Belajar Bersama Polisi

Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Kantor Polsek Ampenan.

Penyuluhan Kesehatan

Siswa dan Guru MI Nurul Jannah NW Ampenan diberikan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Tanjung Karang Ampenan Kota Mataram NTB.

Outing Class

Sebagian Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan belajar didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Museum Negeri Mataram NTB.

Wisuda

Wisuda Abdul Rasyid, S. Sy (Adik) di UIN Mataram didampingi oleh saudara, ipar, dan keponakan.

Diklat PTK

Diklat teknis substantif peningkatan kompetensi PTK oleh Badiklat Keagamaan Denpasar di Mataram NTB.

Mukhadarah(Pidato)

Para siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan dilatih berani tampil di depan umum dengan cara mengikuti kegiatan mukhadarah (pidato), dan lain sebagainya.

Upacara Bendera

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan melakukan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.

Shalat Zuhur Berjamaah

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan meningkatkan iman taqwa dengan cara shalat zuhur berjamaah di mushalla madrasah.

Buku Hasil Karya Individu

Musim pandemi covid-19 membawa dampak positif sehingga bisa memberikan hasil karya berupa terbitnya buku ber-ISBN.

Buku Kolaborasi

Covid-19 memberikan perintah untuk WFH sehingga bisa mengisinya dengan menerbitkan 1 buku karya kolaboratif bersama bapak kepala MIN 2 Mataram.

14 Buku Kolaborasi

Pandemi Covid-19 menjadi kenangan terindah karena bisa memberikan karya bersama bapak-ibu guru Se-Indonesia berupa 14 buku ber-ISBN.

Nara Sumber Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang diselenggarakan oleh komunitas belajar atas prakarsa kepala SMPN 18 Mataram dan Alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi nara sumber salah satu 4 Pilar tersebut.

Latihan Manasik Haji

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan mempraktikkan ilmu yang diperoleh tentang rukun Islam yang kelima dengan melakukan latihan manasik haji di kantor Embarkasi Lombok dan mudah-mudahan secepatnya bernasib menunaikan ibadah haji dan umrah ke baitullah.

Senin, 30 November 2020

PANGRANGNUANTA


Pangkalan Guru Anti Gaptek Nusantara


IGI Kabupaten Takalar Prov.Sulawesi-Selatan


Webinar Edisi 2
Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Android Tanpa Coding
Minggu 29 November 2020  Pukul 20.00 – 22.00 Wita

Pemateri :
Berlin Cipta Pratama, S.Pd.Gr.
   SRB Papua Barat 2020

Berikut Alur/link kegiatan :


1.    Link Flyer kegiatan :  https://bit.ly/Flyer-Pangrangnuanta2

2.    Link Undangan : https://bit.ly/Undangan-Pangrangnuanta2

3.    Link Materi : https://bit.ly/Materi-Pangrangnuanta2

4.    Link Aplikasi : https://bit.ly/Aplikasi-Pangrangnuanta2

5.    Link rekap Bukti kehadiran peserta https://bit.ly/Rekap-Pangrangnuanta2

6.    Link Sertifikat : https://bit.ly/Serttifikat-Pangrangnuanta2

Serba Serbi

Bagi yang memerlukan  (gratis)
tinggal Download

1. Aneka Video Pembelajaran
Klik https://youtu.be/lj8456YysNQ

2. Aneka Kebijakan Pendidikan https://youtu.be/zLQ2pm37j8o

3. Informasi Beasiswa PTN/PTS
https://youtu.be/nfbJMYPZAFg

4. Sumber Referensi PTK/Artikel Ilmiah / KTI/ Best Practice yang sudah diterbitkan di jurnal Bereputasi Terakreditasi DIKTI  (Otomatis Download) di https://scholar.google.co.id/citations?user=1hXPvNkAAAAJ&hl=id

5. Penerimaan ASN PPPK Tahun 2021 https://youtu.be/0qMw4rj4Wn0



Barakallahu Fiikum 🙏🙏

Share untuk saling berbagi informasi

Jangan lupa Like dan Subcribe supaya tidak ketinggalan Informasi dan update lainnya

Jazzakumullah 🙏🙏

 Wassalamu’alaikum wr wb

PERUMAHAN EKSKLUSIVE "FIRDAUS" HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH


🏠🏤🏬🏡⛺

Tersedia 8 TYPE*:

1. Surga Firdaus
2. Surga 'Adn
3. Surga Na'im
4. Surga Ma'wa
5. Surga Darussalam
6. Surga Muqoomul Amiin
7. Surga Daarul Muqoomah
8. Surga khuld
(Semua Type Ready Stock)

FASILITAS:
1⃣Sungai susu Salsabila
2⃣Sungai  indah Kautsar
3⃣Pasif income bg semua penghuni
4⃣View Tak Terbatas
5⃣Akses Masuk 8 Pintu
6⃣Taman Main Anak2 Sholeh/Shalehah
7⃣Taman Trilyunan Hektar dg buah Segar, Nikmat & Siap Santap dll.
8⃣Bonus Bidadari2 yang cantik jelita
9⃣Hak milik Selama2nya (Abadi)

SYARAT Pemesanan:
👉 Taubat & Kembali kpd Jalan-Nya.
👉 Berpegang Teguh Agama-Nya.
👉 Melaksanakan Syari'at-Nya.
👉 Rejeki yang Halal & Thoyib.

DP:
👉100% Sholat Fardhu & Sunah, & Puasa
👉2,5% Sisihkan harta utk Zakat
👉100% Rajin bershodaqoh & Infaq
👉100% Sempatkan waktu utk membaca Al-Quran, Mengejar Ilmu, Beramal sholeh, Silaturahim,
Mendoakan kedua Orang Tua, Berdakwah & Jauh dari maksiat juga menghindari fitnah.

Waktu sangat terbatas !
(karena dibatasi oleh KEMATIAN)

Stock Hunian Tak Terbatas !
Di jamin Bebas Roaming !

Alamat KONTAK:
 Telpon langsung no. 42443.11
  4= sholat isya 4 roka'at
  2= sholat subuh 2 roka'at
  4= sholat dzuhur 4 roka'at
  4= sholat ashar 4 roka'at
  3= sholat maghrib 3 roka'at
11= sholat tajajjud 11 roka'at

Alamat CABANG:
Masjid2, Musholla, Ponpes, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir.

Inilah sebaik-baik tempat tinggal.

Ayo segera DP skrg juga, tidak perlu menunggu tua atau kaya atau pejabat, atau pinter.

Salam Fastabiqul Khoiroot.

Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikanya sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
( HR. Al-Bukhari).

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 60

(Sunnah Qouliyah Dalam Sholat-9)

Klik _ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-60)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

*#Sunnah “UCAPAN” (qouliyah) dalam sholat (lanjutan)*yaitu:

#10. MEMBACA DO’A SETELAH TASYAHHUD (lanjutan ).
@Berikut ini do’a-do’a yang bisa dibaca pada “dubur atau akhir sholat,”
(1). Dari Mu’adz bin Jabal _radhiyallahu ‘anhu,_ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata, ^YAA MU’AADZ, WALLOHI INNAA UḪIBBUKA, WALLOHI INNAA UḪIBBUKA / ”Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.”

>Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda: ^UUSHIIKA YAA MU’AADZU LAA TADA’ANNA FII DUBURI KULLA SHOLAATIN TAQUULU, ALLOHUMMA A’INNA ‘ALA DZIKRIKA, WA SYUKRIKA, WA H̬USNI ‘IBAADATIKA. /  “Aku memberikanmu nasehat, wahai mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan *saat di penghujung shalat* (di akhir shalat setelah salam) bacaan doa: ALLOHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu).” (di akhir shalat setelah salam) bacaan doa: ALLOHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu).”_

*>Disebutkan di akhir hadits, ^WA AUSHOO BIDZALIKA MU’AADZ, ASH-SHUNAABIḪIYYA, WA AUSHOO BIHISH-SHUNAA BIH̬IYYU ABAA ‘ABDIRROḪMAN / “Mu’adz mewasiatkan seperti itu pada Ash Sunabihi. Lalu Ash Shunabihi mewasiatkannya lagi pada Abu ‘Abdirrohman.”  (HR. Abu Daud no. 1522 dan An Nasai no. 1304. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

^^^^^
>Ada 3 permintaan yang diminta dalam doa ini.
#Pertama, _Agar dimudahkan berdzikir._ Berdzikir adalah amalan untuk mengingat Alloh, itu bisa membaca Al Quran, membaca kalimat thoyiibah, bertasbih, tahmid, bertakbir, istghfar, serta menyibukkan diri dengan mengkaji ilmu agama untuk meningkatkan ketaatan kepada Alloh Ta’ala.

^Kenapa kemudahan berdzikir didahulukan dari syukur?, Karena jika seseorang tidak berdzikir berarti ia tidak ingat Alloh, bagaimana ia akan bersyukur. Allah Ta’ala berfirman, ^FADZKURUUNIII ADZKURKUM, WASYKURUU LII WA LAA TAKFURUUN / “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqarah [2]:152).


#Kedua, _Agar dimudahkan rajin bersyukur._ Bersyukur adalah bentuk pengakuan atas limpahan nikmat Alloh yang dilakukan oleh hati (At-tashdiiqu bil qolbi) yang diwujudkan dengan ketundukan, dan diucapkan oleh lisan (iqrooru bil lisaani) dengan puji-pujian hanya kepada Alloh, dan diwujudkan dalam amalan kebaikan (’amalu bil arkaan) atas nikmat yang telah diberikan itu.

^Dan Alloh Azza Wa Jalla telah berjanji dengan firman-Nya: ^LA-IN SYAKARTUM LA-AZIIDANNAKUM/ "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu”  ^WALA-IN KAFARTUM INNA 'ADZAABII LASYADIID” / dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"  (QS. Ibrahim [14]:7)


#Ketiga, _Memohon agar dimudahkan dalam beribadah dengan baik._ Yang dimaksud ibadah yang baik adalah ibadah yang ikhlas dan ibadah yang sesuai tuntunan, dan yang sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

^^^^^
(2). Dari ‘Aisyah r.a mengabarkan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di dalam shalatnya, ^ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIH̬ID DAJJAL, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAH̬YAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM

_>Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur, aku meminta perlindungan pada-Mu dari cobaan Al Masih Ad Dajjal, aku meminta perlindungan pada-Mu dari musibah ketika hidup dan mati. Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari perbuatan dosa dan sulitnya berutang.” _ (HR. Bukhari, no. 832 dan Muslim, no. 589).

*>Imam Bukhari membawakan hadits di atas dalam Bab “Doa Sebelum Salam”. Namun yang lebih tepat, doa di atas bukan dibaca khusus ketika tasyahud akhir, namun bisa ketika sujud pula, yang penting di dalam shalat. Demikian penegasan dari Ibnu Hajar dalam Al-Fath, 2:318.

^^^^^
(3). Dari Abu Bakr Ash Shiddiq _radhiyallahu ‘anhu,_ ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,  “Ajarkanlah padaku suatu doa yang aku baca dalam shalatku.”

*>Beliau _shallallahu ‘alaihi wa sallam,_menjawab, ucapkanlah:  ^ALLOHUMMA INNI ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIROO, WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA. FAGHFIR LII MAGHFIROTAN MIN ‘INDIK, WARḪAMNII INNAKA ANTAL GHOFURUR ROH̬IIM

>Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705)

>>Ibnu Hajar mengatakan dalam Fath Al-Bari, 2:320. Yang dimaksud maghfirotan min ‘indik”, yaitu ampunan dari sisi-Mu adalah permintaan ampunan yang besar dari Allah.

>>Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, dalam Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 3:277, menyebutkan dua sifat Alloh al ghofur ar rohim yang senantiasa bergandengan. Al ghofur berarti Allah mengampuni maksiat yang telah dilakukan dan disesalkan. Sedangkan ar rohim berarti Allah mengasihi hamba ketika ia lalai dari melakukan kewajiban dan ketaatan.

>>Ibnu Hajar rahimahullah  menegaskan bahwa, Abu Bakr itu bertanya mengenai tasyahud, lalu beliau diajarkan tentang hal itu dan dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelahnya, “Kemudian pilihlah doa yang disukai.”  Dari sini, dapat kita tahu alasan kenapa Imam Bukhari mengatakan bahwa doa di atas terletak sebelum salam, maksudnya setelah tasyahud akhir. (Fath Al-Bari, 2:320).***




^^^^^
(4). Dari Sa’ad bin ‘Abi Waqqosh, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca doa ini di dubur shalat (akhir tasyahud sebelum salam):

^ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A’UDZU BIKA AN ARUDDA ILAA ARDZALIL ‘UMUR, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATID DUNYAA, WA A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QODBRI

>Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari lemah melakukan ibadah yang mulia, aku meminta perlindungan pada-Mu dari keadaan tua yang jelek, aku meminta perlindungan pada-Mu dari tergoda syahwat dunia (sehingga lalai dari kewajiban), aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur.”  (HR. Bukhari no. 2822).***

^^^^^
(5). Dari Sa’ad bin ‘Abi Waqqosh, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa ini di dubur shalat (akhir tasyahud sebelum salam):

^ALLOOHUMMA INNAA A’UUDZUBIKA MINAL BUKHLI, WA A’UUDZUBIKA MINAL JUBNI, WA A’UUDZUBIKA MIN  AN ARODDA ILAA ARDZALIL ‘UMURI, WA A’UUDZUBIKA MIN FITNATIDDUNYAA WA ‘ADZAABIL QOBRI.

>“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung pada-Mu  dari hati yang lemah, aku berlindung dari dikembalikan ke umur yang jelek, aku berlindung kepada-Mu dari musibah dunia dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur.” (HR. An Nasa’i no. 5479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih.)**

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 59

(Sunnah Qouliyah Dalam Sholat-8)

Klik _ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-59)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

*#Sunnah “UCAPAN” (qouliyah) dalam sholat (lanjutan)*yaitu:

#10. MEMBACA DO’A SETELAH TASYAHHUD (lanjutan).
@Dalam kitab _Shifatu Sholaatin Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam ” _ (Bagian ke-27), Syaikh al-Albani _rahimahullah_ membawakan banyak hadits shahih yang berisi do’a-do’a yang diucapkan dan diajarkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk dibaca setelah tasyahhud dan sebelum salam dari shalat.

*>Juga dalam Kitab Fiqih Manhajus Sholihim pada “Kitab Sholat” Karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, juga banyak disampaikan do’a-do’a pada “dubur sholat” (akhir sholat sebelum salam).

@Banyak Ragamnya. Diantara do’a-do’a yang diajarkan Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam  itu adalah sebagai berikut :

(1). Do’a Mohon Perlindungan Dari 4 Fitnah.*
*>Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal, beliau mengucapkan:

^ALLOOHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQOBRI, WA MIN FITNATILMAḪYA WALMAMATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIH̬IDDAJJAL. / _”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa Jahannam, siksa kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnahnya Al Masih Ad-Dajjal.” _ (HR. Muslim, N0. 588).

>> Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: _“Jika salah seorang di antara kalian selesai dari tasyahhud akhir, maka hendaklah ia *berlindung dari empat perkara: dari siksa Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan fitnah kematian, serta kejahatan al-Masih ad-Dajjal.” _ [Shahih Muslim (no. 306), (I/412 no. 588); Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 741); Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/273 no. 968), dan Sunan Ibni Majah (I/294 no. 909].


^^^^^
#URGENSITAS MOHON PERLINDUNGAN DARI 4 FITNAH,
@Berlindung dari adzab neraka jahannam: ^ALLOOHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM / ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam.”

>Adzab neraka jahannam sangatlah pedih, karenanya Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam menempatkannya pada urutan pertama dari 4 fitnah (cobaan) tersebut.

>Adzab neraka jahannam yang sangat pedih itu berlangsung sangat lama, neraka bagian dari akhirat dimana lamanya waktu  1:1000 dari waktu di dunia.

>>Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ^YAD KHULU FUQOROO`UL MU`MINIINAL JANNATA QOBLA AGHNIYAA`I BINISHFI YAUMIN, KHOMSI MI`ATI ‘AAMIN / “Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.”  

>>Dan Allah Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya: ^WA INNA YAUMAAN ‘INDA ROBBAKA KA`ALFI SANATIN MIMMAA TA’UDDUUNA / _“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti 1.000 tahun menurut perhitunganmu.” _ (QS. Al Hajj [22]:47).

>Adapun bagi orang kafir di akhirat  dua kali lebih lama dibanding orang beriman, Allah Ta’ala berfirman: ^FII YAUMA KAANA MIQDAARUHU KHOMSIINA ALFA SANATIN / “Dalam sehari yang kadarnya *50 ribu tahun”  (QS. Al Ma’arij [70]:4)

>Karena memang: ^ / _“Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” _ (QS. Al-Furqan [25]:66).

^^^^^
@Berlindung dari adzab kubur: ^WA MIN ‘ADZABILQOBRI / ”Ya Allah, (aku berlindung kepadaMu) Dan dari siksa kubur.”

>Adzab kubur begitu mengerikan, bahkan orang kafir akan ditampakkan oleh Allah ‘azza wa jalla neraka tiap harinya, pagi dan petang. Sebagaimana fir’aun dan bala tentaranya.

^Alloh Ta’ala berfirman, yang artinya:
>“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”  (QS. Al Mu’min / Ghofir [40]:45-46).

_>“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” _ (QS. Ibrohim [14]:27)

*>Al Baroo’ bin ‘Aazib mengatakan: ^NAZALAT FII ‘ADZAABIL QOBRI / _“Ayat ini turun untuk menjelaskan adanya siksa kubur.” _ (HR. Muslim).

>Begitu dahsyatnya siksa kubur,  sampai-sampai khalifah Utsman bin Affan radhillahu ‘anhu menangis tatkala melewati pemakaman. Suatu hari ada seorang bertanya kepadanya: _“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” _

>>Utsman pun menjawab, Sesungguhnya aku pernah mendengar Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda: _“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” _ (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan, menurut Syaikh al-Albani).

^^^^^
@Berlindung dari Fitnah Kehidupan dunia dan Akhirat:  ^WA MIN FITNATILMAḪYA WALMAMATI / ”Ya Allah, (aku berlindung kepadaMu) dan dari fitnahnya kehidupan dunia dan kematian.”

>Fitnah (ujian dan cobaan) kehidupan, yang di alami seseorang dalam hidupnya, baik yang menimpa urusan dunianya, seperti : musibah yang menimpa dirinya, hartanya, keluarganya, kerabatnya, dst.

>>Demikian pula, termasuk fitnah hidup adalah fitnah yang menimpa urusan akhiratnya.  Seperti menyimpang dari syariat agama dan syariat Allah yang menimpa dirinya, keluarga dan kerabat / kaumnya.

>>Sebagaimana yang dikhawatirkan Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dalam sabdanya: ^INNA MIMMAA AKHSYA ‘ALAIKUM SYAHAWAATIL GHOYYA, FII BUTHUU NIKUM, WA FURUU JIKUM, WA MUDHILLATIL FITANI. / ”Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan.”  [HR. Ahmad dari Abu Barzah Al-Aslami. Dishahihkan oleh Syaikh Badrul Badr di dalam ta’liq Kasyful Kurbah].


>Sedangkan fitnah kematian, selain adanya adzab kubur. bisa jadi ketika seseorang dalam keadaan sakaratul maut. Karena disaat masa kritis dalam “sakaratul maut” setan akan mendatangi seseorang untuk terus menggodanya sehingga ia meninggal dalam keadaan tidak dalam ketaatan kepada Alloh Ta’ala (su’ul khotimah).

>>Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam telah mengingatkan bahwa: ^WA INNAMAA A’MAALU BIKHOWAATII MIHAA / ”Nilai amal, dintentukan keadaan akhirnya.”  (HR. Bukhari 6493, Ibn Hibban 339).

>>Kita terus berdo’a semoga dijauhkan dari tipu muslihat setan, ^ALLOHUMMA YAA MUQOLLABAL QULUUB, TSABBIT QOLBII ‘ALAA DIINIKA / ”Ya Alloh yang membolak-balik hati, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu.”

^^^^^
@Berlindung dari Keburukan Fitnah Dajjal Al Masih  ^ WA MIN SYARRI FITNATIL MASIH̬IDDAJJAL / ”Ya Allah, (aku berlindung kepadaMu) dan dari keburukan fitnah Al Masih Al Dajjal.”

>Dajjal merupakan fitnah terbesar umat ini di akhir zaman, sehingga para Nabi selalu mewanti-wanti umatnya dari fitnah Dajjal. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, ^MAA BAINA KHOLQI ADAMA ILAA QIYAAMIS-SAA’ATI  KHOLQON AKBARU MINAD-DAJJAAL. / _“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” _ (HR. Muslim no. 2946).

>Ciri-ciri Dajjal itu buta sebelah, Dari Anas r.a, ia berkata, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam  bersabda, ^MAA BU’ITSA NABIYYUN ILLAA `ANDZARO `AMMATAHU AGHWAROLKADZ-DZAAB, ALAA INNAHU AGHWARU, WA INNA ROBAKUM LAISA BI’AWARO, WA INNA BAINA ‘AINAIHI MAKTSUUBUN “KAAFIR.”

>“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.  (HR. Bukhari no. 7131).

>Dajjal akan muncul dari arah timur dari negeri Persia yang disebut Khurosan. Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam  bersabda: “Dajjal itu keluar dari bumi sebelah timur yang disebut Khurasan. Dajjal akan diikuti oleh kaum yang wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit”.

>Dan Dajjal Tidak Akan Bisa Memasuki Empat Masjid, _“Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al Aqsho’, dan masjid Ath Thur.” _ (HR. Imam Ahmad, Syaikh Syu’aib Al Arnaut mengatakan sanadnya shahih).

>>Dajjal terbunuh didekat Baitul Maqdis, dibunuh oleh Nabi Isa bin Maryam –_alaihis salam_, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits: “Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di pintu “Ludd”. (HR. Muslim 2937 dari hadits an Nuwas bin Sam’an). Wallahu A’lam.***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 58

(Sunnah Qouliyah Dalam Sholat-7)

Klik _ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-58)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

*#Sunnah “UCAPAN” (qouliyah) dalam sholat (lanjutan)*yaitu:

#10. MEMBACA DO’A SETELAH TASYAHHUD.
@Rosululloh ”Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda,: Ada yang bertanya, “Wahai Rosululloh, kapan doa kita didengar oleh Allah?". Beliau menjawab, “Di akhir malam dan *di akhir sholat wajib”. (HR. Tirmidzi, 3499).

@Terdapat dua pertanyaan perihal “do’a diakhir sholat wajib itu, Pertama, Kapan dilakukan (sebelum atau sesudah salam?). Kedua,  dimana tempatnya (dalam sujud terakhir apa pada akhir tasyahut akhir?);

*#Pertama, “Kapan dilakukan berdo’a diakhir sholat (dubur sholat) itu, apakah sebelum salam atau sesudah salam?.

>Syaikh Ibnu Baz (dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 11/194-196) dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dan beberapa ulama lainnya memberi penjelsan sebagai berikut:

^Jumhur Ulama memberi makna “Dubur sholat” itu  (yang berkaitan dengan do’a), bermakna “sesudah tasyahud sebelum salam”
>>Ini didasarkan pada dalil Hadits Shahih dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkannya tasyahud padanya, lalu Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ^TSUMMA LIYATAKHOYYAR MID-DU’AA`I BA’DU A’JABAHU ILAIHI YAD’UUBIHI / _“Kemudian terserah dia memilih do’a yang dia sukai untuk berdo’a dengannya.” _ (HR. Abu Daud no. 825).

>>Dalam lafazh lain, ^TSUMMAL YATAKHOYYAR BA’DA MINAL MAS`ALATI MAASYAA`A / _“Kemudian terserah dia memilih setelah itu (setelah tasyahud) do’a yang dia kehendaki (dia sukai).” _ (HR. Muslim no. 402, An Nasa’i no. 1298, Abu Daud no. 968, Ad Darimi no. 1340).

>>Salah satu contoh do’a yang diajarkan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pada “dubur sholat sebelum salam”,  terdapat dalam hadits Mu’adz bahwasanya Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat padanya:

^LAA TADA ‘ANNA FII DUBURI KULLA SHOLAATIN TAQUULUL-LAHUMMA A’INNA ‘ALAA DZIKRIKA, WA SYUKRIKA, WA ḪUSNI ‘IBAADATIKA / “Janganlah engkau tinggalkan untuk berdo’a setiap dubur shalat (akhir shalat),  ^ ALLOOHUMMA A’INNI ‘ALAA  DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA H̬USNI ‘IBADATIK. [Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. An Nasa’i no. 1286, Abu Daud no. 1301. Sanad hadits ini shohih).

^^^^^
^Sedang “Dubur sholat / akhir sholat” yang bermakna “sesudah salam” lebih pada bacaan dzikir ba’da sholat.*

>>Contoh yang dimaksud adalah ketika selesai salam kita membaca : ^ASTAGFIRULLAH, ASTAGFIRULLAH, ASTAGFIRULLAH / _ “Aku minta ampun kepada Allah,”_ (3x).
 
^ALLAHUMMA ANTAS SALAM WA MINKAS SALAM TABAROKTA YAA DZAL JALALI WAL IKROM./ “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam_ jika selesai dari shalatnya (setelah salam) beliau beristighfar sebanyak tiga kali dan membaca dzikir di atas. Al Auza’i menyatakan bahwa bacaan istighfar adalah astaghfirullah, astaghfirullah. (HR. Muslim no. 591).

@Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin _rahimahullah_ (Dalam Liqo’at Al Bab Al Maftuh,) mengatakan:  Oleh karena itu dapat kita katakan bahwa apabila engkau ingin berdo’a kepada Allah, maka *berdo’alah kepada-Nya sebelum salam.  Hal ini karena dua alasan:

^Alasan pertama: Inilah yang diperintahkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan tentang tasyahud, “Jika selesai (dari tasyahud), maka terserah dia untuk berdo’a dengan do’a yang dia suka.”

^Alasan kedua: _”Jika engkau berada dalam shalat, maka berarti engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu. Jika engkau telah selesai mengucapkan salam, berakhir pula munajatmu tersebut.

>>Lalu manakah yang lebih afdhol (lebih utama), apakah meminta pada Allah ketika bermunajat kepada-Nya ataukah setelah engkau berpaling (selesai) dari shalat? Jawabannya, tentu yang pertama yaitu ketika engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu.

>>Adapun ucapan dzikir setelah menunaikan shalat (setelah salam) yaitu ucapan astagfirullah sebanyak 3 kali. Ini memang do’a, namun ini adalah do’a yang berkaitan dengan shalat. Ucapan istighfar seseorang sebanyak tiga kali setelah shalat bertujuan untuk menambal kekurangan yang ada dalam shalat. Maka pada hakikatnya, ucapan dzikir ini adalah pengulangan dari shalat._

^^^^^
*#Kedua, “Dimana dilakukan berdo’a diakhir sholat (dubur sholat) itu, apakah saat sujud atau saat tasyahud akhir?.

^Pada Saat Sujud,
*>Dari Abu Huroiroh r.a, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ^AQROBU MAA YAKUUNUL ‘ABDU MIN ROBBAHI WAHUWA SAAJIDUN FA AKTSIRUU ADDU’AA / “Tempat dimana seorang hamba menjadi dekat dengan Tuhannya adalah dalam kondisi bersujud, maka perbanyaklah berdoa (pada saat itu)”. (HR. Muslim: 482).

*>Dalam hadits lain dari ‘Abdullah bin ‘Abbâs rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ^WA AMMAAS-SUJUUDU FAAJTAHIDUU FIID-DU’AA`I FAQOMIN `AY-YUSTAJAABA LAKUM. / ”Adapun (di waktu) sujud maka bersungguh-sungguhlah untuk berdo’a padanya, karena pantas untuk dikabulkan do’amu (pada waktu itu).” (HSR. Muslim, no. 479)

>Kedua hadits ini menunjukkan *keutamaan berdo’a di waktu sujud sehingga Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memperbanyak do’a padanya (setelah membaca dzikir untuk sujud), dan juga menunjukkan bahwa waktu sujud adalah saat yang dijanjikan pengabulan do’a padanya. (Fat-hul Baari, 2/300 dan (2/491); ’Aunul  Ma’buud, 3/90 dan Faidhul Qadiir, 2/68).

>Dan bahwa keutamaan yang disebutkan dalam hadits ini *berlaku untuk semua sujud dalam shalat dan tidak hanya untuk sujud terakhir saja, sebagaimana yang disangka dan dipraktekkan oleh sebagian dari kaum Muslimin. (Dalam Kitab Syarh Shahîh Muslim oleh Imam an-Nawawi, 4/206).

^^^^^
^Pada saat saat setelah tasyahud akhir, sebelum salam.
>Dari Abu Ummamah _rodhiyallohu ‘anhuma_ bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya : ^AYYUD-DU’AA`I ASMA’U?, QOOLA, JAUFAL-LAILIL- AAKHIRI WA DUBUROSH-SHOLAWAATIL MAKTUU BAATI / ”Do’a apakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allâh Azza wa Jalla )? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Do’a) di tengah malam (akhir malam) dan di ujung shalat-shalat yang wajib” (HR. At-Tirmidzi, no. 9936 dan an-Nasa-i , 6/32. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani).

>Yang di maksud *di ujung sholat-sholat yang wajib”_ dalam hadits diatas,  adalah setelah tasyahhud akhir sebelum salam, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (dalam kitab Zaadul Ma’aad, 1/305);  dan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin (dalam kitab asy-Syarhul Mumti’, 1/678).  
>Dalam hadits shahih lainnya, dari ‘Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu anhu, Rosolulloh shollallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bacaan tahiyyat dan tasyahhud dalam shalat kepada para Sahabat rodhiyallohu anhum, di akhir hadits ini Rosolulloh _shollallahu ‘alaihi wa sallam_bersabda:

^TSUMMA YATAKHOYYARU MID-DU’AA`I A’JABAHU ILAIHI FAYAD’UU / ”Kemudian (orang yang sedang shalat, setelah membaca tahiyyat dan tasyahhud) hendaknya dia memilih do’a yang paling disukainya dan berdo’a dengannya (ketika itu)” (HSR. Al-Bukhari, 1/287 dan Muslim, no. 402 [24] HR. Abu Dawud, no. 1481 dan at-Tirmidzi, 5/517. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani).

>Dalam hadits shahih lainnya, dari Fadholah bin ‘Ubaid rodhiyallohu anhu, bahwa Rosolulloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ^TSUMMA YUDHOLLU ‘ALAAN-NABIYYI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, TSUMMA YAD’UU BA’DU BIMAA SYAA’A / ”Kemudian orang yang sedang shalat hendaknya membaca shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu setelah itu berdo’a sesuai dengan keinginannya.” (HR. Abu Dawud, no. 1481 dan at-Tirmidzi, 5/517. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani.)

>Hadits-hadits diatas, menunjukkan perintah dan anjuran untuk memperbanyak do’a di saat setelah tasyahud akhir, sebelum salam.  (Dalam kitab _Zaadul Ma’aad, 1/247 dan Kitab _Shifatu Sholootin Nabi_h-183).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

Jumat, 27 November 2020

Webinar Pendidikan Nasional di Youtube Live

Webinar Pendidikan Nasional di Youtube Live, silahkan klik link berikut ini :

Epson Indonesia
https://bit.ly/onlinewebinarpendiikannasional26112020

Ikatan Guru Indonesia
https://youtu.be/IffvBvZVJFc

Federasi Guru TIK dan KPPI Nasional
https://youtu.be/zSquA-jzVV0

Himpunan Pendidika Penggerak 4.0 (HIPPER 4.0)
https://youtu.be/KeBDQzwcZnk

Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia
https://youtu.be/ONxSC2sGyEA

KGBN
https://youtu.be/yAXiaOoWexM

Radio Edukasi
https://youtu.be/p5q0lBT8b9E

VOX Populi
https://youtu.be/iRqwWzp6wkQ

NEXT Edu
https://youtu.be/SJURunWQW_c

KOGTIK, MNPK, KGBN ,AKSI, JSDI, PIPP, ANPS, Seminar Online Selasaan, Rumah Belajar Bersama, Rahasia Guru
https://youtu.be/OMsHLz-BTxs

Selamat Mengikuti Acara ini

Salam
Epson Indonesia

MEMBELI KERINGAT GURU



Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya, "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya-raya itu?"

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangannya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut di atas meja, dan  berkata, "Anakku, ini adalah sebuah timbangan yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5.000 gram. Berapa harga emas seberat itu?"

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab, "Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5.000 gram akan setara dengan 4 miliar rupiah."

"Baiklah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5.000 gram, adakah yang bersedia membelinya?" tanya guru.

"Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga di bawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 miliar?" jawab murid.

"Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu," jelas guru.

Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian di tangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya. Kemudian di tangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada di tangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian. Apakah ada yang mau membeli keringatnya?"

"Tentu tidak," ujar murid.

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya," kata guru.

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata, "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu ..."

"Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki di sisi Ilahi Rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini," pesan guru.

Untuk semua guru, Terima kasih atas segenap perjuanganmu semoga Tuhan melindungmu dan memberimu rezeki

SELAMAT HARI GURU NASIONAL

AKG MI

 AKG MI Sains
https://bit.ly/AKG-MI-Sains

AKG MI Numerasi
https://bit.ly/AKG-MI-Numerasi

AKG MI Literasi
https://bit.ly/AKG-MI-Literasi

AKG MI Pedagogik
https://bit.ly/AKG-MI-Pedagogik

Penting

https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/11/cara-membuat-soal-pilihan-ganda-dan.html

https://www.ozyalandika.com/2020/11/semakin-menantang-inilah-9-kompetensi-yang-perlu-dikuasai-oleh-pembelajar-abad-21.html?m=1

https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/11/mengetik-cepat-dengan-menggunakan-suara.html?m=1

https://suciptoardi.wordpress.com/2020/09/29/mengetik-dengan-cara-bicara/

https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/11/mengetik-10-jari-dengan-typing-master.html?m=1

https://jagoanbanten.blogspot.com/2020/11/menulis-tanpa-mengetik-menggunakan.html?m=1

https://www.nurlianadewi.com/2020/10/peran-teknologi-dalam-pembelajaran.html

https://www.amiwidya.com/2020/10/teknologi-untuk-daring-dan-luring.html

https://rambejunimarlinda85.blogspot.com/2020/10/peran-teknologi-terkini-dalam-membuat.html

https://www.supadilah.com/2020/11/hadiah-guru-berprestasi.html

Link Sertifikat : https://bit.ly/SERTIFIKAT-10NOV20

https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/11/cara-mengganti-tema-di-blog.html?m=1

https://www.supadilah.com/2020/10/3-langkah-memperindah-blog.html?m=1

https://www.didno76.com/2020/01/cara-daftar-google-adsense-cepat.html

https://www.didno76.com/2019/06/dari-ngeblog-bisa-naik-haji.html

https://www.gurukuaan.com/2020/11/naskah-penulis-pemula-tembus-ke.html?m=1

https://www.ozyalandika.com/2020/11/cara-optimasi-gambar-saat-menulis-artikel-di-blog.html?m=1

https://www.ozyalandika.com/2020/11/13-cara-mengajar-yang-tidak-membosankan.html?m=1

 

 


Materi Soal Asesmen Kompetensi Guru MTs dan MA

 
Komposisi soal AKG guru MA meliputi;
Pedagogik, Profesional. Jumlah soal keseluruhan 60 butir dengan waktu pengerjaan 120 menit.

Komposisi soal adalah:
Pedagogik : 20 butir
Profesional : 40 butir
Jumlah : 60 butir

Berikut adalah kumpulan soal AKG (Asesmen Kompetensi Guru) jenjang MTs dan MA.  Silakan dibagikan dan semoga bermanfaat.

1. AKG MTs Bahasa Inggris
https://bit.ly/AKG-MTs-BahasaInggris

2. AKG MTS Bahasa Indonesia
https://bit.ly/AKG-MTs-BahasaIndonesia

3. AKG MTs Matematika
https://bit.ly/AKG-MTs-Matematika

4. AKG MTs IPA
https://bit.ly/AKG-MTs-IPA

5. AKG MTs Pedagogik
https://bit.ly/AKG-MTs-Pedagogik

6. AKG MA BK
https://bit.ly/AKG-MA-BK

7. AKG MA Ekonomi
https://bit.ly/AKG-MA-Ekonomi

8. AKG MA Bahasa Inggris
https://bit.ly/AKG-MA-BahasaInggris

9. AKG MA Kimia
https://bit.ly/AKG-MA-Kimia

10. AKG MA FIsika
https://bit.ly/AKG-MA-Fisika

11. AKG MA Matematika
https://bit.ly/AKG-MA-Matematika

12. AKG MA Biologi
https://bit.ly/AKG-MA-Biologi

13. AKG MA Pedagogik
https://bit.ly/AKG-MA-Pedagogik

14. AKG MA Bahasa Indonesia
https://bit.ly/AKG-MA-BahasaIndonesia

semoga bermanfaat

Webinar Edisi 22 Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan


Seminar Sains dan Teknologi
The Art of War: Stem Cells Vs COVID-19

Pemateri :
dr. Dito Anurogo, M.Sc.
Dosen FKIK Unismuh Makassar
Studi S3 di IPCTRM TMU Taiwan
Penulis produktif berlisensi BNSP

Berikut Alur/link kegiatan :


1.    Link Flyer kegiatan :  https://bit.ly/Flyr-Semnar2-IGITakalar

2.    Link Undangan Peserta per-orangan : https://bit.ly/Undangan-seminar2-IGITakalar

3.    CV Pemateri : https://bit.ly/CV-Pemateri-DitoAnurogo

4.    Link Undangan  Peserta Kolektif : https://bit.ly/Undangan2-Seminar2-IGITakalar


5.    Link Materi : https://bit.ly/Materi-Seminar2-IGITakalar
       

6.    Link rekap Bukti kehadiran peserta : https://bit.ly/Laporan-Seminar2-IGITakalar


7.    Link Sertifikat : https://bit.ly/Sertifikat-Seminar2-IGITakalar

Tutorial

 Barang x ada yg membutuhkan

https://youtu.be/t_IoK_ppUws
Scratch yoo

https://youtu.be/Am9qAaZLM5I
Membuat media pembelajaran dengan gambar bicara

https://youtu.be/X0oEXG-R_hs
Membuat media pembelajaran interaktif dengan ispring suite

https://youtu.be/7uJgLdjA_0k
Kiat membuat media pembelajaran yg menyenangkan

https://youtu.be/Q9TVPyX9D88
Membuat media pembelajaran dengan aplikasi komik

https://youtu.be/WIW2GrB0e4A
Membuat media pembelajaran interaktif dengan komik digital

https://youtu.be/ES8HQ9A2a00
Media pembelajaran melalui aplikasi smart app creator

https://youtu.be/fJKnANpsZU4
Media pembelajaran dengan focusy

https://youtu.be/hczVD79auAs
Media pembelajaran dengan TTS

https://youtu.be/KyylmjdkTBA
Media pembelajaran interaktif dengan movavi 10

https://youtu.be/OQI-tLTuEQU
Membuat media pembelajaran dengan renderfores

https://youtu.be/QPh_cXx_eVs
Inovasi guru pembelajaran menyambut era industri 5.0

https://youtu.be/rWPH030at-A
Kiat sukses menjadi guru youtuber

https://youtu.be/zY3tnwjebiM
MENGKREASI modul pada qrcreative pada quipper Scholl

https://youtu.be/OMCBxbn3nxk
Membuat background dlm google slide

https://youtu.be/vWHhRnuLA-8
Membuat LKS dr google slide untuk kegiatan daring

https://youtu.be/d6ZSfL-LVOY
Membuat LKS dr google slide untuk kegiatan luring dengan google slide

https://youtu.be/BZ13EVldGU8
Seminar daun dan teknologi
The Art of War : STEM CELL Vs COVID-19

https://youtu.be/g7N2CiSG3a8
Belajar power point' bersama

https://youtu.be/6PqDGsbnA0k
Pemanfaatan power point' sebagai media pembelajaran

https://youtu.be/5hZOwK9tN9c
Mading digital dengan power point'

https://youtu.be/g4Hgn3vXypY
Visual.basic dengan power point'

https://youtu.be/4GKv3qCeAOw
Game pembelajaran dengan powerpoint

https://youtu.be/DLFblowwYjM
Power point' untuk game pembelajaran

https://youtu.be/J4daHGhNx58
Memaksimalkan power point'

https://youtu.be/gXH72Pe9v6Q
Pencegahan kecanduan gawai pada anak usia sekolah

Smoga bermanfaat

surat undangan dan sertifikat

Untuk memudahkan berkoordinasi teman-teman bisa bergabung di grup telegram Belajar Bareng P3G Jawa Timur melalui tautan http://t.me/belajarbarengp3g.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi WA: 085850000784.

Sebelum mengunduh surat undangan dan sertifikat, mohon berkenan mengisi komentar tentang harapan kegiatan P3G Jawa Timur ke depan atau usulan kegiatan lainnya.

Surat Undangan: https://www.mediafire.com/file/py8ffm36956m6rj/Surat_Undangan_Pelatihan_%2523nulisMODULbareng_-_Tingkat_Lanjut.pdf/file

Sertifikat: https://www.mediafire.com/file/5b43565e4j6dlk8/CETAK_Sertifikat_Kelas_%2523nulisMODULbareng-LANJUT.pdf/file

Bila ada yang merasa sudah mengumpulkan tetapi belum tercantum mohon menghubungi WA. 085850000784

Membuat MODUL Pembelajaran

 MATERI Membuat MODUL Pembelajaran:
-----------------------------------------------
Pertemuan-1 Penjelasan Umum Pelatihan Menulis Modul Terintegrasi Youtube: https://youtu.be/Uh6dlq_tB28

Pertemuan-2 Kupas Tuntas Buku 4 PKB Tentang Modul: https://youtu.be/zp5i4u35YOE

Pertemuan-3 Kupas Tuntas Tentang Modul: https://youtu.be/ycyp700dyiE

Pertemuan-4 Sistematika Modul (Template): https://youtu.be/IX9exJUQ-Xk

Pertemuan-5 Analisis KI, KD, IPK, TP dalam Modul: https://youtu.be/D-6YkjOpK2w

Pertemuan-6 Pengembangan Materi Pelajaran: https://youtu.be/0TcG4eaG6l0

Pertemuan-7 Pengembangan LKS Dalam Modul: https://youtu.be/tR8UHL2YVHI

Pertemuan-8 Penyusunan Tes Evaluasi/Hasil Belajar: https://youtu.be/gGhiSI9tm-E

Pertemuan-9 Menyusun Petunjuk Siswa, Guru, dan Tugas Akhir: https://youtu.be/-WUhMQR-1Qs

Pertemuan-10 Mengapa Youtube? Sebuah Pengantar?: https://youtu.be/TKlJRLjQUbE

Pertemuan-11 Fungsi Youtube dalam Pembelajaran: https://youtu.be/k3aXRolTYFo

Pertemuan-12 Presentasi dan Teknik Presentasi: https://youtu.be/x5USLpEEPDI

Pertemuan-13 Project 1 Video Pembelajaran: https://youtu.be/DuQUyilsuUc

Pertemuan-14 Project 2 Video Pembelajaran: https://youtu.be/DXDfVTf-mlU

Pertemuan-15 Membuat Channel Youtube dan Mengunggah Video:https://youtu.be/y5VuE7aaVds

Pertemuan-16 Membuat QR CODE, Shortlink, dan Tugas Akhir (Selesai): https://youtu.be/KF3sqpM8oPU

Kumpulan Kajian Tafsir Buku 4

 Kumpulan Kajian Tafsir Buku 4 Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Angka Kreditnya
-----------------

#1 Pengantar | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/eV_DCK5s3GI

#2 Definisi dan Ruang Lingkup PKB | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/G3RTxolbVpA

#3 Syarat WAJIB PKB | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/ccAWuaJmGU0

#4 Presentasi Ilmiah IVc | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/19FLvvWzO6c

#5 Karya Bersama | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/yZTP31c94XM

#6 Syarat Khusus Wajib Publikasi Ilmiah | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/OPCtmPotVc8

#7 Prinsip Publikasi Ilmiah | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/QQ_TQ7Aa1aU

#8 Jenis Publikasi Ilmiah | Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/2ib5AW-E2Bc

#9 Pengembangan Diri: Angka Kredit Diklat Fungsional (part. 1)| Kajian Tafsir Buku 4: https://youtu.be/FcVoJSq8BpU

SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER


1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
 
2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
 
3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
 
4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
 
5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
 
6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
 
7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
 
8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.
 
9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien..
Subhanallah....
 
Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab2 sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam .. "Mau yg disukai atau tidak".

MENGELUARKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH

 


Indikasi awal kanker & tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung empedu dengan batu.

Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi  pada kondisi tertentu akan jadi penyakit,

Artikel paling bawah ini telah memberi saya jalan keluar, dimana 4 dokter memastikan saya harus dioperasi. Karena beberapa minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG ternyata empedu saya penuh dengan batu.

Penuhnya Empedu dengan batu tidak akan kita ketahui dalam keadaan normal. Saya baru tahu setelah dokter melakukan USG Hati dan empedu.

Menurut Dokter:
Operasi kantung empedu dengan mengangkat kantung empedu dengan :
--operasi besar ataupun
--laparaskopi.

Biaya yang akan kita keluarkan untuk operasi tsb berkisar antara 40-60 juta. (Untuk operasi saja)

Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu- Nan , bagaimana mengeluarkan batu empedu :

--tanpa operasi dan
--biaya sangat murah dan
'--tidak merusak tubuh
   kita.

Subhanallah saya telah mengikuti saran beliau dan alhamdulillah batu empedu ku keluar semua tanpa operasi. (Ini bukan detoxinasi, tapi seperti pembersihan perut).

Hasil USG saya empedu telah penuh dengan batu.
Setelah melakukan treatment ini saya meminta USG kembali sebagai bukti.

Ternyata benar...kantung empedu saya kosong... Entah bagaimana saya menyampaikan ucapan terimakasih ke Dr Lai Chiu-Nan, tapi saya Cuma ingin sharing pengalaman sesuai niat Dr Lai Chiu-Nan membagi pengalaman kepada saudara2 kita dengan gratis.

Saran:
Bagi yang sehat...cobalah, karena saat kita sakit akut ataupun kronis gak enak rasanya. Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor

 Fungsi hati dan empedu:
Menetralisir racun di tubuh, Empedu menetralisir lemak yang kita asup ke dalam tubuh. Keduanya saling berkaitan... kalau kedua2nya bersih ...berarti kita telah menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya.

Sehat adalah milik kita semua..Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.  

MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
oleh
Dr Lai Chiu-Nan

Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga.

Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.

Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya.

Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama"
kata Dr Chiu-Nan.

Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.

Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.  Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja..

Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal."

Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah.

Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.

Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:

1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.

2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat.

Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.

*Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr Chiu-Nan.

 "Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu.
Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

1.Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis... Kemaren aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)

2.Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.

3.Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk membuatnya.

Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas,kulitnya aku buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan terkontaminasi sama pestisida... Jadi aku buang kulitya, lalu aku potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas...jadi saat kita mau makan, apelnya masih seger dan dingin.

4.Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat)

5.Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada, aku beli di sana karena dekat rumah.

Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun, Jadi aduk yang rata...karena sebelumnya adukanku tidak rata...sehingga eneg, ..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda...

3 Dokter suruh aku Operasi... dengan treatment ini, keluar batunya.

Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar"

SEMOGA BERMANFAAT. AYO VIRALKAN. SEMOGA JADI AMAL SALEH. JADI ILMU YANG BERMANFAAT !!!
SALAM UKHUWAH ISLAMIAH 🙏🤝

J U J U R

 
Seorang DIREKTUR Bermaksud Untuk Mundur Dari Perusahaan, Dan ingin Menyerahkan Jabatannya tsb. Kepada Salah Seorang Staf Terbaiknya.

Untuk itu Ia Memanggil Seluruh Staf, Memberikan Masing2 Sebutir BENIH PADI di Tangannya Dan Berkata :

" Rawat, Pupuk, Siram Dengan Teratur Benih ini dan Kembalilah
3 Bulan Dari Sekarang Dengan Membawa Tanaman Yang Tumbuh Dari Benih ini"

" YANG TERBAIK, Akan Menjadi Penggantiku Sebagai Direktur di Perusahaan ini."

Salah Seorang Staf, Bernama AHMAD Yang Juga Mendapat Benih tsb, Langsung Pulang ke Rumah dan Merawat Dengan Penuh Disiplin Benih Tanaman tsb. Setiap Hari Benih itu ia Siram Dengan Air Dan Diberinya Pupuk.

Setelah 3 Bulan, di Kantor Perusahaan, Semua Orang Saling Membicarakan Kehebatan Tanaman Mereka Yang Tumbuh Dari Benih Tsb.

Ternyata Hanya Benih Tanaman AHMAD Yang Tanamannya Tidak Tumbuh Sama Sekali.

Ahmad Merasa Telah Gagal.
Setelah 3 Bulan, Seluruh Staf Memperlihatkan Hasil Benih Tersebut.

Ahmad Berkata Kepada Istrinya Bahwa ia Tidak Akan Membawa Pot Yang Kosong Karena Bibitnya Busuk dan Tidak Bisa Tumbuh.

Namun Istrinya Mendorong Untuk Tetap Membawa Pot Kosong Tsb. Apa Adanya Untuk Memenuhi Janji Kepada Direktur 3 Bulan Yang Lalu.

"Bawa Saja Bang, Meskipun Abang Gagal Untuk Bisa Menumbuhkan Benih Padi Tsb, Paling Tidak Bang Ahmad Sudah Menunjukan I'tikad Baik Sudah Berusaha Semaksimal Mungkin Merawatnya Sesuai Dengan Permintaan  Direktur. " Demikian Kata Istrinya.

"Baiklah"
Jawab Ahmad, Meskipun Dengan Hati Ciut Karena Merasa Tidak Bisa Melaksanakan Perintah Sang Direktur Dengan Se-baik2nya.

Masuk Ruang Breefing, Ahmad Membawa Pot Kosong. Seluruh Mata Memandangnya Kasihan.

Ketika Direktur Masuk Ruangan Ia Memandang Keindahan Seluruh Tanaman Yang Katanya Hasil Dari Benih2 Yang Diberikan Direktur 3 Bulan Yang Lalu itu, Hingga Akhirnya Berhenti di Depan AHMAD Yang Tertunduk Malu.

Sang Direktur Memintanya ke Depan & AHMAD Disuruh Menceritakan Secara Kronologis Proses Penanamannya Sampai Tidak Bisa Tumbuh..???

Ketika AHMAD Selesai Cerita, Direktur Berkata Dengan Antusias,
"Beri Tepuk Tangan Untuk AHMAD , Direktur Kita Yang Baru Sekarang "

Sang Direktur Kemudian Menceritakan :
"Semua Benih Yang Kuberikan Kepada Kalian, Sebelumnya Telah KUREBUS Dengan AIR PANAS Hingga Mati & Tidak Mungkin Tumbuh Lagi. Jika Benih Kalian Dapat Tumbuh, Berarti Kalian Telah Menukarnya & Berbohong Padaku. Kecuali AHMAD, Ternyata Hanya Dia Yang JUJUR".

Taburlah KEJUJURAN, Karena Dengan Menabur Kejujuran Akan Menuai KEPERCAYAAN.

Jangan Pernah Takut BERBUAT JUJUR.
Tapi Takutlah Jika Anda Berbuat TIDAK JUJUR.
🌾🌱
The Real Moral Story..!!!
Yang Hebat Lagi Isterinya AHMAD, Hanya PEREMPUAN Hebatlah Yang Bisa Memberi Dorongan Semangat Suaminya Untuk Selalu Menjaga Integritasnya!

Selalu Ada Tempat Buat Orang JUJUR... PERCAYALAH ...!!!!!
Walau kadang dihina tapi nikmatilah..

MANUSIA YANG PALING KUAT

 
____✒


Ibnul Qoyyim rahimahullah
 mengatakan:

"Kekuatan itu seluruhnya terletak pada tawakkal kepada Allah, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf: siapa yang ingin menjadi manusia paling kuat, maka bertawakkallah dia kepada Allah".
[Zadul Ma'ad 2/331].

🍀  Alasannya:
Karena tawakkal pada hakekatnya adalah menyandarkan diri kepada Allah setelah melakukan usaha..

Dan kita tahu bahwa Allah adalah Dzat yang maha kuat, maha berkuasa, maha kaya, dan tidak mungkin menyelisihi janji-Nya.

Bahkan Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan yabg sangat banyak dan tidak mungkin diketahui semuanya oleh makhluk-Nya.

📌   Oleh karena itu, selemah apapun keadaan makhluk, dia akan menjadi sangat kuat, teguh, dan kokoh, jika bersandar kepada Allah yang memiliki sifat-sifat sebagaimana tersebut di atas..

Jika dia benar-benar bertawakkal kepada Allah setelah melakukan usaha; tentunya, Allah akan selalu menolongnya, menguatkannya, dan memudahkan urusannya.. Tidak mungkin Allah menyia-nyiakannya.

BILA PRASANGKA BURUK HINGGAP DI HATI ANDA


____✒


Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan:

"Jika terbetik di hatimu prasangka buruk terhadap seorang muslim, maka hendaklah kamu memberikan PERHATIAN yang lebih kepadanya dan juga MENDOAKAN kebaikan untuknya. Karena hal itu akan menjadikan setan marah dan menjauh dari Anda, sehingga dia tidak melemparkan kepada Anda prasangka buruk, karena khawatir Anda malah akan sibuk mendoakan kebaikan untuknya dan lebih memperhatikannya".

📒 [Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah, hal: 172].

Saudaraku, sibuklah memperbaiki diri sendiri…

🍀  Suatu ketika ada seseorang disebut keburukannya di depan Rabi' bin Khutsaim rahimahullah, maka beliau pun mengatakan:

"Aku saja tidak puas dengan diriku, maka mengapa aku meninggalkannya, lalu mencela orang lain?!

Sungguh para hamba itu takut kepada Allah atas dosa-dosa orang lain, tapi mereka merasa aman dari Allah atas dosa-dosa mereka sendiri!".

📒 [Syu'abul Iman, Albaihaqi, 10/57].


🖊  SEMOGA BERMANFAAT

Memilih Istri Sholehah demi Terwujudnya Keturunan yang Sholeh

 
--------------------------------------
🌿Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam telah membimbingkan bahwa ketika seseorang hendak memilih istri untuk mengutamakan wanita yang agamanya bagus. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka dapatkanlah wanita yang agamanya bagus sehingga engkau beruntung. [HR Bukhory Muslim dari Abu Huroiroh]

Sebab, wanita sholehah selain menjadi penyejuk suami juga sebagai pendidik dan pembimbing utama anak-anak. Dengan ibunyalah seorang anak banyak berinteraksi dan mengambil pengajaran sebelum dari yang lain. Sehingga baik dan buruknya agama serta tabiat seorang ibu sangat berpengaruh kepada anak-anak.

🔵Inilah Amiirul mukminin ‘Umar bin abdul ‘Aziiz, seorang kholifah yang tidak ada seorangpun menyelisihi tentang keadilan dan kesholehan serta kezuhudannya. Siapakah yang ada di belakang beliau dan menjadi pembimbing utamanya? Dialah ibunya, Ummu ‘Ashim bintu ‘Ashim bin ‘Umar bin Khottob, wanita yang dikenal kemuliaan dan kebagusan agamanya pada zaman tersebut.

🔵Inilah imam Sufyan Ats-Tsauriy, seorang yang dikenal ketaqwaan dan ketinggian ilmunya, amiirul mukminin dalam ilmu hadits. Semua ini, -setelah izin Alloh- tidak lain adalah buah dari  usaha seorang ibu sholehah yang berjiwa besar.

Imam Waki’ ibnul Jarroh berkata: “Ibu Sufyan mengatakan kepada Sufyan:

يا بني: اطلب العلم وأنا أكفيك بمغزلي

“Wahai anakku, tuntutlah ilmu, dan aku akan mencukupi (kebutuhanmu) dengan alat pemintalku ini!” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad  dalam kitab “Al-Waro’: 670]

 

Diantara nasehat ibu yang mulia ini kepada sang putra adalah:

 يا بني إن كتبت عشرة أحرفٍ فانظر هل ترى في نفسك زيادة في خشيتك وحلمك ووقارك، فإن لم تر ذلك فاعلم أنها تضرك ولا تنفعك

“Wahai anakku, apabila engkau telah menulis sepuluh huruf, maka lihatlah apakah engkau melihat pada dirimu ada tambahan rasa takut kepada Alloh, dan tambahan kebijaksanaan serta kewibawaan?! Apabila engkau tidak melihat yang demikian ini, maka ketahuilah bahwa (huruf-huruf yang kamu tulis itu) akan bermadhorot padamu, dan tidak bermanfaat untukmu.” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab “Al-Waro’: 670]

🔵Dan inilah imam Asy-Syafi’I, yang dikenal dengan kemuliaan dan keluasan fiqih beliau. Siapakah dibalik sosok yang demikian masyhur? Tidak lain adalah seorang ibu yang mulia dan berjiwa besar. Wanita pilihan dari bani  Azd, yang tegar dan penyabar dalam merawat dan mendidik sang putra seorang diri, setelah ditinggal mati oleh suami tercinta.

🔵Inilah Muhammad bin Abdurrohman Al-Auqosh, seorang yang Alloh berikan berbagai macam kekurangan dari sisi fisiknya.

Abu Ishaq berkata: “Muhammad bin Abdurrohman Al-Auqosh adalah seorang yang lehernya masuk ke tubuh, kedua pundaknya menonjol keluar. Maka ibunya berkata kepadanya: “Wahai anakku, tidaklah kamu berada di tengah-tengah suatu kaum kecuali engkau akan menjadi bahan tertawaan dan ejekan. Oleh karena itu, tuntutlah ilmu, karena ilmu akan mengangkatmu!”

Diapun menuntut ilmu dan akhirnya menjadi qodhi (hakim) di Makkah selama dua puluh tahun. [Al-Faqih wal Mutafaqih: 1/ 134]

Muhammad bin Qosim bin Khollad berkata: “Al-Auqosh adalah seorang yang pendek dan buruk fisiknya. Maka suatu kali ibunya –dia adalah seorang wanita yang cerdas- berkata kepadanya:

 “Wahai anakku, sesungguhnya engkau telah diciptakan dengan fisik yang tidak pantas untuk bergaul dengan para pemuda, maka hendaknya kamu (mempelajari) agama ini. Sebab hal tersebut akan menyempurnakan kekurangan dan mengangkat kehinaan.”

Al-Auqosh berkata: “Alloh telah berikan kemanfaatan untukku pada perkataan beliau itu, maka akupun menuntut ilmu dan adab sampai aku diangkat menjadi hakim.” [Al-Faqih wal Mutafaqih: 1/ 134]

Mereka inilah wanita-wanita teladan yang dari mereka keluar generasi-generasi pilihan ummat. Sungguh, tugas para ibu dan peranan mereka dalam kebaikan keturunan sangatlah besar. Maka jangan sampai engkau keliru dalam menentukan siapa yang yang akan menjadi ibu bagi anak keturunanmu….

🔶Al-‘allamah Al-Fauzan s mengatakan: “Sesungguhnya syarat utama yang dituntut dari seorang wanita sehingga bisa menunaikan tugas ini adalah hendaknya wanita tersebut wanita yang sholehah, sebagaimana Nabi telah membimbingkan hal ini dengan perkataannya:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka dapatkanlah wanita yang agamanya bagus sehingga engkau beruntung. [HR Bukhory Muslim dari Abu Huroiroh]

Nabi telah menjelaskan kriteria-kriteria yang dijadikan acuan oleh manusia untuk menentukan pendamping hidupnya. Kemudian beliau memerintahkan untuk mendahulukan kriteria agama. Sungguh, sebagian manusia menjadikan tolok ukurnya adalah kecantikan dan menusiapun bermacam-macam dalam menggambarkannya. Sebagian yang lain menjadikan harta sebagai tolok ukur baik itu telah ada maupun masih dalam usaha. Sebagian lagi, menjadikan kedudukan dan nasab sebagai tolok ukur….akan tetapi tolok ukur syareat adalah agamanya.

Seorang wanita sholehah, dialah yang dipercaya untuk mengemban tugas penting ini. Sesungguhnya seseorang yang memilih wanita sholehah telah menunaikan untuk dirinya suatu usaha yang besar.

Apabila telah didapatkan seorang wanita sholehah, maka hendaknya dia memiliki kadar ilmu yang menjadikannya mampu untuk menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Dia mengetahui perkara-perkara yang wajib atasnya, paham dengan tujuan hidupnya. Dengan ini kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan ilmu bukanlah ijazah dan keahlian, tapi yang dimaksud adalah ilmu tentang tugas-tugasnya yang wajib dia tunaikan dan ilmu tentang sarana-sarana yang membantunya untuk menunaikan tugas tersebut. Sehingga wajib atas wanita, setelah dia mempelajari agamanya, untuk mempelajari semua hal yang bisa membantunya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban rumah tangga….. Sesungguhnya bodohnya seorang wanita dan tidak sholehahnya dia merupakan sebab tersia-siakan (tugasnya), walaupun dia tidak bekerja. Karena dia akan menyia-nyiakan waktunya untuk bertamu (kesana-kemari) tanpa tujuan jelas, berbicara (apa saja tanpa memikirkan kebenarannya), dan mengikuti kesenangan pribadi. (Wanita) yang seperti ini tidaklah bisa diharapkan untuk menunaikan tugas penting, tidak pula bisa mengeluarkan generasi sholeh. Wallohu A’lam. [Daurul Mar’ah fi tarbiyatil usroh]
🔻🔻🔻🔻🔻🔻
📝 Abu Zakaria Irham
Dicuplikkan dari buku "Metode Salaf dlm Mendidih Anak" semoga Alloh mudahkn penyempurnaannya.

Karangan Bunga

 Duka cita di zaman sekarang

Karangan Bunga tidak menambah apa-apa...

Ada seseorang yang kami kenal, sebagai seorang yang diberikan kedudukan yang tinggi di dunia ini di hadapan manusia.

Beberapa waktu yg lalu... beliau rahimahullaah wafat....

Maa syaa Allah...
selang satu jam tersiar berita duka, semua masyarakat bergerak. Tamu berdatangan ke rumah megahnya. Tidak sampai tiga jam, jalan raya di sekitar rumah duka, penuh dengan karangan bunga yg tersurat dari rupa-rupa orang besar di negeri ini.

Jalanan ditutup untuk umum, dijaga oleh polisi militer. Patroli pengawal disiapkan, panitia pengurusan jenazah didatangkan khusus.

Keluarga tidak mau merepotkan pengurusan oleh jamaah Masjid.

Tak masalah

Hingga selesailah jenazah dikafani, dan siap utk fardhu kifayah ketiga; dishalatkan.

Di luar rumah orang ratusan sudah berjejalan hadir. Maka diputuskan jenazah dishalatkan di masjid.

Segera kami siapkan, masjid siap, jenazah sudah di hadapan imam, tetapi....

yang berbaris di belakang imam baru enam orang! Subhanallah, kami susul para pelayat di luar masjid.

"pak..., bu..., ayo ambil wudhu...!
Shalat jenazah segera dimulai...! Ayo pak...!!", kami menyeru.....

Namun, tamu-tamu elite dan sosialita ini berujar di luar dugaan, "ini susah buka sepatunya, dek...!" atau "kami doakan saja..., dek dari sini, timpal ibu yg lain sambil bercermin ke kaca mobil.

Subhanallah, kami berseru tetangga-tetangga kampung kami yg sama-sama hadir menyaksikan prosesi megah ini, "pak..., bu..., Ayo...! Cepetan wudhu...! Ayo pak..., diminta keikhlasannya...!!"

Bapak ibu tetangga kami ini hanya menggeleng, sambil tersenyum, "nggak dek...!,

"Kami Malu...Banyak orang besar!"
Jawab mereka polos...
Kami terhenyak menyerah...

Akhirnya kami kembali ke dalam masjid, yang saat itu terhimpun sekitar 11 orang yang kemudian kami bagi menjadi tiga shaf. Jenazah pun dishalatkan.

Semoga Allah mengampuni beliau..., menyayangi beliau..., dan memasukkan beliau ke dalam Syurga-Nya yang penuh kenikmatan.

Ibrah Bagi Yang Hidup

mulailah hari ini dan seterusnya.....!

Berkawanlah dengan mereka yang pada waktunya, ikhlas menyalatkan jenazah kita..., bahkan walau pun harus menempuh jarak!.

Mereka yang ikhlas mau mendo'akan ampunan Allah bagi kita ketika jasad ini sudah kaku.

Berdekatanlah dengan mereka yang benar-benar menyayangi kita Dunia-Akhirat!

Karena karangan bunga tidak menambah amalan kita.....

Takziah dan ikut men-sholatkan jenazah serta mendo'akan itulah yang paling utama.....

Carilah teman ta'at Dunia- Akhirat supaya kelak kita tidak hanya menerima kiriman karangan bunga...!

Karena rizki terakhir kita di-do'akan dalam sholat jenazah.

Reminder diri, sudah kah kita mempunyai teman seperti ini ?

Semoga dan In-Syaa Allah...

SAUDARA²KU, KALAU SAYA BERPULANG DULUAN TITIP SAYA DISHOLATKAN YA ?!

Jazakallahu Khoiron!!

Syukron ,
Barakallahu Fiikum.
Aamiin Allahumma Aamiin...

Kamis, 26 November 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 46

(Sunnah Fi’il Dalam Sholat-2)

Klik _ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-46)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SUNNAH “PERBUATAN” (FI’IL) DALAM SHOLAT (lanjutan).
(3). BERSEDEKAP, MELETAKKAN TANGAN KANAN DI ATAS TANGAN KIRI.
@Keadaan bersendekap, dengan posisi: Para ulama bersepakat bahwa tangan kanan berada di atas tangan kiri, sebagaimana dijelaskan hadits dibawah ini:

>Dari Wa-il bin Hujr, dia berkata,  _“Aku shalat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya di atas dada.” _ [Shahiih Ibni Khuzaimah (I/243 no. 479)].

>Dari Wail bin Hujr, ia berkata bahwa, ”Ia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya ketika memulai shalat dan beliau bertakbir (Hammam menyebutkan beliau mengangkatnya sejajar telinga), lalu beliau memasukkan kedua tangannya di bajunya, kemudian beliau meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.’” (HR. Muslim no. 401).

>Dari Sahl bin Sa’d, dia berkata, _“Dulu orang-orang diperintahkan agar masing-masing mereka meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dalam shalat.” Abu Hazim berkata, “Aku tidak mengetahui melainkan hal itu dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” _ [Mukhtashor Shahiih al-Bukhari (no. 402)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/224 no. 740), dan Muwaththo’ Malik (CXI/376).


>Dari Jabir r.a, dia berkata: “Rasulullah pernah berjalan melewati seorang yang sedang shalat. orang tersebut meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanannya. Lalu beliau melepaskan tangan tersebut dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya.” (HR.Ahmad dengan sanad sahih).

*@Namun ada ikhtilaf terkait TANAWWU’ (perbedaan dalam variasi posisi), yaitu cara yang bersedekap yang benar ada dua cara:

^Cara Pertama, _AL WADH’U._  yaitu meletakkan kanan di atas kiri tanpa menggenggamnya. Ada 3 keadaan atau posisinya:

>Dari Wa’il bin Hujr,  ^TUSAMMA WAZHO’A YADAHUL YUMNA’ALAA DHOHRI KAFFAHIL YUSROO, WARRUSGHI, WASSAA ’IDI / Kemudian meletakkan tangan kanan  (1) di atas punggung telapak tangan kiri, (2)di pergelangan tangan, atau (3)di lengan tangan kiri.” (Shahih, HR. Ahmad 4: 318, Abu Daud 727).

^Cara Kedua, _AL QOBDHU_  yaitu jari-jari tangan kanan melingkari atau menggenggam tangan kiri.

>Dari Wail bin Hujr _radhiallahu’anhu_  ia berkata, ^ROAITU ROSULULLOH SHOLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM IDZAA KAANA QOO`IMAN FIISH-SHOLAATI QOBADHO BIYAMIINIHI ‘ALAA SYIMAALIHI / “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berdiri dalam shalat, tangan kanan beliau menggenggam tangan kirinya.” (HR. An Nasai no. 8878; Ahmad 4: 316. Dan Al Baihaqi 2/28, Al Hafizh Abu Thohir mengatakan sanad hadits ini shahih).

>>Apabila ada yang melakukan *diluar cara diatas, perlu di cari dalilnya untuk mendukungnya.

>>Sebagian ulama membedakan tata cara bersedekap laki-laki dengan wanita, namun yang tepat tata cara bersedekap laki-laki dengan wanita adalah sama. Karena pada asalnya tata cara ibadah yang dicontohkan oleh Nabi itu berlaku untuk laki-laki dengan wanita kecuali ada dalil yang membedakannya. Allohu’alam***

^^^^^
*@LETAK SEDEKAP. Para ulama berbeda pendapat mengenai letak sedekap, tangan diletakkan di dada, di pusar, atau bawah pusar.

^Mayoritas ulama berpendapat bahwa meletakkan tangan ketika sedekap *tidak pada tempat tertentu. Jadi sah-sah saja meletakkan tangan di dada, di pusar, di perut atau di bawah itu. Karena yang dimaksud mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di sini adalah meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.

*>Sedangkan yang lebih dari itu dengan menentukan posisi tangan sedekap tersebut butuh pada dalil. Meletakkan tangan di dada maupun di bawah pusar sama-sama berasal dari hadits yang dho’if. (Baca: Kitab Shifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 87-90 karya Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Athorifi).

^^^^^
^Madzhab Hanafi dan Hambali, berpendapat bahwa letak sedekap adalah di bawah pusar.

>Berdasarkan hadits: ^ANNA ‘ALIYYA RODHIYALLOHU ‘ANHU, QOOLA: MINASSUNNATI WADH’UL KAFFA ‘ALAA KAFFA FIISH-SHOLLATI TAH̬TAS-SURROTI / _”Ali rodhiallohu’anhu berkata: Termasuk sunnah, meletakkan telapak tangan di atas telapak tangan dalam shalat di bawah pusar” (HR. Abu Daud 758, Al Baihaqi, 2/31), Namun hadits ini sangat lemah karena ada perowinya yang bernama Ziad bin Zaid Al Kufi dan Abdurrahman bin Ishaq yang berstatus _dhoiful hadits.

^^^^^
^Madzhyab Syafi’iyyah dan Malikiyyah, berpendapat di bawah dada dan di atas pusar.

>Dalilnya hadits dari Wail bin Hujr: ^KAANA ROSULULLOHI SHOLALLOHU ‘ALAHI WASALLAM, YADHO’U YADAHUL YUMNAA ‘ALAA YADIHIL YUSROO TSUMMA YASYUDDU BAINAHUMAA ‘ALAA SHODRIHI WAHUWA FIISH-SHOLAATI.

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya kemudian mengencangkan keduanya di atas dadanya ketika beliau shalat” (HR,. Abu Daud 759, Al Baihaqi 4/38, Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir 3322)
 
>>Syafi’iyyah dan Malikiyyah memaknai bahwa maksud lafadz ’alaa shodrihi adalah bagian akhir dari dada. (Namun keshahihan hadits ini diperselisihkan oleh para ulama karena pada perowinya Mu’ammal bin Isma’il)

^^^^^
^Madzhab Imam Achmad, berpendapat bahwa letak sedekap adalah persis di atas dada, sesuai zhahir hadits. Ini juga yang dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan juga Syaikh Al Albani rahimahumallah.

*>Namun karena tidak ada hadits yang shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tentang “letak bersedekap” ini secara gambalng, maka yang tepat tidak ada batasan letak sedekap. Dalam hal ini perkaranya luas. Sedekap boleh di atas dada, di bawah dada, di perut, di atas pusar maupun di bawah pusar (Baca Sifat Sholat Nabi, oleh Lit Thorifi, 90).

>Adapun bersedekap di dada kiri atau di rusuk kiri, dilakukan dengan alasan disitu letaknya “jantung”, sehingga posisinya “seperti orang lagi bertolak pinggang, jelas ini tidak ada dasar dalilnya, dan bahkan dilarang. Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu mengatakan: “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang seseorang bertolak pinggang ketika sedang shalat”  (HR. Bukhari 1220, Muslim 545)

>>Memang  perbuatan demikian tidak sama dengan tolak pinggang, namun itu mendekati tolak pinggang. Selain itu juga, perbuatan ini membuat badan tidak seimbang (Baca: Syarhul Mumthi’, 3/37-38).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 47

(Sunnah Fi’il Dalam Sholat-3)

Klik _ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-47)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SUNNAH “PERBUATAN” (FI’IL) DALAM SHOLAT (lanjutan).
(4). KETIKA MELAKUKAN RUKU’.
@Keadaan ketika melakukan ruku’ adalah:
*>Menaruh tapak tangan di atas lutut sambil menggenggamnya;
*>Merenggangkan jemarinya;
*>Punggung rata atau lurus (tidak terlalu bungkuk);
*>Posisi kepala lurus, tidak mendongak dan tidak menunduk, mata lurus ke tempat sujud.

@Cara Ruku’ menurut Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ”…dengan meletakkan telapak tangan di lutut sampai persendian yang ada dalam keadaan thuma’ninah (tidak tergesa-gesa) dan tenang.” (HR. Ad Darimi no. 1329. shahih).

@Rasululullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda: _“Apabila ruku’, letakkanlah tapak tanganmu di atas lutut, lalu renggangkan jemari dan diamlah, sehingga anggota tubuh terletah pada posisinya.” _ (HR. Ibnu Hibban)

@Dalam hadits lain: “Apabila ruku’, letakkanlah tapak tangan di atas lutut, luruskan punggung (rata air) dan kokohkan ruku’.”  (HR. Ibnu Majah : 169, Abu Dawud : 731)

@Diriwayatkan dari Siti ‘Aisyah r.a., dalam hadits yang panjang : “Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam jika ruku’, tidak mengangkat kepalanya dan tidak menundukkannya sampai ke bawah, tetapi pertengahan antara itu (lurus antara kepala dengan punggung).” _ HR. Imam Muslim)

@Dari Salim Al-Barrod, ia berkata: “Kami beserta ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshari mendatangi Abu Mas’ud, lalu kami mengatakan kepadanya : ‘Ceritakanlah kepada kami mengenai shalat Rasulullah _Sholallohu ‘Alaihi Wasallam. Lalu dia berdiri di hadapan kami – di dalam masjid – lalu ia bertakbir dan ketika ruku’, ia meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya dan jari-jarinya di bawah lutut. Ia merenggangkan kedua sikunya sehingga setiap anggota tubuhnya menjadi tegak, (lalu berdiri atau bangkit dari ruku’) sambil mengucapkan ‘sami’allaahu li man hamidah’.” _ (HR. Imam Nasa’i dan Abu Dawud)

@Dari Anas r.a., sesungguhnya Nabi saw. Bersabda kepadanya: _“Hai anakku, jika kamu melakukan ruku’, letakkanlah kedua telapak tanganmu pada kedua lututmu, renggangkan antara jari tanganmu dan jauhkanlah kedua (siku) tanganmu dari kedua sisi pinggangmu.” _ (HR. Imam Thobroni).

^^^^^
*^(5). SAAT I’TIDAL/BANGKIT DARI RUKUK#
@Posisi tangan ketika I’tikal, Terjadi  ikhtilaf dari para ulama yang sudah ada semenjak zaman dahulu, Sebabnya karena tidak ada hadits shohih sekaligus shorih (hadits yang kuat dan lafaznya jelas menerangkan) mengenai posisi tangan ketika i'tidal.  

^Pendapat pertama: Posisi Tangan Lurus kebawah / Irsal.
>Hadits (1): “Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak, sehingga tiap-tiap ruas tulang belakangmu kembali pata tempatnya.”  Dalam riwayat lain disebutkan: “Jika kamu berdiri i’tidal, luruskanlah punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan ke tempatnya.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

>Hadits (2): “…Apabila mengangkat kepalanya (bangkit dari ruku’), maka beliau saw meluruskan (badannya) hingga semua rangkaian tulang belakangnya kembali keposisinya…”.  (HR. Bukhari)

>Hadits (3): “…Apabila kamu mengangkat kepalamu maka tegakkanlah tulang punggungmu (sulbi-mu) hingga kembali tulang tersebut kepersendiannya…” (HR. Ahmad)

>Hadits (4): _ “Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia tidak mau melihat shalat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya ketika berdiri di antara ruku’ dan sujudnya (i’tidal ).”_   (HR. Ahmad dan Thabarani)

>Hadits (5):  ”Dari ‘Aisyah radhiyallahuanha berkata bahwa apabila beliau SAW mengangkat kepalanya dari ruku', maka tidak langsung sujud sebelum berdiri lurus terlebih dahulu”  (HR. Muslim)

>Hadits (6):_"Aku mendengar Abu Humaid berkata, Rasulullah SAW ketika shalat…kemudian beliau i’tidal sampai semua tulangnya kembali ke tempat semula.” (HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu Atho’)

>>Hadits-hadits di atas ditafsirkan oleh pendukung pendapat pertama ini, bahwa ”semua tulangnya kembali ke tempat semula.” dipahami sebagai  dasar untuk meluruskan tulang-tulang termasuk *tulang tangan sehingga posisinya ketika i'tidal adalah “istal / lurus kebawah.

^^^^^
^Pendapat kedua, _Posisi Tangan Bersedekap_
>Hadits dari Wa’il bin Hujr radhiallahu’anhu ia berkata: ^ROAITU ROSULULLOHI IDZAA KAANA QOO`AMAN FIISH-SHOLLATI QOBADHO BIYAMIINIHI ‘ALAA SYAMAALIHI / “Aku Melihat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berdiri dalam shalat beliau melingkari tangan kirinya dengan tangan kanannya” (HR. An Nasa-i 886, Al Baihaqi 2/28, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).

>Hadits dari Wa-il bin Hujr berkata:* _“Saya melihat Rasulullah SAW apabila beliau berdiri dalam shalat, beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya.” (HR. An-Nasa’i)

>>Hadits-hadits di atas ditafsirkan oleh pendukung pendapat kedua ini, bahwa Lafadz ^IDZAA KAANA QOO`AMAN FIISH-SHOLLAATI/ _*ketika beliau berdiri dalam shalat_  dipahami bahwa sedekap itu dilakukan dalam setiap kondisi berdiri dalam shalat kapan pun itu, baik sebelum rukuk maupun sesudah rukuk. Karena i'tidal itu berdiri, maka posisi tangan ikut bersedekap.

@Imam Ahmad Dan Madzab Hambali berpendapat: Bersedekap dan tidak bersedekap dalam i’tidal hukumnya sama, sehingga diperbolehkan memilih salah satunya. Karena tidak ada dalam sunnah Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi wasallam  yang shohih dan shorih (sandaran dalil yang kuat dan lafaznya jelas) tentang hal itu, sehingga keduanya diperbolehkan.”_ Wallohua’lam.*

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

@Posisi tangan saat i’tidal/bangkit dari rukuk terjadi  ikhtilaf dari para ulama   yang sudah ada semenjak zaman dahulu, Sebabnya karena tidak ada hadits shahih sekaligus sharih yang menjelaskan posisi tangan itu ketika i'tidal.  

^Pendapat pertama : Posisi Tangan Lurus kebawah (Irsal).
>Hadits (1): “Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak (sehingga tiap-tiap ruas tulang belakangmu kembali pata tempatnya).”

^^Dalam riwayat lain disebutkan:* _“Jika kamu berdiri i’tidal, luruskanlah punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan ke tempatnya.” _ (HR. Bukhari dan Muslim)

>Hadits (2): “Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia tidak mau melihat shalat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya ketika berdiri di antara ruku’ dan sujudnya (i’tidal).”   (HR. Ahmad dan Thabarani)

>Hadits (3):  “”Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa apabila Beliau Sholallohu ‘Alaihi Wasalam mengangkat kepalanya dari ruku', maka tidak langsung sujud sebelum berdiri lurus (I’tidal) terlebih dahulu.”_  (HR. Muslim)

>Hadits (4): Dari Ibnu Atho’, ia berkata: "Aku mendengar Abu Humaid berkata, Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasalam  ketika shalat…, kemudian beliau i’tidal sampai semua tulangnya kembali ke tempat semula.”  (HR. Ibnu Hibban)

#Hadits-hadits di atas ditafsirkan oleh pendukung pendapat pertama ini sebagai dasar untuk meluruskan tangan ketika beri'tidal dan *bukan bersedekap.

^^^^^
^Pendapat Kedua : Posisi Tangan Bersedekap.
>Hadits (1): Wa-il bin Hujr berkata: _“Saya melihat Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasalam apabila beliau berdiri dalam shalat, beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya (bersedekap).” _ (HR. An-Nasa’i)

>Hadits (2): Dari Sahl bin Sa’d ia berkata bahwa para sahabat diperintah agar meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya (bersedekap) *dalam shalat.” (HR. Bukhari)

#Para pendukung pendapat ini *menggunakan keumuman hadits-hadits di atas sebagai dasar bahwa posisi berdiri dalam sholat itu maka keadaan tangan adalah bersedekap. Karena “i'tidal itu berdiri,” maka posisi tangan adalah bersedekap.

@Kemudian pendapat mana yang kita ikuti, kedua pendapat berdasar dalil sunnah yang shahih, keduanya tidak membatalkan sholat, kalau mau mencari afdholnya, silahkan tarjih mana dalil yang lebih kuat dan yang banyak dicontohkan oleh Rosululloh Sholalohu ‘Alaihi Wasalam. Wallohu’alam.***

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 49

 (Syarat Rukun Sholat-5)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-49)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SUNNAH “PERBUATAN” (FI’IL) DALAM SHOLAT (lanjutan).
(7). DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
@Duduk diantara dua sujud dilakukan, dengan bertakbir bangkit dari sujud tanpa mengangkat tangan, sebagaimana hadits dari Muthorrif bin Abdullah, ia berkata:  
>“Aku dan Imron bin Hushain pernah shalat di belakang ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu. Jika turun sujud, beliau bertakbir.”

>Ketika bangkit dari sujud, beliau pun bertakbir. Jika bangkit setelah dua raka’at, beliau bertakbir. Ketika selesai shalat, Imron bin Hushain memegang tanganku lantas berkata:

>“Cara shalat Ali ini mengingatkanku dengan tata cara shalat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”  Atau ia mengatakan, “Sungguh Ali telah shalat bersama kita dengan shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”  (HR. Bukhari no. 786 dan Muslim no. 393).

@Posisi duduknya, adalah “Iftirosy”, Yaitu posisi duduk dengan membentangkan kaki kiri, kemudian diduduki dan kaki kanan ditegakkan.

>Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam_ bersabda,
>“Apabila kamu sujud, sujudlah dengan meletakkan semua anggota sujud, dan jika kamu bangkit untuk duduk, duduklah dengan bertumpu pada kakimu yang kiri.”  (HR. Bukhari dan Baihaqi).

_>”Dari sunnah shalat menegakkan tapak kaki yang kanan dan menghadapkan jari-jarinya ke arah kiblat dan duduk di atas kaki kirinya.” (HR. An-Nasa’i II : 235, dari Ibnu Umar r.a)

*>Atau, Duduk “Iq’a,” yaitu  kedua kaki ditegakkan, lalu digabungkan, kemudian duduk di atas tumit. Kedua kaki dibentangkan, digabungkan, kemudian diduduki. Thowus pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang iq’a. Ibnu Abbas menjawab: *“Itu Sunah.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

>Posisi punggung, saat duduk diantara dua sujud harus tegak sempurna dan tidak boleh condong. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada orang yang shalatnya salah, : Dia harus sujud sampai ruas-ruas tulang menempati posisinya. Kemudian dia membaca ‘Allahu akbar’ dan mengangkat kepalanya sampai tegak sempurna.”  (HR. Nasai , Abu Daud).

>Posisi jati-jari tangan ke arah kiblat, Umar bin Khatab mengatakan,: “Termasuk sunah dalam shalat (ketika duduk), kaki kanan ditegakkan, mengarahkan jari-jari tangan ke arah kiblat, dan duduk di atas kaki kiri.”  (HR. Nasai dan dishahihkan Al-Albani)

>Duduk diantara dua sujud wajib tuma’ninah. Diam sejenak sehingga cukup untuk membaca doa duduk diantara dua sujud. ”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperlama duduk diantara dua sujud, seperti ketika sujud.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sampai ada orang yang mengatakan, “Beliau lupa.”***

^^^^^
(8). DUDUK _”JALSAH ISTOROHAH”_
*@Duduk ”Jalsah Istirohah”  yaitu duduk sebentar sebelum berdiri setelah selesai raka’at yang pertama dan ketiga. Kedua madzhab (Maliki dan Syafi’i) juga sepakat dalam hal ini.

>Hadist dari Malik bin Al-Huwairits r.a berkata:  Bahwa dia melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat, jika sampai pada rakaat yang ganjil, maka beliau tidak bangkit berdiri hingga duduk sejenak."_  (HR : Aljama’ah kecuali Muslim dan Ibnu Majah)

*>Dari Abu Qilabah ‘Abdullah bin Zaid Al Jarmi Al Bashri, ia berkata, “Malik bin Al Huwairits pernah mendatangi kami di masjid kami.  Ia pun berkata, _“Sesungguhnya aku ingin mengerjakan shalat sebagai contoh untuk kalian meskipun aku tidak ingin mengerjakan shalat. Aku akan mengerjakan shalat sebagaimana shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pernah aku lihat.” _

>>Ayub kemudian bertanya kepada Abu Qilabah, “Bagaimana Malik bin Al Huwairits mengerjakan shalat?” Abu Qilabah menjawab: “Seperti shalat syaikh kami ini. Beliau duduk ketika mengangkat kepalanya setelah sujud sebelum beliau bangkit dari raka’at pertama.” (HR. Bukhari no. 677).

@Namun hukumnya _Jalsah Istirohah_ terdapat ikhtilaf diantara para ulama, amalan ini disunnahkan untuk siapa?.    
^_Pendapat pertama_ Hukumnya sunnah, jika yang shalat dalam keadaan lemah karena sakit, sudah tua atau sebab lainnya, Inilah pendapat dari Abu Ishaq Al Maruzi.

>_Pendapat kedua,_  Hukumnya sunnah bagi setiap orang untuk melakukan duduk istirahat. Inilah pendapat dari Imam Al Haromain dan Imam Al Ghozali. Al Ghozali berkata bahwa ulama madzhab Syafi’i sepakat pada pendapat ini.

>Pendapat yang kuat dalam hal ini, bahwa _Jalsah Istirohah_  atau duduk sejenak / istirahat tetap disyari’atkan, dan sunnah untuk dilakukan.*  Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya. Ini menunjukkan bahwa hal itu disunnahkan. Duduk istirahat adalah duduk yang ringan (bukan lama) ketika bangkit ke raka’at berikut, bukan bangkit dari tasyahud. (Baca: Al Majmu’, 3: 291).

>Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:
>“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imran [3]:31).

>“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS. Al Hasyr [59]:7).

^^^^^
@Tentang “Jalsah Istirohah”  ini, Imam Nawawi berkata:
>”Duduk istirahat tidak ada pada sujud tilawah, tanpa ada khilaf di antara para ulama.” _ (_Al Majmu’, 3: 292).

_“Jika imam tidak melakukan duduk istirahat, sedangkan makmum melakukannya, itu dibolehkan karena duduknya hanyalah sesaat dan ketertinggalan yang ada cumalah sebentar.” _ (_Al Majmu’, 3: 292).

>“Sudah sepantasnya duduk istirahat ini dilakukan oleh setiap orang karena hadits yang membicarakan hal itu adalah hadits yang shahih dan tidak ada bertentangan dengan hadits shahih yang lain.”


(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 48

(Sunnah Fi’il Dalam Sholat-4)

Klik _ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-48)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SUNNAH “PERBUATAN” (FI’IL) DALAM SHOLAT (lanjutan).
(6). MELAKUKAN SUJUD.
@Saat turun sujud dari ruku’ mana yang di dahulukan, “tangan atau lutut”. Para ulama terjadi i’tilaf, mana yang harus didahulukan, lutut atau tangan.

^Pendapat pertama, Tangan yang didahulukan
>Dari Ibnu Umar r.a, berkata: ^WA KAANA YADHO’U YADAIHI ‘ALAAL ARDHI QOBLA RUKBATAIHI / _”BeliauSholallohu ‘Alaihi Wasalam, *meletakkan kedua tangannya diatas tanah sebelum kedua lututnya”_
[HR. Ibnu Khuzaimah (1/76/1); Ad Daroquthni (131); Al Baihaqi (2/100); Al Hakim (1/226). Al hakim mengatakan hadits ini shahih sesuai dengan kritria Sahih Muslim]

>Dalam hadits yang lain: ^IDZAA SAJADA `AH̬ADUKUM FALAA YABRUK KAMAA YABRUKUL BA’IIRU / “Janganlah salah satu kalian turun untuk sujud sebagaimana bentuk turunnya unta ketika hendak menderum.” (HR. Abu Daud no. 840 dan An Nasai no. 1092. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

*>Kemudian ditambahkan: ^ WALYADHO’ YADAIHI QOBLA RUKBATAIHI / “Hendaknya dia letakkan tangannya sebelum lututnya.”

^Pendapat kedua, Lutut yang didahulukan
*>Dari Anas r.a, beliau berkata: ^ROAITU ROSULULLOHI SHOLALLOHU ‘ALAIHI WASALAM, AN H̬ATHO BITTAKBIIR, FASABAQOT RUKBATAHU YADAIHI / ”Saya telah melihat Rosululloh Sholallohu ‘’Alaihi Wasalam turun (untuk sujud) sambil takbir, dan kedua lutut beliau mendahului kedua tangannya.” [HR. Ad Daroquthni (132); Al Hakim (1/226); Al Baihaqi (2/99)]

*>Dalam Hadits yang lain: ^IDZAA SAJADA `AH̬ADUKUM FALAA YABRUK KAMAA YABRUKUL BA’IIRU / “Janganlah salah satu kalian turun untuk sujud sebagaimana bentuk turunnya unta ketika hendak menderum.” (HR. Abu Daud no. 840 dan An Nasai no. 1092. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

*>Kemudian ditambahkan: ^ WALYADHO’ RUKBATAIHI QOBLA YADAIHI / “Hendaknya dia letakkan lututnya sebelum tangannya.”

@Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,  “Adapun shalat (ruku’ turum kr sujud) dengan kedua cara tersebut maka diperbolehkan dengan kesepakatan ulama, kalau dia mau maka meletakkan kedua lutut sebelum kedua telapak tangan, dan kalau mau maka meletakkan kedua telapak tangan sebelum kedua lutut, dan shalatnya sah pada kedua keadaan tersebut dengan kesepakatan para ulama. Hanya saja mereka berselisih pendapat tentang yang afdhal.”  (Majmu’ Al Fatawa, 22: 449).

@Pendapat yang paling baik, manakah yang mesti didahulukan apakah tangan ataukah lutut, ini menimbang pada kondisi masing-masing orang. Mana yang lebih mudah baginya, itulah yang ia lakukan. Ada orang yang berat badannya, ada orang yang ringan. Intinya, tidak ada hadits shahih yang marfu’ -sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang membicarakan hal tadi. (Lihat Shifat Shalat Nabi karya Syaikh Abdul ‘Aziz Ath Thorifi, hal. 129).*

^^^^^
*@Melakukan sujud yang disunnahkan dan dicontohkan Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam (Kitab Sifat Sholat Nabi Syaikh Muhammad Nashiruddin Al AlBani, Bagian ke-10):

^Sujud dengan menempelkan 7 tulang.
^UMIRTU AN ASJUDA ‘ALAA SAB’ATI,  A’THUM  ‘ALAAL JABHATI, WA `ASYAARO BIYADIHI ‘ALAA ANFIHI, WALYADAIN, WARRUKBATAINI, WA ATHOROOFIL QODAMAIN. / “Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: (1) Dahi (termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), (2,3) telapak tangan kanan dan kiri, (4,5) lutut kanan dan kiri, dan (6,7) ujung kaki kanan dan kiri. ” (HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490)

>Dalam Hadits yang lain:, _“Kami diperintah sujud dengan *tujuh tulang, yaitu [1] dahi dan ia isyaratkan juga pada hidung, [2,3] dua tangannya, [4,5] dua lutut dan [6,7] dua ujung tapak kakinya.”_  (HR. Bukhari I : 197, Muslim I : 203)

>Hadits ‘Abbas bin ‘Abdul Muthalib r.a., _“Jika seorang hamba bersujud, bersujudlah bersamanya *tujuh anggota tubuhnya, yakni mukanya (dahi dan hidung), kedua tapak tangannya, kedua lututnya, dan kedua tapak kakinya.” _ (HR. Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).

>Jumhur ulama berpendapat bahwa dahi dan hidung itu seperti satu anggota tubuh. Untuk lima anggota tubuh lainnya wajib bersujud dengan anggota tubuh tersebut.

>Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Jika dari anggota tubuh tersebut tidak menyentuh lantai, shalatnya berarti tidak sah. Namun jika kita katakan wajib bukan berarti telapak kaki dan lutut harus dalam keadaan terbuka. Adapun untuk telapak tangan wajib terbuka menurut salah satu pendapat ulama Syafi’iyah sebagaimana dahi demikian. Namun yang lebih tepat, *tidaklah wajib terbuka untuk dahi dan kedua telapak tangan.” *_ (Syarh Shahih Muslim, 4:185)
^Meletakkan tangan juga wajah ke tempat sujud,
^WA KAANA YAQUULU: INNAL YADAINI TASJUDUUNI KAMAA YASJUDUL WAJHU / ”Beliau Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda: “Kedua tangan sujud sebagaimana wajah sujud.”

^FAIDZAA WADHO’A AḪADUKUM WAJAHADU FALYADHO’ YADAIHA, / ”Apabila seseorang di antara kalian meletakkan wajahnya, hendaknya dia meletakkan kedua tangannya.

^WA IDZAA ROFA’A, FALYAR FA’HUMAA / ”Dan apabila dia mengangkatnya, hendaknya dia mengangkat kedua tangannya.” [HR. Abu Daud (1/142); an Nasa’i (1/165);  Ibnu Khuzaimah (1/79/2), dari Abdullah bin Umar r.a].


^Rapatkan jari-jari tangan,  
@Dari Wail bin Hujr, ia berkata, ^ANNAN-NABIYYA SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA KAANA, IDZAA SAJADA DHUMMA `ASHOOBI’AHU / _“Ketika sujud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam *merapatkan jari jemarinya.” (HR. Hakim dalam Mustadrok 1:350. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

*>Dalam hadits lain, dari Wa’il bin Hujr, ia berkata: ”Bahwa keadaan Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bila ruku’, beliau renggangkan jari-jarinya dan apabila *sujud beliau kepit jarijarinya.” (HR. Hakim, Fiqhus Sunnah I : 136, Bukhari I : 197)


^Bertumpu pada telapak tangan, lengan diangkat: _“Janganlah membentangkan hasta (lengan), bertumpulah dengan tapak tangan dan renggangkanlah kedua tanganmu.” _ (HR. Ibnu Khuzaimah, Sifat Shalat Nabi : 148)

^Menegakkan siku-siku sehingga sejajar dengan bahu, Dari Barra’ bin ‘Ajib, Rsululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda:  ”Dan apabila kamu sujud, maka letakkan dua tapak tanganmu dan angkatlah dua sikumu.”  (HR. Muslim  I/204)

^Posisi perut dan paha dijauhkan, tidak menempel, tetapi juga tidak terlalu jauh seperti posisi “ndelosor” (spt anjing mau tidur) : _“Janganlah kamu menghamparkan hasta seperti anjing menghampar.” _ (HR. Ibnu Majah : 891, Tirmidzi : 274, Muslim I : 204)

^Lengan / hasta direnggangkan dari rusuk, jari kaki menghadap ke kiblat _”Ketika sujud diletakkannya dua tapak tangannya, lengannya (hasta) tidak diletakkan ke tempat sujud dan tidak dikepitkan ke rusuknya dan ujung jari kakinya dihadapkan ke arah kiblat.” _ (HR. Bukhari,  I/201)

^Melebarkan lengannya, ”Beliau melebarkan lengannya, sehingga anak kambing bisa lewat di bawah lengan beliau” (HR. Muslim dan Abu ‘Awanah).

>Keadaan diatas, (melebarkan lengan saat sujud), dikecualikan jika berada dalam shalat jamaah. karena kemungkinan akan manggangu jamaah yang berada  disebelahnya.  (Ini dapat dilakukan dalam keadaan sholat berjamaah yang shofnya agak direnggangkan seperti di saat pandemic ini)

>Syaikh Muhammad bin Shalih bin Shalih Al ‘Utsaimin membawakan suatu kaedah dalam masalah ini: ^INNA TARKAS-SUNNATI LIDAF’I, ADZAA AULAA MIN FI’LIS-SUNNATI MA’AL ADZAA / “Meninggalkan perkara yang hukumnya sunnah untuk menghindarkan diri dari mengganggu orang lain lebih utama dari mengerjakan hal yang sunnah namun mengganggu orang lain.”  (Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 3: 264).

>Imam Nawawi rahimahullah  menjelaskan dua adab awal ketika sujud, ini dengan mengatakan:

^“Hendaknya yang sujud meletakkan kedua telapak tangannya ke lantai dan mengangkat sikunya dari lantai.

^Hendaklah lengannya dijauhkan dari sisi tubuhnya sehingga nampak bagian dalam ketiaknya ketika ia tidak berpakaian tertutup (misalnya ketika ber ihrom)

>Inilah cara sujud yang disepakati oleh para ulama. Jika ada yang tidak melakukannya, maka dapat dihukumi shalatnya itu jelek, namun shalatnya itu sah.” Wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim, 4: 187).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^