Kamis, 22 Oktober 2020

Tingkatan Zikir

 Zikir memiliki tiga tingkatan, yaitu (1)Zikir yang disertai kelalaian; balasannya adalah penolakan dan laknat Tuhan. (2)Zikir yang disertai kehadiran hati; balasannya adalah kedekatan dan tambahan karunia Tuhan. (3) Zikir yang pelakunya tenggelam dalam zikir; balasannya adalah cinta, penyaksian, dan sambungan dengan-Nya.
 
Dalam hadist sahih, Nabi saw. bersabda,

“Segala sesuatu ada pengkilapnya. Pengkilap hati adalah zikir, dan zikir terbaik adalah ‘la ilaha illa Allah.”

Hati menjadi terang dan bersinar dengan zikir dan tafakur.

Majelis termulia dan terhormat adalah duduk tafakur dalam wilayah tauhid.

Tawakal adalah perbuatan hati, sementara tauhid adalah perkataan hati.

Pintu zikir adalah tafakur.
Pintu tafakur adalah kesadaran. Pintu kesadaran adalah zuhud. Pintu zuhud adalah kanaah (perasaan cukup).
Pintu kanah adalah memburu akherat.
Pintu akhirat adalah takwa.
Pintu adalah dunia.
Pintu dunia adalah hawa nafsu. Pintu hawa nafsu adalah tamak. Pintu tamak adalah angan-angan, dan angan-angan merupakan penyakit kronis yang sulit sembuh.
Pangkal angan-angan adalah cinta dunia.
Pintu cinta dunia adalah lalai. Kelalaian adalah penutup yang membungkus hati.
Dan, tauhid adalah obat yang dengan nama-Nya tak sesuatu pun berdampak bahaya:
 
Bismillahilladzii laa yadurru ma’asmihi syaiun fil ardhi walaa fissamaa’I wa huwas samii’ul ‘aliimu
(Bahasa Arab)
 
Dengan nama Allah dengan bersama nama-Nya tidak sesuatu pun baik di bumi maupun di langit mendatangkan bahaya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Sumber : Buku Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibn ‘Athaillah al-Sakandari

0 komentar:

Posting Komentar