Senin, 30 November 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 58

(Sunnah Qouliyah Dalam Sholat-7)

Klik _ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-58)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

*#Sunnah “UCAPAN” (qouliyah) dalam sholat (lanjutan)*yaitu:

#10. MEMBACA DO’A SETELAH TASYAHHUD.
@Rosululloh ”Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda,: Ada yang bertanya, “Wahai Rosululloh, kapan doa kita didengar oleh Allah?". Beliau menjawab, “Di akhir malam dan *di akhir sholat wajib”. (HR. Tirmidzi, 3499).

@Terdapat dua pertanyaan perihal “do’a diakhir sholat wajib itu, Pertama, Kapan dilakukan (sebelum atau sesudah salam?). Kedua,  dimana tempatnya (dalam sujud terakhir apa pada akhir tasyahut akhir?);

*#Pertama, “Kapan dilakukan berdo’a diakhir sholat (dubur sholat) itu, apakah sebelum salam atau sesudah salam?.

>Syaikh Ibnu Baz (dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 11/194-196) dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dan beberapa ulama lainnya memberi penjelsan sebagai berikut:

^Jumhur Ulama memberi makna “Dubur sholat” itu  (yang berkaitan dengan do’a), bermakna “sesudah tasyahud sebelum salam”
>>Ini didasarkan pada dalil Hadits Shahih dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkannya tasyahud padanya, lalu Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ^TSUMMA LIYATAKHOYYAR MID-DU’AA`I BA’DU A’JABAHU ILAIHI YAD’UUBIHI / _“Kemudian terserah dia memilih do’a yang dia sukai untuk berdo’a dengannya.” _ (HR. Abu Daud no. 825).

>>Dalam lafazh lain, ^TSUMMAL YATAKHOYYAR BA’DA MINAL MAS`ALATI MAASYAA`A / _“Kemudian terserah dia memilih setelah itu (setelah tasyahud) do’a yang dia kehendaki (dia sukai).” _ (HR. Muslim no. 402, An Nasa’i no. 1298, Abu Daud no. 968, Ad Darimi no. 1340).

>>Salah satu contoh do’a yang diajarkan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pada “dubur sholat sebelum salam”,  terdapat dalam hadits Mu’adz bahwasanya Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat padanya:

^LAA TADA ‘ANNA FII DUBURI KULLA SHOLAATIN TAQUULUL-LAHUMMA A’INNA ‘ALAA DZIKRIKA, WA SYUKRIKA, WA ḪUSNI ‘IBAADATIKA / “Janganlah engkau tinggalkan untuk berdo’a setiap dubur shalat (akhir shalat),  ^ ALLOOHUMMA A’INNI ‘ALAA  DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA H̬USNI ‘IBADATIK. [Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. An Nasa’i no. 1286, Abu Daud no. 1301. Sanad hadits ini shohih).

^^^^^
^Sedang “Dubur sholat / akhir sholat” yang bermakna “sesudah salam” lebih pada bacaan dzikir ba’da sholat.*

>>Contoh yang dimaksud adalah ketika selesai salam kita membaca : ^ASTAGFIRULLAH, ASTAGFIRULLAH, ASTAGFIRULLAH / _ “Aku minta ampun kepada Allah,”_ (3x).
 
^ALLAHUMMA ANTAS SALAM WA MINKAS SALAM TABAROKTA YAA DZAL JALALI WAL IKROM./ “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam_ jika selesai dari shalatnya (setelah salam) beliau beristighfar sebanyak tiga kali dan membaca dzikir di atas. Al Auza’i menyatakan bahwa bacaan istighfar adalah astaghfirullah, astaghfirullah. (HR. Muslim no. 591).

@Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin _rahimahullah_ (Dalam Liqo’at Al Bab Al Maftuh,) mengatakan:  Oleh karena itu dapat kita katakan bahwa apabila engkau ingin berdo’a kepada Allah, maka *berdo’alah kepada-Nya sebelum salam.  Hal ini karena dua alasan:

^Alasan pertama: Inilah yang diperintahkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan tentang tasyahud, “Jika selesai (dari tasyahud), maka terserah dia untuk berdo’a dengan do’a yang dia suka.”

^Alasan kedua: _”Jika engkau berada dalam shalat, maka berarti engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu. Jika engkau telah selesai mengucapkan salam, berakhir pula munajatmu tersebut.

>>Lalu manakah yang lebih afdhol (lebih utama), apakah meminta pada Allah ketika bermunajat kepada-Nya ataukah setelah engkau berpaling (selesai) dari shalat? Jawabannya, tentu yang pertama yaitu ketika engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu.

