Jumat, 30 Oktober 2020

Hati Bersih Zuhud Terhadap Dunia

 Ali r.a berkata,

“Hati yang bersih hanya dipenuhi sikap zuhud terhadap dunia dan kosong terhadap hawa nafsu.

Lentera terangnya adalah cahaya keyakinan.”

Ada pula yang mengatakan bahwa hati yang bersih hanya berisi tauhid, kosong dari keraguan dan taklid serta segala sesuatu Allah.

Hati yang terbalik menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan, sehingga Allah menyesatkannya meski pun dia berilmu.

Keterbalikan hati adalah melihat cahaya ilmu tauhid dengan pandangan gelap yang disertai kemusyrikan.

Seorang arif berujar, “Kegelapan terpekat adalah gelapnya ilmu, dan kebodohan terhebat adalah bodohnya taklid.”

Hati yang tertutup terhijab oleh gelapnya kebodohan taklid sehingga tidak bisa melihat Mentari kenabian dan tauhid.

Allah Swt. berfirman:

Bahkan mereka berkata, “ Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami telah menganut suatu agama dan kami adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dengan [mengikuti] jejak mereka.” Dan demikianlah Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan di suatu negeri melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan kami adalah pengikut jejak mereka.”113
 
Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang diturunkan Allah!” mereka menjawab, “[Tidak], tetapi kami [hanya] mengikuti apa yang dilakukan bapak-bapak kami.”114
 
 
113Q.S. al-Zukhruf: 23.
114Q.S. Luqman: 21.
 
Hati yang bercampur terombang-ambing di antara hawa nafsu dan ria. Ria adalah syirik, dan syirik menghapus amal. Ria terhebat adalah memamerkan keimanan.

Allah Swt. berfirman:
 
Diantara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan dunia yang menarik hatimu dan ia mempersaksikan kepada Allah apa yang menjadi isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras.115
 
Mereka tidak mengerjakan sholat melainkan dengan malas.116
 
Celakalah bagi orang-orang yang sholat, [yaitu] yaitu orang-orang yang lalai dari sholat mereka, orang-orang yang berbuat ria dan enggan [menolong dengan] barang berguna.117

Sumber : Buku terapi makrifat
“Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibn ‘Athaillah al-Sakandari

0 komentar:

Posting Komentar