Sabtu, 17 Oktober 2020

ORANG MISKIN MENCARI PEKERJAAN, ORANG KAYA MEMBANGUN JARINGAN

Sahabat di Cerdas Finansial, Robert T Kiyosaki mengatakan apa  perbedaan yg dikerjakan oleh orang miskin dengan orang kaya. Pada umumnya orang miskin mencari pekerjaan,  hasilnya digunakan utk menghidupi dirinya. Mereka hidup semewah mereka bisa dan akan terus kekurangan uang.

Sebaliknya pada orang kaya, mereka bukan mencari pekerjaan, tetapi membangun jaringan. Entah jaringan bisnis, atau jaringan investasi.

MENGIKUTI MENTOR
Guru ngaji yang sudah mendapatkan Penghasilan Pasif.


Imam Zarkasi berlatar belakang guru dan petani. Pagi mengajar di sekolah swasta,  sore mengajar ngaji di diniyah. Dan di hari libur tetap bekerja sebagai petani.  Keluarga selalu mengajarkan Imam untuk menjadi orang yg baik,  namun tidak mengajarkan untuk menjadi kaya.
Dengan gaji dari guru sukwan yg jauh dari kata cukup dan hasil sawah yg tidak menentu,  kehidupan Imam sering keluar masuk koperasi,  gali lobang tutup lobang.

Imam sangat beruntung kenal dengan grup Peningkatan Plafon Rejeki asuhan dr. Sigit Setyawadi,  dari link yg di japri oleh pak Chozinatul Asrori (satu grup dalam grop WA pertanian)  
Imam mulai mendengarkn ATBS,  membaca materi ebook dll, Imam menemukan banyak yg salah di bidang finansial.  Setelah selesai mendengarkan ATBS Imam memutuskan untuk
hadir di seminar inspirasi dan visi yg ditunjuk.

Di seminar bulan Juli 2017 itu mata Imam terbuka bahwa ada kehidupan lain yg jauh diatas kehidupan Imam selama ini, dr. Sigit Setyawadi serta mentor yang lain yang mengarahkan Imam.

Kemudian Imam ikuti saja apa arahan mentor, dunia membuka selembar demi selembar untuk Imam. Awalnya penuh keragu-raguan, tetapi Imam sami'na wa atho'na saja dengan mentor mentor seperti pak Chozin, pak Sigit. Disuruh melakukan ini Imam lakukan, disuruh begini lakukan nggak pakai membantah atau berkomentar. Menurut dr. Sigit, kita sedang memasuki hutan lebat yg tidak dikenal yaitu dunia kuadran kanan dan berpenghasilan besar. Jadi ikuti saja mentor jangan belak belok atau ambil inisiatif sendiri

Tepat setahun setelah hadir di seminar itu dua kapal sudah Imam bakar.

1. Sawah yg dulu di garap full,  kini sudah di sewakan pada tetangga yg lebih butuh dengan sistem bagi hasil.

2. Imam sowan ke yayasan tempat mengajar untuk mengajukan pensiun dini. Dan menyerahkan posisinya pada yg lebih membutuhkan. Karena banyaknya lulusan tenaga pendidik yg belum terserap.
Di sini banyak yg bertanya. Apa pak Imam tidak eman sebentar lg akan di ajukan sertifikasi lho,, Imam hanya tersenyum.
Karena penghasilan Imam sudah setara dengan berkali lipat gaji PNS, itu sudah cukup untuk makan di desa. Apalagi pasti akan naik terus mengejar plafon rejeki yg sudah Imam pasang.

Imam mulai mengerjakan kegiatan sosial yg lain.  Di setiap bulan Ramadan biasanya selalu berharap THR, kemarin sudah bisa memberi THR.

Di diniyah yg di kelolanya yg ustad ustadzahnya hanya di beri hiburan "iklas mengajar surga balasannya (alias tanpa gaji).  Kini sudah mulai ada bisaroh / gaji untuk ustad ustazahnya.
Berkat sami'na wa atho'na pada orang yg sudah di anggap mentor, dr. Sigit Setyawadi SpOg.

Kuncinya jangan setengah setengah ! Semua harus diikuti full !!

0 komentar:

Posting Komentar