Jumat, 30 Oktober 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 28

(Menjaga Sholat Sunnah Harian-11)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-28)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SHOLAT SUNNAH TAUBAT

*@Shalat taubat, atau disebut juga sholat sunnah istighfar, adalah shalat sunnah yang dikerjakan dalam rangka untuk mohon ampunan dari Alloh Ta’ala atas segala dosa maupun kesalahan yang telah diperbuatnya, dan insyaf atau menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya dengan bertekad tidak akan melakukan serta mengulangi perbuatan dosanya tersebut.

@Alloh Ta’ala berfirman, yang artinya:
>”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Alloh dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Robb-Mu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.” (QS At Tahrim []:8).

>Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqoroh [2]:22).

@Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda: ^MAA MIN ROJULIN YUDZNIBU DZAN-BAAN TSUMMA YAQUUMU FAYATA-THOHHARU TSUMMA YUSHOLLAA ROK’ATAINI TSUMMA YAS-TAGHFIRULLOHA ILLAA GHOFAROLLOHU LAHU / ”Tidaklah seorang yang berbuat satu dosa kemudian dia bangkit dan bersuci kemudian melakukan sholat dua roka’at kemudian memohon ampun kepada Alloh melainkan Alloh mengampuni dosanya” (HR. At Tirmidzi: 406, 3006)

>Kemudian beliau membaca firman Alloh Ta’ala: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali-Imran [3]:135).

@Ibnu Katsir menjelaskan, “Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 14/61, Muassasah Qurthubah.)*


@Sholat Sunnah Taubat, merupakan ”sholat sunnah yang dikerjakan karena sebab” termasuk ini adalah sholat sunnah hajat, sholat istikhoroh. Sedang ”sholat sunnah yang dikerjakan tanpa adanya sebab,” yaitu sholat sunnah rowatib, sholat tahajud, sholat dhuha,dll.

@Dengan demikian waktu pelaksanaan sholat sunnah taubat. hendaknya dilakukan bersegera saat menyadari telah melakukan khilaf, salah dan dosa. Tidak ada keterangan waktu pelaksanaannya, boleh dilakukan siang atau malam hari.

@Sholat Sunnah Taubat, dapat dilakukan dengan 2 roka’at satu salam. Boleh dilakukan  4 roka’at, atau 6 roka’at. Sholat taubat merupakan sholat nafilah yang disyariatkan untuk dikerjakan secara munfarid / sendiri.

@Setelah mengerjakan sholat sunnah taubat, dianjurkan memperbanyak membaca istighfar untuk memohon ampunan kepada Alloh Ta’ala. Dari Abu Bakar r.a. bahwa Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam  bersabda:
>”Hendaklah kalian membaca – laailaaha illalloh- dan beristighfar (astaghfirulloh) lalu perbanyaklah membaca keduanya, karena iblis berkata : Aku telah membinasakan manusia dengan dosa sedangkan mereka membinasakanku dengan – laailaaha illalloh dan istighfa,

>Lalu tatkala aku mengetahui demikian, maka aku binasakan mereka dengan (mengikuti) hawa nafsu hingga akhirnya mereka menyangka dan merasa bahwa sesungguhnya mereka sedang mendapatkan petunjuk (dan sedang berada diatas kebenaran)” (HR. Al Imam Al Hafidz Ibnu Ya’la).  

@Membaca Istighfar sebanyak-banyaknya:
^ASTAGHFIRULLOHAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL H̬AYYUL QOYYUUM WA ATUUBU ILAIH / ”Aku mohon pengampunan kepada Alloh yang tiada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.”

@Membaca Sayyidul Istighfar . disebutkan dalam hadis dari Syaddad bin Aus r.a, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Sesungguhnya  Sayidul Istighfâr (pemimpin istighfar) adalah seseorang hamba mengucapkan, :
^ALLAHUMMA ANTA ROBBII L ILÂHA ILL ANTA KHOLAQTANII,  WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU  A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI M SHONA’TU ABÛ`U LAKA BINI’ MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBII, FAGHFIRLΠ FA INNAHU L YAGHFIRU ADZ-DZUNÛBA ILL ANTA

^Ya Alloh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

@Keutamaan dari “Sayyidul Istighfar” ini*, sebagimana Rasululloh SAW sabdakan: “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.”  (Muttafaq alaih).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar