Kamis, 22 Oktober 2020

KONDISI HAMBA BERZIKIR

Kondisi hamba terbagi empat, yaitu: (1) Kondisi taat; Hamba mengingat-Nya dengan melihat karunia Allah padanya sehingga mendapat taufik untuk taat. (2) Kondisi bermaksiat ; Hamba mengingat-Nya dengan hijab dengan tobat. (3) Kondisi mendapat nikmat; Ia mengingat-Nya dengan syukur. (4) Kondisi sulit; Ia mengingat-Nya dengan sabar.
 
Dalam zikir mengingat Allah terdapat lima hal: rida Allah, kehalusan hati, tambahan kebaikan, perlindungan dari setan, dan keterhalangan dari maksiat.

Tidaklah hamba berzikir mengingat-Nya kecuali itu terwujud berkat zikir-Nya terhadap si hamba.

Tidaklah kaum arif mengenal-Nya kecuali karena Allah Swt. memperkenalkan diri kepada mereka.

Tidaklah para ahli tauhid mengesakan-Nya kecuali dengan ilmu yang Allah ajarkan kepada mereka.

Tidaklah golongan taat mematuhi-Nya kecuali atas taufik-Nya kepada mereka.

Tidaklah kelompok pecinta mencintai-Nya kecuali dengan kecintaan kepada-Nya yang Allah tanam pada diri mereka.

Tidaklah pembangkang menduharkai-Nya kecuali karena dibiarkan-Nya.

Setiap nikmat-Nya adalah karunia dan setiap ujian-Nya adalah ketentuan.

Apa yang disembunyikan oleh masa sebelum ditampakkan oleh masa sesudah.

Seorang penyair menggubah:

Wahai Yang senantisa memberi karunia, apa yang mesti kuucap?
Karunia zikir dengan mengingat-Mu dengan sesuatu yang dikenal adalah zikir itu sendiri
Dengan zikir kepada-Mu tariklah diriku dan tutunlah kepada petunjuk
Petunjuk-Mu lewat jalan kebenaran adalah sinar dan cahaya
Tunjukilah aku amal yang yang Kau ridai, wahai Tumpuan harapan
Fasihkanlah lisanku untuk mengucap zikir kepada-Mu
 
Ketahuilah, kalimat tauhid berada diantara penafian dan penetapan. Awalnya adalah “la ilaha (tiada Tuhan)”, dan ini merupakan penafian, sikap berlepas diri, dan pengingkaran. Sementara, akhirnya adalah “illa Allah (selain Allah)”, dan ini merupakan penetapan, pengakuan, keimanan, tauhid, makrifat, penyerahan diri, kesaksian, dan cahaya.

Kata “la (tiada)” menafikan ketuhanan dari segala sesuatu yang tidak layak untuk itu, dan frasa “illa Allah (selain Allah)” menetapkan ketuhanan kepada zat yang berhak dan wajib untuk itu.

Makna ini terkumpul  dalam firman Allah Swt.:  
“Karena itu, barangsiapa ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat, yang tidak akan putus.”106
 
“La ilaha illa Allah” bagi kalangan umum (awam) menjadi pembersih pemahaman mereka dari segala kotoran dan ilusi serta merupakan pengakuan akan keesaan-Nya dan penafian atas keberadaan tuhan  selain-Nya.

Bagi kalangan khusus (khawash), ia menguatkan agama, menambah cahaya harapan dengan menetapkan zat dan sifat-Nya serta menyucikan-Nya dari segala perubahan dan cacat.

Bagi kalangan yang lebih khusus lagi (khawash al-khawash), ia merupakan bentuk penyucian dalam zikir kepada-Nya serta penyaksian anugerah dan karunia-Nya dengan syukur-Nya sebagai balasan atas syukur mereka.

Dalam  bertauhid dan berzikir, manusia terbagi atas tiga golongan:
1. Golongan awam yang merupakan para pemula. Tahuid mereka dengan lisan dalam bentuk ucapan, perkataan, keyakinan, dan keikhlasan lewat syahadat tauhid: “La illaha illa Allah Muhammad rasul Allah”, yang tidak lain adalah Islam.

2. Golongan khusus dan pertengahan. Tauhid mereka dengan hati dalam bentuk keyakinan dan keikhlasan, yang tidak lain adalah iman.

3. Golongan lebih khusus. Tauhid mereka dengan akal dalam bentuk penyaksian dan keyakinan, yang tidak lain adalah ihsan.
 
Jadi, ada tiga macam zikir.

(1) Zikir lisan: Ini adalah zikir sebagian besar manusia.
(2) Zikir hati; Ini adalah zikir kalangan khusus di antara kaum beriman.
(3) Zikir ruh; Ini adalah zikir kaum lebih khusus.

Ini adalah zikir kaum arif dengan kefanaan mereka dari zikir, penyaksian mereka akan Tuhan, dan anugerah-Nya atas mereka.

Orang yang berzikir dengan nama ini (Allah) memiliki beberapa kondisi: kondisi mabuk dan fana, kondisi hidup dan kekal, serta kondisi puas dan rida.

Sumber: Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh Ibnu ‘Athaillah al-Sakandari

0 komentar:

Posting Komentar