>>Adapun ucapan dzikir setelah menunaikan shalat (setelah salam) yaitu ucapan astagfirullah sebanyak 3 kali. Ini memang do’a, namun ini adalah do’a yang berkaitan dengan shalat. Ucapan istighfar seseorang sebanyak tiga kali setelah shalat bertujuan untuk menambal kekurangan yang ada dalam shalat. Maka pada hakikatnya, ucapan dzikir ini adalah pengulangan dari shalat._

^^^^^
*#Kedua, “Dimana dilakukan berdo’a diakhir sholat (dubur sholat) itu, apakah saat sujud atau saat tasyahud akhir?.

^Pada Saat Sujud,
*>Dari Abu Huroiroh r.a, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ^AQROBU MAA YAKUUNUL ‘ABDU MIN ROBBAHI WAHUWA SAAJIDUN FA AKTSIRUU ADDU’AA / “Tempat dimana seorang hamba menjadi dekat dengan Tuhannya adalah dalam kondisi bersujud, maka perbanyaklah berdoa (pada saat itu)”. (HR. Muslim: 482).

*>Dalam hadits lain dari ‘Abdullah bin ‘Abbâs rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ^WA AMMAAS-SUJUUDU FAAJTAHIDUU FIID-DU’AA`I FAQOMIN `AY-YUSTAJAABA LAKUM. / ”Adapun (di waktu) sujud maka bersungguh-sungguhlah untuk berdo’a padanya, karena pantas untuk dikabulkan do’amu (pada waktu itu).” (HSR. Muslim, no. 479)

>Kedua hadits ini menunjukkan *keutamaan berdo’a di waktu sujud sehingga Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memperbanyak do’a padanya (setelah membaca dzikir untuk sujud), dan juga menunjukkan bahwa waktu sujud adalah saat yang dijanjikan pengabulan do’a padanya. (Fat-hul Baari, 2/300 dan (2/491); ’Aunul  Ma’buud, 3/90 dan Faidhul Qadiir, 2/68).

>Dan bahwa keutamaan yang disebutkan dalam hadits ini *berlaku untuk semua sujud dalam shalat dan tidak hanya untuk sujud terakhir saja, sebagaimana yang disangka dan dipraktekkan oleh sebagian dari kaum Muslimin. (Dalam Kitab Syarh Shahîh Muslim oleh Imam an-Nawawi, 4/206).

^^^^^
^Pada saat saat setelah tasyahud akhir, sebelum salam.
>Dari Abu Ummamah _rodhiyallohu ‘anhuma_ bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya : ^AYYUD-DU’AA`I ASMA’U?, QOOLA, JAUFAL-LAILIL- AAKHIRI WA DUBUROSH-SHOLAWAATIL MAKTUU BAATI / ”Do’a apakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allâh Azza wa Jalla )? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Do’a) di tengah malam (akhir malam) dan di ujung shalat-shalat yang wajib” (HR. At-Tirmidzi, no. 9936 dan an-Nasa-i , 6/32. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani).

>Yang di maksud *di ujung sholat-sholat yang wajib”_ dalam hadits diatas,  adalah setelah tasyahhud akhir sebelum salam, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (dalam kitab Zaadul Ma’aad, 1/305);  dan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin (dalam kitab asy-Syarhul Mumti’, 1/678).  
>Dalam hadits shahih lainnya, dari ‘Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu anhu, Rosolulloh shollallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bacaan tahiyyat dan tasyahhud dalam shalat kepada para Sahabat rodhiyallohu anhum, di akhir hadits ini Rosolulloh _shollallahu ‘alaihi wa sallam_bersabda:

^TSUMMA YATAKHOYYARU MID-DU’AA`I A’JABAHU ILAIHI FAYAD’UU / ”Kemudian (orang yang sedang shalat, setelah membaca tahiyyat dan tasyahhud) hendaknya dia memilih do’a yang paling disukainya dan berdo’a dengannya (ketika itu)” (HSR. Al-Bukhari, 1/287 dan Muslim, no. 402 [24] HR. Abu Dawud, no. 1481 dan at-Tirmidzi, 5/517. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani).

>Dalam hadits shahih lainnya, dari Fadholah bin ‘Ubaid rodhiyallohu anhu, bahwa Rosolulloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ^TSUMMA YUDHOLLU ‘ALAAN-NABIYYI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, TSUMMA YAD’UU BA’DU BIMAA SYAA’A / ”Kemudian orang yang sedang shalat hendaknya membaca shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu setelah itu berdo’a sesuai dengan keinginannya.” (HR. Abu Dawud, no. 1481 dan at-Tirmidzi, 5/517. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani.)

>Hadits-hadits diatas, menunjukkan perintah dan anjuran untuk memperbanyak do’a di saat setelah tasyahud akhir, sebelum salam.  (Dalam kitab _Zaadul Ma’aad, 1/247 dan Kitab _Shifatu Sholootin Nabi_h-183).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar