Jumat, 13 November 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 41

(Syarat Rukun Sholat-6)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-41)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

^RUKUN KETUJUH (fi’il), _SUJUD DUA KALI DENGAN TUMA’NINAH_
@Alloh Azza wa Jalla memerintahkan dalam firmanNya: ^YAAA AYYUHALLADZIINA AAMANURKA’UU WASJUDUU WA’BUDUU ROBBAKUM / ”Hai orang-orang beriman!!, Ruku’ dan sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu…” (QS. Al hajj [22]:77, ayat sajadah). Paling tidak terdapat di 49 ayat dengan kosa kata “sujud” dalam Al Qur’an.

*@Dalam HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397., Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seseorang yang sholat kurang baik itu mengatakan : ^TSUMMASJUD HATTA TADHMA`INNA SAAJIDAAN / “Kemudian sujudlah sampai thuma’ninalah (tenang) ketika sujud.” HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397.

^^^^^
^RUKUN KEDELAPAN (fi’il), _DUDUK DIANTARA DUA SUJUD_
@Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا
^TSUMMASJUD HATTA SAAJIDAA, TSUMMARFA’ HATTA TATHMA`INNA JAALISAA, TSUMMASJUD HATTA TATHMA`INNA SAAJIDAA / “Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud. Lalu bangkitlah dari sujud dan thuma’ninalah ketika duduk. Kemudian sujudlah kembali dan thuma’ninalah ketika sujud.” (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397.)

@Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Tidak sempurna shalat seseorang sehingga ia sujud sampai tenang semua persendiannya sambil mengucapkan ‘allaahu akbar’, kemudian mengangkat kepalanya sampai duduk dengan tepat.”  (HR. Abu Dawud : 875). Dalam hadits lain : “… kemudian ia duduk dan diantara dua sujud.” (HR. Muslim I : 197)

@Duduk diantara dua sujud dilakukan, dengan bertakbir bangkit dari sujud tanpa mengangkat tangan, sebagaimana hadits dari Muthorrif bin Abdullah, ia berkata:  
>“Aku dan Imron bin Hushain pernah shalat di belakang ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu. Jika turun sujud, beliau bertakbir.”

>Ketika bangkit dari sujud, beliau pun bertakbir. Jika bangkit setelah dua raka’at, beliau bertakbir. Ketika selesai shalat, Imron bin Hushain memegang tanganku lantas berkata:

>“Cara shalat Ali ini mengingatkanku dengan tata cara shalat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”  Atau ia mengatakan, “Sungguh Ali telah shalat bersama kita dengan shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”  (HR. Bukhari no. 786 dan Muslim no. 393).

>Hadits ini menunjukkan bahwa *takbir intiqol (berpindah rukun) itu dikeraskan. Dan itu juga jadi dalil adanya takbir setelah bangkit dari sujud.

@Dalam hadits Abu Hurairah r.a juga disebutkan, ^TSUMMA YUKABBARU ḪIINA YASJUDU, TSUMMA YUKABBIRU ḪIINA YARFA’U RO`SAHU. / “Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir ketika turun sujud. Lalu beliau bertakbir ketika bangkit dari sujud.” (HR. Bukhari no. 789 dan Muslim no. 392).

@Bangkit dari sujud melakukan “takbir intiqol” tanpa mengangkat tangan, “Jika beliau ingin ruku’ dan bangkit dari ruku’ (beliau mengangkat tangan). Namun beliau tidak mengangkat kedua tangannya dalam shalatnya saat duduk.” (HR. Abu Daud no. 761, Ibnu Majah no. 864 dan Tirmidzi no. 3423. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar