Belajar Bersama Polisi

Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Kantor Polsek Ampenan.

Penyuluhan Kesehatan

Siswa dan Guru MI Nurul Jannah NW Ampenan diberikan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Tanjung Karang Ampenan Kota Mataram NTB.

Outing Class

Sebagian Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan belajar didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Museum Negeri Mataram NTB.

Wisuda

Wisuda Abdul Rasyid, S. Sy (Adik) di UIN Mataram didampingi oleh saudara, ipar, dan keponakan.

Diklat PTK

Diklat teknis substantif peningkatan kompetensi PTK oleh Badiklat Keagamaan Denpasar di Mataram NTB.

Mukhadarah(Pidato)

Para siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan dilatih berani tampil di depan umum dengan cara mengikuti kegiatan mukhadarah (pidato), dan lain sebagainya.

Upacara Bendera

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan melakukan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.

Shalat Zuhur Berjamaah

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan meningkatkan iman taqwa dengan cara shalat zuhur berjamaah di mushalla madrasah.

Buku Hasil Karya Individu

Musim pandemi covid-19 membawa dampak positif sehingga bisa memberikan hasil karya berupa terbitnya buku ber-ISBN.

Buku Kolaborasi

Covid-19 memberikan perintah untuk WFH sehingga bisa mengisinya dengan menerbitkan 1 buku karya kolaboratif bersama bapak kepala MIN 2 Mataram.

14 Buku Kolaborasi

Pandemi Covid-19 menjadi kenangan terindah karena bisa memberikan karya bersama bapak-ibu guru Se-Indonesia berupa 14 buku ber-ISBN.

Nara Sumber Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang diselenggarakan oleh komunitas belajar atas prakarsa kepala SMPN 18 Mataram dan Alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi nara sumber salah satu 4 Pilar tersebut.

Latihan Manasik Haji

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan mempraktikkan ilmu yang diperoleh tentang rukun Islam yang kelima dengan melakukan latihan manasik haji di kantor Embarkasi Lombok dan mudah-mudahan secepatnya bernasib menunaikan ibadah haji dan umrah ke baitullah.

Senin, 28 Desember 2020

19 PINTU REZEKI, IKHTIAR LANGIT REZEKI SELANGIT BAGIAN 5 (Berbakti Kepada Orang Tua, Memiliki Anak, dan Silaturahmi)

 Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (1)

"Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.'" (HR. Bukhari dan Muslim).
 

Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (2)

Kenapa kita harus berbakti kepada kedua orang tua karena doa orang tua khususnya doa ibu itu sangat mustajab. Jika kita berbuat baik kepada seorang ibu maka ibu kita akan dengan ikhlas dan tulus mendoakan kebaikan bagi kita. Termasuk juga mendoakan kelancaran rezeki, kesuksesan karir dan kebahagiaan hidup. Keikhlasan dan keridhoan seorang ibu kepada anaknya sangat tergantung sikap anak kepada ibunya. Semakin baik sikap anak kepada ibunya, semakin berbakti, semakin perhatian maka semakin ibu ridho kepada anak itu sehingga Allahpun juga akan ridho. Lalu Allah akan mudahkan urusannya termasuk juga dalam hal rezeki. Berikut hadist yang menerangkan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. “Barangsiapa yang berbakti kepada orangtuanya, dia akan memperoleh keberuntungan yang besar dan Allah akan menambah umurnya" (HR. Ahmad). Namun sebaliknya jika orang tua khususnya seorang ibu tidak ridho kepada anaknya, karena anaknya yang dzolim kepada ibunya, tidak berbakti, menyakiti, menelantarkan, tidak peduli, tidak perhatian maka ketidakridhoannya itu bisa menjadi bencana bagi anaknya termasuk juga mempersempit rezeki. Apalagi jika sudah keluar kutukan dari mulut seorang ibu yang sangat besar kemungkinan Allah kabulkan dan menjadi kenyataan. Ingatlah wahai sobat, bahwa durhaka kepada kedua orang tua itu termasuk dosa besar. "Dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu" (HR. Bukhari dan Muslim).
[19.49, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (3)

 Sobat, seyogyanya apapun kondisi yang kita alami. Kita harus berbakti kepada kedua orang tua. Tidak peduli apakah orang tua kita dulu pernah jahat kepada kita. Tidak peduli apakah kita sering dimarahi orang tua. Tidak peduli apakah orang tua dulu menelantarkan kita dan membuat kita sengsara. Tidak peduli apakah orang tua kita beda agama. Apapun kondisi kita dulu yang terpenting saat ini adalah kita berbakti kepada kedua ibu dan bapak. Perhatikan hadist ini. Dari Asma' binti Abi Bakar RA, ia berkata, "Ibuku mengunjungiku, ia ingin menyambung silaturahim dengan ku di zaman Nabi saw., lalu aku bertanya kepada Nabi saw. "Apakah aku (tetap) menyambung tali silaturahim dengannya?" "Iya." (HR. Bukhari dan Muslim). Ingatlah ibu kita dulu yang mengandung, melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya, menyusui, merawat hingga kita dewasa. Ingatlah ayah kita yang bekerja dengan peluh keringat, berangkat pagi pulang malam untuk memberi kita makan, membayar uang sekolah dan untuk memenuhi kebutuhan kita yang lain. Semua yang mereka lakukan tidak akan pernah mampu terbalas dengan berapapun jumlah uang yang kita miliki. Maka Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada keduanya karena begitu besar pengorbanan keduanya kepada diri kita. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).
[19.50, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (4)

Sobat, ibu itu sangat mudah mendoakan kebaikan untuk anaknya. Tanpa memohon sekalipun asalkan kita berbuat baik kepadanya, keridhoannya itu sudah menjadi doa yang baik bagi diri kita. Sobat, ada sebuah cerita.
"Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraij". Lalu ada yang bertanya, ”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?". Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).
(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij". Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?". Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya.  Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?". Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?". Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, "Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur", Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.
Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?". "Dari Juraij", jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, "Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?". "Benar", jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari". Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan dihadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.
Raja lalu bertanya padanya, "Siapa ini menurutmu?". Juraij balik bertanya, "Siapa yang engkau maksud?". Raja berkata, "Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu". Juraij bertanya, "Apakah engkau telah berkata begitu?". "Benar", jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?". Orang-orang lalu menjawab, "(Itu) di pangkuan (ibu)nya". Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?". Bayi itu menjawab, "Ayahku si penggembala sapi".
Kontan sang raja berkata, "Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?". Juraij menjawab, "Tidak perlu". "Ataukah dari perak?" lanjut sang raja. "Jangan", jawab Juraij. "Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?", tanya sang raja. Juraij menjawab, "Bangunlah seperti sedia kala". Raja lalu bertanya, "Mengapa engkau tersenyum?". Juraij menjawab, "(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku”. Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka”. (HR. Bukhari dan Muslim)
[19.53, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (5)

Cerita kedua
Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu di atas makanan yang tersaji. Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata: “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” yang artinya “Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”.
Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram…!!. Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu…??. Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.
[19.54, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (6)

Dari kedua cerita diatas dapat kita ambil hikmahnya bahwa doa seorang ibu itu begitu mustajab. Oleh karena itu jika engkau seorang ibu maka saat marah berhati-hatilah jika ingin mengucapkan sesuatu karena ucapanmu wahai ibu adalah doa yang besar kemungkinan Allah kabulkan. Meskipun marah, lebih baik mengucapkan hal yang baik kepada anaknya, atau diam. Jika belum bisa juga maka mintalah suami untuk menasehati anak-anak. Sobat, perlakuan buruk seorang anak kepada orang tuanya cepat atau lambat, anak tersebut akan menerima balasannya. Anak itu nanti akan mendapatkan kecelakaan atau musibah atas kedzoliman yang pernah ia lakukan kepada kedua orang tuanya. Bahkan balasannya bisa lebih cepat sebagaimana balasan malin kundang yang durhaka kepada ibunya.
[19.55, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (7)

Sobat, jika engkau tidak mampu memberikan orang tua materi maka cukup memberikan mereka kasih sayang dan perhatian. Umumnya orang tua tidak membutuhkan materi tetapi yang dibutuhkan orang tua adalah perhatian anak-anaknya dan juga kasih sayang anak-anaknya. Sobat, hukum tabur tuai, hukum karma atau sebab akibat itu ada sebagaimana bercocok tanam, apa yang kita tanam akan tumbuh sesuai dengan apa yang kita tanam. Engkau akan memperoleh apapun yang engkau berikan, apakah kebaikan, atau keburukan. Sobat, hidup itu juga seperti melempar bumerang, apapun yang kita lakukan akan kembali pada kehidupan kita. Jika kita lempar keburukan maka keburukan itu akan kembali kepada kita. Jika yang kita lemparkan itu kebaikan maka kebaikan itu akan kembali kepada kita. Apalagi dengan orang tua kita. Reward and punishment cepat atau lambat pasti akan terjadi. Berbaktinya diri kita kepada ibu/bapak akan berbalas dengan kesuksesan karir, rezeki yang melimpah dan halal, kehidupan yang senantiasa mudah, keluarga yang sakinah dan berbagai kebaikan lainnya datang menghampiri. Semua itu adalah buah dari berbaktinya kita kepada kedua orang tua. Ingatlah pesan Nabi bahwa ridho Allah itu tergantung ridho orang tua, murka Allah juga tergantung murka orang tua. Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu “anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR.  Bukhari).
[19.57, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (8)

 Ibu itu benar-benar pintu surga bagi anaknya, baik di dunia ataupun di akherat. Jika kita berbakti kepada orang tua, di akherat Allah akan hadiahkan kita surga. Di dunia Allah akan beri kita berbagai macam kemudahan-kemudahan termasuk kesuksesan karir dan rezeki. Jadi sobat, jika engkau ingin surga di akherat dan surga di dunia maka berbaktilah kepada kedua orang tuamu khususnya kepada ibumu. "Bahwasannya ia (Mu'awiyah bin Jahimah) datang kepada Nabi saw., lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku ingin berperang, dan aku datang untuk meminta petunjukmu." Nabi saw. bersabda, "Apakah engkau memiliki ibu?", "Iya" "Menetaplah dengannya, karena sungguh surga di bawah kedua kakinya" (HR. Ibnu Majah, An-Nasa'i, Ahmad, Ath-Thabarani). Jadi sobat, jika ingin rezekimu mengalir deras, maka berbaktilah kepada kedua orang tuamu khususnya kepada ibumu. Perhatikanlah mereka. Sayangilah mereka. Beri mereka kebahagiaan. Senangkan hatinya. Doakan selalu untuk kebaikan keduanya. Doakan selalu agar Allah berkenan mengampuni dosa-dosanya. Berdoalah agar engkau kembali berkumpul dengan keduanya di surgaNya. Berbakti kepada kedua orang tua adalah salah satu amal utama. Mendoakan orang tua juga menjadi sebab mengalirnya rezeki, berdasarkan sabda Nabi SAW: “Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah) untuknya” (HR. Al-Hakim dan Ad-Dailami).
[19.58, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (9)

"Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, "Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo'akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah). Jika orang tua kita sudah meninggal maka ketahuilah, yang dibutuhkan orang tua yang telah meninggal itu bukan sering-sering ditangisi kepergiannya, bukan sering-sering diziarahi kuburnya, bukan sering-sering disesali kesalahan kita padanya. Orang tua yang sudah meninggal tidak butuh semua itu bahkan jika kita masih menangis dan meratapinya, mereka akan lebih sengsara di alam kuburnya sebab itu menunjukkan diri kita tidak ridho, tidak ikhlas, tidak sabar atas ketentuan Allah. Yang mereka sangat inginkan kepada anaknya adalah agar anaknya senantiasa mendoakannya agar diampuni dosa-dosanya, beristighfar dengan sungguh-sungguh, mohon ampun terhadap dosa-dosa orang tua disertai dengan tetesan air mata, agar Allah berkenan meringankan bahkan menghilangkan siksa kuburnya. Mereka juga menginginkan tambahan pahala yang dikirim oleh anaknya sebab mereka sudah tidak mampu lagi mencari pahala.
[20.01, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (10)

Saat engkau bersedekah, niatkan pahalanya juga untuk kedua orang tua. Niatkan saat engkau membagi ilmu, pahalanya juga diniatkan untuk orang tua. Niatkan saat engkau berkorban di hari idul adha, pahalanya juga diinfaqkan untuk orang tua. Intinya, kita niatkan saat kita melakukan perbuatan-perbuatan kebaikan, pahalanya juga untuk orang tua. Mereka juga menginginkan agar sisa harta mereka disedekahkan sehingga pahalanya akan mengalir kepadanya. Sebab saat mereka sudah berada di alam kubur, mereka sudah tidak bisa lagi menambah pahala. Dzikir yang mereka ucapkan sudah tidak menambah amal kebaikannya. Istighfar yang mereka ucapkan sudah tidak berguna lagi. Doa-doa mereka sudah mustahil dikabulkan. Mereka hanya bisa berharap kepada orang-orang yang masih hidup untuk senantiasa mendoakannya. Mereka sangat berharap ada tambahan amal kebaikan yang dilakukan oleh anaknya yaitu dengan bersedekah yang juga diniatkan pahalanya untuk kedua orang tuanya. Mereka sangat berharap agar anaknya memohon ampun atas dosa-dosanya, disaat permohonan ampun mereka di alam kubur sudah tidak ada artinya lagi. Sobat, mari kita ingat lagi hadist ini “Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya” (HR. Muslim). “Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawatku ketika kecil” (QS. Al-Isra: 24).
[20.02, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Ketiga Belas : Berbakti Kepada Orangtua (11)

