Minggu, 15 November 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 44

(Syarat Rukun Sholat-9)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-44)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

^RUKUN KEDUABELAS (gouli), _MENGUCAPKAN SALAM
@Salam termasuk rukun shalat. Sehingga orang yang meninggalkan salam, baik dengan sengaja maupun lupa maka shalatnya batal atau tidak sah.

@Dari Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ^MIFTAHUSH- SHOLAATITH-THOHARU, WA TAH̬RUUMUHAAT-TAKABBIRU, WATAḪLILUHAAT-TASLIIMU / _”Pembuka / Kunci sholat adalah thoharoh, yang menandai diharamkannya (semua gerakan dan perkataan selain gerakan dan perkataan sholat) sholat adalah takbir, dan yang menghalalkan adalah salam” _ (HR. Abu Daud, no. 61, Ibnu Majah no.275, dishahih al albani)

@Salam yang statusnya rukun shalat adalah “salam pertama”, sedangkan salam kedua hukumnya sunah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali.
*>Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan:  _“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali.” _ (HR. Baihaqi dan dishahihkan al-Albani).

@Tidak menoleh ketika salam, sholat tetap sah, Menoleh ketika salam hukumnya anjuran dalam madzhab Syafiiyah. Tidak menoleh ketika salam sholatnya tetap sah. Imam An-Nawawi mengatakan: _Jika ada orang yang mengucapkan salam dua kali ke kanan atau ke kiri, atau menghadap ke arah depan (tidak menoleh), shalatnya sah, sekalipun dia meninggalkan sunah.” (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 3/478).

@Dianjurkan untuk menoleh secara maksimal ketika salam dua kali, sehingga pipi orang yang shalat kelihatan dari belakang. Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,: _”Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Hingga aku melihat putihnya pipi beliau.” _ (HR. Muslim 582).

^^^^^
#ADA 5 CARA DALAM MENGUCAPKAN SALAM#
^1. Mengucapkan salam pertama dan kedua, (ketika menoleh ke kanan dan ke kiri.): ”Assalamu alaikum wa rohmatulloh wa barokatuh”  

>Dari Abu Ubaidah, Bahwa Ibnu Mas’ud _radhiyallahu ‘anhu_ (juga Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma  dalam Mushanaf Abdurazaq 3134).
Mengucapkan salam menoleh ke kanan dengan mengucapkan, “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dan menoleh ke kiri dengan ucapan yang sama, dan beliau mengeraskan keduanya. (HR. Abdurazaq dalam Mushannaf, 3129).

^2). Pada salam pertama, (menoleh kekanan) mengucapkan:, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dan pada salam kedua (menoleh kekiri) mengucapkan, _”Assalamu alaikum wa rahmatullah” _

>Dari Wali bin Hujr radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: _“Saya shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengucapkan salam ketika menoleh ke kanan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dan ketika menoleh ke kiri beliau mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” _ (HR. Abu Daud 997 dan dishahihkan al-Albani)

^3). Mengucapkan salam pertama dan kedua, (ketika menoleh ke kanan dan ke kiri.): _”Assalamu alaikum wa rahmatullah” _  

@Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, berkata: _“Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam ke kanan dan ke kiri, mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah”, hingga terlihat putihnya pipi beliau.” _ (HR. Nasai, Abu Daud dan dishahihkan al-Albani).

^4). Salam pertama (menoleh kekanan) mengucapkan: ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” _ Dan salam kedua (menoleh kekiri) mengucapkan, _”Assalamu alaikum.”

>Dari Wasi’ bin Hibban, beliau pernah bertanya kepada Ibnu Umar tentang tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Beliaupun mempraktekkannya, diantaranya:  “Wasi’ menyebutkan bahwa Ibnu Umar mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” ketika menoleh ke kanan dan mengucapkan ”Assalamu alaikum.” ketika menoleh ke kiri.”_  (HR. Nasai dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

^5). Salam “sekali” dengan hanya mengucapkan: ”Assalamu alaikum.”
>Aisyah radhiyallahu ‘anhu, menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,  ”Kemudian beliau salam sekali, mengucapkan  Assalamu alaikum dengan mengangkat suaranya, sehingga membangunkan kami.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

>Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang salam sekali dengan menoleh sedikit ke arah kanan. Aisyah radhiyallahu ‘anhu, menceritakan: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam sekali ketika shalat ke arah depan dengan menoleh sedikit ke kanan.”  (HR. Daruquthni, al-Hakim, dan dishahihkan adz-Dzahabi).

@Larangan perbuatan ketika mengucapkan Salam, yaitu ”membuka tangan kanan dan kiri ketika menoleh pada saat salam.” Kebiasaan ini pernah dilakukan sebagian sahabat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

*>Dari Jabir bin Samuroh radhiyallahu ‘anhu bercerita: Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,  kami mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah – Assalamu alaikum wa rahmatullah”  sambil berisyarat dengan kedua kanan ke samping masing-masing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan”

”Mengapa kalian mengangkat tangan kalian, seperti keledai yang suka lari? Kalian cukup letakkan tangan kalian di pahanya kemudian salam menoleh ke saudaranya yang di samping kanan dan kirinya.”  (HR. Muslim, Nasai, dan yang lainnya).**

^^^^^
^RUKUN KETIGABELAS, _DILAKUKAN DENGAN TERTIB DAN URUT
@Dua belas rukun sholat tersebut, dilaksanakan secara bersambung (muwalat), tidak boleh putus atau ada jeda, kecuali amalan wajib dan sunah-sunnah sholat yang menyempurnakan sholat.***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall├┤hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull├┤hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar