Sabtu, 24 Oktober 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 22

(Menjaga Sholat Sunnah Harian-5)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-22)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SHOLAT FAJAR

@Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda:   ^ROK’ATAAL FAJRI KHOIRUN MINADDUNYAA WAMA FIIHAA. / “Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”  (HR. Muslim no. 725 dari ‘Aisyah).

@Dari ‘Aisyah radhiyallâhu'anha berkata: Tidaklah Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam menjaga sesuatu dari shalat-shalat sunnah  lebih dari pada penjagaan Beliau terhadap rok’atal fajr (dua raka’at waktu fajar).”_  (HR Bukhari, no. 1163)

@Dalam hadits yang lain, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata : _”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu shalat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat shalat sunnah (sebelum) subuh.” (HR Bukhari 1093 dan Muslim 1191)

@Dari Ibnu Umar, beliau berkata bahwasanya Hafshoh Ummul Mukminin telah menceritakan kepadanya bahwa dahulu bila muadzin selesai mengumandangkan adzan untuk shalat subuh dan telah masuk waktu subuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat sunnah dua rakaat dengan ringan sebelum melaksanakan shalat subuh. ( HR Bukhari 583).

@Diceritakan juga oleh ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : ”Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamat shalat subuh.” (HR. Bukhari 584).

*>Saking ringannya kata ‘Asiyah radhiyallahu ‘anha: _ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan dua rakaat shalat sunnah subuh sebelum shalat fardhu Subuh, sampai-sampai aku bertanya : “Apakah beliau membaca surat Al-Fatihah?”_  (HR Bukhari 1095 dan Muslim 1189)

@Bacaan Surat Pada Setiap Roka’atnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : ^KAANA ROSULULLOH SHALLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM, YAQRO`U FII ROK’ATAL FAJRI: QUL YAA AYYUHAAL KAAFIRUUN, WA QUL HUWALLLOHU AHAD, WA KAANA YUSIRRU BIHIMAA / ”Rasululloh Sholallohu ‘Aalaihi Wa Salam membaca surat pada 2 rokaat sholat sunnah sebelum subuh: surat Al Kaafiruun dan surat Al Ikhlas, dan beliau mempelankan bacaannya.” (HR. Muslim :69 dalam Kitab Al Hajj). Dalam lafadz yang lain artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam dua rakaat shalat sunnah subuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas”  (H.R Muslim, 726)

>Dalam hadits yangm lain: “Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasalam  terbiasa membaca surat al-Kafirun dan al-Ikhlas ketika mengerjakan 2 rakaat sebelum subuh dan 2 rakaat setelah maghrib,” (HR. Thabrani-7304; Juga dalam HR. Achmad 4704, An Nasai-992, Turmidzi 431, dari A’isyah r.a).

@Keutamaan Sholat Sunnah Fajar. Dari ‘Aisyah r.a, Nabi Shallallohu 'Alaihi Wasallam, bersabda: ^ROK’ATAL FAJR MINADDUN-YAA WA MAA FIIHAA / _“Rok’atal fajr (dua raka’at waktu fajar), lebih baik daripada dunia dan segala yang ada padanya”. (HR Muslim, no. 725)

@Sholat Sunnah fajar lebih utama dilakukanlah dirumah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jadikanlah shalat (sunnah) kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari  1187)

_>Dalam hadits yang lain:* _“Sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari no. 731 dan Ahmad 5: 186, dengan lafazh Ahmad)

@Jika terluput melakukannya hendaknya segera melakukannya ketika ia ingat, ^MAN LAM YUSHOLLA ROK’ATAYILFAJRI HATTA TADLU’ASY-SYAMSU FALYUSHOLLAHIMAA / ”Barang siapa yang belum mengerjakan dua roka’at sunnah sebelum subuh sampai matahari tebit, maka hendaklah dia tetap mengerjakannya.” (HR. Al Baihaqi dalam As-Sunanul Kubro: 2/484, sanadnya jayyid / bagus, dan Munhajul Muslim)

>Dalam hadits yang lain: Dari Abu Hurairah _rahidyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: _“Barangsiapa yang belum shalat sunnah dua rakaat subuh maka hendaknya melakukannya setelah terbit matahari”. (HR. At Tirmidzi  424, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi: 1/133).

>Diqodho’ setelah setelah selesai shalat subuh. Dari Qais bin Qahd radhiyallahu’anhu, bahwasanya ia shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan belum melakukan shalat sunnah dua rakaat qabliyah subuh. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah salam maka ia pun salam bersama beliau, kemudian ia bangkit dan melakukan shalat dua rakaat qobliyah subuh, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat perbuatan tersebut dan tidak mengingkarinya.”_  (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi: 1/133).

@Berbaring sejenak setelah sholat sunnah fajar.  >“Apabila muadzdzin telah selesai adzan untuk shalat subuh, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum shalat subuh, beliau shalat ringan lebih dahulu dua rakaat sesudah terbit fajar. Setelah itu beliau berbaring pada sisi lambung kanan beliau sampai datang muadzin kepada beliau untuk iqamat shalat subuh.” (HR Bukhari 590)

>Para ulama ada ikhtilaf tentang berbaring sejenak ini. Anas bin Malik, Abu Hurairah r.a dan Ulama Syafiiyah (hukumnya sunnah secara mutlak); Madzhab Abu Muhammad bin Hazm, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (Hukumnya wajib); Ulama shalaf, Ibnu Mas’ud, Ibnul Musayyib, dan An Nakha’I, Al Qadhi ‘Iyad rahimahullah (Hukumnya Makruh); Ibnul ‘Arabi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahumallah. (Hukumnya mustahab / dianjurkan,  dengan syarat: tidak dilakukan di masjid dan mampu bangun kembali untuk sholat subuh).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar