Belajar Bersama Polisi

Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Kantor Polsek Ampenan.

Penyuluhan Kesehatan

Siswa dan Guru MI Nurul Jannah NW Ampenan diberikan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Tanjung Karang Ampenan Kota Mataram NTB.

Outing Class

Sebagian Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan belajar didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Museum Negeri Mataram NTB.

Wisuda

Wisuda Abdul Rasyid, S. Sy (Adik) di UIN Mataram didampingi oleh saudara, ipar, dan keponakan.

Diklat PTK

Diklat teknis substantif peningkatan kompetensi PTK oleh Badiklat Keagamaan Denpasar di Mataram NTB.

Mukhadarah(Pidato)

Para siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan dilatih berani tampil di depan umum dengan cara mengikuti kegiatan mukhadarah (pidato), dan lain sebagainya.

Upacara Bendera

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan melakukan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.

Shalat Zuhur Berjamaah

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan meningkatkan iman taqwa dengan cara shalat zuhur berjamaah di mushalla madrasah.

Buku Hasil Karya Individu

Musim pandemi covid-19 membawa dampak positif sehingga bisa memberikan hasil karya berupa terbitnya buku ber-ISBN.

Buku Kolaborasi

Covid-19 memberikan perintah untuk WFH sehingga bisa mengisinya dengan menerbitkan 1 buku karya kolaboratif bersama bapak kepala MIN 2 Mataram.

14 Buku Kolaborasi

Pandemi Covid-19 menjadi kenangan terindah karena bisa memberikan karya bersama bapak-ibu guru Se-Indonesia berupa 14 buku ber-ISBN.

Nara Sumber Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang diselenggarakan oleh komunitas belajar atas prakarsa kepala SMPN 18 Mataram dan Alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi nara sumber salah satu 4 Pilar tersebut.

Latihan Manasik Haji

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan mempraktikkan ilmu yang diperoleh tentang rukun Islam yang kelima dengan melakukan latihan manasik haji di kantor Embarkasi Lombok dan mudah-mudahan secepatnya bernasib menunaikan ibadah haji dan umrah ke baitullah.

Sabtu, 24 Oktober 2020

Tugas Modul Terintegrasi Youtube

 

Modul memegang peranan penting dalam pembelajaran daring. Modul didesain untuk belajar mandiri. Siswa dalam belajar daring lebih banyak berinteraksi dengan modul. Salah satu kelemahan dari modul konvensional adalah tidak penjelas tambahan tentang suatu materi dari guru pengajar. Hal ini yang melatarbelakangi muncul ide menyusun modul yang terintegrasi dengan Youtube. Youtube difungsikan sebagai media pelengkap yang penting dalam modul. Modul yang didesain untuk belajar mandiri dan Youtube digunakan untuk “mewakili” guru di kelas. Sehingga modul dan Youtube saling melengkapi satu dengan lainnya.

Materi lengkap dari pelatihan dapat diakses melalui tautan di bawah ini:

Pertemuan-1 Penjelasan Umum Pelatihan Menulis Modul Terintegrasi Youtube: https://youtu.be/Uh6dlq_tB28

Pertemuan-2 Kupas Tuntas Buku 4 PKB Tentang Modul: https://youtu.be/zp5i4u35YOE

Pertemuan-3 Kupas Tuntas Tentang Modul: https://youtu.be/ycyp700dyiE

Pertemuan-4 Sistematika Modul (Template): https://youtu.be/IX9exJUQ-Xk

Pertemuan-5 Analisis KI, KD, IPK, TP dalam Modul: https://youtu.be/D-6YkjOpK2w

Pertemuan-6 Pengembangan Materi Pelajaran: https://youtu.be/0TcG4eaG6l0

Pertemuan-7 Pengembangan LKS Dalam Modul: https://youtu.be/tR8UHL2YVHI

Pertemuan-8 Penyusunan Tes Evaluasi/Hasil Belajar: https://youtu.be/gGhiSI9tm-E

Pertemuan-9 Menyusun Petunjuk Siswa, Guru, dan Tugas Akhir: https://youtu.be/-WUhMQR-1Qs

Pertemuan-10 Mengapa Youtube? Sebuah Pengantar?: https://youtu.be/TKlJRLjQUbE

Pertemuan-11 Fungsi Youtube dalam Pembelajaran: https://youtu.be/k3aXRolTYFo

Pertemuan-12 Presentasi dan Teknik Presentasi: https://youtu.be/x5USLpEEPDI

Pertemuan-13 Project 1 Video Pembelajaran: https://youtu.be/DuQUyilsuUc

Pertemuan-14 Project 2 Video Pembelajaran: https://youtu.be/DXDfVTf-mlU

Pertemuan-15 Membuat Channel Youtube dan Mengunggah Video:https://youtu.be/y5VuE7aaVds

Pertemuan-16 Membuat QR CODE, Shortlink, dan Tugas Akhir (Selesai): https://youtu.be/KF3sqpM8oPU

Pengumpulan tugas dengan tahapan di bawah ini:

  1. Modul menggunakan kertas ukuran 18 cm x 25 cm dengan margin kanan = 2 cm, kiri = 2 cm, atas = 2 cm, dan bawah = 3 cm dan font calibri 20 untuk judul dan calibri 12 (sesuai template).
  2. Siapkan modul yang sudah disertai tautan QR dan Shortlink video dari Youtube yang telah dibuat oleh peserta.
  3. File yang dikumpulkan dalam format .doc atau docx (microsoft word).
  4. Peserta yang mengumpulkan akan mendapatkan sertifikat 32 jam.
  5. Tanggal sertifikat direncanakan 30 Oktober 2020.
  6. Kumpulan modul akan disatukan menjadi buku Kumpulan Modul Terintegrasi Youtube ber-ISBN.
  7. Bagi yang ingin memiliki Buku Kumpulan Modul Terintegrasi Youtube, akan diumumkan harga cetaknya setelah diketahui jumlah halamannya (TIDAK WAJIB).
  8. Tautan pengiriman melalui tautan: https://forms.gle/99REDBBjsEkk6yJR9
  9. Pengumpulan tugas paling lambat hari Sabtu, 31 Oktober 2020, pukul 19.00 WIB.

Semoga Allah memudahkan segala langkah kita. Aamiin.

Tauhid Teragung

 Tauhid teragung serta inti, jantung, dan permata tauhid adalah meng-Esa-kan nama Allah dan mengenal-Nya.

Seorang arif yang sudah sampai pada hakikat ditanya tentang nama teragung Allah. Ia menjawab:
 
Engkau mengucap “Allah,” sedang diri engkau tidak berada di dalamnya. Barang siapa mengucap “Allah” dari makhluk, ia mengucapkannya disertai bagian dari titiknya, padahal hakikat tidak dapat dicapai dengan bagian diri kita.
Barang siapa mengucap “Allah” dengan huruf, ia tidak benar-benar mengucap dan menyebut “Allah”. Allah berada diluar diri, huruf, pemahaman, indra, ilustrasi, dan ilusi. Hanya saja, dengan karunianya Dia menerima hal itu dari kita dan memberi ganjaran atasnya, sebab tidak ada jalan lain untuk berzikir dan menauhidkan Allah Yang Tidak Terbatas kecuali dengan itu sesuai dengan kemampuan manusia melalui jangkauan pengetahuannya.

Adapun kaum arif dan ulama berkedudukan khusus tidak rela berzikir dengan cara seperti itu: “Tiada seorang pun diantara kami melainkan mempunyai kedudukan tertentu yang sudah diketahui.”  
Sungguh benar ucapan seorang pujangga:
 
Wujud mereka fana dalam wujud-Nya
Dia suci dari bentuk gambaran dan rupa
Tidak ada yang menyerupai-Nya di mana dan bagaimana pun
Kapan pun pertanyaan tentag Batasan-Nya lenyap berlalu
Memang menakjubkan bahwa wujud-Nya
Di luar apa yang tampak dan betul-betul samar.
 
Sebenarnya tidak ada yang berzikir  mengingat Allah kecuali Allah. Tidak ada yang  mengenal- Nya selain diri-Nya. Tidak ada yang menauhidkankan-Nya secara benar kecuali Dia sendiri.

Zikir Allah terhadap diri-Nya sebagaimana yang difirmankan-Nya,

“Zikir Allah adalah lebih besar.” Zikir Allah terhadap diri-Nya lebih besar, lebih agung, dan lebih sempurna daripada zikir selain-Nya kepada-Nya.

Makrifat-Nya adalah seperti yang difirmankan-Nya, “Tidaklah mereka mengenal Allah sebagaimana ada-Nya.”

Hanya Dia yang mengenal kesempurnaan zat-Nya dan keagungan sifat-Nya. Untuk menjangkau sebagian makhluk-Nya saja, makhluk tidak mampu, apalagi menjangkau sifat-Nya.

Mengenai tauhid Allah, Dia berfirman, “Allah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia.”

Jadi Dialah yang paling tahu bagaimana bertauhid yang sesungguhnya dan sempurna.

Tidaklah makhluk mengesakan-Nya melainkan sesudah Dia mengesakan diri-Nya. Dia mencurahkan sedikit cahaya tauhid-Nya kepada para malaikat. Keberadaan Allah dipahami dengan cahaya tauhid-Nya, bukan dengan tauhid itu sendiri.

Setiap arif pun tidak mampu secara sempurna mengenal-Nya, namun makrifat memang terdapat dalam dirinya.

Ini antara makrifat darurat dan makfrifat puncak.
Makrifat darurat dihadapan makrifat puncak ibarat lentera di hadapan matahari.

Karena itu, tauhid paling sempurna adalah tauhid yang paling tertanam dalam akal, paling kuat sebagai hujah, paling jelas dalam pikiran, paling kukuh dalam keyakinan, dan paling terang dalam argumen.

Bertaklid dalam tauhid menjauhkan diri dari tambahan karunia, tidak bermanfaat, dan tidak berfaedah.
Taklid adalah mengikuti pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil dan penjelasannya.
Yang rela dengan taklid  hanya orang dungu, bebal, bodoh, terhijab, dan terlantar.
Semoga Allah Swt. melindungi kita agar tidak terhijab, oleh sifat-sifat buruk tersebut dan semoga Dia menjadikan kita orang berilmu memahami, meneliti, dan akhirnya mengetahui.

Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda,

“Hati ada empat macam:

(1) hati bersih yang berisi lentera terang. Inilah hati orang beriman, (2) Hati yang hitam dan terbalik. Inilah hati orang kafir,
(3) hati yang tertutup dan terhalang. Inilah hati orang munafik, dan
(4) hati yang berisi campuran antara keimanan dan kemunafikan; Iman didalamnya ibarat pohon yang disirami air bagus, sementara kemunafikan di dalamnya ibarat bisul berisi nanah bercampur darah. Mana diantara keduanya yang dominan, itulah yang menguasainya.”

Sumber : Buku Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibn ‘Athaillah al-Sakandari

Sahabat Sejati

Kadang” Sahabat yang suka TRAKTIR kita makan, bukan krn mereka BERKELEBIHAN tapi krn mereka meletakkan Persahabatan melebihi UANG ...

Kadang” Sahabat yang memohon MAAF dahulu setelah Pertengkaran bukan karena mereka merasa SALAH, tapi karena mereka MENGHARGAI kita sebagai sahabat Mereka ...

Kadang” Sahabat yang selalu SMS dan WA ke kita, bukan karena mereka tidak ada kerjaan tapi karena Mereka INGAT pada kita...

馃挕Persahabatan Tidak Menghitung Untung Rugi.

馃挕Persahabatan berlandaskan Hati Yg MURNI & TULUS.

馃挕 Persahabatan Tidak LEKANG Dimakan Zaman.

馃挕Pada Waktu Sebagian Besar Orang cuma memperhatikan KESUKSESAN kita, tapi ada Sebagian Kecil Orang yg peduli akan kondisi KESEHATAN kita, maka itulah PERSAHABATAN.

馃挕Teman”, meskipun tidak sering BERTEMU, tetapi selalu DIINGAT dan MENDO'AKAN Itulah SAHABAT.

馃挕Seorang SAHABAT tidak akan berpikiran NEGATIF, tapi Selalu POSITIF.

Semoga selalu dalam keadaan sehat wal 'afiat ...馃檹馃徎馃檹馃徎馃檹馃徎

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 22

(Menjaga Sholat Sunnah Harian-5)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-22)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SHOLAT FAJAR

@Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda:   ^ROK’ATAAL FAJRI KHOIRUN MINADDUNYAA WAMA FIIHAA. / “Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”  (HR. Muslim no. 725 dari ‘Aisyah).

@Dari ‘Aisyah radhiyall芒hu'anha berkata: Tidaklah Nabi Shallall芒hu 'Alaihi Wasallam menjaga sesuatu dari shalat-shalat sunnah  lebih dari pada penjagaan Beliau terhadap rok’atal fajr (dua raka’at waktu fajar).”_  (HR Bukhari, no. 1163)

@Dalam hadits yang lain, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata : _”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu shalat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat shalat sunnah (sebelum) subuh.” (HR Bukhari 1093 dan Muslim 1191)

@Dari Ibnu Umar, beliau berkata bahwasanya Hafshoh Ummul Mukminin telah menceritakan kepadanya bahwa dahulu bila muadzin selesai mengumandangkan adzan untuk shalat subuh dan telah masuk waktu subuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat sunnah dua rakaat dengan ringan sebelum melaksanakan shalat subuh. ( HR Bukhari 583).

@Diceritakan juga oleh ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : ”Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamat shalat subuh.” (HR. Bukhari 584).

*>Saking ringannya kata ‘Asiyah radhiyallahu ‘anha: _ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan dua rakaat shalat sunnah subuh sebelum shalat fardhu Subuh, sampai-sampai aku bertanya : “Apakah beliau membaca surat Al-Fatihah?”_  (HR Bukhari 1095 dan Muslim 1189)

@Bacaan Surat Pada Setiap Roka’atnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : ^KAANA ROSULULLOH SHALLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM, YAQRO`U FII ROK’ATAL FAJRI: QUL YAA AYYUHAAL KAAFIRUUN, WA QUL HUWALLLOHU AHAD, WA KAANA YUSIRRU BIHIMAA / ”Rasululloh Sholallohu ‘Aalaihi Wa Salam membaca surat pada 2 rokaat sholat sunnah sebelum subuh: surat Al Kaafiruun dan surat Al Ikhlas, dan beliau mempelankan bacaannya.” (HR. Muslim :69 dalam Kitab Al Hajj). Dalam lafadz yang lain artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam dua rakaat shalat sunnah subuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas”  (H.R Muslim, 726)

>Dalam hadits yangm lain: “Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasalam  terbiasa membaca surat al-Kafirun dan al-Ikhlas ketika mengerjakan 2 rakaat sebelum subuh dan 2 rakaat setelah maghrib,” (HR. Thabrani-7304; Juga dalam HR. Achmad 4704, An Nasai-992, Turmidzi 431, dari A’isyah r.a).

@Keutamaan Sholat Sunnah Fajar. Dari ‘Aisyah r.a, Nabi Shallallohu 'Alaihi Wasallam, bersabda: ^ROK’ATAL FAJR MINADDUN-YAA WA MAA FIIHAA / _“Rok’atal fajr (dua raka’at waktu fajar), lebih baik daripada dunia dan segala yang ada padanya”. (HR Muslim, no. 725)

@Sholat Sunnah fajar lebih utama dilakukanlah dirumah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jadikanlah shalat (sunnah) kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari  1187)

_>Dalam hadits yang lain:* _“Sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari no. 731 dan Ahmad 5: 186, dengan lafazh Ahmad)

@Jika terluput melakukannya hendaknya segera melakukannya ketika ia ingat, ^MAN LAM YUSHOLLA ROK’ATAYILFAJRI HATTA TADLU’ASY-SYAMSU FALYUSHOLLAHIMAA / ”Barang siapa yang belum mengerjakan dua roka’at sunnah sebelum subuh sampai matahari tebit, maka hendaklah dia tetap mengerjakannya.” (HR. Al Baihaqi dalam As-Sunanul Kubro: 2/484, sanadnya jayyid / bagus, dan Munhajul Muslim)

>Dalam hadits yang lain: Dari Abu Hurairah _rahidyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: _“Barangsiapa yang belum shalat sunnah dua rakaat subuh maka hendaknya melakukannya setelah terbit matahari”. (HR. At Tirmidzi  424, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi: 1/133).

>Diqodho’ setelah setelah selesai shalat subuh. Dari Qais bin Qahd radhiyallahu’anhu, bahwasanya ia shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan belum melakukan shalat sunnah dua rakaat qabliyah subuh. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah salam maka ia pun salam bersama beliau, kemudian ia bangkit dan melakukan shalat dua rakaat qobliyah subuh, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat perbuatan tersebut dan tidak mengingkarinya.”_  (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi: 1/133).

@Berbaring sejenak setelah sholat sunnah fajar.  >“Apabila muadzdzin telah selesai adzan untuk shalat subuh, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum shalat subuh, beliau shalat ringan lebih dahulu dua rakaat sesudah terbit fajar. Setelah itu beliau berbaring pada sisi lambung kanan beliau sampai datang muadzin kepada beliau untuk iqamat shalat subuh.” (HR Bukhari 590)

>Para ulama ada ikhtilaf tentang berbaring sejenak ini. Anas bin Malik, Abu Hurairah r.a dan Ulama Syafiiyah (hukumnya sunnah secara mutlak); Madzhab Abu Muhammad bin Hazm, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (Hukumnya wajib); Ulama shalaf, Ibnu Mas’ud, Ibnul Musayyib, dan An Nakha’I, Al Qadhi ‘Iyad rahimahullah (Hukumnya Makruh); Ibnul ‘Arabi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahumallah. (Hukumnya mustahab / dianjurkan,  dengan syarat: tidak dilakukan di masjid dan mampu bangun kembali untuk sholat subuh).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall么hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull么hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

Jumat, 23 Oktober 2020

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 21

(Menjaga Sholat Sunnah Harian-4)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-21)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SHOLAT WITIR

@Witir menurut bahasa berarti ganjil, Rosululloh Sholallohi ‘Alaihi Wasalam bersabda: ^INNALLOHA WITRUN YUHIBBUL WITRO / _“Sesungguhnya Allah itu Witr dan menyukai yang witr (ganjil).” (HR. Bukhari no. 6410dan Muslim no. 2677. Shahih).

@Dalam Kitab Riyadhus Sholihin bab 205, Hadits #1129, dari Ali r.a, katanya: Sholat witir itu bukannya wajib, sebagaimana sholat yang difardhukan, tetapi Rpsululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam mengerjakan sholat itu dan bersabda: >”Sesungguhnya Alloh itu Maha Witir yakni ganjil, maka lakukanlah sholat witir, yaitu yang rokaatnya ganjil, hai ahli al Qur’an” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, hadits Hasan).

@Dalam hadits yang lain, Rosululloh Sholallohi ‘Alaihi Wasalam bersabda: ^SHOLAATUL-LAILI MATSNA – MATSNA, FAIDZAA KHOSYIYA AHADUKUMUSH-SHUB-HA, SHOLLAA ROK’ATAN WAAHIDATAN  TUU TIRU LAHU MAA QOD SHOLLA / ”Sholat malam itu dua roka’at-dua roka’at, apabila salah seorang dari kalian khawatir dengan subuh (masuk waktu subuh) maka dia sholat satu roka’at yang mengganjilkan sholat (sholat malam) yang telah dikerjakan.”  (HR. Bukhori, 990, Muslim, 749, Achmad, 2/102).

@Rosululloh Sholallohi ‘Alaihi Wasalam juga bersabda:
_>Shalat Witir adalah hak atas setiap muslim. Barangsiapa yang ingin berwitir dengan lima raka’at, maka lakukanlah; barangsiapa yang ingin berwitir dengan tiga raka’at, maka lakukanlah; dan barangsiapa yang ingin berwitir dengan satu raka’at, maka lakukanlah.” _ (HR. Abu Dawud No. 1422, an-Nasa-iIII/238-239, dan Ibnu Majah No. 1190)

_>“Shalat Witir itu satu raka’at di akhir malam.” _ (HR. Muslim dalam kitab Shalaatul Musaafiriin, bab Shalaatil Laili Matsna Matsna wal Witru Rak’atan min Akhiiril Lail, No. 752)


_>“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” _ (HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

_>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3:28, dari ‘Aisyah ra)

^^^^^
#JADIKAN WITIR SEBAGAI PENUTUP SHOLAT MALAM,
@Dari Ibnu Umar r.a, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ^AJ’ALUU AKHIRO SHOLAATIKUM BILLAILI WITROO / “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah shalat witir.”  (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).

@Dalam lafadz yang lain, Ibnu ‘Umar mengatakan, _“Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam, maka jadikanlah akhir shalat malamnya adalah witir karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal itu. Dan jika fajar tiba, seluruh shalat malam dan shalat witir berakhir, karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat witirlah kalian sebelum fajar”. _ (HR. Ahmad 2/149. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

^^^^^
#WAKTU PELAKSANAAN SHOLAT WITIR
@Para ulama sepakat,  bahwa waktu shalat witir adalah antara shalat Isya hingga terbit fajar. Adapun jika dikerjakan setelah masuk waktu shubuh (terbit fajar), maka itu tidak diperbolehkan menurut pendapat yang lebih kuat.

@Dan Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam, Berpesan “Sholat witirlah sebelum fajar” sebagaimana sabdanya:*
_>“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar).

_>Dan jika fajar tiba, seluruh shalat malam dan shalat witir berakhir, karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat witirlah kalian sebelum fajar”. _ (HR. Ahmad 2/149. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

@Sholat witir juga boleh dilakukan sesudah sholat Isya’ sebelum tidur. Dari Abu Hurairah r.a tentang wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya. Abu Hurairah berkata,
^AUSHOONII KHOLIILII SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, BITSAALAATSI SHIYAAMI TSALATSATI AYYAAMIN, MIN KULLA SYAHRI, WA ROK’ATAYIDH-DHUHAA, WA AN UUTIRO QOBLA AN ANAAMA.

>“Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR. Muttafaquh ‘alaih, Bukhari no. 1981 / 1178 dan Muslim ,o. 721).

@Imam Nawawi rahimahullah berkata, ”Witir sebelum tidur hanya dianjurkan kepada orang yang tidak yakin untuk dapat bangun tidur di akhir malam. Adapun jika ia dapat berkeyakinan bangun di akhir malam, maka witir pada waktu itu lebih utama.”

*@Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Disunnahkan melakukan witir di awal malam (sebelum tidur) karena dua kondisi”:
^(1)- Khawatir tidak bisa bangun di akhir malam;
^(2)- Melaksanakan Qiyam Ramadhan (shalat tarawih) lalu ditutup dengan witir, karena sholat tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai (sampai diakhiri dengan witir) dicatat sebagai sholat semalam suntuk. “sesungguhnya seseorang yang shalat bersama imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. Tirmidzi no. 806, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).


@Lantas manakah waktu shalat witir yang utama dari waktu-waktu tadi? Jawabannya, waktu yang utama atau dianjurkan untuk shalat witir adalah *sepertiga malam terakhir, (kecuali saat melakukan sholat tarawih berjamaah, maka disempurnakan witir bersama imam)

@Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,  ^MIN KULLALLAILI QOD AUTARO ROSULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM, MIN AWWALIL-LAILI WA`AUSATHIHI WA KHIRIHI FAANTAHAA WITRUHU ILAAS-SAHORI /._>“Kadang-kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan witir di awal malam, pertengahannya dan akhir malam. Sedangkan kebiasaan akhir beliau adalah beliau mengakhirkan witir hingga tiba waktu sahur.” _ (HR. Muslim no. 745).

@Hadits dari Ibnu ‘Umar r.a, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ^AJ’ALUU AKHIRO SHOLAATIKUM BILLAILI WITROO / “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah shalat witir.”  (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).

@Ini bila kondisi seseorang yakin (kuat) bangun di akhir malam. Namun jika ia khawatir tidak dapat bangun malam, maka hendaklah ia mengerjakan shalat witir sebelum tidur.

@Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda ”Barang siapa diantara kalian mengira tidak akan bangun pada akhir malam maka hendaklah dia mengerjakan witir pada awal malam (sebelum tidur), dan barang siapa diantara kalian mengira akan bangun pada akhir malam maka hendaklah dia mengerjakan witir pada akhir malam, karena sholat pada akhir malam itu disaksikan para malaikat dan itu lebih utama.” (HR. Ahmad: 3/300).

@Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri (oleh para Malaikat) dan hal itu adalah lebih utama.” (HR. Muslim no. 755).

@Dari Abu Qotadah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Bakar, ” Kapankah kamu melaksanakan witir?” Abu Bakr menjawab, “Saya melakukan witir di permulaan malam”. Dan beliau bertanya kepada Umar, “Kapankah kamu melaksanakan witir?” Umar menjawab, “Saya melakukan witir pada akhir malam”. Kemudian beliau berkata kepada Abu Bakar, “Orang ini melakukan dengan penuh hati-hati.” Dan kepada Umar beliau mengatakan, “Sedangkan orang ini begitu kuat.” (HR. Abu Daud no. 1434 dan Ahmad 3/309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).**

@Dan Bila sudah melakukan witir sebelum tidur, maka sehabis sholat malam / sholat tahajud, tidak ada lagi sholat witir, Kata Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam : ^LAA WITROONI FII LAILATIN / “Tidak ada dua witir dalam satu malam.“_ ( HR. Abu Daud no. 1439, At Tirmidzi no. 470, An Nasai no. 1679 dari hadits Tholq bin ‘Adi radhiyallahu ‘anhu.].***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall么hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull么hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

Kamis, 22 Oktober 2020

MACAM-MACAM SANTRI

Sahal bin Abdullah berkata : Santri itu ada tiga macam :
 
1. Santri yang sibuk mencari ilmu waro' karena takut terjerumus kepada hal subhat ( perbuatan yang tidak jelas halal dan haramnya ), lalu dia tinggalkan yang halal karena takut haram.

2. Santri yang sibuk mencari pendapat-pendapat para ulama', lalu dia meninggalkan pendapat yang berat walaupun pendapat mu'tamad dan dia masuk di dalam hal yang perbolehkan Allah swt berdasarkan pendapat-pendapat ulama' yang lemah ( dhoif ).

3. Santri yang sering bertanya kepada gurunya tentang hukum agama,ketika gurunya menjawab : perbuatan itu tidak sah / haram, santri tersebut tidak terima dan tidak puas, lalu mencari cara agar perbuatan itu bisa menjadi sah dan halal dengan bertanya kembali kepada para ulama-ulama lainnya dan ulama-ulama tersebut memberikan jawaban atas perbedaan pendapat diantara ulama'.

Model Santri no 3, kelak ketika dia menjadi ulama' maka dia akan menjadi ulama' penjahat ( ulama' suu' ) dan dia menjadi penyebab binasanya makhluk.

Nb : kalau jadi santri yang lurus-lurus saja, jangan mencari sensasi dengan menghalalkan segala cara.

( Qutul-qulub.juz 1.hal 394-395 )

KEDUDUKAN SHALAT SETELAH TAUHID

 Setelah tauhid, tidak ada yang lebih agung dari pada sholat. Karena itu, sholat menjadi pilar kedua Islam sebagaimana sabda Nabi saw., “Islam dibangun di atas lima pilar: mengesakan Allah, mendirikan shalat….”98

Takbir pembuka sholat adalah “Allahu Akbar”, bukan nama lainnya.
Hanya ucapan itulah yang dibenarkan sebagaimana sabda Nabi saw., “Ucapan pembukanya adalah takbir.”

Demikian pula halnya dengan penyebutan nama tersebut dalam azan dan pada setiap takbir dalam sholat.
Penyebutan nama ini lebih baik daripada semua ibadah dan lebih dekat untuk munajat, bukan sholat atau bentuk ketaatan lainnya.

Dalam hadist qudsi difirmankan:
 
Aku adalah teman duduk bagi orang yang berzikir kepada-Ku. Aku menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku saat ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat sendiri, Aku mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kerumunan, Aku mengingat-Nya di kerumunan yang lebih baik daripada kerumunan itu.99
 
Allah Swt. berfirman, “Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepada kalian.”100

Dalil bahwa zikir ini lebih utama daripada shalat adalah ayat yang sama:

“Sesungguhnya shalat mencegah [diri] dari kekejian dan kemungkaran, dan zikir [mengingat] Allah adalah lebih besar [daripada ibadah-ibadah lain].”101

Sebagian besar sholat adalah zikir, namun zikir menyebut Allah lebih besar daripada sholat itu sendiri dan seluruh ibadah lain.

Firman-Nya, “Zikir [mengingat] Allah adalah lebih besar.”

Abu al-Darda’ meriwayatkan bahwa Nabi saw. bertanya,
“Maukah kuberitakan kepada kalian amal terbaik yang paling mengangkat derajat dan paling bersih disisi Tuhan kalian, lebih utama bagi kalian daripada bederma emas dan perak, serta lebih baik daripada menjumpai musuh dengan kalian memenggal leher mereka dan mereka pun memenggal leher kalian?”
Para sahabat menjawab, “Tentu kami mau.”
Beliau saw. bersabda, “Zikir [mengingat] Allah.”102

Maknazikir Allah terhadap hamba-Nya adalah bahwa barangsiapa mengingat-Nya dengan tauhid, niscaya Allah mengngatnya dengan surga dan tambahan karunia.

Allah Swt. berfirman, “Allah memberi mereka pahala sebagai balasan atas perkataan yang mereka ucapkan. Yaitu surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal didalamnya.”103

Barang siapa mengingat-Nya dengan menyebut nama Allah lalu ia berdoa kepada-Nya dengan ikhlas, niscaya Dia kabulkan.

Allah Swt. berfirman,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku amat dekat.”104

Barang siapa berzikir mengingat-Nya dengan bersyukur, niscaya Dia mengingatnya dengan memberi tambahan nikmat.

Allah Swt. berfirman, “Sungguh jika kalian bersyukur, Aku benar-benar menambahi kalian [nikmat].”105

Tidaklah seorang hamba mengingat-Nya dengan zikir melainkan Allah mengingatnya secara sepadan sebagai balasan untuknya.

Bila seorang arif berzikir mengingat-Nya dengan makrifat, Dia mengingat-Nya dengan menyingkap hijab agar ia menyaksikan-Nya.

Bila seorang mukmin mengingat-Nya dengan keimanan, Dia mengingat-Nya dengan rahmat dan rida-Nya.

Bila orang bertobat mengingat-Nya dengan tobat, Dia mengingatnya dengan menerima tobatnya dan memberinya ampunan.

Bila pelaku maksiat mengingat-Nya dengan pengakuan dosa, Dia mengingatnya dengan penutupan aibnya.

Bila pelaku dosa mengingat-Nya dengan dosa dan kelalaian, Dia mengingatnya dengan siksa dan laknat-Nya.

Bila seorang kafir mengingat-Nya dengan kekufuran dan kesongongan, Dia mengingatnya dengan siksa dan hukuman-Nya.

Barang siapa bertahlil, niscaya Dia muliakan.

Barang siapa bertasbih, niscaya Dia perbaiki.

Barang siapa bertahmid, niscaya Dia tolong.

Barang siapa meminta ampun, niscaya Dia ampuni.

Barang siapa kembali kepada-Nya, niscaya Dia hampiri.

Sumber: Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Ibnu ‘Athaillah al-Sakandari

KONDISI HAMBA BERZIKIR

Kondisi hamba terbagi empat, yaitu: (1) Kondisi taat; Hamba mengingat-Nya dengan melihat karunia Allah padanya sehingga mendapat taufik untuk taat. (2) Kondisi bermaksiat ; Hamba mengingat-Nya dengan hijab dengan tobat. (3) Kondisi mendapat nikmat; Ia mengingat-Nya dengan syukur. (4) Kondisi sulit; Ia mengingat-Nya dengan sabar.
 
Dalam zikir mengingat Allah terdapat lima hal: rida Allah, kehalusan hati, tambahan kebaikan, perlindungan dari setan, dan keterhalangan dari maksiat.

Tidaklah hamba berzikir mengingat-Nya kecuali itu terwujud berkat zikir-Nya terhadap si hamba.

Tidaklah kaum arif mengenal-Nya kecuali karena Allah Swt. memperkenalkan diri kepada mereka.

Tidaklah para ahli tauhid mengesakan-Nya kecuali dengan ilmu yang Allah ajarkan kepada mereka.

Tidaklah golongan taat mematuhi-Nya kecuali atas taufik-Nya kepada mereka.

Tidaklah kelompok pecinta mencintai-Nya kecuali dengan kecintaan kepada-Nya yang Allah tanam pada diri mereka.

Tidaklah pembangkang menduharkai-Nya kecuali karena dibiarkan-Nya.

Setiap nikmat-Nya adalah karunia dan setiap ujian-Nya adalah ketentuan.

Apa yang disembunyikan oleh masa sebelum ditampakkan oleh masa sesudah.

Seorang penyair menggubah:

Wahai Yang senantisa memberi karunia, apa yang mesti kuucap?
Karunia zikir dengan mengingat-Mu dengan sesuatu yang dikenal adalah zikir itu sendiri
Dengan zikir kepada-Mu tariklah diriku dan tutunlah kepada petunjuk
Petunjuk-Mu lewat jalan kebenaran adalah sinar dan cahaya
Tunjukilah aku amal yang yang Kau ridai, wahai Tumpuan harapan
Fasihkanlah lisanku untuk mengucap zikir kepada-Mu
 
Ketahuilah, kalimat tauhid berada diantara penafian dan penetapan. Awalnya adalah “la ilaha (tiada Tuhan)”, dan ini merupakan penafian, sikap berlepas diri, dan pengingkaran. Sementara, akhirnya adalah “illa Allah (selain Allah)”, dan ini merupakan penetapan, pengakuan, keimanan, tauhid, makrifat, penyerahan diri, kesaksian, dan cahaya.

Kata “la (tiada)” menafikan ketuhanan dari segala sesuatu yang tidak layak untuk itu, dan frasa “illa Allah (selain Allah)” menetapkan ketuhanan kepada zat yang berhak dan wajib untuk itu.

Makna ini terkumpul  dalam firman Allah Swt.:  
“Karena itu, barangsiapa ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat, yang tidak akan putus.”106
 
“La ilaha illa Allah” bagi kalangan umum (awam) menjadi pembersih pemahaman mereka dari segala kotoran dan ilusi serta merupakan pengakuan akan keesaan-Nya dan penafian atas keberadaan tuhan  selain-Nya.

Bagi kalangan khusus (khawash), ia menguatkan agama, menambah cahaya harapan dengan menetapkan zat dan sifat-Nya serta menyucikan-Nya dari segala perubahan dan cacat.

Bagi kalangan yang lebih khusus lagi (khawash al-khawash), ia merupakan bentuk penyucian dalam zikir kepada-Nya serta penyaksian anugerah dan karunia-Nya dengan syukur-Nya sebagai balasan atas syukur mereka.

Dalam  bertauhid dan berzikir, manusia terbagi atas tiga golongan:
1. Golongan awam yang merupakan para pemula. Tahuid mereka dengan lisan dalam bentuk ucapan, perkataan, keyakinan, dan keikhlasan lewat syahadat tauhid: “La illaha illa Allah Muhammad rasul Allah”, yang tidak lain adalah Islam.

2. Golongan khusus dan pertengahan. Tauhid mereka dengan hati dalam bentuk keyakinan dan keikhlasan, yang tidak lain adalah iman.

3. Golongan lebih khusus. Tauhid mereka dengan akal dalam bentuk penyaksian dan keyakinan, yang tidak lain adalah ihsan.
 
Jadi, ada tiga macam zikir.

(1) Zikir lisan: Ini adalah zikir sebagian besar manusia.
(2) Zikir hati; Ini adalah zikir kalangan khusus di antara kaum beriman.
(3) Zikir ruh; Ini adalah zikir kaum lebih khusus.

Ini adalah zikir kaum arif dengan kefanaan mereka dari zikir, penyaksian mereka akan Tuhan, dan anugerah-Nya atas mereka.

Orang yang berzikir dengan nama ini (Allah) memiliki beberapa kondisi: kondisi mabuk dan fana, kondisi hidup dan kekal, serta kondisi puas dan rida.

Sumber: Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh Ibnu ‘Athaillah al-Sakandari

KONDISI ORANG BERZIKIR

Kondisi pertama, yaitu mabuk dan fana, terjadi pada orang yang hanya mengingat-Nya tanpa mengingat yang nama lain. Ia menjadikannya sebagai penyelamat dan menyatakan penyebutan ha’ dalam nama ini saat menyebutnya.

Barang siapa mendawamkan ini, lahirnya terhapus dan batinnya lenyap.

Secara lahir, ia seperti orang gila dan mabuk yang hilang akal.

Orang-orang menghindarinya dan tidak mau bersama kondisi mabuk yang menghiasi lahirnya serta rahasia nama-Nya yang ia ingat. Tak seorang pun dapat mengingat sifat Tuhan secara hakiki sedikit pun. Jiwa yang mengingat-Nya menjadi tidak stabil, sehingga keadaannya di tengah-tengah makhluk sebagaiman dikatakan Allah Swt.:

“Ketika itu tidak ada lagi hubungan nasab di antara mereka dan mereka tidak saling tegur bertegur sapa.”
Batinnya seperti orang mati yang fana, karena ia dalam kondisi “luar biasa”.
 
“La ilaha illa Allah” bagi kalangan umum (awam) menjadi pembersih pemahaman mereka dari segala kotoran dan ilusi serta merupakan pengakuan akan keesaan-Nya dan penafian atas keberadaan tuhan selain-Nya.

Bagi kalangan khusus (khawash), ia menguatkan agama, menambah cahaya harapan dengan menetapkan zat dan sifat-Nya serta menyucikan-Nya dari segala perubahan dan cacat.

Bagi kalangan yang lebih khusus lagi (khawash al-khawash), ia merupakan bentuk penyucian dalam zikir kepada-Nya serta penyaksian anugerah dan karunia-Nya dengan syukur-Nya sebagai balasan atas syukur mereka.
 
Anggota badannya tunduk dan hatinya khusyuk. Allah Swt. berfirman:
 
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.107
 
Kamu lihat sebelumnya bumi ini kering, lalu apabila telah Kami turunkan air padanya, bumi manjadi hidup, subur, dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhan indah. 108
 
Kondisi kedua, yaitu  hidup dan kekal, terjadi ketika orang yang mengingat-Nya berada dalam, dan senang dengan, nama ini serta seluruh gambaran dan sifat dirinya melenyap, perasaan rida menyusup dalam dirinya, segala kehendak dan keinginan dirinya mati, serta dirinya terbebas dari adat dan syahwat. Ia telah keluar dari sifat-sifat tercelanya dan berpindah dari kondisi mabuk dan fana kepada kondisi hidup dan kekal.

Dengan begitu, ia memiliki kemuliaan dan wibawa di tengah-tengah manusia. Seluruh makhluk menghormati, takut, dan tunduk kepadanya.

Kondisi ketiga, yaitu kondisi puas dan rida, dialami orang yang berzikir dengan nama ini ketika ia mengagungkan perintah Allah, menyayangi makhluk-Nya, mentaati agama Allah,  menjadikan dirinya bersama Allah dan untuk Allah, tidak terpengaruh oleh makhluk, serta tidak ada lagi sesuatu pun membebaninya-dengan izin Allah. Itu berpindah dari kondisi hidup dan kekal kepada kondisi puas dan rida. Ia senantiasa hidup tenang, mulia, puas, dan rida.
Tidak ada hal yang mengganggunya. Hidupnya bersih dan lurus. Ia demikian kukuh dalam kondisinya dan merasa tenteram.
Ia di tengah-tengah makhluk bagaikan hujan, yang, ketika turun dimana saja, menyuburkan dan menumbuhkan kebaikan. Ia puas dan rida kepada Allah.
Sebaliknya, Allah pun rela dan rida kepadanya.

Allah Swt. berfirman, “Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain, maka Mahasuci Allah, Pencipta Terbaik.”109

Sumber : Buku Terapi Makrifat “ Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibn ‘Athaillah as-Sakandari

KISAH TENTANG "BERZIKIR"

 Alkisah, seorang miskin duduk dalam majelis al-Syibli. Orang tersebut mengucap, “Allah”. Mendengar itu, al-Sybli berujar,

“ Wahai fulan, jika tulus, niscaya engkau terkenal, namun jika berdusta, niscaya engkau binasa.”

Seseorang mengucapkan kata yang sama dihadapan Abu al-Qasim al-Junayd.

Al-Junayd bertutur,”Wahai saudaraku, jika Zat yang kau sebut menyaksikanmu dalam kondisi engkau hadir bersama-Nya, engkau telah membuka tirai dan kehormatan dengan sifat pecinta yang mabuk kepayang.

Namun, jika engkau menyebut-Nya dalam kondisi lalai kepada-Nya, zikirmu tanpa kehadiran-Nya, dan itu haram.”

Diceritakan bahwa Abu al-Hasan al-Tsawri berdiam di rumahnya selama tujuh hari tanpa makan, minum, dan tidur. Ia terus mengucap, “Allah, Allah.”

Keadaannya itu kemudian diceritakan kepada Abu al-Qasim al-Junayd.

Al-Junayd berkata, “Waktunya tetap terjaga?” Dijawab, “Ya. Ia melakukan sholat tepat waktunya.”

Al-Junayd berkata, “Segala puji bagi Allah Yang telah menjaganya dan tidak memberikan jalan kepada setan untuk menguasainya.”

Ia lalu bertutur kepada muridnya, “Mari kita kunjungi dia! Kita dapat memberi atau mengambil manfaat darinya.” Sesampainya di sana, al-Junayd menghampiri al-Tsawri dan berujar, “Wahai Abu al-Hasan, engkau mengucap Allah, Allah.” Apakah itu bersama Allah atau dengan dirimu sendiri?

Jika engkau mengucapkannya bersama Allah, bukan engkau yang mengucapkannya, tetapi Dia-lah yang mengucap lewat lisan hamba-Nya.

Jika engkau mengucapkannya dengan dirimu, engkau masih bersama dirimu.”

Al-Tsawri berucap, “Engkau memang pendidik terbaik, wahai ustaz,” sebelum langsung terdiam dan tidak sadar.
 
Aku mabuk kepada-Mu dengan zikir
yang Kau tuangkan
Ia terisi zikir kepada-Mu dan fana karena merindu-Mu
Barangsiapa tidak merindukan cinta yang merasuki akal
Ia sungguh malang dan menderita
Zikir adalah lenyap mengingat-Nya disertai lenyap
dari selain-Nya akibat mabuk yang dirasakan
Barang siapa masih sadar, ia tidak berzikir
Barang siapa lenyap dari zikirnya, layaklah ia untuk naik.
 
Ketahuilah, zikir adalah keluar dari kealpaan dan kelalaian dengan terus menghadirkan hati dan mengikhlaskan zikir lisan disertai perasaan bahwa Tuhanlah yang mengucapkan zikir dengan lisan hamba.

Ada yang berpendapat, zikir adalah keluar dari lubang kelalaian menuju angkasa penyaksian disertai perasaan takut, cinta, dan rindu.

Hakikat zikir adalah mengesakan Tuhan dengan si pezikir lenyap dari zikirnya sendiri, fana dalam kesaksian-Nya, serta hidup dalam penyaksian-Nya. Ia menyaksikan kebenaran lewat kebenaran, sehingga Allah lah yang berzikir dan dizikiri.

Dilihat dari sisi bahwa zikir mengalir lewat lisan hamba, hamba berzikir.

Dilihat dari kemudahan dan kemampuan yang diberikan pada lisannya, Dialah yang berzikir mengingat hamba-Nya.

Dilihat dari sisi bahwa Allah-lah yang menghembuskan ingatan, Dia berzikir akan diri-Nya lewat lisan hamba-Nya.

Dalam hadis sahih diriwayatkan bahwa Allah berfirman, “Aku menjadi pendengaran yang digunakannya untuk mendengar, penglihatan yang digunakan untuk melihat, dan lisan yang dipakainya untuk berucap.”110

Dalam Riwayat lain: “Aku menjadi pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, dan penolongnya.”

Zikir beragam, tetapi objeknya hanya satu. Ahli zikir adalah para kekasih Tuhan.

Zikir terdiri dari tiga macam: zikir lantang, zikir sunyi, dan zikir hakiki.

Zikir lantang untuk para pemula. Ia berupa zikir lisan yang merupakan ungkapan syukur dan pujian dengan mengagungkan nikmat dan karunia-Nya serta memelihara janji. Kebaikannya dibalas sepuluh hingga tujuh puluh kali lipat.

Zikir sunyi dalam batin milik para wali. Ia merupakan zikir hati dengan keluar dari kekosongan dan terus menyaksikan kehadiran Tuhan. Zikir ini mendapat balasan kebaikan tujuh puluh hingga tujuh ratus kali lipat.

Zikir sempurna dan hakiki dilakukan orang-orang yang sampai kepada Tuhan. Ia berupa zikir ruh dengan penyaksian Tuhan kepada hamba. Kebaikan zikir ini dibalas tujuh ratus kali lipat hingga tak terhingga. Itu karena penyaksian adalah kefanaan yang tidak menyimpan kelezatan.
Ruh berzikir mengingat zat-Nya, hati berzikir mengingat sifat-sifat-Nya, dan lisan berzikir sebagai kebiasaan.
Jika zikir ruh benar-benar terwujud, hati ditempati zikir-Nya. Zikir keagungan zat Tuhan mengisyaratkan terwujudnya kefanaan dan kedekatan kepada-Nya.
Apabila zikir hati benar-benar terwujud, lisan terdiam dan tak mampu lagi maenyebut-Nya. Ia merupakan zikir tentang karunia dan nikmat Tuhan sebagai jejak-jejak sifat-Nya.
Ketika hati lalai dari zikir, lisan berzikir sebagai kebiasaan.

Setiap jenis zikir tersebut memiliki ‘cacat’.
Cacat zikir ruh adalah terlihatnya rahasia hati.
Cacat zikir hati adalah terlihatnya diri.
Cacat zikir diri adalah kondisi saat menghadapi penyakit.
Cacat zikir lisan adalah kelalaian dan patah semangat.

Sumber: Buku Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibn ‘Athaillah al-Sakandari.

TIPE BERZIKIR

Seorang penyair menggubah:
 
Dialah Allah, maka ingatlah Dia dan bertasbihlah dengan memuji-Nya
Tidak boleh ada tasbih kecuali untuk keagungan-Nya
Segala pujian adalah keagungan milik-Nya
Apa gerangan yang dicapai zikir hamba?
Andaikan laut meluap dan seluruh laut memberi tambahan
Lalu Zat Yang menghimpun laut kembali memenuhinya
Serta seluruh tumbuhan menuliskan pujian bagi-Nya
guna menunaikan pujian tak terhitung jumlahnya
Dia semakin disebut sebagai Zat Yang Terpuji
Makhluk-Nya terus bertasbih mengagungkan-Nya
Selama alam ini ada.
 
Dalam hal zikir manusia terbagi tiga golongan:
 
(1) golongan awam,
(2) golongan khusus yang bersungguh-sungguh,
(3) golongan yang lebih khusus yang mendapat petunjuk.
 
Zikir golongan awam adalah permulaan untuk membersihkan diri,
zikir golongan khusus berada ditingkat pertengahan untuk memuliakan,
dan zikir golongan lebih khusus merupakan tingkat akhir untuk menyaksikan.

Zikir golongan awam berada di antara penafian dan penetapan, zikir golongan khusus menetapkan apa yang telah ditetapkan, sedangkan zikir golongan lebih khusus merealisasikan penetapan sesungguhnya tanpa melihat dan menoleh kepada yang lain.

Zikir orang takut adalah terhadap ancaman-Nya, zikir orang berharap adalah terhadap janji-Nya , zikir orang bertauhid adalah dengan meng-esakan-Nya, zikir orang mencinta adalah dengan menyaksikan-Nya, dan zikir kaum arif adalah zikir-Nya untuk-Nya, bukan zikir mereka untuk mereka.

Orang arif berzikir dengan memuja dan mengagungkan. Orang alim berzikir dengan memuja dan mengagungkan. Orang alim berzikir dengan menyucikan dan memuliakan.
Ahli ibadah berzikir dengan rasa takut dan harap.
Pencinta berzikir dengan rasa mabuk kepayang.
Ahli tauhid berzikir dengan penuh hormat.
Orang awam berzikir sebagai kebiasaan.
Hamba tertunduk, dalam zikir ada yang diingat, dan mukalaf tidak punya alasan.

Ada tiga cara berzikir: (1) zikir permulaan untuk kehidupan dan kesadaran,
(2) zikir pertengahan untuk pembersihan dan penyucian, serta
(3) zikir penghabisan untuk sampai dan mengenal.

Zikir kehidupan dan kesadaran, setelah syaratnya terpenuhi, adalah dengan memperbanyak bacaan:
 
Yaa hayyu yaa qayyuum laa ilahaa illaa anta (Bahasa arab)
 
Wahai Yang Mahahidup dan Mahamandiri, tiada Tuhan selain Engkau
 
Zikir pembersihan dan penyucian, setelah syaratnya terpenuhi, adalah dengan memperbanyak bacaan:
 
Hasbiyallaahu alhayyul qayyum (Bahasa arab)
Cukuplah bagiku Allah, Zat Yang Mahahidup dan Mahamandiri
 
Zikir memiliki tiga tingkatan.

(1) Zikir yang disertai kelalaian; balasannya adalah penolakan dan laknat Tuhan.

(2) Zikir yang disertai kehadiran hati; balasannya adalah kedekatan dan tambahan karunia Tuhan.

(3) Zikir yang pelakunya tenggelam dalam zikir; balasannya adalah cinta, penyaksian, dan sambungan dengan-Nya.

Sumber : buku Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibnu ‘Atahillah as-Sakandari

Zikir Kepada Allah

Bila aku mengingat-Mu, hatiku gelisah
Begitulah pikiran dan jiwaku saat berzikir kepada-Mu
Hingga seolah-olah Raqab menyuruhku,
“Janganlah engkau merasa berzikir
Jadikanlah penyaksianmu saat berjumpa sebagai peringatan
Tuhanlah yang telah berzikir mengingatmu
Tidakkah engkau melihat petunjuk Tuhan?
Seluruhnya bersambung dari-Nya kepadamu”
Anugerahilah aku zikir yang bersih dari segala kerancuan
Kasihilah hamba agar hati ini selalu menyaksikan-Mu.
 
Ketahuilah, zikir tidak keluar dari tiga hal, yaitu:

(1) Zikir lisan dengan mengetuk pintu Tuhan. Ia menjadi penghapus dosa dan peninggi derajat.

(2) Zikir hati lewat dialog dengan Tuhan; ia merupakan kedekatan.

(3) Zikir ruh lewat pembicaraan Tuhan. Ia berupa kehadiran dan penyaksian.

Zikir lisan tanpa kehadiran hati adalah zikir kebiasaan yang kosong dari keutamaan.
Zikir lisan dengan kehadiran hati mendatangkan manfaat.
Zikir dengan lisan dan hati sekaligus adalah penyingkapan dan penyaksian.
Hanya Allah Swt yang mengetahui kedudukannya.

Diriwayatkan bahwa barangsiapa pada permulaan banyak membaca “Qul huwa Allah ahad,” niscaya Allah menerangi hatinya dan menguatkan tauhidnya.

Al-Bazzar meriwayatkan dari Anas ibn Malik r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa membaca “Qul huwa Allah ahad” seratus kali ia telah membeli dirinya dari Allah Swt. Suara dari sisi Allah menyeru di langit dan di bumi-Nya, “Fulan telah dibebaskan Allah.
Barangsiapa memiliki tanggungan padanya, hendaklah ia mengambilnya dari Allah Swt.”

Diriwayatkan pula: “Barangsipa memperbanyak istighfar, niscaya Allah menghidupkan hatinya, memperbanyak rezekinya, mengampuni dosanya, memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, serta mencurahkan dunia untuknya. Segala sesuatu ada hukumannya. Hukuman bagi orang arif adalah lalainya hati dari berzikir.”

Sumber : Buku Terapi Makrifat “ Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibnu ‘Atahillah as-Sakandari

Tingkatan Zikir

 Zikir memiliki tiga tingkatan, yaitu (1)Zikir yang disertai kelalaian; balasannya adalah penolakan dan laknat Tuhan. (2)Zikir yang disertai kehadiran hati; balasannya adalah kedekatan dan tambahan karunia Tuhan. (3) Zikir yang pelakunya tenggelam dalam zikir; balasannya adalah cinta, penyaksian, dan sambungan dengan-Nya.
 
Dalam hadist sahih, Nabi saw. bersabda,

“Segala sesuatu ada pengkilapnya. Pengkilap hati adalah zikir, dan zikir terbaik adalah ‘la ilaha illa Allah.”

Hati menjadi terang dan bersinar dengan zikir dan tafakur.

Majelis termulia dan terhormat adalah duduk tafakur dalam wilayah tauhid.

Tawakal adalah perbuatan hati, sementara tauhid adalah perkataan hati.

Pintu zikir adalah tafakur.
Pintu tafakur adalah kesadaran. Pintu kesadaran adalah zuhud. Pintu zuhud adalah kanaah (perasaan cukup).
Pintu kanah adalah memburu akherat.
Pintu akhirat adalah takwa.
Pintu adalah dunia.
Pintu dunia adalah hawa nafsu. Pintu hawa nafsu adalah tamak. Pintu tamak adalah angan-angan, dan angan-angan merupakan penyakit kronis yang sulit sembuh.
Pangkal angan-angan adalah cinta dunia.
Pintu cinta dunia adalah lalai. Kelalaian adalah penutup yang membungkus hati.
Dan, tauhid adalah obat yang dengan nama-Nya tak sesuatu pun berdampak bahaya:
 
Bismillahilladzii laa yadurru ma’asmihi syaiun fil ardhi walaa fissamaa’I wa huwas samii’ul ‘aliimu
(Bahasa Arab)
 
Dengan nama Allah dengan bersama nama-Nya tidak sesuatu pun baik di bumi maupun di langit mendatangkan bahaya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Sumber : Buku Terapi Makrifat “Rahasia Kecerdasan Tauhid”
Oleh : Syeikh Ibn ‘Athaillah al-Sakandari

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 19

(Menjaga Sholat Sunnah Harian-2)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-19)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SHOLAT TAHAJUD

#QIYAMULLAIL.
@Artinya, menghidupkan malam yaitu mencakup semua kegiatan ibadah di malam hari, baik berupa shalat malam, membaca Al-Quran, belajar atau mengkaji ilmu agama, atau dzikir.  Baik dilakukan sebelum tidur maupun sesudah tidur.

@Sholat malam adalah sholat sunnah yang utama, Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan adalah puasa muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim, no. 1163).

@Orang yang tidak bangun untuk sholat malam itu, seperti yang diceritakan Abdullah bin Mas’ud,: ”Pernah diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang tidur malam hingga shubuh. Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan telah kencing pada kedua telinganya,” (HR. Bukhari, no. 1144; Muslim, no. 774)

@Shalat malam sebagai sholat sunnah sebaiknya dilakukan di rumah,  Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda: sebaik-baik sholat dirumah kecuali sholat maktubah / fardhu (HR. Bukhari-Muslim);  Ini maknanya sholat sunnah ini agar dijauhkan dari ria’ dan sum’ah. Disaat orang tidur, bangun untuk sholat.

@Sholat Tahajud (tahajud artinya bangun tidur). adalah sholat sunah yang dikerjakan di malam hari atau pada sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Sholat tahajjud termasuk sholat sunnat mu'akad (shalat yang dikuatkan oleh syara').

^^^^^
#PERNTAH SHOLAT TAHAJUD.
@Perintah Sholat Sunnah yang disebut dalam Al Qur’an adalah “Tahajud”, ^WA MINALLAiLI FATAHAJJAD BIHI NAAFILATAN LAKA 'ASAA AN YAB 'ATSAKA ROBBUKA MAQOOMAN MAHMUUDAA / Dan pada sebahagian malam, bertahajudlah (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat ke tempat yang terpuji”.  (QS. Al_Isyra’ [17]:79), Baca juga (QS. Al Muzzammil [73] :2,3,4)

@Alloh Ta’ala juga berfirman:
^TATAJAAFAA JUNUUBUHUM ‘ANIL MADHOOJI’I YAD’UUNA ROBBAHUM KHOUFAW WA THOMA’AW WA MIMMAA ROZAQNAAHUM YUNFIQUUN / ”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (banyak-banyak sholat malam), mereka berdo’a kepada Robbnya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian rezeqinya yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. as-Sajdah [32]:16).

^KAANUU QOLIILAM MINAL-LAILI MAA YAHJA’UUN, WA BIL AS-HAARI HUM YASTAGHFIRUUN / _“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada alloh.” _ (QS. Az-Zariyat [51]:17-18)

@Hadits : Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam saat ditanya diantara sekian banyak macam sholat yang lebih utama sesudah sholat fardhu, Rasululloh SAW menjawab “Sholat dalam rongga malam_ (HR Jamaah, kecuali Bukahri dan Abu Hurairah).

@Niatkan untuk bangun sholat malam,  Rasululloh SAW bersabda : ”Barang siapa yang mau tidur dan berniat akan bangun melakukan sholat malam, tetapi tertidur sampai pagi, dituliskan untuknya apa yang diniatkannya dan tidurnya merupakan sedekah Tuhan untuknya” (HR Ibnu Majah dan An Nasa’I dari Abu Darda).

@Sholat tahajud menjadi kebiasaan orang sholeh,  Nabi SAW bersabda; “Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa” (Lihat Al Irwa’ no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

@Sebaik-baik orang adalah yang melaksanakan shalat tahajud. Nabi SAW pernah mengatakan mengenai ‘Abdullah bin ‘Umar,  “Sebaik-baik orang adalah ‘Abdullah (maksudnya Ibnu ‘Umar) seandainya ia mau melaksanakan shalat malam.” Salim mengatakan, “Setelah dikatakan seperti ini, Abdullah bin ‘Umar tidak pernah lagi tidur di waktu malam kecuali sedikit” (HR. Bukhari no. 3739, dari Hafshoh.)

^^^^^
#WAKTU SHOLAT TAHAJUD
@Alloh Azza wa Jalla berfirman:  ^WA MINAL-LAILI FA TAHAJJAD … /Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah….” (QS.  Al-Israa' [17]:79).

@Pada sebagian malam,  boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam. Ini semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

@ Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda tatkala beliau ditanya, “Apakah sholat yang lebih utama selain dari sholat fardu yang lima?” Jawab beliau, “Sholat tengah malam”  (HR Muslim dari Abu Hurairah).

@Ibnu Hajar menjelaskan :  “Sesungguhnya waktu shalat malam dan tidur yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbeda-beda setiap malamnya. Beliau tidak menetapkan waktu tertentu untuk shalat. Namun beliau mengerjakannya sesuai keadaan yang mudah bagi beliau.” (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i, 3/23, Darul Ma’rifah Beirut, 1379.)

@ Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda,
>“Sesungguhnya puasa yang paling dicintai di sisi Allah adalah puasa Daud,  dan shalat yang dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Beliau biasa tidur di separuh malam dan bangun tidur pada sepertiga malam terakhir. Lalu beliau tidur kembali pada seperenam malam terakhir. Nabi Daud biasa sehari berpuasa dan keesokan harinya tidak berpuasa.”  (HR. Bukhari no. 1131 dan Muslim no. 1159, dari ‘Abdullah bin ‘Amr.).

>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan shalat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar (ke masjid).”  (HR. Bukhari no. 1146, dari ‘Aisyah r.a).

_>“Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga yang terakhir. Sayang sedikit sekali orang yang melaksanakannya” _ (HR Ahmad).

_>”Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang me inta kepadaKu niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit” _ (HR Bukhari dan Muslim).

>“Hai sekalian manusia, sebar luaskanlah salam dan berikanlah makanan, serta kerjakanlah sholat pada waktu manusia sedang tidur supaya kamu masuk surga dengan selamat”  (HR Tirmidzi dari Abdullah bin Salam).

^^^^^
@Waktu Utama Sholat Tahajud, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda: “Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758, dari Abu Hurairah r.a). ***

^^^^^
#JUMLAH ROKA’AT SHOLAT TAHAJUD YANG DISUNNAHKAN.
@Tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at. Dan inilah yang sering dilakukan Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasalam, ‘Aisyah mengatakan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan shalat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat tiga raka’at.” (HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738.).

@Sebanyak 13 rokaat Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat malam 13 raka’at ” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764.).

@Zaid bin Kholid Al Juhani mengatakan,  _ “Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam._
>Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan.
>Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 raka’at yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya.
>Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan* dari sebelumnya.
>Beliau pun lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya.
_>Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya.
>Lalu terakhir beliau berwitir sehingga jadilah beliau laksanakan shalat malam ketika itu 13 raka’at.” ( HR. Muslim no. 765).
>Ini berarti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan *witir dengan 1 raka’at. (Lihat Al Muntaqo Syarh Al Muwatho‘, 1/280, Mawqi’ Al Islam.).
 

@Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan”. Maksudnya, sebagaimana yang dikatakan ‘Aisyah r.a: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan shalat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat dua rak’at yang ringan.”  (HR. Muslim no. 767.)

@Dalam hadits lain, Dari Abdullah bin Umar r.a dia berkata: Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasalam  yang saat itu beliau berada di atas mimbar, Bagaimana cara mengerjakan shalat malam?”  

>Beliau  menjawab, *^SHOLAATUL-LAILI MATSNAA-MATSNAA,  FAIDZAA KHOSYIYA AHADUKUMUSH-SHUBHA *SHOLLAA ROK’ATAN WAAHIDAH, TUUTIRU LAHU MAA QOD SHOLA  /

>“Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar.).

@Lalu bagaimana dengan hadits ‘Aisyah,  ^MAA KAANA YAZIIDU FII ROMADHOONA WA LAA GHOIRIHI ‘ALAA IHDAA ‘ASYROTAN ROK’ATAN / “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at ” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738).

@Jawabannya, kalau kita mau “ihyaa us sunnah” menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW, pilihannya adalah mengikuti yang dicontohkan Beliau SAW, karena pesannya: ^SHOLLU KAMMA ROAITUMUNI USHOLLI / Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat. (HR. Bukhari)

@Dan shalat yang paling bagus, kata Nabi SAW,  ^AFDHOLLU SHOLAATI THUULUL QUNUUT” / “Shalat yang paling baik adalah yang paling lama berdirinya.”  (HR Muslim No. 756 dari Jabir).***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall么hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull么hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI BAG. 20

SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATI
(Menjaga Sholat Sunnah Harian-3)

_ www.hamhas095.blogspot.com
(Dakwah Bit-Tadwin Online)

"Jangan lihat siapa yang menyampaikan,
tapi lihat apa yang disampaikannya"
(Ali bin Abi Tholib r.a)

(Bagian Ke-20)

Bissmillaahirrahmaanirraahiim
Assalaamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
Washsholaatu wassalaamu
’Alaa asyrofil ambiyaai wal mursaliin
Wa ‘alaa ‘aalihi wa shohbihi aj-maiin,
Amma ba’du

Sobat Netizen Rohimakumulloh

#SHOLAT TAHAJUD (Lanjutan)

#KEUTAMAAN TAHAJUD:
@Bagi yang menegakkan sholat tahajud (sholat malam), Allah Ta’ala  janjikan *4 keutamaan”, sebagaimana  firman-Nya (QS. Al Isyroo’ [17]:79-81):

1). Mengangkatkan ketempat terpuji disisi Alloh, ”Dan pada sebahagian malam, bertahajudlah (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; ^'ASAA AN YAB 'ATSAKA ROBBUKA MAQOOMAN MAHMUUDAA / mudah-mudahan Robb-mu mengangkat ke “Maqoomam-mahmudah (tempat yang terpuji)”.

2). Dibimbing dalam setiap kebaikan. ^ROBBI, ADKHILNII MUDHKHOLA SHIDQIW / _”Ya Robbku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar, ^WA AKHRIJNII MUKHROJA SHIDQIW / _dan keluarkan (pula) aku ketempat keluar yang benar,

3). Diberi kemampuan atau kekuasaan untuk menghadapi gangguan, ^WAJ’AL LII MIL LADUNKA SULTHOONAN NASHIIROO / ”dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (sebagai) penolong (ku).”

4). Diberi jaminan bahwa kebenaran akan melenyapkan kebathilan, ^JAAA`AL-HAQQU WA ZAHAQOL BAATHILU INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO / ”Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebathilan. Sesungguhnya yang bathil itu pasti lenyap.”

@Rosululloh sholallohu ‘Alaihi wasalam  bersabda:
>”Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.”  (HR Tirmidzi, dari Abdullah bin Salam)

 >”Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam”.  (HR Muslim)

>”Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat (waktu). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam”. ( HR Muslim )

>”Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

^^^^^
#APAKAH SHOLAT TAHAJJUD HARUS TIDUR DULU?  
@Diantara Ulama terdapat ikhtilaf, / berbeda pendapat tentang syarat bisa disebut sholat tahajud, apakah harus tidur dulu ataukah tidak.

>Abu Bakr Ibnul ‘Arabi  mengatakan :_Tentang makna tahajud ada 3 pendapat:
^Pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat
^Kedua, shalat setelah tidur.  
^Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya.  

>Beliau (Abu Bakr Ibnul ‘Arabi)  _berkomentar pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah *pendapat kedua, yaitu  “Sholat Tahajud dilakukan setelah tidur*.  (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86).

*@Bagi yang dikhawatirkan tidak mampu bangun sebelum subuh untuk tahajud, dianjurkan untuk shalat sebelum tidur. Sekalipun tidak disebut tahajud oleh sebagian ulama, namun dia tetap terhitung melakukan qiyam lail, yang pahalanya besar.

^^^^^
#SHOLAT TAHAJUD KETIKA KONDISI SULIT
@Bermunajatlah pada Allah di akhir malam ketika kondisi begitu sulit. ‘Ali bin Abi Tholib pernah menceritakan,  “Kami pernah memperhatikan pada malam Badar dan ketika itu semua orang pada terlelap tidur kecuali Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. Beliau melaksanakan shalat di bawah pohon. Beliau memanjatkan do’a pada Allah hingga waktu Shubuh.”  (HR. Ahmad 1/138).

>Dalam riwayat lain disebutkan, ^ASHBAHA HATTA WAYABKII YUSHOLAA / “Beliau melaksanakan shalat sambil menangis hingga waktu shubuh.” (HR. Ahmad 1/125).

^^^^^
#QODHO’ BILA LUPUT DARI SHOLAT TAHAJUDNYA.
@Bagi yang tidak bisa atau luput dari sholat tahajud karena udzur,  seperti ketiduran atau sakit, maka ia boleh mengqodho’nya di siang hari sebelum Zhuhur.

@Ibunda ‘Aisyah r.a mengatakan, ^ANNA RASULULLOH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, KAANA IDZAA FAATATHUSH-SHOLAATUL MINAL-LAILI  MIN WAJA’IN AU GHOIRIHI SHOLA MINAN-NAHAARI TSINTAA ‘ASYROTA / “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika beliau luput dari shalat malam karena tidur atau udzur lainnya, beliau mengqodho’nya di siang hari dengan mengerjakan 12 raka’at.” (HR. Muslim no. 746.).

@‘Umar bin Khottob mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tertidur dari penjagaannya atau dari yang lainnya, lalu ia membaca apa yang biasa ia baca di shalat malam antara shalat shubuh dan shalat zhuhur, maka ia dicatat seperti membacanya di malam hari.” (HR. Muslim no. 747.)**

^^^^^
#SHOLAT TAHAJUD BERJAMAAH DENGAN ISTRI/SUAMI
@Bersyukurlah suami-istri yang selalu saling membangunkan untuk sholat malam, Alloh telah merahmati keduanya untuk melaksanaan ketaatan kepada Alloh Shubhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.  

>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasalam  bersabda, “Allah merahmati seorang suami yang bangun di malam hari lalu shalat dan ia membangunkan istrinya kemudian istrinya shalat. Bila menolak maka ia perciki wajah istrinya dengan air. Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu shalat dan ia membangunkan suaminya kemudian shalat. Bila suaminya enggan ia perciki wajahnya dengan air mukanya,“  (HR Ahmad, Abu Daud, al-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:  Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasalam bersabda: “Jikalau seorang lelaki itu membangunkan istrinya di waktu malam, lalu keduanya shalat atau mengerjakan shalat dua rakaat semua, maka dicatatlah termasuk golongan orang-orang lelaki dan perempuan yang ingat -kepada Allah-.” (HR. Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.)


@Hadits riwayat Ibnu Abbas ini menunjukkan bahwa,  ia (Ibnu Abbas yang saat itu baru berusia 9 tahun) pernah ber-makmum kepada Nabi shalallahu  ‘alaihi wasalam  pada sholat malam, untuk mengetahui bagaimana Nabi shalallahu  ‘alaihi wasalam   mengerjakan sholat malam.

>Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, “Saya tidur di rumah Maimunah (istri Nabi) dan Nabi sedang di sana malam itu. Kemudian beliau berwudhu dan mendirikan shalat, maka saya berdiri di sebelah kirinya, kemudian Rasulullah memegangku dan menempatkan aku di sebelah kanannya.  Beliau shalat sebanyak 13 rakaat, lalu tidur sampai mengembuskan udara dari mulutnya, dan Nabi jika tidur biasa mengembuskan udara dari mulutnya. Kemudian datang muadzin, maka Nabi keluar dan melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi,“  (HR Bukhari dan Muslim).

@Ada riwayat lain yang menganjurkan suami atau istri melakukan shalat malam bersama. “Barang siapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah,“  (HR. Ibnu Majah, al-Nasa’i, al-Baihaqi, dan al-Hakim).

@Salah satu syiar yang pernah diberlakukan Umar bin Khatab RA, adalah shalat tarawih berjamaah. Pelaksanaannya ialah usai shalat Isya secara langsung, tanpa harus ada jeda hingga larut malam.  Kini muncul fenomena*shalat Tahajud berjamaah* yang wakaktunya pada sepertiga malam terakhir.

@Kitab Dhaya’ al-Mashabih, karya Abu Abdurrahman bin Isa al-Batini, mencoba mengupas persoalan ini, bahwa fenomena ini disebut dengan ta’qib. yaitu mengerjakan shalat sunah berjamaah di luar shalat Tarawih.

@Sholat sunnah yang dilakukan secara berjamaah, Musthafa al-Bugha dalam al-Fiqh al-Manhaji ala Mazhabi Imam as-Syafii  menyebutkan empat shalat sunnah yang lebih baik dilakukan, bahkan dianjurkan (mustahab) secara berjamaah, yaitu : _Shalat Idul Fitri dan Idul Adha, Shalat Tarawih, Shalat gerhana matahari dan bulan, dan Shalat Istisqa’.

@Menurut Mazhab Hanafi, hukum ta’qib, seperti shalat Tahajud berjamaah adalah makruh. Ini seperti dinukilkan dari Ibnu Muflih. Ia menyatakan, shalat sunah itu hanya dilakukan berjamaah sekali. Bila hendak melakukannya lagi, cukup tunaikan sendirian.

@Hukum taq’ib berdasarkan pandangan Mazhab Hanbali, ada dua riwayat yang berbeda. Riwayat pertama dari Imam Ahmad menyebutkan hukum shalat seperti tersebut makruh.  Sedangkan, riwayat lain dari Imam Ahmad memberi sinyal bahwa hukum shalat Tahajud berjamaah boleh dilakukan.

@Imam Ahmad, sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Qudamah, pernah mengatakan bahwa hukum shalat Tahajud berjamaah atau sunah lainnya secara berjamaah ialah boleh. Pendapat Imam Ahmad itu merujuk pada pernyataan Imam Malik yang mengatakan, segala perkara yang kembali kepada kebaikan maka tunaikanlah, tetapi jika mengarah pada keburukan, segera tinggalkan.

@Dalam konteks shalat Tahajud berjamaah, Imam Malik (Mazhab Maliki) memilih boleh hukumnya. Muhammad bin al-Hakam menilai, opsi pendapat makruh dari riwayat Ahmad dinyatakan pendapat lama. Mayoritas ulama sepakat hukumnya boleh.  (Rujukannya, riwayat Ibnu Abbas ketika bermakmum sholat malam dengan Nabi SAW ).

@Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ ala syarh al-Muhadzzab: _“Shalat Sunnah dibagi menjadi dua bagian. *Pertama, Shalat yang disunnahkan berjamaah yaitu shalat sunnah ‘ied, shalat gerhana, dan shalat istisqa’, begitu juga shalat tarawih menurut qaul ashah. Kedua, shalat yang tidak disunnahkan berjamaah (munfarid), tapi jika dilaksanakan dengan cara jamaah, maka shalat tersebut tetap sah. Yaitu shalat selain dari bagian pertama di atas.” _ (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzzab, juz 4, hal. 5)

>Selanjutnya dijelaskan: meski shalat tahajud ketika dilakukan secara berjama’ah dihukumi sah, namun dari segi pelaksanaannya secara berjamaah tidak dihitung sebagai pahala berjamaah.

*>Sehingga seseorang yang melaksanakan shalat tahajud dengan berjamaah hanya mendapatkan pahala dari aspek melaksanakan shalat tahajud saja, tanpa mendapatkan pahala lain dari aspek jamaahnya.

*>Tetapi kalau pelaksanan sholat tahajud berjamaah, menjadi sebab disyariatkannya bahwa sholat tahajud harus berjamaah, yang ini dilarang.

@Berdasarkan riwayat di atas, tidak ada dalil yang menetapkan mana yang lebih utama, melakukan shalat malam dengan berjamaah atau sendiri-sendiri.  Jika shalat sendirian lebih khusyuk karena bebas memanjangkan bacaan dan setiap gerakan shalat diperbolehkan.

*>Namun, jika istri meminta agar dapat melakukannya dengan berjamaah dan itu menambah kekhusyukan, silakan lakukan dengan berjamaah.

>Lebih-lebih jika hal itu dapat menambah ketakwaan dan memperkuat tali mawaddah dan rahmah dalam keluarga serta memberikan dampak perubahan akhlak yang mulia berupa menjauhi perbuatan keji dan mungkar maka shalatlah berjamaah. ***

(In Syaa Alloh Bersambung)

Wall么hu a’lam bishshowab
Al haqqu min robikum
Nas-alulloh as-salamah wal ‘afiyah

Wassalamu’alaikum warohmatull么hi wabarokatuh
*^(posting : Hamhas)^

MoU MI Nurul Jannah NW Ampenan dengan Banpelis

 

Dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa” sekaligus mendukung keberhasilan program Gerakan Literasi Nasional, Lenang Manggala Foundation bekerja sama dengan GMB-Indonesia, menyelenggarakan program Bantuan Pengembangan Literasi Sekolah (BANPELIS) tahun 2020-2025. Melalui program ini, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang menjadi Mitra Program akan difasilitasi untuk melaksanakan program pengembangan literasi di sekolahnya selama 5 tahun ke depan.

Program BANPELIS berfokus untuk mendorong peningkatan kompetensi berliterasi melalui serangkaian program pelatihan dan sertifikasi, sekaligus mendorong produktivitas dan publikasi karya dengan fasilitas penerbitan buku bagi siswa dan guru. Program pelatihan, sertifikasi dan penerbitan buku ini diberikan secara gratis kepada seluruh sekolah yang tercatat sebagai Mitra Program.

Melalui program ini, Lenang Manggala Foundation dan GMB-Indonesia berharap, dapat turut memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan budaya literasi dan mutu pendidikan di Indonesia. Program yang diperuntukkan untuk sekolah jenjang TK, SD, SMP dan SMA atau yang sederajat ini dicanangkan dapat memberikan dampak manfaat bagi 1.000 sekolah di 34 Provinsi di Indonesia.

Alhamdulillah... Pada hari Kamis tanggal 5 Rabi'ul Awwal 1442 H/22 Oktober 2020 M yang bertepatan dengan "Hari Santri Nasional", MI Nurul Jannah NW Ampenan berhasil menjalin kerja sama dengan Banpelis periode tahun 2020-2025.










MENJADI MITRA PROGRAM BANPELIS 2020

Salam hangat,

Bersama ini, kami hendak menyampaikan TERIMA KASIH karena Bapak/Ibu telah memilih untuk memfasilitasi para siswa dan guru di sekolahnya untuk dapat meraih kemerdekaan dalam belajar, berkarya dan berkontribusi pada bangsa dengan menjadi Mitra program BANPELIS.

Untuk tahap pendaftaran selanjutnya, berikut kami lampirkan invoice commitment fee sekolah sejumlah 1.000.000 rupiah untuk mendaftar Mitra program BANPELIS ini.

Silakan Bapak/Ibu menyelesaikan pembayaran dengan transfer ke:

Nomor Rekening: BRI 1065-01-000253-30-3 a.n. PT Nyala Masadepan Indonesia

Setelah Bapak/Ibu melakukan transfer, dimohon untuk memberikan konfirmasi ke nomor ini dengan mengirimkan bukti transfer tersebut.

Selain itu, bersama ini juga kami lampirkan MoU kerja sama Mitra program BANPELIS untuk sekolah Bapak/Ibu.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi, kami mengucapkan TERIMA KASIH atas dedikasi dan apresiasi sekolah Bapak/Ibu dalam program ini. Semoga apa yang kita lakukan bersama, dapat memberikan pengaruh positif dalam upaya memajukan pendidikan dan literasi di Indonesia.

______

Konsultan Program BANPELIS 2020

0852-2603-4061 (SELVIA)

馃崄 PANCASILA & ORANG MADURA 馃崄

Suatu ketika, ada seorang Bapak yang sambil membeli Sate Madura, mencoba Mengetes Nasionalisme-nya Si Penjual Sate

Pembeli : Kak ... Sampeyan Hapal Pancasila?

Penjual : Ya hapal luar kepala saya. Masak Pancasila saja nggak hapal?!

Pembeli : Coba Sebutkan!

Penjual :
1. Syahadat
2. Menegakkan Sholat lima waktu
3. Membayar Zakat
4. Puasa Ramadlan
5. Naik Haji ke Mekkah Madinah

Pembeli : Lho... Itu kan Rukun Islam, Kak, Bukan Pancasila.

Penjual : Lhooo... Sampeyan belum tahu, kalo ini sumbernya. Rukun Islam itu di atasnya Pancasila.

Pembeli : Maksudnya bagaimna, Kak?

Penjual : Lhoo... Gimana Sampeyan ini, kok malah belum tahu?
1. Orang bisa berkeTuhanan yang Maha Esa itu kalau sudah berSyahadat. Laa ilaha illallah Muhammadur Rosululloh.

2.  Orang bisa menjadi Manusia yang Adil dan Beradab, apabila dia sudah benar-benar Menegakkan Sholat lima waktu.

3. Persatuan Indonesia akan terwujud, apabila yang kaya suka membantu yg miskin. Dan itu Zakat namanya.

4. Para Pejabat itu bisa Memimpin dengan Hikmah, Mengutamakan Kepentingan Rakyat, tidak seenaknya sendiri yaitu dengan Berpuasa. Jadi bisa ikut merasakan bagaimana bila rakyatnya lapar.

5. Keadilan Sosial bagi semua Rakyat, apabila kita bisa bertemu dan bersatu meskipun dari suku bangsa yang berbeda-beda seperti Orang berHaji di Mekkah. 馃槏

Pembeli : Ooo jadi gitu ya, Kak. Sampeyan kok pinter

Looo bagimanna sampeyan ini. Saya ini meskipun penjual Sate kan Orang  Islam. Orang Islam ya pasti Pancasilais, karena Pancasila itu turunannya Islam  馃檪

Allohummasholli'alaa sayyidinaa Muhammad....馃檹馃徏

SOAL ULANGAN ONLINE

Ulangan online soalnya 4 saja. Coba anda jawab pertanyaan ini dlm hati anda,,,

1. Allah menciptakan tertawa dan ............... ??
2. Allah itu mematikan dan ............... ??
3. Allah itu menciptakan laki-laki dan........?
4. Allah itu memberikan kekayaan dan ................ ??
.
Gampang kan ?
ternyata sebagian besar jawaban nya memang benar, tapi hanya untuk nomor 1, 2 dan 3 saja.
Sedang untuk jawaban Nomor 4, Ternyata mayoritas salah.

KENAPA ??

Sekarang mari kita bahas.
Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)
Tapi bagaimana dengan no.4 ?
Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?
.
Mari kita lihat
.
KUNCI JAWABAN
.
Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

Jawaban no 1

:锘َ锖َ锘َّ锘 锘ُ锘َ 锖َ锖ْ锖َ锘َ 锘َ锖َ锖ْ锘َ锘

"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis."
(QS. An-Najm: 43)

Jawaban no 2

:锘َ锖َ锘َّ锘ُ 锘ُ锘َ 锖َ锘َ锖庯簳َ 锘َ锖َ锖ْ锘َ锖

"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan."
(QS. An-Najm:44)

Jawaban no 3

:锘َ锖َ锘َّ锘ُ 锖َ锘َ锘َ 锖嶏粺锖َّ锘ْ锖َ锘ْ锘ِ 锖嶏粺锖َّ锘َ锖َ 锘َ锖嶏粺ْ锖ُ锘э簻َ锘

"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. "
(QS. An-Najm:45)

Jawaban no 4

:锘َ锖َ锘َّ锘ُ 锘ُ锘َ 锖َ锘ْ锘َ锘 锘َ锖َ锘ْ锘َ锘

"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan KECUKUPAN."
(QS. An-Najm:48)

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan kekayaan dan kecukupan kepada hamba-hamba Nya BUKAN kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

丕爻鬲睾賮乇丕賱賱賴 丕賱毓馗賷賲

Ternyata yang menciptakan kemiskinan adalah diri kita sendiri.

Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyumBAHAGIA???

Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.

Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal.

Aamiin

MENUNDA SHOLAT

(Jangan* dibaca jika tak kuat) ~

Ada seorang wanita bertanya kepada'' mufti :"Bagaimana caranya membangunkan anak-anak saya yang sedang tertidur nyenyak untuk sholat Subuh ?" Mufti menjawab dengan balik bertanya kepada wanita tersebut :"Apa yang akan kamu lakukan jika rumahmu terbakar dan pada saat itu anak-anakmu sedang tidur nyenyak ?" Wanita tersebut berkata :"Saya pasti akan membangunkan mereka dari tidurnya." Mufti menjawab :"Bagaimana jika mereka sedang tertidur nyenyak sekali ?" .

Wanita itu kemudian menjawab :"Demi ALLAH! Saya akan membangunkan mereka sampai bener-benar bangun, jika mereka tidak bangun juga, saya akan menarik menyeret mereka sampai keluar dari rumah." Mufti kemudian menjawab :"Jika itu yang kamu akan lakukan untuk menyelamatkan anak-anakmu dari api dunia, lakukanlah hal yang sama untuk menyelamatkan mereka dari api neraka di akhirat kelak." Dari : Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki

¤. AKIBAT SUKA SHOLAT DI UJUNG WAKTU

Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.

Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali ada orang yang mampu membantunya.

Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu bersedekah dan rajin membaca al-Quran.

Dia terus menjerit lagi, namun tidak  ada seorangpun yang tampil membantunya.

Para malaikat terus menyeret dia. Dan … mereka semakin dekat dengan kawah api neraka.

Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir. Dia teringat …

Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka”

Dia menjerit lagi sekuat tenaga:

“Sholat saya? Sholat saya? Doa saya?”

Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya.

Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.

Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah neraka.

Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.

Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa tangannya diraih oleh satu lengan.

Dia ditarik kembali ke atas.

Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya.

Pria itu kelihatannya sangat daif.

Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria tua itu:

“Siapakah anda?”

Orang tua itu menjawab: “Akulah sholat anda”

“Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ? kenapa …?.”

Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata:

“Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu laksanakan saya pada saat-saat akhir !!”

“Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu ..

“Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.

“Kamu ingatkah itu semua ??”

Penjelasan pria tua itu mengejutkannya dari tidur …

Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat ketakutan …
Ya Allah.. Aku mimpi…

Tapi seperti nyata ..
Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan menandai masuknya waktu shalat ashar.
Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia telah mendapat petunjuk yang maha benar.
Sebarkan kisah ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda. Mungkin anda dapat membantu mereka agar mulai sekarang mau menunaikan sholat tepat waktu.
Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak

Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Al-Qur'an Sangat Dekat

1. Add nomor ini +62 8999900411 ke dalam hp kamu. Tersimpan dengan nama 'Quranchat me' atau nama lain juga boleh.

2. Kemudian setelah tersimpan, cari dalam kontak WA.

3. Lalu, chat nomor tersebut dengan kata kunci, misal:

Kalau kamu cari ayat 'kiamat' dalam Al-Qur'an maka kamu ketik ' kiamat'. Tanpa tanda petik ya.

Kalau kamu mau cari ayat tentang zakat, maka kamu ketik 'zakat'

Dan seterusnya. Maka ayat-ayat dengan tema yang kamu cari, akan muncul semua.

4. Bisa cari ayat langsung, misal " hud 17", tanpa tanda kutip yaa

5. Silahkan dicoba. Gratis. Semoga Allah memberkahi pembuat aplikasi ini dan memberinya pahala jariyah bagi pembuat dan penyebarnya.

6. Semoga bermanfaat... 馃檹

WEBINAR TV SEKOLAH : CARA KOMUNIKASI BARU ERA 4.0

馃搶Pelaksanaan
Hari/tgl : Rabu, 21 Oktober 2020
Waktu   : 19.00 WIB - SELESAI

1. Webinar akan dilaksanakan di zoom meeting mulai pkl 18.45 WIB
    Join Zoom Meeting : https://us02web.zoom.us/j/83102877368?pwd=dmdhcXJWVnk3cmE4Z0RCRUJVQ0ZxQT09

Meeting ID: 831 0287 7368
Passcode: ditepid

2. Live Streaming Seminar Online akan dilaksanakan mulai pkl 19.00 WIB di Channel Youtube eGuru TV. pastikan Bp/Ibu sudah SUBSCRIBE Channel Youtube eGuru TV馃憠馃徎 (http://bit.ly/eguru_tv)
Supaya mendapatkan pemberitahuan saat Live akan dimulai).
 
3. Bapak/Ibu bisa berdiskusi  atau mengajukan pertanyaan kepada narasumber dengan cara menuliskan pertanyaan di live chat video live streaming (pertanyaan Bp/ibu akan dijawab / dibahas setelah nara sumber menyampaikan materi).

4. Jika ada hal yang perlu ditanyakan hubungi Admin Webinar wa.me/6285702511440 (WA)

TIM Ditep.id

Mini Workshop : TV Sekolah

Hallo para guru Indonesia!
Bagaimana situasi belajar mengajar saat ini? Apakah sudah maksimal? Atau siswa sudah merasa bosan dengan sistem online saat ini? 馃槺

Digital Teknologi Pendidikan dan Pelatihan kini menghasirkan Mini Workshop : TV Sekolah

1. Strategi Pengembangan Konten Video TV Sekolah 5, November 2020
Narasumber : Tutivi (6,21k subscriber)

2. Cara Jitu Meningkatkan Subscriber dan Jam Tayang Channel Youtube, 25 November 2020
Narasumber : Putih Abu-Abu (4,37Jt subscriber)

3. Strategi Monetize TV Sekolah, 22 Desember 2020
Narasumber : Mas Wahid (886k subscriber)
________________
Spesial Harga EARLY BIRD
KHUSUS MALAM INI 馃槺馃ぉ馃ぉ
1 Mini Workshop : Rp 20.000
3 Mini Workshop : Rp 45.000
________________
Maksimal pembayaran Besok ke rekening :
BRI : 1270-01-013039-50-1 a.n Fauziyah Umi A.
BNI : 0803-4514-29 a.n Laila Maghfirotul M.
________________
Konfirmasi Pendaftaran dan Pembayaran
1. Format :
MiniWorkshop_Nama Lengkap_Instansi
2. kirim bukti pembayaran ke : wa.me/6285742038056

#Ditep.id #MiniWorkshop #TVSekolah

Rabu, 21 Oktober 2020

Sejarah Hari Santri

 Sejarah Hari Santri Nasional Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Pariaman, Hari Santri Nasional tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu, tetapi merujuk mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaaha illa Allah. 22 Oktober 1945 dianggap sebagai resolusi jihad di mana santri dan ulama bersatu serta berkorban untuk mempertahankan Indonesia. Saat itu Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai Rais Akbar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menetapkan resolusi jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur. Dan kondisi tersebut terlihat pada 21 dan 22 Oktober 1945 di saat pengurus NU Jawa dan Madura menggelar pertemuan di Surabaya. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyatakan sikap setelah mendengar tentara Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng sekutu. Lewat Resolusi Jihad, kaum santri memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia agar menentukan suatu sikap dan tindakan yang nyata terhadap usaha-usaha yang akan membahayakan kemerdekaan, agama dan Indonesia, terutama terhadap pihak Belanda dan kaki-tangannya. Bagi NU, baik Belanda maupun Jepang telah berbuat kezaliman di Indonesia dan resolusi ini membawa pengaruh yang besar. Bahkan, ada dampak besar setelah Hasyim Asy'ari menyerukan resolusi ini. Hal ini kemudian membuat rakyat dan santri melakukan perlawanan sengit dalam pertempuran di Surabaya. Banyak santri dan massa yang aktif terlibat dalam pertempuran ini. Perlawanan rakyat dan kalangan santri ini kemudian membuat semangat pemuda Surabaya dan Bung Tomo turut terbakar. Hingga akhirnya perjuangan tersebut menewaskan pemimpin Sekutu Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.  Mallaby tewas dalam pertempuran yang berlangsung pada 27-29 Oktober 1945. Hal inilah yang memicu pertempuran 10 November 1945.


Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober dan Tema Tahun 2020", https://tirto.id/f6by.

Nabi Muhammad SAW Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Michael H. Hart, pengarang buku "100 orang tokoh yg paling berpengaruh di Dunia" menempatkan Nabi Muhammad SAW, di peringkat 1 dlm bukunya, dan beliau membutuhkan waktu 28 tahun riset, penelitian dsb untuk menyelesaikan bukunya tersebut.

Pada saat beliau memberikan kuliah dan seminar di London, beliau di cemooh, diejek, dan di interupsi, mereka mempertanyakan buku beliau yang menempatkan Nabi Besar Muhammad SAW sebagai org yg paling berpengaruh di Dunia di peringkat 1.sedangkang dia sendiri sebagai penulis buku beragama kristen protestan. 

Beliau menjawab :

"Baginda Rasulullah SAW, berdiri tegak sendirian di Mekkah pada tahun 611, dan menyatakan ke semua orang disana saat itu : " Aku adalah nabi dan utusan Allah".

Hanya 4 orang yg percaya kepada beliau saat itu, Sahabatnya, Istrinya dan Dua orang anak kecil, !!

Saat ini, setelah lebih dari 1400 tahun, pengikut beliau, umat muslim sudah mencapai lebih dari 1 Milyar orang, dan masih terus bertambah..

Jadi, Nabi Muhammad SAW, jelaslah bukan pembohong, karena kebohongan tidak akan pernah bertahan setelah lebih dari 1400 tahun!!..dan anda tidak akan pernah mampu membohongi 1 Milyar manusia, !! Kalau militer, polisi dan pramuka didalam melakukan baris berbaris kompak banget karena mereka dilihat langsung sama komandannya, tapi beliau kal au mimpin sholat sangat kompak sekali meski dibelakanginya semua umatnya.kalau beliau takbir semua kompak takbir, kalau beliau ruku semua ikut ruku dan kalau beliau sujud semua ikut sujud. satupun ga ada yg berbeda meski ada yg ketinggalan rokaat dalam keadaan ruku atau sujud mereka para ma'mumnya mengikutinya dgn takbirotul ihrom terlebih dahulu. 

Tambahan lagi yg harus anda renungkan, setelah semua yg terjadi selama ini, ratusan juta umat muslim ini tidak akan pernah Ragu untuk mengorbankan jiwa raga mereka jika ada yg mencoba menodai nama baik Nabi mereka yg tercinta tersebut, !!


Apakah diantara Anda pengikut Kristiani ada yg sanggup berbuat seperti itu terhadap Jesus?..


Setelah itu yg ada hanya keheningan yg mencekam dan lama di auditorium tersebut..


Jika anda mencintai Rasulullah SAW, bagikan hal ini ke seluruh saudara muslim yg lain,  dlm hitungan detik akan milyaran umat muslim akan mengucapkan


 *LAA ILAHA ILLA ALLOH MUHAMMADUR RASULULLOH*


Sebarkan, anda tidak akan merugi sedikitpun..

Wallahu, saya akan sebarkan hal ini, walau sesibuk apapun...

Selasa, 20 Oktober 2020

12 PENYAKIT BERUMAH TANGGA

1. KUTILAN:
KURANG TAHU ILMU PERNIKAHAN.

Rumah tangga akan sukses jika dipandu dengan ilmu agama. Ilmu agama suami istri yang mumpuni akan diberi kebaikan dalam rumah tangganya. Rasul bersabda:

賲َ賳ْ 賷ُ乇ِ丿ِ 丕賱賱賴ُ 亘ِ賴ِ 禺َ賷ْ乇ً丕 賷ُ賮َ賯ِّ賴ْ賴ُ 賮ِ賷 丕賱丿ِّ賷賳

Artinya: “Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam ilmu agama.”(HR. Bukhari)

2. KUTUAN:
KURANG TAHU ARAH DAN TUJUAN PERNIKAHAN.

Tujuan pernikahan Seperti dalam Surah Rum ayat 21, adalah supaya kita bisa hidup damai penuh ketenangan, saling jaga, saling melengkapi saling membahagiakan.

賵َ賲ِ賳ْ 丌賷َ丕鬲ِ賴ِ 兀َ賳ْ 禺َ賱َ賯َ 賱َ賰ُ賲ْ 賲ِ賳ْ 兀َ賳ْ賮ُ爻ِ賰ُ賲ْ 兀َ夭ْ賵َ丕噩ً丕 賱ِ鬲َ爻ْ賰ُ賳ُ賵丕

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu tenteram..(Ar-rum: 21)

3. KUSTA :
KURANG SABAR MERAIH CITA.

Naik tangga mesti dari tangga pertama dulu! Kebanyakan kita ingin langsung ingin langsung sampai ditangga puncak.

Tentu tidak mungkin! Maka sabarlah berproses dalam berumah tangga in syaa allah akan sampai pula ketangga puncak akhirnya. Allah berfirman:

賷َ丕兀َ賷ُّ賴َ丕 丕賱َّ匕ِ賷賳َ 亍َ丕賲َ賳ُ賵丕 丕氐ْ亘ِ乇ُ賵丕 賵َ氐َ丕亘ِ乇ُ賵丕 賵َ乇َ丕亘ِ胤ُ賵丕 賵َ丕鬲َّ賯ُ賵丕 丕賱賱َّ賴َ 賱َ毓َ賱َّ賰ُ賲ْ 鬲ُ賮ْ賱ِ丨ُ賵賳َ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan: 200)

4. KUDIS:
KURANG URUS DUIT SELALU HABIS.

Manajamen keuangan yang tidak cakap, tidak bisa menentukan skala prioritas, tidak bisa menahan diri untuk belanja yang tidak penting dan mengabaikan kebutuhan yang pokok dan jangka panjang, biasanya karena sipat boros maka rumah tangga akhirnya akan oleng.

Maka cakap lah dalam mengelola uang,dan tidak boros. In syaa allah kelarga akan damai dan mapan. Allah swt berfirman:

賵َ賱丕 鬲ُ亘َ匕ِّ乇ْ 鬲َ亘ْ匕ِ賷乇ً丕 廿ِ賳َّ 丕賱ْ賲ُ亘َ匕ِّ乇ِ賷賳َ 賰َ丕賳ُ賵丕 廿ِ禺ْ賵َ丕賳َ 丕賱卮َّ賷َ丕胤ِ賷賳ِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

5. KANGKER:
KANTONG KERING

Karena boros, karena malas, karena tidak mau belajar untuk cerdas akhirnya kita miskin. Maka keadaan miskin akan banyak bisikan setan, banyak percekcokan, sering terjadi pertikaian dan lain sebagainya.

Maka banyaklah belajar, jangan boros dan bekerja keraslah in syaa allah kita akan terbebas dari kemiskinan yang sangat menyesakan:
Rasulullah saw bersabda:

賰丕丿َ 丕賱賮َ賯ْ乇ُ 兀賳ْ 賷َ賰ُ賵ْ賳َ 賰ُ賮ْ乇ً丕

“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran”
( Imam al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612)

6. SEMBELIT:
SEDEKAH DAN MEMBERI SANGAT SULIT.

Jika seluruh anggota keluarga pelit maka rizki akan sulit.

Jikapun ada keluarga yang pelit tapi rizki terus melangit pasti itu istidraj. Pelit membuat semua urusan rumah tangga akan rumit.

Tapi jika dermawan semua urusan rumah tangga akan penuh kebaikan dankeberkahan.
Rosululloh bersabda:

賲َ賳ْ 鬲َ氐َ丿َّ賯َ 亘ِ毓َ丿ْ賱ِ 鬲َ賲ْ乇َ丞ٍ 賲ِ賳ْ 賰َ爻ْ亘ٍ 胤َ賷ِّ亘ٍ – 賵َ賱丕َ 賷َ賯ْ亘َ賱ُ 丕賱賱َّ賴ُ 廿ِ賱丕َّ 丕賱胤َّ賷ِّ亘َ – 賮َ廿ِ賳َّ 丕賱賱َّ賴َ 賷َ鬲َ賯َ亘َّ賱ُ賴َ丕 亘ِ賷َ賲ِ賷ْ賳ِ賴ِ، 孬ُ賲َّ 賷ُ乇َ亘ِّ賷ْ賴َ丕 賱ِ氐َ丕丨ِ亘ِ賴ِ丕َ 賰َ賲َ丕 賷ُ乇َ亘ِّ賷 兀َ丨َ丿ُ賰ُ賲ْ 賮َ賱ُ賵َّ賴ُ 兀َ賵ْ 賮َ氐ِ賷ْ賱َ賴ُ، 丨َ鬲َّ賶 鬲َ賰ُ賵ْ賳َ 賲ِ孬ْ賱َ 丕賱ْ噩َ亘َ賱ِ

“Barangsiapa bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usaha yang baik -dan Alloh tidak akan menerima kecuali yang baik- maka Alloh akan menerima dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan untuk pemiliknya (yang berinfak) sebagaimana salah seorang kalian mengembang biakkan anak kuda atau anak untanya, sampai harta itu menjadi sepenuh bukit”. (HR. Bukhori)

7. MERIANG:
“MENENGOK” ISTRI ATAU SUAMI JARANG

Salahsatu hak pasangan yang jadi kewajiban bagi pasangan lainnya yang mesti ditunai oleh masing-masing pasangan adalah kebutuhan badaniyah.
Maka jika hal ini diabaikan akan menjadi celah keretakan. Makanya Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an:

賮َ廿ِ匕َ丕 鬲َ胤َ賴َّ乇ۡ賳َ 賮َ兀ۡ鬲ُ賵賴ُ賳َّ 賲ِ賳ۡ 丨َ賷ۡ孬ُ 兀َ賲َ乇َ賰ُ賲ُ 俦賱賱َّ賴ُۚ

“..Apabila mereka (istri) telah bersuci (mandi besar) maka “datangilah” mereka itu (istri) di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu..” (QS Al-Baqarah: 222)

8. TIPES:
TIDAK PEDULI PERASAAN.

Tidak saling pengertian dan tidak peduli perasan masing-masing pasangan akan membuat pasangan saling menyakiti dan tersakiti.
Rasulullah Saw bersabda:

禺賷乇賰賲 禺賷乇賰賲 賱兀賴賱賴 賵兀賳丕 禺賷乇賰賲 賱兀賴賱賷

“Orang terbaik diantara kamu adalah yang terbaik dalam hal memperlakukan keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dalam memperlakukan keluarga.” (HR Ibnu Majah)

9. MALARIA:
MENCARI LAIN PRIA/MENCARI LAIN WANITA.

Penyakit berumah tangga lainnya adalah sifat bosan kepada pasangan. Baik bosan kepada fisiknya, sikapnya dan kebersamaannya. Maka jika tidak bisa menundukan rasa bosan itu.

Akhirnya ada yg sampai berbuat selingkuh dg mencerai atau menggugat cerai. Yang sedang berfikir untuk cerai Takutlah sabda nabi saw:

兀َ賷ُّ賲َ丕 丕賲ْ乇َ兀َ丞ٍ 爻َ兀َ賱َ鬲ْ 夭َ賵ْ噩َ賴َ丕 胤َ賱丕賯ً丕 賮ِ賷睾َ賷ْ乇ِ 賲َ丕 亘َ兀ْ爻ٍ 賮َ丨َ乇َ丕賲ٌ 毓َ賱َ賷ْ賴َ丕 乇َ丕卅ِ丨َ丞ُ 丕賱ْ噩َ賳َّ丞

“Siapa saja wanita yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud)

10. KURAP:
KURANG RAPIH.

Banyak istri dan suami tergoda kepada selain pasangannya gara-gara suami dan istri dirumah tidak memperhatikan kerapihan, kebersihan, kepantasan dan keindahan.

Maka perbaikilah penampilan kita dengan tampil didepan pasangan kita dg tampilan terbaik. Rosul bersabda:

禺َ賷ْ乇ُ 丕賱賳ِّ爻َ丕亍ِ 賲َ賳ْ 鬲َ爻ُ乇ُّ賰َ 廿ِ匕َ丕 兀َ亘ْ氐َ乇ْ鬲َ، 賵َ鬲ُ胤ِ賷ْ毓ُ賰َ 廿ِ匕َ丕 兀َ賲َ乇ْ鬲َ، 賵َ鬲َ丨ْ賮َ馗ُ 睾َ賷ْ亘َ鬲َ賰َ 賮ِ賷ْ 賳َ賮ْ爻ِ賴َ丕 賵َ賲َ丕賱ِ賰َ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Thabrani)

11. MUAL:
MENGABAIKAN URUSAN HALAL.

Jika suami/ istri sudah ngaji, sudah umrah, sudah haji dsb tapi masih tetap bermasalah dirumah tangganya.

Maka periksalah kehalalan rizki keluarganya, karena rizki haram pembawaannya panas. Rasul bersabda:

َ 賱丕َ 賷َ乇ْ亘ُ賵 賱َ丨ْ賲ٌ 賳َ亘َ鬲َ 賲ِ賳ْ 爻ُ丨鬲ٍ 廿賱丕َّ 賰َ丕賳َ鬲ِ 丕賱賳َّ丕乇ُ 兀َ賵賱َ賶 亘ِ賴ِ

"Tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. [HR. Tirmidzi]

12. JERAWAT:
JARANG BERDOA LEWAT SHALAT.

Jangan sepelekan doa supaya kebaikan berumah tangga. Karena doa adalah energi yg menghidupkan keluarga, doa adalah benteng yg melindungi keluarga, doa adalah embun yang akan menyejukan keluarga. Amalkanlah doa ma'tsur dari al-qur'an untuk kebaikan rumah tangga dibawah ini:

乇َ亘َّ賳َ丕 賴َ亘ْ 賱َ賳َ丕 賲ِ賳ْ 兀َ夭ْ賵َ丕噩ِ賳َ丕 賵َ匕ُ乇ِّ賷َّ丕鬲ِ賳َ丕 賯ُ乇َّ丞َ 兀َ毓ْ賷ُ賳ٍ 賵َ丕噩ْ毓َ賱ْ賳َ丕 賱ِ賱ْ賲ُ鬲َّ賯ِ賷賳َ 廿ِ賲َ丕賲ً丕

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

SEMOGA KITA DIJAUHKAN DARI 12 PENYAKIT RUMAH TANGGA DIATAS. DAN SEMOGA ALLAH SWT ANUGERAHI KITA DENGAN KELUARGA SAKINAH Aamiin. 馃げ馃げ馃げ

#Semoga_Bermanfaat馃挄
#Like_Share