Kamis, 29 Oktober 2020

Pandemi Covid-19: Antara Teknologi dan Dedikasi

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan juga pendidikan. Saat ini, 68 juta peserta didik di Indonesia terdampak Covid-19. Mereka semua terpaksa belajar dari rumah. Tidak hanya peserta didik, sedikitnya 13 juta pendidik juga menjadi pendidik dari rumah selama wabah yang telah menutup akses pendidikan tatap muka sejak Maret 2020.

Akibatnya, pendidikan perlu adaptasi secara drastis terhadap perubahan yang mendadak ini. Merespon naiknya permintaan atas kebutuhan akses pembelajaran, banyak platform pembelajaran yang memberikan akses gratis terhadap penggunanya seperti Rumah Belajar, Ruang Guru, Quipper, dll. Platform tersebut memberikan kemudahan pendidik dan peserta didik dalam melanjutkan proses pembelajaran secara daring. 

Tentu pendidik haruslah berinovasi dan berpikir kreatif untuk dapat menyesuaikan materi yang tersedia dalam platform tersebut. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan bahwa peserta didik akan merasa kesulitan dalam memahami materi yang disajikan karena tidak sesuai dengan karakteristiknya. Oleh karena itu, pendidik perlu memodifikasi dan mencari alternatif lain agar materi dan cara penyampaian materi dapat digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik di sekolahnya.

Tantangan Pembelajaran di Masa Pandemi

Pintu sekolah telah ditutup selama beberapa bulan untuk dapat menghentikan penyebaran Covid-19. Sudah banyak upaya yang dilakukan untuk dapat menggunakan kemajuan teknologi dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Pada saat yang sama, bidang pendidikan menghadapi beberapa tantangan dalam penggunaan teknologi.


  • Tempat yang tenang untuk belajar di rumah

Sekolah adalah tempat yang nyaman dan terpusat untuk belajar. Peserta didik memerlukan ruang yang tenang dan kondusif untuk dapat memahami materi dari pendidik, begitupun sebaliknya. Namun, hal ini justru merupakan kendala utama karena saat pembelajaran daring tidak semua dapat memiliki situasi yang tenag di rumah.

  • Fasilitas yang mendukung 

Meskipun jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini meningkat pesat, perlu digarisbawahi bahwa masih banyak peserta didik yang terkendala fasilitas saat melaksanakan pembelajaran daring. Mulai dari tidak memiliki gawai, kuota, maupun jaringan internet. Tentu jika unsur tersebut tidak dimiliki maka akan menjadi nihil bagi peserta didik untuk dapat mengikuti proses pembelajaran daring.

  • Tidak semua sekolah memanfaatkan platform pembelajaran daring

Telah disebutkan sebelumnya bahwa telah banyak platfrom digital yang memberikan akses gratis terhadap layanannya. Namun, hal ini akan kembali lagi pada kebijakan sekolah apakah akan memanfaatkan layanan tersebut atau tidak. Tidak jarang kita temui peserta didik maupun pendidik yang sama sekali tidak tahu mengenai platform gratis tersebut.

  • Kemampuan guru menggunakan teknologi

Sudah sedari awal, pendidik memang dituntut untuk selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Bahkan di masa pandemi seperti ini, adaptasi terhadap teknologi menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Sayangnya masih banyak pendidik yang belum mampu mengoptimalkan teknologi untuk mendukung pembelajaran.

Pembelajaran Menyenangkan Bersama Teknologi Terkini 

Proses pembelajaran secara daring maupun luring selama masa kebiasaan baru di tengah pandemi mengakibatkan banyak ditemui peserta didik yang mulai jenuh. Hal ini dapat terlihat dari rendahnya respon peserta didik saat pembelajaran, tingginya jumlah peserta didik yang tidak menyelesaikan tugas, serta rendahnya kehadiran siswa dalam pembelajaran. Perilaku peserta didik tersebut merupakan indikator bahwa pembelajaran yang disajikan kurang mampu meningkatkan minat dan motivasi peserta didik.

Menurut Dryden & Vos (2000: 213) semangat belajar akan muncul apabila tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan dan pembelajaran tersebut akan efektif apabila peserta didik merasa senang. Pembelajaran yang menyenangkan dapat tercipta melalui perencanaan dan penerapan yang matang oleh pendidik. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan tidak hanya sebatas pada pembelajaran daring, tetapi juga pembelajaran luring. Hal ini dikarenakan semuanya memiliki titik jenuhnya masing-masing.

  • Ciptakan suasana yang menyenangkan 

Bangunlah suasana yang menyenangkan di dalam kelas baik itu daring maupun luring. Suasana yang menyenangkan akan mencegah kejenuhan peserta didik dan sekaligus dapat meningkatkan minat belajarnya. Hal mudah yang dapat dilakukan adalah dengan tidak terlalu kaku dalam percakapan, misal dalam menyapa untuk mengawali pembelajaran atau dalam mengingatkan peserta didik untuk mengumpulkan tugas.

Pada pembelajaran daring, menciptakan pembelajaran menyenangkan dapat bervariasi tergantung platform yang digunakan. Pendidik dapat berinovasi dengan memberikan stiker, pesan suara, ataupun video. Sedangkan pada pembelajaran luring, pendidik dapat memberikan ice breaking untuk memecah kejenuhan peserta didik.

  • Desain materi yang disampaikan

Di tengah kemajuan teknologi tentu sudah sangat tertinggal jika pendidik masih menggunakan lembar kerja formal seperti dahulu. Pendidik bisa meluangkan waktu untuk menggunakan aplikasi Canva dalam mendesain materi yang akan disampaikan.

Pemberian desain tambahan pada materi ini bertujuan untuk menarik minat belajar peserta didik. Pendidik dapat memanfaatkan  berbagai macam template yang telah tersedia secara gratis dan mudah digunakan dalam aplikasi Canva.

Bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran daring, softfile materi dapat dibagikan dan peserta didik dapat langsung mengisinya pada halaman tersebut. Sedangkan dalam pembelajaran daring, materi dapat diprint kemudian diberikan kepada peserta didik.

  • Kegiatan interaktif

Peserta didik perlu melakukan kegiatan yang menunjang proses pemahaman materi selain dari membaca materi atau melihat video. Pendidik dapat menyajikan kegiatan interaktif agar peserta didik dapat lebih tertarik. Kegiatan interaktif juga memungkinkan peserta didik terlibat aktif dalam proses penemuan suatu materi.

Contohnya untuk pembelajaran matematika tingkat SMA yang memiliki cakupan materi cukup abstrak dan dihiasi banyak rumus. Pendidik dapat menyajikan kegiatan interaktif dari halaman GeogebraInteractive Maths dan Online Math Learning. Halaman tersebut menyajikan berbagai kegiatan matematika interaktif dari berbagai jenjang, sehingga memudahkan pendidik untuk dapat memilih dan menyesuaikan dengan materi yang sesuai.

  • Gunakan permainan untuk evaluasi

Mayoritas pendidik menggunakan Google Form untuk evaluasi pembelajaran daring. Pendidik perlu mencoba untuk menggunakan Kahoot atau Quizizz sebagai variasi. Platform tersebut menawarkan evaluasi yang dapat dikustom sesuai keinginan pendidik. Ada pilihan untuk evaluasi berbentuk pilihan ganda maupun benar salah yang dapat dipilih. Evaluasi dengan tampilan permainan dan pemberian tantangan akan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik daring dan luring.

  • Manfaatkan YouTube

Segala tantangan perubahan yang begitu cepat seperti tidak memberikan jeda bagi pendidik untuk terus mau berkembang memanfaatkan teknologi untuk menunjang pembelajaran. Tidak jarang dibutuhkan banyak panduan untuk menggunakan suatu aplikasi maupun platform lain. untuk mengatasi kendala tersebut, pendidik dapat memaksimalkan kehadiran YouTube. YouTube menawarkan banyak video tutorial dan materi pembelajaran yang dapat diakses secara gratis, kapanpun dan dimanapun.  Pendidik tidak perlu pusing lagi untuk membuat video penyampaian materi maupun mencari tutorial tertentu, karena semua dapat ditemukan dengan mudah.

Teachers who love teaching teach children to love learning.
-
Robert John Meehan

Peserta didik yang merasa senang saat pembelajaran tidak lepas dari dedikasi pendidik dalam mencintai proses pembelajaran. Dalam hal pembelajaran, pendidik dapat menambah wawasan melalui laman Guru Penggerak Indonesia. Laman tersebut diciptakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan sosialisasi teknologi informasi dan komunikasi kepada seluruh pengguna; mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyimpan data serta informasi dan memberikan layanan bagi manajemen dan pelaksanaan program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pandemi Covid-19 tidak bisa selamanya memisahkan pendidik dari peserta didiknya. Hadirnya  teknologi mampu menjembatani pertemuan pendidik dan peserta didik baik secara virtual maupun langsung. Akhirnya, semua kembali pada pilihan pendidik, mau menyeberangi jarak yang tercipta karena pandemi dengan teknologi atau selamanya terkurung dalam pembelajaran yang monoton dan membosankan?

***

PROFIL PENULIS

Randha Ayu Nurlianadewi, S.Pd., Gr.

Dilahirkan di Palu pada tanggal 16 Juli 1994. Merupakan sarjana lulusan Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta. Penulis adalah salah satu pengajar di SMAN 1 Karangkobar yang meyakini bahwa matematika dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan.

disalin dari https://www.nurlianadewi.com/2020/10/peran-teknologi-dalam-pembelajaran.html

0 komentar:

Posting Komentar