Kamis, 26 November 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 53

(Sunnah Qouliyah Dalam Sholat-2)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-53)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

*@Sunnah “UCAPAN” (qouliyah) dalam sholat (lanjutan)*yaitu:
^2. ISTI’ADZAH / TA’AWUDZ
*@Allah Ta’ala berfirman:^FA IDZAA QORO’TAL QUR’AANA FASTA’IDZ BILLAAHI MINASY-SYAITHOONIR-ROJIIM /”Apabila engkau (Muhammad) hendak membaca al-Qur-an, meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS.An-Nahl [16]:98]

*@Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika hendak shalat, beliau membaca do’a istiftah lalu membaca:
^A’UUDZUBILLAAHIS-SAMII’UL ‘ALIIM, MINASY-SYAITHOONIRROJIIM, MIN HAMZIHI WANAFTSIH./ “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dari syaitan yang terkutuk, dari bisikan, tiupan, dan godaannya.” [Shahiih: Sifatush-sholaah (h-82);HR. Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud, II/ 476 no. 760), dan Sunan at-Tirmidzi (I/153 no. 242)].


*@Bisa pula mencukupkan ta’awudz dengan membaca: “A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONI MINASY SYAITHONIR ROJIIM / ”Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

*>Hal ini berdasarkan keumuman ayat yang memerintahkan membaca ta’awudz baik di dalam maupun di luar shalat ketika memulai membaca Al Qur’an, ^FAIDZAA QORO’TAL QUR’AANA FASTA ’IDZ BILLAAHI MINASY-SYAITHOONIRROJIIM. / ”Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An Nahl [16]:98). (Lihat Kitab Shifatish Shalah, h. 101).

@Ta’awudz dibaca pada raka’at pertama, sebelum memulai membaca surat setelah membaca doa istiftah. Ini pendapat yang lebih kuat sesuai dengan hadits yang dibawakan oleh Abu Sa’id Al Khudri, beliau berkata:

>“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai shalat di malam hari, beliau bertakbir lantas mengucapkan, ^SUBHAANAKALLAHUMMA WA BI HAMDIKA WA TABAAROKASMUKA WA TA’ALA JADDUKA WA LAA ILAHA GHOIRUK (Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau).”

>Lalu beliau mengucapkan, “ALLAHU AKBAR KABIIRO”. Kemudian membaca, “A’UDZU BILLAHIS SAMII’IL ‘ALIIM, MINASY SYAITHOONIR ROJIIM MIN HAMZIHI WA NAFKHIHI WA NAFTSIH (aku berlindung kepada Allah Yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya, dan nyanyiannya yang tercela).”
(HR. Tirmidzi no. 242 dan Abu Daud no. 775. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

@Dalam hadits yang lain, menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung membaca Al Fatihah ketika bangkit dari rakaat kedua. Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangkit ke rakaat kedua, beliau memulai dengan membaca ‘alhamdulillahi robbil ‘aalamiin … “(HR. Muslim no. 599).

@Namun ulama seperti Al Hasan Al Bashri, ‘Atho’, Ibrahim An Nakho’i  menganjurkan membaca ta’awudz pada setiap raka’at. Karena mereka berdalil dengan keumuman ayat 98 QS. An Nahl (16), yang artinya: _“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” _

*>Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan perintah membaca ta’awudz sebelum membaca Al Qur’an. Ayat tersebut berlaku umum untuk di luar atau di dalam shalat.

>Ibnu Taimiyah berkata, “Jika seseorang meninggalkan membaca ta’awudz di rakaat pertama, maka  hendaklah ia membacanya di raka’at kedua.” _ (_Kitab Shifatish Shalah min Syarhil ‘Umdah karya Ibnu Taimiyah, h. 97).


^3.MENGUCAPKAN “AAMIIN”.
*@Dari Wa-il bin Hujr rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca: ^WALADH-DHOOOLLIIN,Beliau mengucap  ^AAMIIN. sambil mengeraskan suaranya.” _

@Dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu,, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:^IDZAA `AMMANAL IMAAMU FA`AMMANUU, FAINNAHU MAN WAAFAQO TA`AMIINUHU TA`AMIINAL MALAA`IKATI GHUFIRO LAHU MAA TAQODDAMA MIN DZANBIHI / *“Jika imam mengucap amin,* maka ucapkanlah amin. Sesungguhnya orang yang ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan amin para Malaikat akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”“Jika imam mengucap amin,* maka ucapkanlah amin. Sesungguhnya orang yang ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan amin para Malaikat akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”_
(Muttafaq ‘alaihi): [Shahiih Muslim (I/307 no. 410)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/262 no. 780), Sunan an-Nasa-i (II/144), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/211 no. 924), Sunan at-Tirmidzi (I/158 no. 250), dan Sunan Ibni Majah (I/277 no. 851).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall├┤hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull├┤hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar