Senin, 02 November 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 32

(Syarat-Syarat Wajib Sholat-2)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-32)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

@Selain tiga syarat wajib untuk menegakkan sholat, maka untuk sahnya sholat juga harus dipenuhi syarat-syarat wajib dalam sholat, kalau ditinggalkan dengan sengaja maka tidak sah sholatnya, kalau ditinggalkan karena lupa, maka harus dilakukan sujud sahwi.

@Dalam Kitab *“Minhajul Muslim” tulisan Abu Bakar Jabir al Jaza’iri, yang termasuk “syarat-syarat wajib selain ketiga diatas (pada tlisan sebelumnya, yaitu, Islam, Berakal dan Baligh / Tamjis), yaitu :

^^^^^
^4)MENGHILANGKAN HADATS (THOHAROH). Hadats ada dua: hadats akbar (hadats besar) seperti janabat dan haidh, disucikan dengan mandi besar / janabah. Dan hadats ashghor (hadats kecil) disucikan dengan wudhu`.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

*^LAA YAQBALULLOHU SHOLAATAN BIGHOIRI THUHUURIN / “Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci.” _ (HR. An Nasa’I, 1/87; Ad Darimi; 1/175).  Dalam sabda Beliau _shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang lain:  _“Allah tidak akan menerima shalat orang yang berhadats hingga dia berwudlu`.” _ (Muttafaqun ‘alaih)

^^^^^
^5)MENGHILANGKAN NAJIS, Menghilangkan najis dari tiga hal: badan, pakaian dan tanah (lantai tempat shalat). Alloh Ta’ala berfirman: ^ / “Dan pakaianmu, maka sucikanlah.” _ (QS. Al-Muddatstsir []:4) Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersucilah dari kencing, sebab kebanyakan adzab kubur disebabkan olehnya.”

^^^^^
^6)SUCI DARI HAIDH DAN NIFAS BAGI WANITA, Wanita yang sedang haidh dan nifas tidak terbebani kewajiban sholat sampai suci dari haidh dan nifasnya. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ^IDZAA AQBALAT H̬AIDHOTUKI FATRUKIISH-SHOLAAH / ”Apabila kamu datang bulan (haidh) maka tinggalkan sholat.” (HR. Al Bukhori: 1/84, 87; Muslim: 62; Abu Daud dalam Kitab Ath Thoharoh)

^^^^^
^7)MENUTUP AURAT. Tidak sah sholat yang dikerjakan oleh seseorang dengan membuka aurot. Batas aurot laki-laki antara pusar sampai kedua lututnya. Sedang batas aurot wanita seluruh anggota tubuh selain muka dan kedua telapak tangannya.

*>Menegakkan sholat, tidaklah cukup menutup aurot saja, tetapi pakaian yang menutupi aurot juga mengikuti adab kepatutan, kesopanan, dan kekhusukan jamaah lainnya (ketika berjamaah). Alloh Ta’ala mengingatkan dalam firmanNya: ^YAA BANI AADAMA, KHUDZUU ZIINATAKUM ‘INDA KULLI MASJIDIW.., / ”Wahai anak cucu adam, Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid,.” (QS Al A’rog [7]:31).

>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: ^LAA YAQBALULLOHU SHOLAATA ḪAA`IDHIN ILLAA BIKHIMAAR /  _“Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah haidh (yakni yang telah baligh) kecuali dengan khimar (pakaian yang menutup seluruh tubuh, seperti mukenah / gamis).” _ (HR. Abu Dawud) **

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall├┤hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull├┤hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

1 komentar:

  1. terimah kasih ilmunya sangat bermanfaat,,,,,,mudah difahami

    BalasHapus