dasar anak nakal, anak bandel, orang tuanya tidak tahu diri apa, kurang ajar” maka sesungguhnya kata-kata yang engkau ucapkan tadi itu yakni kata “nakal, bandel, tidak tahu diri, kurang ajar” adalah kata-kata negatif yang memancarkan energi yang negatif pula. Energi negatif itu akan menarik energi negatif yang lain sehingga besar kemungkinan semua kata-kata yang engkau ucapkan akan terjadi pada dirimu sendiri. Dari contoh di atas, memang faktanya kita tidak nyaman saat mengalaminya namun walaupun faktanya kita tidak nyaman, responnya harus tetap positif sebab respon yang positif sama halnya kita mendoakan diri kita untuk mendapatkan hal-hal positif sebagaimana yang kita katakan. Dalam kasus tadi, kita bisa mengejar anak itu sambil tersenyum dan mengatakan “Alhamdulillah anak yang kreatif, pemberani dan ceria”.  Emosi dan kata yang diucapkan akan menjadi doa dan besar kemungkinan akan terjadi pada diri kita yakni kita yang selalu ceria, kreatif dan berani. Jadi dapat disimpulkan bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, apapun yang sedang kita alami, semua itu tidak lagi penting, sebab kita tidak bisa merubah sebuah fakta/kejadian. Marah, mengumpat, berkata kotor adalah reaksi yang tidak berguna bahkan malah memperburuk keadaan. Sikap dan kata-kata buruk itu akan terkabul menjadi doa pada diri kita, selain juga akan menambah pundi-pundi dosa. Jadi, satu-satunya cara adalah merespon fakta yang tidak kita senangi dengan respon yang positif karena dengan respon yang positif, kita menjadi lebih nyaman dan rileks. Apa yang kita katakan akan menjadi doa dan kita juga akan menarik energi positif agar terjadi pada diri kita.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

FAKTA TIDAKLAH PENTING, RESPONLAH YANG PENTING (1)

 


Apapun faktanya, termasuk juga jika kita menghadapi fakta yang kurang baik, pengalaman yang tidak menyenangkan, peristiwa yang buruk, kejadian yang merugikan maka yang terpenting adalah responnya harus tetap positif. Kita tidak bisa merubah fakta atau mengendalikan fakta yang bisa kita lakukan dan kendalikan adalah respon kita terhadap fakta tersebut. Respon terhadap sebuah fakta atau kejadian itu ada 2 yaitu respon positif dan respon negatif. Jika kita tidak sadar dan tidak mengendalikannya maka respon yang otomatis keluar adalah respon yang negatif. Belajarlah untuk tetap bereaksi dengan respon yang positif, seburuk apapun kejadian yang menimpa kita sebab jika kita merespon kejadian buruk dengan respon yang negatif maka respon itu akan menjadi doa bagi kita dan benar-benar akan menjadi nasib kita.

Fakta tidaklah penting, yang penting adalah kita tetap berpikir positif dan merespon positif. Saat kita, melihat anak bertengkar dengan adiknya, itu adalah fakta. Apa reaksi yang kita lakukan, apakah kita marah kepada Kakak, mencubit, ngomel tak berujung, berkata negatif seperti “dasar anak nakal, anak bandel, bikin susah orang tua” dan kata-kata negatif lainnya. Atau misalnya saat kita melihat seorang koruptor kelas kakap tertangkap, apa reaksi kita saat itu, apakah menyumpahi koruptor, menghujat, mendoakan yang buruk. Setiap reaksi yang kita lakukan saat menghadapi sebuah fakta yang buruk, itu sebenarnya memperburuk diri sendiri. Kita sama juga mendoakan diri sendiri sebab kita mengeluarkan energi negatif yang akan menarik energi negatif lainnya. Sumpah serapah yang kita katakan, kata-kata penuh kebencian, hujatan, caci makian yang kita ucapkan akan menarik energi yang serupa sehingga kehidupan yang kita rasakan persis sebagaimana yang kita sering ucapkan. Saat anak berantem dengan adiknya, lalu kita katakan hal-hal yang negatif ke telinga anak maka apa yang kita katakan itu adalah doa yang sangat mungkin menjadi kenyataan.  

Saat anak teledor lupa membawa tas padahal sudah sampai di sekolah lalu kita sebel, marah dan berkata “dasar pelupa, bikin repot” maka kata “pelupa dan repot” akan menjadi doa dan benar-benar terjadi dalam setiap kehidupan diri kita. Trus apakah setelah kita marah-marah sampai mengucapkan kata-kata negatif, keadaannya akan berubah. Hemm... tidak, sekeras apapun kemarahan kita, sekuat apapun bentakan kita, selama apapun omelan kita, faktanya tidak akan bisa berubah, yang terjadi tetaplah terjadi, dan waktu tidak bisa diputar lagi. Lah, kalau kita tidak bisa merubah kejadian, untuk apa marah-marah berlebihan, untuk apa rasa kesal, untuk apa kata-kata kotor yang terus kita ucapkan. Semua itu tidak lagi berguna karena tidak akan mengembalikan keadaan. Malah sebaliknya, respon negatif yang kita lakukan akan menciptakan masalah-masalah baru yang lain di kemudian hari. Ucapan kita menjadi doa untuk diri kita, dan tragisnya lagi akan berdampak sangat buruk bagi anak. Kita mendoakan anak kita menjadi anak yang buruk, kita beri trauma ketakutan kepada anak saat mereka berbuat salah. Anak menjadi terus dihinggapi rasa takut, rasa bersalah, tidak tenang, selalu gelisah. Semua pengalaman saat dimarahi oleh orang tuanya akan tersimpan dalam otak bawah sadarnya. Kebenciannya tumbuh karena terlalu sering dimarahi orang tuanya. Jiwa penakut, sering panik, sering cemas, tidak percaya diri, merasa bersalah menjadi lebih dominan yang berdampak kurang baik bagi kehidupannya di masa depan.  
 #InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

SOLUSI LANGIT PENOLAK BALA (BAGIAN TERAKHIR)

 
SABAR DAN SHOLAT

Sederhanakan !!! (1)
Apa ada orang di dunia ini yang tidak memiliki masalah? Pasti setiap orang itu punya masalah, siapapun dia. Cuma besar kecilnya masalah itu sebenarnya tergantung bagaimana menyikapinya. Coba engkau perhatikan masalah anak TK, ternyata bagi anak SD itu adalah sesuatu yang mudah. Masalah anak SD juga demikian bagi anak SMP ataupun SMA bukanlah sebuah masalah yang berarti. Masalah anak SMP dan SMA bagi orang dewasa juga menjadi masalah yang kecil sekali. Ini berarti masalah yang sama bisa menjadi masalah yang besar ataupun menjadi masalah yang kecil itu sangat tergantung oleh orang yang menyikapi masalah tersebut.
 

Sederhanakan !!! (2)
Bila seseorang menyikapi masalah tersebut sebagai masalah yang besar maka masalah tersebut akan menjadi masalah yang benar-benar besar sehingga sangat menguras energi dan waktu. Sebaliknya jika menyikapi masalah tersebut sebagai masalah yang kecil maka masalah itu benar-benar menjadi masalah yang kecil.
 

Sederhanakan !!! (3)
Perlu diingat sebagaimana engkau dulu ujian sewaktu di bangku sekolah. Semakin sulit soal-soal ujian yang engkau kerjakan menunjukkan semakin tinggi tingkatanmu. Sama dengan kehidupan ini, semakin engkau dewasa dalam mengelola kehidupan, semakin besar cobaan yang Allah berikan. Semua untuk menguji keimanan manusia. Menyederhanakan sebuah masalah menjadi sebuah keniscayaan dalam menghadapi masalah. Terkadang masalah itu muncul berbanding lurus dengan kedewasaan yang dimiliki. Yah... kuncinya adalah menyederhanakan masalah. Masalah yang kecil, engkau hilangkan dalam alam pikiran maka itu tidak banyak berefek pada dirimu.
 

Sederhanakan !!! (4)
Masalah yang lebih besar disederhanakan dalam mindset pikiran agar tidak terlalu menjadi beban psikologis. Cara menyederhanakan masalah sangat tergantung pada hati dan pikiran. Pertama, jika engkau memiliki hati yang ikhlas atas semua kejadian yang menimpamu, bahwa semua itu adalah kehendak Allah maka engkau sedang menyederhanakan masalah. Jika engkau merasa semua yang terjadi pada dirimu (meskipun kejadian buruk) adalah yang terbaik dari Allah bagi dirimu maka engkau sedang menyederhanakan masalah. Jika engkau diuji lalu engkau ingat kepadaNya, lebih rajin ibadah kepadaNya, lebih banyak minta ampun kepadaNya maka engkau sedang menyederhanakan masalah. Jika engkau mendapatkan masalah namun engkau masih mampu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, engkau melihat masalah yang engkau hadapi tidaklah seberapa dibandingkan dengan nikmat yang Allah berikan, engkau merasa meskipun engkau mendapatkan sepuluh masalah namun ternyata Allah masih memberimu 1000 kenikmatan maka engkau sedang menyederhanakan masalah. Jika engkau tidak berpikir hal-hal buruk, kemungkinan-kemungkinan buruk, kejadian masa depan yang buruk maka engkau sedang menyederhanakan masalah. Jika engkau tidak selalu menggendong masa lalumu, mampu melupakan dan mengikhlasan kejadian buruk yang yang dulu pernah menimpamu, mampu memaafkan orang yang pernah menyakitimu di masa lalu maka engkau sedang menyederhanakan masalah. Jika engkau senantiasa berpikir positif maka engkau akan lebih mudah dalam menyederhanakan masalah.
 

Sederhanakan !!! (5)
Sebaliknya jika dominasi pikiranmu adalah negatif maka engkau akan sulit menyederhanakan masalah. Jika engkau kurang pandai bersyukur dan kurang pandai membangun keikhlasan hati maka engkau akan sulit menyederhanakan masalah. Jika engkau terus menggendong masa lalumu yang mungkin ada cerita yang menyakitkan, maka engkau akan terus bermasalah. Jika engkau tidak mampu memaafkan orang lain bahkan malah semakin membenci orang lain maka engkau akan terus tidak tenang, tidak nyaman dan terus dihantui dengan masalah. Orang-orang yang dominan berpikir negatif, kurang mampu bersyukur, dan tidak ikhlas akan membuat masalah yang sebenarnya adalah masalah biasa menjadi masalah yang besar dan rumit.
 

Sederhanakan !!! (6)
Menyederhanakan masalah tidak sama dengan meninggalkan masalah. Pembeda keduanya adalah jika meninggalkan masalah berarti engkau tidak menyelesaikan masalah sedangkan menyederhanakan masalah berarti engkau menyelesaikan masalahnya. Tapi dalam alam pikiran, masalah itu engkau anggap bukanlah masalah yang besar sehingga waktu dan energi tidak terlalu besar terkuras. Menyederhanakan masalah berarti engkau positif terhadap apa yang menjadi ketentuan Allah. Senantiasa berpikir bahwa apapun yang terjadi telah melewati ijin Allah dan ketentuan Allah pasti yang paling baik. Menyederhanakan masalah berarti engkau pandai bersyukur terhadap seberapapun yang Allah berikan. Walaupun terkadang kebutuhanmu lebih dari yang Allah berikan. Menyederhanakan masalah berarti engkau sabar dengan segala ujian dan cobaan serta ikhlas menerimanya.
 

Sederhanakan !!! (7)
Agar mampu menjadi orang yang dapat menyederhanakan masalah engkau perlu mengarahkan pola pikir bahwa semua yang terjadi di muka bumi adalah kehendak Tuhan dan pasti ada hikmah di balik itu. Semua masalah, engkau kembalikan kepada Dia Yang Maha Mengatur. Hal ini akan mengurangi beban psikologismu dalam menghadapi masalah. Selanjutnya engkau berpikir secara jernih dalam mengukur beban masalah tersebut. Jangan sampai engkau terjebak pada sebuah masalah yang tidaklah besar tetapi karena engkau tidak mampu berpikir secara jernih sehingga masalah itu menjadi besar menurut persepsimu.  Padahal masalah tersebut adalah masalah yang biasa saja. Senantiasa berpikir positif akan memberikan berbagai solusi. Engkau juga harus bertindak untuk menyelesaikannya serta  menghindarkan diri dari berbagai keluhan, kemarahan  serta respon yang berlebihan yang akan menambah runyam masalah tersebut.
 

Bersabar Itu, Pahalanya Tanpa Batas (1)
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-Baqarah : 155-157). Sobat, setiap orang punya ujiannya sendiri-sendiri, punya air matanya sendiri, hanya saja kita tidak pernah tahu dan kita tidak merasakannya. Allah itu memang memberi ujian untuk menguji apakah hamba-Nya bersabar  atau tidak. Bersabarlah dalam ketaatan kepada Allah, dunia memang melelahkan. Jangan kawatir, jika Allah menghendaki sesuatu, Allah juga sudah siapkan jalan keluarnya, hanya kita mesti bersabar. Saat engkau merasa sedih, punya masalah, sakit maka sesekali lihatlah orang-orang yang ujiannya lebih hebat dan lebih berat daripada yang sedang engkau alami saat ini. Mereka bisa bersabar, engkau pasti juga bisa bersabar.
 

Bersabar Itu, Pahalanya Tanpa Batas (2)   
Sobat, ingatlah satu hari di akherat itu sama dengan 1000 tahun di dunia. Jika umur manusia 60-70 tahun maka setara dengan 1,5 jam waktu akherat. Waktu yang sangat singkat untuk sebuah pilihan surga atau neraka. Maka bertaqwalah, banyak berbuat baik, bersabar dan carilah ridhoNya. Hanya 1,5 jam waktu yang kita miliki demi satu keabadian surga atau neraka. Jadi, bersabarlah saat menjalani kehidupan di dunia ini karena hidup ini ternyata sangatlah singkat, hanya 1,5 jam saja. Sobat, ada 3 amal yang pahalanya tanpa batas yakni puasa karena Allah, sabar saat mendapatkan ujian dan memaafkan kesalahan orang lain. Sabar adalah salah satu amal yang pahalanya tanpa batas, hanya Allah yang tahu berapa besar pahalanya. “Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (QS. Yusuf : 90).
 

Bersabar Itu, Pahalanya Tanpa Batas (3)  
Sesungguhnya seorang yang mendapatkan ujian itu diberi kabar gembira, jika bersabar akan dicintai Allah, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Orang sabar itu pahalanya disempurnakan Allah tanpa batas. Perhatikan firman Allah berikut ini. “Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan ganjaran/pahala mereka tanpa batas” (QS. Az Zumar: 10). Sabar itu adalah ridho/ikhlas atas ujian yang Allah berikan. Sabar itu ridho bahwa kita itu milik Allah, keluarga milik Allah, harta milik Allah maka terserah Allah, apapun yang terjadi pada diri kita, pada keluarga kita, pada harta benda kita dan Allah itu Maha Adil kepada hamba-hambaNya. Allah tidak akan menguji hambaNya yang tidak sanggup. Orang sabar itu dekat dengan Allah, saat diuji mintalah pertolongan kepada Allah.
 

Bersabar Itu, Pahalanya Tanpa Batas (4)
Setiap orang diuji agar meningkat kualitas hidupnya, meningkat kesabarannya dan datang kepadanya pahala yang banyak. Saat diuji dan engkau bisa bersabar, tunggulah akan ada kejutan hadiah dari Allah untukmu. Saat Allah akan memberikan keberuntungan yang besar maka Allah akan memberi ujian dulu. Ujian ibarat DP (uang muka) yang sudah barang tentu keberuntungan yang Allah beri jauh lebih besar daripada ujian,  maka bersabarlah menunggu hadiahnya. Sobat, tidak ada balasan kesabaran kecuali kabar gembira, kemenangan, keajaiban. Kesabaran tidak akan pernah berpasangan dengan kesedihan, kecelakaan, kerugian. Sunatullahnya sabar itu akan berbuah pertolongan, keajaiban, keberuntungan, kemenangan. Saat mendapatkan masalah jangan mengeluh tetapi terima dengan sabar dan memohon solusi kepada Allah.
 

Bersabar Itu, Pahalanya Tanpa Batas (5)
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 153). Saat masuk surga, orang yang bersabar itu dijunjung tinggi karena kesabarannya. Sabar adalah kalimat pertama dari malaikat yang menyambut seseorang yang masuk surga. Sebagai pengingat diri saya sendiri dalam menapaki kehidupan ini “Demi masa! Sungguh, semua manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih (kebajikan) serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran” (QS : Al - ‘Ashr :1-3).
 

Sholatmu Cerminan Hidupmu (1)
Sobat, cerminan hidupmu ada pada sholatmu. Jika ingin memperbaiki kehidupanmu maka perbaiki dulu sholatmu. Sobat, coba lihat sandalmu. Perhatikan sekali lagi sandalmu. Kelak kedua pasang sandal itu akan bersaksi apakah engkau sering ajak mereka ke masjid atau tidak. Ingatlah, perkara yang paling menyedihkan bagi lelaki itu adalah saat ia tidak pernah pergi ke masjid kecuali jenazahnya sedangkan bagi perempuan adalah saat tidak pernah menutup aurat kecuali kain kafannya. Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke masjid. Orang bisa saja lari dengan enteng dan mudah sejauh 5 km atau 10 km namun terasa sulit dan susah sekali jika harus berjalan ke masjid yang hanya berjarak 100 m. Kenapa? apakah sholat itu menjadi beban. Sholat itu bukanlah beban bahkan sholat itu akan meringankan beban hidupmu. Jagalah sholatmu sesibuk apapun, jangan pernah meninggalkan sholat. Jangan menjadi orang yang lemah. Walaupun engkau bertubuh kekar dan kuat tetapi tidak mampu sholat berjamaah di masjid terutama sholat subuh di masjid, tetaplah engkau itu lemah.
 

Sholatmu Cerminan Hidupmu (2)
Sholat adalah kunci dalam menyelesaikan masalah. Saat sholat adalah saat kita memohon kepada Allah dan Allah akan kabulkan setiap apa yang kita minta. Jadi saat adzan tiba, kita seharusnya sangat berbahagia karena berkesempatan meminta apapun  yang kita inginkan. Allah memanggil manusia saat adzan sholat, agar dalam sholat, hambaNya meminta kepadaNya. Jadi Allah memberikan peluang bagi hambaNya sehari untuk meminta kepada Allah minimal sebanyak 5 kali. Sobat, sholat itu adalah ibadah yang mestinya kita tunggu-tunggu sebab dalam sholatlah, kesempatan kita untuk berdoa, meminta sesuatu kepada Allah, dan mintanya jangan tanggung-tanggung, minta yang paling tinggi misalnya minta surga firdaus, minta bertetangga dengan nabi, minta masuk surga sekeluarga dst.
 

Sholatmu Cerminan Hidupmu (3)
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya)” (HR. Muslim). Saat sujud atau rukuk terutama sujud mintalah kepada Allah yang paling utama, paling tinggi misalnya surga firdaus, berkumpul dengan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, berkumpul dengan orang-orang yang sholeh. Jika untuk urusan dunia maka mintalah yang paling tinggi juga misalnya jabatan yang tinggi dan berkah, kekayaan yang banyak dan berkah, ilmu yang luas dan berkah. Saat sujud adalah saat dimana hamba paling dekat dengan Allah maka berdoalah. Dalam sholat ada 4 keadaan yang dalam keadaan itu, kita berdoa maka atas ijinNya, Allah akan lebih cepat mengabulkan doa kita yakni saat berdiri, saat rukuk, saat sujud, dan saat sebelum salam. Saat berdiri dan saat membaca iyya kana’budu wa iyya kanasta’in maka lantunkan dalam hati doa kita. Jika ingin segera dikabulkan doa kita maka segeralah memenuhi panggilanNya yakni panggilan sholat. Saat adzan tiba bersegera ke masjid menunaikan sholat berjamaah. Sebelum adzan sudah menyiapkan diri untuk sholat. Jika kita sudah siap di masjid sebelum adzan tiba maka insha Allah, Allah akan menyelesaikan masalah kita sebelum kita memohon kepadaNya.
 

Sholatmu Cerminan Hidupmu (4)
Sobat, berusahalah dikenal oleh penduduk langit maka penduduk bumi akan mengenalmu, namun jika engkau berupaya mengenalkanmu pada penduduk dunia dan mengabaikan penduduk langit maka engkau akan terasing di langit dan pada akhirnya penduduk bumi juga akan mengasingkanmu. Salah satu cara agar engkau terkenal oleh penduduk langit adalah sholat malammu. Saat engkau bangun di sepertiga malam lalu engkau tunaikan sholat malam dengan syahdu. Sobat, ada empat janji Allah bagi yang gemar tahajud yakni saat di dunia, pertama Allah akan tempatkan karirnya di tempat yang terbaik, kedua Allah akan permudah segala urusannya, ketiga Allah bimbing dia agar setiap masalah diberikan solusi yang terbaik, keempat Allah akan lindungi aktivitasnya jika ada orang-orang yang ingin mendzolimi atau mencelakainya. Di akherat para ahli tahajud ini akan Allah tempatkan di taman-taman surga.
[20.01, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (5)
Perlu saya mengingatkan diri saya sendiri dan kepada sobat sekalian. Sobat ingatlah, saat engkau beribadah atau berbuat baik lalu dipamerkan agar mendapatkan pujian. Saat pujian tidak datang, engkau sakit hati, saat dipuji engkau sangat senang. Sobat, dipuji oleh orang itu kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Kalau dipuji itu, yah hanya sebatas pujian setelah itu apa yang kita dapatkan, tidak ada. Tidak ada sama sekali. Tapi potensi amal ibadah kita (pahala) yang besar itu akan hilang. Pahala kita akan lenyap. Jadi luruskan niat, di awal, di tengah dan di akhir hanya semata-semata mencari ridho Allah. Niat itu kadang lurus di awal namun melenceng di tengah. Niat itu juga terkadang lurus di awal dan di tengah tetapi melenceng di akhir. Jadi sobat, pastikan saat kita niat beribadah itu benar di awal sampai akhir.
[20.02, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (6)
Sobat, kenapa sholat 5 waktu sangat penting sekali untuk memperlancar rezeki. Begini, Dalam sebuah hadist, Dari Abdullah Ibnu Mas’ud ra berkata, ‘Aku bertanya kepada Nabi Muhammad Saw tentang amalan yang paling disukai Allah SWT? beliau menjawab, Shalat pada waktunya. Kemudian apa? Kataku, beliau menjawab, “berbuat baik kepada kedua orangtua”. Kemudian apa? Kataku lagi. Beliau menjawab, “jihad fi sabilillah”. (HR. Bukhari & Muslim). Jadi jelas ya, sholat tepat waktu itu adalah amalan yang begitu dicintai Allah. Nah, kalau Allah sudah mencintai hambaNya maka apapun kebutuhan hambaNya, Allah akan penuhi. Allah juga akan memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Allah tidak akan meninggalkan hambaNya, termasuk juga tidak akan meninggalkan hambaNya dalam soal rezeki.
[20.03, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (7)
Saat engkau sholat tepat waktu, itu berarti engkau lebih mengutamakan Allah daripada yang lain. Engkau lebih mendahulukan Allah daripada pekerjaanmu. Engkau rela meninggalkan daganganmu, untuk sejenak menghadapNya. Engkau rela meninggalkan ruang rapat untuk bersujud kepadaNya. Engkau rela menghentikan semua aktivitasmu untuk memenuhi panggilanNya. Jika engkau begitu mematuhi ajakanNya untuk beribadah kepadaNya tepat waktu maka wajar jika Allah dengan cintaNya akan memberimu banyak pahala, ampunan dan banyak rezeki sekaligus keberkahan.
[20.04, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (8)
Sobat coba sekarang perhatikan dirimu. Lihatlah dirimu, apakah kehidupanmu penuh dengan masalah. Apakah utangmu semakin lama semakin menumpuk. Apakah engkau merasa rezekimu seret. Apakah engkau merasa rumah tanggamu berantakan. Apakah engkau merasa anak-anakmu tidak berbakti kepada dirimu. Jika semua atau salah satu itu engkau alami, coba cek dulu sholatmu. Apakah engkau begitu meremehkan dan menunda-nunda sholat. Besar kemungkinan, keruwetan hidupmu itu disebabkan oleh jadwal sholatmu yang berantakan. Jika engkau ingin hidupmu teratur, rezeki mengalir teratur, utangmu pelan-pelan terlunasi, masalahmu semakin terurai dan lenyap maka perbaikilah jadwal sholatmu. Pastikan engkau sholat dengan tepat waktu dan usahakan sekuat tenaga untuk menjalankan sholat wajib berjamaah di masjid. Jika sudah rutin engkau lakukan maka hidupmu akan teratur, beban masalahmu akan terurai dan rezekimu mengalir dengan lancar, berkah dan ajaibnya semua orang seolah-olah berebutan memberimu rezeki. Kuncinya adalah berusahalah sholat tepat waktu maka Allah akan mengatur hidupmu dengan sebaik-baiknya. Ingat baik-baik sobat, jika engkau merasa hidupmu penuh masalah, semrawut, rezeki seret dan engkau tidak tahu harus berbuat apa maka perbaiki dulu jadwal sholatmu. Minimal berusahalah sholat 5 waktu berjamaah di masjid dan lebih baik lagi jika ditambahkan dengan sholat sunah yang lain misal sholat rawatib, sholat dhuha, sholat tahajud.
[20.05, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (9)
Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
[20.06, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (10)
Ada sebuah cerita yang ingin saya bagikan sebagai penguat kita akan pentingnya sholat tepat waktu. Di bawah ini adalah sebuah tulisan dari kisah nyata Bapak Arief Budiman, CEOnya Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku Tuhan Sang Penggoda. Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan dan  juga sebagai bahan intropeksi. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan.
[20.07, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (11)
Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini, saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.
[20.08, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (12)
Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadual sholatmu gimana?"
"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.
"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.
" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.
" Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.
"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.
"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.
Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadual hidupmu berantakan."
"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.
"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.
"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.
"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, kalo bisa jamaah," jawabnya.
"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.
"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.
[20.09, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (13)
Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.
[20.10, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (14)
Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, HP berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok.  Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi." Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.
[20.10, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (15)
Di hari berikutnya, HP saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas." Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,"O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?" Dari seberang sana dia menjawab,"Ok Mas, nanti saya sampaikan." Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, HP saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup. Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!. Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.
[20.12, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (16)
Sampai saya meyakini satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita. Jadi, kunci sukses bisnis yang saya bisa share ke teman-teman, Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
[20.13, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Sholatmu Cerminan Hidupmu (17)
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik. Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama, segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.
[20.15, 28/1/2021] +62 812-1034-7500: Jadi untuk materi 10 Solusi Langit Penolak Bala kesimpulannya adalah jika kita ingin terhindar dari musibah dan segera musibah cepat berlalu maka amalkan 10 solusi langit berikut ini:
1.    Tobat Dari Dosa
2.    Berdoa
3.    Bersabar
4.    Sholat
5.    Yakin Kepada Allah (Allah Sesuai Prasangka HambaNya)
6.    Bersyukur
7.    Berbakti Kepada Orang Tua
8.    Mendoakan Orang Lain
9.    Menolong dan Membahagiakan Orang Lain
10.    Sedekah

HATI-HATI DENGAN ILUSI PIKIRAN (3)



Misalnya lagi para ibu-ibu, jika suka menonton film perceraian, infotaiment tentang konflik rumah tangga lalu cerai maka info itu masuk dalam otaknya dan tersimpan. Nah disaat ibu ini bertengkar dengan suaminya, informasi-informasi perceraian itu muncul kembali dan akhirnya jika ada konflik sang ibu selalu minta cerai dan ujungnya akan benar-benar cerai. Saat nikah lagi akan cerai lagi, nikah lagi cerai lagi sebab dalam pikiran alam bawah sadarnya jika berkonflik maka solusinya cerai. Itu semua berawal dari informasi negatif yang ia terima. Jadi hati-hati dengan informasi berita yang kita baca dan kita dengar. Dunia informasi sekarang berprinsip pada bad news is good news. Berita di negeri kita ini sering mengabarkan informasi yang negatif tentang perselingkuhan, perceraian, pembunuhan, kejahatan dll. Hal tersebut tentunya akan meracuni otak dan mendorong untuk melakukan hal yang serupa. Jadi dapat disimpulkan bahwa kenapa orang berpikir buruk dan negatif, karena pikirannyalah yang suka menakut-nakuti diriya sendiri. Orang itu sendiri yang suka membaca, mendengar berita-berita negatif sehingga 2 juta informasi perdetik berjejalan masuk dalam pikirannya lalu memancarkan 60.000 pikiran negatif perharinya selanjutnya satu persatu pikiran negatif yang ia pancarkan itu menjadi kenyataan dalam kehidupannya. Dampaknya apa, sudah pasti tertekan, stres, depresi atau jatuh sakit. Jadi, sayangi diri sendiri, mulai sekarang bangun mindset dengan benar, selalu berpikir sehat, rezeki melimpah dan berkah, bahagia, memiliki anak yang sholeh, menjadi sosok yang kuat, menjaga amanah dsb. Jika dalam tubuh kita energinya baik maka atas ijin Allah nasib kita akan berubah sesuai persis apa yang selalu kita pikirkan.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

HATI-HATI DENGAN ILUSI PIKIRAN (2)



Sobat, kita sebenarnya sedang “meneteskan jeruk nipis” di kehidupan kita. Semakin kita membayangkan hal yang buruk atau ketakutan serta kecemasan yang kita munculkan dalam pikiran kita sendiri, itu artinya semakin banyak kita meneteskan jeruk nipis pada kehidupan kita sendiri. Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya. Semakin banyak tetesannya semakin tertekan jiwa kita. Semakin banyak tetesannya semakin buruk kondisi fisik kita. Kuncinya ada dalam pikiran. Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk nipis. Trus bagaimana kondisi tubuh kita, kondisi fisik kita, kondisi jiwa kita saat terus-terusan didera pikiran-pikiran buruk yang terus menghantui kehidupan kita. Wajar saja, banyak orang sakit, banyak orang stres, tertekan bahkan ada yang gila dan bunuh diri. Coba kita perhatikan orang yang memiliki kelainan jiwa. Secara fisik mereka sehat namun mereka punya dunianya sendiri. Mereka hidup di dunia yang berbeda. Mereka menciptakan dunianya sendiri yakni dunia ilusi. Mereka berada dalam alam ilusi. Mereka sama sekali tidak merespon alam fakta tetapi merespon alam ilusi yang mereka ciptakan sendiri. Jeruk nipis yang mereka teteskan terlalu banyak, sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata, yang bisa diajak bicara. Dan akhirnya mereka berbicara dengan alam ilusinya. Maka berhati-hatilah dengan pikiran kita sendiri. Segera lawan saat pikiran mengajak kita untuk berpikir hal-hal yang buruk. Padamkan saat pikiran kita mulai berpikir kecemasan dan kekawatiran akan kejadian nanti. Segera tebas, saat muncul pikiran-pikiran yang menakuti diri sendiri. Teruslah berpikir positif, berpikir hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Berbaik sangkalah kepada Allah maka kehidupan pun atas ijin Allah akan membaik.

Nah, sekarang pertanyaannya kok bisa kita menjadi orang yang dominan berpikir negatif. Begini, sadar tak sadar, suka tak suka, otak kita menarik 2 juta informasi perdetik. Jika kita sering menarik informasi negatif maka menurut penelitian, kita juga akan memancarkan 60.000 pikiran negatif setiap harinya. Ini lho masalahnya. Misalnya nih, jika ada seseorang suka menonton film horor maka 2 juta informasi horor itu akan masuk dalam otaknya sehingga ia merasa semua tempat menjadi horor, semua waktu menjadi horor. Dalam pikirannya, hidupnya penuh dengan horor. Saat ia berjalan di jalan yang gelap dan sendiri maka ketakutan-ketakutan itu akan muncul menakuti diri sendiri. Ia merasa diawasi hantu, di balik pohon ada kuntilanak, di atas pohon ada genderuwo, di belakangnya ada suster ngesot. Siapa yang memunculkan itu semua, pikirannya sendiri, realitasnya semua hantu yang ia sebutkan itu tidak pernah ada. Atau saat tidur, ia berpikir dibalik jendela ada hantu, di bawah dipan ada hantu, di balik pintu ada hantu, semua seisi kamar ada hantunya. Siapa yang memunculkan, ya pikirannya sendiri padahal realitasnya semuanya itu tidak ada. Makanya setan di dunia berbeda-beda kalau di Indonesia ada genderuwo, kuntilanak, tuyul. Kalau di China ada Vampire, kalau di Eropa beda lagi setannya yakni drakula, di Afrika beda lagi setannya. Kenapa setan-setan itu berbeda, karena semua setan-setan yang berbeda itu tercipta dari alam pikiran manusia yang berbeda kultur dan budayanya.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk