Senin, 05 Oktober 2020

Materi KNB (Kelas Nulis Buku)#1. Tentang Menulis Cepat

 Teman-teman semua. Untuk bisa menulis dengan cepat Saya akan berikan ilustrasi sederhana.

*Bayangkan Anda sedang kuliah, dan besok akan ada akan ikutan ujian yang menentukan kelulusan Anda.

Ujiannya mengisi soal esai ada 20 soal. Anda harus mengisinya 4 halaman kertas HVS full dan ujian akan dilakukan jam 08.00-10.00 (2 jam)

Eh ternyata Anda kesiangan. Bangun jam 08.00.

Langsung Anda siap-siap pergi ke kampus. Perjalanan ke kampus 1 jam.

Anda sampai jam 09.00 terlambat.

Waktu tinggal 1 jam lagi. Karena kasian akhir petugas ujian mempersilahkan Anda masuk untuk mengerjakan soal. Dengan syarat Anda harus mengisi semua soal sebanyak 4 halaman HVS full.

Anda tumpahkan semua isi dalam kepala Anda untuk menjawab semua soal. Tangan Anda tidak berhenti menulis. Pegel, pusing, tapi Anda tidak berhenti sampai target tercapai.

Yah Anda akan ngebut isi semua soal.

Gak peduli isi tulisan berantakan atau kurang rapi, yang jelas gimana caranya semua soal terjawab full 4 halaman HVS.

Akhirnya dengan seluruh kekuatan, pikiran, fokus, tenaga dalam 1 jam semua soal bisa Anda isi full.

Bahkan saking ngebutnya Anda tidak sempat mengecek, membaca ulang, mengoreksi hasil jawaban Anda karena buru-buru takut gak kekejar isi semua soal.
 

Begitu pun dengan teknik nulis cepat.

Jika target Anda 1 jam 4 halaman. Maka buatlah kondisi seperti kondisi sedang terlambat ujian di atas.

"Tapi bang, nanti tulisan saya berantakan. Tulisan saya gak karuan. Itu gimana?"

Saya jawab biarkan saja.

"Nanti tulisan gak berkualitas. Sembarangan."

Saya jawab, biarkan saja.

Anda fokus nulis. Ngebut. Sampai gak sempat baca tulisan Anda, sampai gak sempat memperbaiki tulisan Anda.

"Tapi kalau cara nulis kebut-kebutan kaya gini kan jadi aneh, tulisan berantakan, gak karuan."

Saya itu nulis harus tenang, nyantai, tulisan dibaca-baca berulang-ulang, dikoreksi, diperbaiki sampai pas.

Begini teman-teman semua... Alasannya kenapa Anda harus ngebut.

#1. Pada tahapan menulis, yang Anda butuhkan adalah fokus mengeluarkan apa yang ada dalam isi kepela Anda sesuai dengan hal yang ingin Anda tulisan.

Anda gak nulis sembarangan, bebas asal-asalan.
Anda nulis karena ada pertanyaan yang mengarahkan Anda untuk menulis. Menulis jawab jawaban dari pertanyaan.

Dalam menulis buku maka mengarahkan Anda menulis adalah kerangka yang sudah Anda buat.

2. Dengan dikebut maka fokus kita akan terjaga. Pikiran anda akan terpicu untuk menghasilkan banyak ide yang akan Anda tulis. Pokoknya apa yang terlintas dipikiran dan perasaan tulis!

Secara psikologis, pikiran kita akan terstimulasi untuk menghasilkan ide-ide yang siapa untuk ditulis.


3. Gpp tulisan Anda jelek asalkan semuanya sudah ditumpahkan dalam tulisan.

Kan kalau tulisan sudah selesai bisa perbaikannya, masuk pada fase Self editing. Setelah tulisan jadi baru dibaca, baru diperbaiki. Jangan sampai tulisan belum jadi, masih ditengah jalan, udah dibaca ulang dan diperbaiki.

Itu akan membuat Anda terhambat dalam menulis.

Saat nulis fokus nulis jangan sambil ngedit, atau baca hasil tulisan sebelum selesai.

Karena pikiran kita hanya bisa fokus pada satu aktivitas.

Sementara baca, tulis, edit adalah disiplin yang berbeda, itu akan membuat Anda lelah pikiran Anda jika dilakukan secara bersamaan.

Yah akan lelah nulis 1 halaman saja berjam2, cape dan membosankan.

Yang lebih parah.

Makin tulisan diperbaiki, makin kacau. Ide bisa melebar kemana-mana.

Baru nulis setengah halaman, dibaca, terus diperbaiki. Nulis lagi sampai 1 halaman, terus dibaca diperbaiki lagi.

Nulis lagi jadi 1,5 halaman dibaca lagi, diperbaiki lagi.

Terus dibaca dari awal, eh masih saja ada yang harus diperbaiki.

Begitu terus... Sampai akhirnya Anda lelah.

Alhasil sudah berjam-jam 2, 3 halaman gak kelar-kelar.

Ada yang begitu????

Pantesan tulisan gak selesai-selesai.

Akhirnya... Pikiran Anda cape dan malas nulis lagi.

Bilang deh nulis itu cape, berat. Saya gak punya bakat nulis dll. Saat itulah Anda mengalami metal block.

Jadi agar bisa nulis cepat, maka:

1. Fokus pada menulis sesuai dengan target yang ditentukan. Lalu berikan waktu batas menulis.

Misalnya 2 jam 4 halaman. Fokus nulis gunakan waktu dan fokus untuk mengejar target.

2. Jangan baca hasil tulisan Anda, apalagi dikoreksi sebelum tulisan selesai. Kalau baca, maka Anda akan muter-muter terus. Seperti yang sudah saya jelaskan

Gak boleh!!!

Nanti dibacanya kalau udah selesai.

Ibarat bikin rumah. Rencana sudah ada, kerangka sudah siap.
Tinggal bangun. Bangun pondasi, bangun dinding. Rumah belum jadi, rumah anda sudah dihias. Dindingnya dicat diperhalus. Padahal rumah jadi juga belum. Kira2 konyol kan?

Begitulah orang yang nulis sambil memperbaiki tulisan padahal tulisan belum jadi....

Kesimpulan Materi malam ini

1.Fokus nulis sampai selesai.

2. Jangan baca atau koreksi hasil tulisan sebelum selesai.

Nulisnya pakai target. Target halaman dan waktu (sesuai) dengan rencana buku yang sudah ditulis.
Kenapa gak boleh baca, dan koreksi tulisan sebelum tulisan selesai karena akan membuat proses nulis makin berat.

Bayangkan jika baru nulis 1 halaman.

Lalu dibaca, pasti akan gatel untuk memperbaiki.

Setelah diperbaiki nulis lagi, dapat setengah halaman.

Baca lagi dari awal.

Eh yang udah diperbaiki, kok masih ada yang salah, diperbaiki lagi, malah kadang ada yang dihapus, ragu. Lalu ditambahkan dll.

Soalnya makin diperbaiki tulisan makin banyak yang salah. Makin diperbaiki makin ditambah tulisan makin ngacak kemana-mana.

Akhirnya pikiran anda lelah sendiri.

Dan merasa nulis itu berat, lama, cape.

Besoknya mau nulis lagi kok malas. Karena lama, cape dan salah mulu.

Nulis cuma 2 halaman. Bisa berjam-jam.

 

0 komentar:

Posting Komentar