Minggu, 01 November 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 31

(Syarat-Syarat Wajib Sholat-1)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-31)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

@Sebelum kita membahas tentang syarat-syarat sahnya sholat, kita teguhkan dahulu pada diri kita bahwa sholat yang benar dan benar-benar sholat adalah yang merujuk kepada yang telah dicontohkan oleh Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wasalam, sebagaimana dalam sabda Beliau: ^SHOLLU KAMMA ROAITUMUNI USHOLLI / ”Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (Fathul Bari Syarah Al Bukhari : 10/359).

@Kita memang sudah tidak bisa melihat secara langsung, bagaimana sholat Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wasalam, namun telah ditinggalkan kepada kita “al-huda”, yaitu petunjuk yang ada pada “Al Qur’anul Karim dan Al-Sunnah”, serta kitab-kita para ahli fiqih terutama tentang fiqih sholat.

@Dalam Kitab Bulughul Marom, dari Ibnu Hajar Al Asqolani, Kitab Sholat Bab Syarat-Syarat Sholat dijelaskan yang dimaksud dengan syarat, adalah ^MAA YATAWAQFU WUJUUDUSY-SYAI`I ‘ALAA WUJUUDIHI WAYALZAMU MIN ‘ADAMIHIL ‘ADAMU WA LAA YAL DZAMU MIN WUJUUDIHI WUJUUDUSY-SYAI`I / “Sesuatu tergantung pada adanya dia. Tidak adanya dia berarti tidak ada sesuatu. Namun jika ada dia, belum tentu sesuatu itu ada.”

@Secara bahasa, syuruuth (syarat-syarat) adalah bentuk jamak dari kata syarth yang berarti alamat. Sedangkan menurut istilah adalah apa-apa yang ketiadaannya menyebabkan ketidakadaan (tidak sah), tetapi adanya tidak mengharuskan (sesuatu itu) ada (sah).

@Untuk menjelaskan qoidah diatas, diambil contoh bahwa ”salah satu syarat sahnya sholat adalah bersuci / thoharoh.”. Jika tidak bersuci atau tidak ada thoharoh atau masih punya hadats, maka tidak ada atau tidak bisa sholat.  Tetapi biarpun dia sudah bersuci (berwudhu), bukan berarti sudah bisa sholat, karena masih ada syarat lainnya, seperti menutup aurot, dll. Adapun yang dimaksud dengan syarat-syarat shalat di sini ialah syarat-syarat sahnya shalat.

^^^^^
#SYARAT WAJIB MELAKSANAKAN SHOLAT.#
@Alloh Ta’ala telah memerintahkan dalam firman-Nya, ^AQIMISH-SHOLAATA LIDULUUKISY-SYAMSI ILAA GHOSAQIL-LAILI WA QUR’AANAL FAJR./ ”Dirikanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (dirikan pula sholat) subuh.” (QS. Al Isroo’ [17]:78).

@Siapa saja yang disyari’atkan wajib melaksanakan sholat, setidaknya ada tiga kriteria, yaitu:

^1)ISLAM.  Syarat ini mengisyaratkan bahwa orang “kafir” tidak disyariatkan wajib menegakkan sholat, karena mendahulukan “dua kalimah syahadat” adalah syarat dalam perintah wajibnya sholat.

*>Sabda Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam kepada Mu’adz r.a: ”Maka ajaklah mereka untuk bersaksi  bahwa tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh, jika mereka mematuhimu akan hal itu maka beritahukan kepada mereka bahwa Alloh telah mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu setiap hari, siang dan malam” (HR. An Nasa’I, 5/3).

^^^^^
^2)BERAKAL. Syarat ini mengisyaratkan bahwa “orang yang tak berakal” gugur kewajiban menegakkan sholat. Berakal dalam pengertian yang telah mampu menggunakan akalnya (dalam kaidah hukum positif disebut sadar dan dewasa secara hukum). Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam menjelaskan tentang hal ini:

^RUFI’AL QOLAMU ‘AN-NAA`IMI, ḪATTA YASTAIQIZHO WA’ANISH-SHOBIYYA YAH̬TALIMA WA’ANIL MAJNUUNI ḪATTA YA’QILA / _”Pena (pencatat amalan) itu diangkat dari tiga orang:* orang yang tidur sampai dia bangun; anak kecil sampai berusia baligh; dan dari orang gila sampai dia berakal.”_ (HR. Abu Daud: 4398, 4400).

^^^^^
^3)TAMYIZ. atau sudah “baligh”, yaitu anak-anak yang sudah dapat membedakan antara yang baik  dan yang buruk. Dimulai dari umur sekitar tujuh tahun sudah harus disuruh mengerjakan sholat.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

*^MURUU AULADAKUM BISH-SHOLAATI WAHUM ABNAA`U SAB’I SINIINA WADHRIBUUHUM ‘ALAIHAA WAHUM ABNAA`U ‘ASYRI SINIINA WAFARROQUU BAINAHUM FIIL MADHOO JI’I / “Suruhlah anak-anak kalian shalat ketika mereka berumur 7 tahun, dan pukullah mereka jika mereka tidak mau menunaikannya ketika umur 10 tahun,  dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud: 26; Ibnu Majah; 275,276).

@Selain tiga syarat wajib melaksanakan sholat diatas, Untuk sahnya Sholat harus dipenuhi juga dengan Syarat Wajib dan Syarat Rukun Sholat.

>Kekuatan hukumnya atau secara syar’iyah, bila seseorang sholat meninggalkan *syarat-syarat wajib dalam shalat secara sengaja maka shalatnya batal. Dan jika ditinggalkan karena lupa maka sholatnya tetap sah, namun harus mengganti dengan melakukan sujud sahwi

>Dan apabila seseorang sholat meninggalkan *syarat-syarat rukun sholat baik dengan sengaja ataupun lupa_ maka batalah sholat.  (Dikutip dari link.htm, Bulletin Al Wala wal Bara Edisi ke-27 25 Rabi’uts Tsani 1426 H ) ***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall├┤hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull├┤hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar