Kamis, 22 Oktober 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 19

(Menjaga Sholat Sunnah Harian-2)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-19)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SHOLAT TAHAJUD

#QIYAMULLAIL.
@Artinya, menghidupkan malam yaitu mencakup semua kegiatan ibadah di malam hari, baik berupa shalat malam, membaca Al-Quran, belajar atau mengkaji ilmu agama, atau dzikir.  Baik dilakukan sebelum tidur maupun sesudah tidur.

@Sholat malam adalah sholat sunnah yang utama, Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan adalah puasa muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim, no. 1163).

@Orang yang tidak bangun untuk sholat malam itu, seperti yang diceritakan Abdullah bin Mas’ud,: ”Pernah diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang tidur malam hingga shubuh. Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan telah kencing pada kedua telinganya,” (HR. Bukhari, no. 1144; Muslim, no. 774)

@Shalat malam sebagai sholat sunnah sebaiknya dilakukan di rumah,  Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda: sebaik-baik sholat dirumah kecuali sholat maktubah / fardhu (HR. Bukhari-Muslim);  Ini maknanya sholat sunnah ini agar dijauhkan dari ria’ dan sum’ah. Disaat orang tidur, bangun untuk sholat.

@Sholat Tahajud (tahajud artinya bangun tidur). adalah sholat sunah yang dikerjakan di malam hari atau pada sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Sholat tahajjud termasuk sholat sunnat mu'akad (shalat yang dikuatkan oleh syara').

^^^^^
#PERNTAH SHOLAT TAHAJUD.
@Perintah Sholat Sunnah yang disebut dalam Al Qur’an adalah “Tahajud”, ^WA MINALLAiLI FATAHAJJAD BIHI NAAFILATAN LAKA 'ASAA AN YAB 'ATSAKA ROBBUKA MAQOOMAN MAHMUUDAA / Dan pada sebahagian malam, bertahajudlah (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat ke tempat yang terpuji”.  (QS. Al_Isyra’ [17]:79), Baca juga (QS. Al Muzzammil [73] :2,3,4)

@Alloh Ta’ala juga berfirman:
^TATAJAAFAA JUNUUBUHUM ‘ANIL MADHOOJI’I YAD’UUNA ROBBAHUM KHOUFAW WA THOMA’AW WA MIMMAA ROZAQNAAHUM YUNFIQUUN / ”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (banyak-banyak sholat malam), mereka berdo’a kepada Robbnya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian rezeqinya yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. as-Sajdah [32]:16).

^KAANUU QOLIILAM MINAL-LAILI MAA YAHJA’UUN, WA BIL AS-HAARI HUM YASTAGHFIRUUN / _“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada alloh.” _ (QS. Az-Zariyat [51]:17-18)

@Hadits : Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam saat ditanya diantara sekian banyak macam sholat yang lebih utama sesudah sholat fardhu, Rasululloh SAW menjawab “Sholat dalam rongga malam_ (HR Jamaah, kecuali Bukahri dan Abu Hurairah).

@Niatkan untuk bangun sholat malam,  Rasululloh SAW bersabda : ”Barang siapa yang mau tidur dan berniat akan bangun melakukan sholat malam, tetapi tertidur sampai pagi, dituliskan untuknya apa yang diniatkannya dan tidurnya merupakan sedekah Tuhan untuknya” (HR Ibnu Majah dan An Nasa’I dari Abu Darda).

@Sholat tahajud menjadi kebiasaan orang sholeh,  Nabi SAW bersabda; “Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa” (Lihat Al Irwa’ no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

@Sebaik-baik orang adalah yang melaksanakan shalat tahajud. Nabi SAW pernah mengatakan mengenai ‘Abdullah bin ‘Umar,  “Sebaik-baik orang adalah ‘Abdullah (maksudnya Ibnu ‘Umar) seandainya ia mau melaksanakan shalat malam.” Salim mengatakan, “Setelah dikatakan seperti ini, Abdullah bin ‘Umar tidak pernah lagi tidur di waktu malam kecuali sedikit” (HR. Bukhari no. 3739, dari Hafshoh.)

^^^^^
#WAKTU SHOLAT TAHAJUD
@Alloh Azza wa Jalla berfirman:  ^WA MINAL-LAILI FA TAHAJJAD … /Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah….” (QS.  Al-Israa' [17]:79).

@Pada sebagian malam,  boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam. Ini semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

@ Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda tatkala beliau ditanya, “Apakah sholat yang lebih utama selain dari sholat fardu yang lima?” Jawab beliau, “Sholat tengah malam”  (HR Muslim dari Abu Hurairah).

@Ibnu Hajar menjelaskan :  “Sesungguhnya waktu shalat malam dan tidur yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbeda-beda setiap malamnya. Beliau tidak menetapkan waktu tertentu untuk shalat. Namun beliau mengerjakannya sesuai keadaan yang mudah bagi beliau.” (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i, 3/23, Darul Ma’rifah Beirut, 1379.)

@ Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda,
>“Sesungguhnya puasa yang paling dicintai di sisi Allah adalah puasa Daud,  dan shalat yang dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Beliau biasa tidur di separuh malam dan bangun tidur pada sepertiga malam terakhir. Lalu beliau tidur kembali pada seperenam malam terakhir. Nabi Daud biasa sehari berpuasa dan keesokan harinya tidak berpuasa.”  (HR. Bukhari no. 1131 dan Muslim no. 1159, dari ‘Abdullah bin ‘Amr.).

>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan shalat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar (ke masjid).”  (HR. Bukhari no. 1146, dari ‘Aisyah r.a).

_>“Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga yang terakhir. Sayang sedikit sekali orang yang melaksanakannya” _ (HR Ahmad).

_>”Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang me inta kepadaKu niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit” _ (HR Bukhari dan Muslim).

>“Hai sekalian manusia, sebar luaskanlah salam dan berikanlah makanan, serta kerjakanlah sholat pada waktu manusia sedang tidur supaya kamu masuk surga dengan selamat”  (HR Tirmidzi dari Abdullah bin Salam).

^^^^^
@Waktu Utama Sholat Tahajud, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda: “Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758, dari Abu Hurairah r.a). ***

^^^^^
#JUMLAH ROKA’AT SHOLAT TAHAJUD YANG DISUNNAHKAN.
@Tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at. Dan inilah yang sering dilakukan Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam, ‘Aisyah mengatakan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan shalat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat tiga raka’at.” (HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738.).

@Sebanyak 13 rokaat Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat malam 13 raka’at ” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764.).

@Zaid bin Kholid Al Juhani mengatakan,  _ “Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam._
>Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan.
>Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 raka’at yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya.
>Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan* dari sebelumnya.
>Beliau pun lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya.
_>Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya.
>Lalu terakhir beliau berwitir sehingga jadilah beliau laksanakan shalat malam ketika itu 13 raka’at.” ( HR. Muslim no. 765).
>Ini berarti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan *witir dengan 1 raka’at. (Lihat Al Muntaqo Syarh Al Muwatho‘, 1/280, Mawqi’ Al Islam.).
 

@Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan”. Maksudnya, sebagaimana yang dikatakan ‘Aisyah r.a: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan shalat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat dua rak’at yang ringan.”  (HR. Muslim no. 767.)

@Dalam hadits lain, Dari Abdullah bin Umar r.a dia berkata: Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasalam  yang saat itu beliau berada di atas mimbar, Bagaimana cara mengerjakan shalat malam?”  

>Beliau  menjawab, *^SHOLAATUL-LAILI MATSNAA-MATSNAA,  FAIDZAA KHOSYIYA AHADUKUMUSH-SHUBHA *SHOLLAA ROK’ATAN WAAHIDAH, TUUTIRU LAHU MAA QOD SHOLA  /

>“Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar.).

@Lalu bagaimana dengan hadits ‘Aisyah,  ^MAA KAANA YAZIIDU FII ROMADHOONA WA LAA GHOIRIHI ‘ALAA IHDAA ‘ASYROTAN ROK’ATAN / “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at ” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738).

@Jawabannya, kalau kita mau “ihyaa us sunnah” menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW, pilihannya adalah mengikuti yang dicontohkan Beliau SAW, karena pesannya: ^SHOLLU KAMMA ROAITUMUNI USHOLLI / Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat. (HR. Bukhari)

@Dan shalat yang paling bagus, kata Nabi SAW,  ^AFDHOLLU SHOLAATI THUULUL QUNUUT” / “Shalat yang paling baik adalah yang paling lama berdirinya.”  (HR Muslim No. 756 dari Jabir).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wallôhu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatullôhi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

0 komentar:

Posting Komentar