Selasa, 13 Oktober 2020

DARLING Sebelum DEARLING dan SARING Sebelum SHARING

 

DARLING merupakan perpaduan singkatan dari “dalam jaringan dan luar jaringan”. Dalam jaringan lebih populer dengan sebutan online sedangkan luar jaringan lebih familiar dengan nama offline. Kedua hal tersebut sering kita jumpai ketika berbicara tentang internet, namun tidak semua orang mengenal kedua istilah tersebut.

DARLING (Daring dan Luring) pada awalnya tidak begitu populer. Namun, seiring dengan adanya pandemi covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, maka DARLING langsung tancap gas berkelana secara luas ke berbagai penjuru nusantara lebih-lebih dengan adanya himbauan dan maklumat dari kementerian pendidikan dan kementerian agama untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah secara daring.

Pada dasarnya sistem daring memberikan kemudahan untuk melakukan tatap muka dari jarak jauh, baik antara pendidik dan peserta didik, keluarga, saudara, sahabat, rekan bisnis, maupun relasi lainnya melalui video call, zoom, youtube, facebook, instagram, dan masih banyak yang lainnya.

Sampai saat ini pandemi covid-19 belum sepenuhnya sirna dari bumi pertiwi. Namun, masyarakat Indonesia sudah memasuki era new normal sehingga mulai melaksakan kegiatan rutinitas sehari-hari sebagaimana biasanya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Demikian halnya dengan proses pembelajaran dan perkuliahan tetap terlaksana dengan baik meskipun menggunakan sistem online atau virtual tanpa adanya tatap muka secara langsung sebagaimana biasanya sebelum adanya wabah corona ini.

Pandemi covid-19 ini benar-benar memberikan sensasi yang luar biasa khususnya bagi insan pendidikan yang sebelumnya belum begitu mengenal istilah daring dengan segala platform yang telah tersedia di dalamnya. Antara mau dan tidak mau, suka dan tidak suka berkecamuk dalam diri insan pendidikan khususnya yang jarang menggunakan teknologi atau bahkan tidak mau menggunakan teknologi yang serba canggih ini. Namun, dengan adanya wabah ini memaksa dan memberikan pendidikan yang sangat luar biasa kepada oknum yang tidak mau ataupun cuek terhadap perkembangan teknologi untuk sesegera mungkin berbenah dan belajar agar menguasai teknologi tersebut.

Pembelajaran sitem daring tentunya tidak pernah luput dari kelebihan dan kekurangan. Adapun yang menjadi kelebihannya, antara lain: dalam pelaksanaan pembelajaran, peserta didik mempunyai waktu dan tempat yang tidak terbatas untuk belajar karena bisa belajar kapanpun dan dimanapun mereka berada. Kekurangannya tidak bisa diakses oleh seluruh peserta didik karena keterbatasan sarana prasarana yang dimilikinya, misalnya tidak memiliki handpone yang mendukung, sinyal lemah atau tidak ada sinyal, dan tidak memiliki kuota yang memadai. Namun, khusus masalah kuota sudah bisa teratasi saat ini dengan adanya bantuan pemerintah berupa pemberian kuota gratis untuk seluruh peserta didik dan pendidik.

Demikian halnya dengan pembelajaran sistem luring yang tidak menggunakan jaringan sama sekali bukan berarti tidak memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, bisa diakses oleh seluruh peserta didik khususnya yang tidak memiliki fasilitas dengan sistem daring, bisa dipantau segala tingkah laku dan tutur katanya selama berada di lingkungan sekolah/madrasah oleh pendidik. Kekurangannya, dibatasai oleh waktu dan tempat.

Sistem pembelajaran daring dan luring atau yang saya singkat DARLING akan lebih asyik dan menyenangkan apabila ditemani oleh DEARLING (Istri) sehingga bisa untuk menjadi teman curhat untuk melengkapi kekurangan yang kita miliki. Karena pemikiran satu orang akan sangat berbeda dengan pemikiran dua orang, apalagi sama-sama menjadi pendidik tentunya hasil yang diperoleh akan semakin TOP dan MANTAP.

Sehubungan dengan adanya berbagai macam selebaran dan informasi tentang berbagai hal dan dengan semakin dekatnya pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 dengan total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, maka dihimbau kepada kita semua untuk tetap menjaga kondusifitas NKRI dengan tidak menyebar HOAXS, akan tetapi alangkah lebih arif dan bijak apabila kita saring terlebih dahulu sebelum sharing agar tidak terjaring.

Bagi bapak/ibu yang ingin mencari dan mendapatkan informasi seputar pendidikan dan lainnya agar senantiasa mengunjungi link http://gurupenggerakindonesia.com.

Mudah-mudahan pandemi covid-19 segera sirna dari muka bumi sehingga segala aktivitas khususnya pembelajaran tatap muka dapat terlaksana dengan baik sebagaimana biasanya dan NKRI menjadi baldatun thayyibatun warobbun ghofur.





HASANUDDIN, lahir di Bagik Nyala pada tanggal 31 Desember 1982 dari pasangan sederhana yang hidup di kampung, yaitu Abdul Muttalib seorang ayah petani dan Rifa’ah, seorang IRT.

Penulis adalah anak kedua dari enam bersaudara, empat laki-laki (Abdul Majid, S. Pd, Abdul Rahman, dan Abdul Rasyid, S. Sy) dan dua perempuan (Zohratul Makiyah dan Fitriah). Penulis yang kini tinggal di Jln. Adi Sucipto, Lingkungan Batu Raja Kelurahan Ampenan Utara Kecamatan Ampenan Kota Mataram lulus dari SDN Monjet tahun 1994, MTs NW Bagik Nyala tahun 1997, MA NW Rensing-Rajak tahun 2000, Setelah itu melanjutkan studi kajian kitab kuning 100 % di MDQH NW Anjani tahun 2004, S-1 Sastra Arab di Universitas NW Mataram tahun 2007, dan S-2 Pendidikan di Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram tahun 2014.

Penulis yang memiliki hobi membaca dan menulis ini pernah mengajar Bahasa Arab di STIKES Yarsi Mataram (2017-2018), PAI di SDK Antonius Ampenan (2009-2019), Program Takhassus di MTsN 1 Mataram (2017-sekarang), PAI di MTs Nurul Jannah NW Ampenan (2005-2015), PAI di SMA Model Nurul Jannah NW Ampenan (2006-2017), PAI di MA Nurul Jannah NW Ampenan (2017-1018), dan Guru kelas di MI Nurul Jannah NW Ampenan (2004-2019).

Penulis saat ini menjadi Kepala MI Nurul Jannah NW Ampenan (2019-sekarang) pernah mengikuti perlombaan, antara lain: Juara I Lomba Menulis Artikel Ke-NW-an Secara Online Se-Indonesia, Lomba menulis artikel dalam rangka Hari Perpusnas ke-40, Lomba Guru Berprestasi Kota Mataram Tahun 2018.

Penulis memiliki seorang istri (Rohani, S. Pd) dan dikarunia 3 orang anak, yaitu Munawwaroh Hasanah (2008), Muhammad Alfin Hasan (2010), dan Ashabul Yamin Yaumil Hasan (2019).

Penulis dapat dihubungi melalui surat elektronik:hasanuddinh699@gmail.com,hasanuddin1982. blogspot.com dan telepon/SMS/WA: 087861625326.

0 komentar:

Posting Komentar