Sebagai penutup bab tentang berbakti kepada kedua orang tua. Ingatlah baik-baik hal ini sobat, berbakti mengundang rezeki durhaka mengundang petaka. Sejahat apapun orang tua, sekalipun berbeda agama tetap saja kita harus berbakti kepada mereka untuk sesuatu yang baik tentunya. Jika orang tua masih hidup berusaha dekat dengannya, itu bagian dari berbakti. Jika jauh tidak dekat secara fisik maka dekatlah dengan hati.  Jangan menjadi anak yang durhaka seperti Malin Kundang yang nasibnya membatu. Sulit berkembang seperti batu. Kedekatan dengan orang tua adalah resepnya bahagia. Punya impian apapun bicarakan kepada ibu. Sering ngobrol dengan ibu apa mimpimu agar ibu tahu, ridho dan mendoakan. Doa ibu kepada anaknya itu mustajab.
[20.03, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (1)
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka” (QS. Al An’am : 151). Begitulah janji yang Allah katakan dalam Al Quran. Sobat, pintu selanjutnya adalah rezeki karena memiliki anak. Tidak cukup dengan memiliki anak tetapi kita juga harus membahagiakan mereka, mendidik mereka sesuai dengan perintah Allah sehingga anak kita menjadi anak yang sholeh, rajin ibadah maka Allah akan alirkan rezeki dengan derasnya.
[20.04, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (2)
Anak memiliki kedudukan sebagai perhiasan. “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS. Al Kahfi : 46). Coba kita perhatikan, pasangan suami istri itu akan sangat senang jika mereka dikaruniai seorang anak, betul tidak. Bagi pasangan suami istri, anak adalah harta yang paling mahal di dunia ini. Mereka akan sangat sedih jika anak yang ditunggu belum juga datang. Kehadiran anak sangatlah ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan momongan. Mereka berani mengeluarkan dana besar hanya agar istrinya bisa mengandung. Mereka serius melakukan berbagai terapi agar mendapatkan janin yang diidam-idamkan. Seringkali hubungan rumah tangga retak, konflik antar keluarga besar hanya gara-gara kedua pasangan belum dikaruniai momongan. Begitu bernilainya anak, sampai-sampai berbagai macam cara dilakukan agar istrinya mengandung. Jika ada orang tua yang kehilangan anaknya misalnya meninggal dunia maka orang tua sangatlah bersedih. Bagi orang tua, anak adalah segalanya. Orang tua rela berkorban apapun demi anaknya. Jika anak kita berprestasi atau mendapatkan juara maka kita sebagai orang tua juga akan sangat bangga sekali. Jika anak kita sukses karirnya, sukses di pekerjaannya, kita sebagai orang tua pasti bangga mendengarnya. Begitulah, anak adalah perhiasan yang paling mahal bagi kedua orang tuanya. Oleh karena itu sebagai orang tua sudah sepatutnya kita mensyukuri keberadaan mereka.
[20.05, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (3)
Bentuk rasa syukur atas keberadaan anak sebagai karunia Allah yang pertama adalah mendoakan kebaikan anak. Dalam mendidik anak, yang pertama dan utama yang harus kita lakukan adalah mendoakan mereka dengan doa yang sebaik-baiknya. Dalam ilmu parenting, yang paling utama itu adalah doa. Letakkan doa pada urutan paling pertama bukan urutan paling akhir. Doa adalah salah satu cara untuk menghimpun antara orang tua dan anak agar dapat berkumpul kembali di surga nanti. Orang tua mendoakan anaknya dan anak mendoakan orang tuanya. Keduanya saling mendoakan. Kita sebagai orang tua tidak kuasa menjaga anak kita selama 24 jam. Sebaik-baik penjaga, sebaik-baik pelindung adalah Allah, Tuhan Semesta Alam. Pasrahkan keberadaan anak kita kepada Allah melalui doa yang paling tulus yang kita panjatkan. Allah itu Tuhan, Penguasa jagat raya. Allah itu sangat suka saat ada hambaNya yang berdoa kepadaNya. Sebaliknya Allah itu akan sangat murka jika ada hambaNya terlalu sombong, enggan meminta pertolongan kepadaNya.
[20.06, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (4)
Oiya Bun, berdoa kepada anak-anak itu harus adil. Jangan sampai anak yang satunya didoakan dan anak yang lain tidak didoakan. Jika misalnya, Bunda memiliki anak yang cenderung nakal dan satu lagi anak yang cenderung baik, maka tetap saja, jangan kita membeda-bedakan dalam mendoakan mereka. Janganlah kita hanya mendoakan anak yang nakal saja dan tidak mendoakan anak yang sudah baik sebab boleh jadi anak yang cenderung nakal kelak akan menjadi baik berkat doa yang dulu kita panjatkan, namun anak yang cenderung baik berubah menjadi anak nakal akibat kelalaian kita dalam mendoakannya. Maka kita harus adil dalam mendoakan mereka.
[20.07, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (5)
Untuk para Ayah nih sekarang. Ayah, doakan anakmu agar senantiasa tidak pernah putus mengerjakan sholat, dengan doa ini. Rabbij'alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du'ā`. “Wahai Rabbku, jadikanlah aku dan anak keturunanku orang yang menegakkan shalat. Wahai Rabb kami, terimalah doa kami” (QS. Ibrahim : 40). Ayah, doa ini juga tidak boleh dilupakan dalam setiap selepas sholat, dan waktu-waktu yang diijabah. Doanya adalah “Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waja’alna lil muttaqina imama”. Doa ini mengajarkan kepada kita, agar anak dan istri, tidak hanya menjadi kecintaan kita tetapi agar istri dan anak menjadi lebih baik lagi. Ayah, Bunda, jangan pernah lelah mendoakan kebaikan untuk anak-anakmu. Doakan terus sampai kita telah tiada. Doa yang terbaik yang kita panjatkan adalah masa depan yang terbaik untuk mereka. Mari, kita mendoakan anak keturunan kita mulai anak, cucu, cicit dan seterusnya. Tidak akan rugi, jika kita mendoakan mereka semua karena kita akan disambungkan dengan mereka sebagai keluarga besar yang sholeh di surga nanti.
[20.08, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (6)
Kedua, mendidiknya ilmu agama. Sobat, Allah memerintahkan kita untuk mendidik anak agar mereka menjadi orang-orang yang bertaqwa. Tidak hanya menjadikan mereka orang yang bertaqwa tetapi menjadikan mereka pemimpin, pembimbing, penuntun orang lain agar bertambah ketaqwaannya. “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqon : 74). Sobat, ajarkan anak kita tentang agama Allah. Beri mereka pemahaman tentang kenapa harus sholat, kenapa sholat mesti berjamaah di masjid, apa pahala yang didapat ketika anak sholat di masjid. Beri pemahaman kepada mereka kenapa harus bersedekah, kenapa harus berpuasa, kenapa mesti sholat dhuha, sholat tahajud, sholat rawatib. Tidak cukup itu, ajarkan juga kenapa mereka harus berbuat baik, kenapa mereka mesti membela kebenaran. Ajarkan kepada mereka tentang perjuangan Rasulullah dalam menegakkan agama Allah, tentang siroh sahabat, tentang para pejuang islam dalam berdakwah seantero dunia ini. Sobat, jika engkau tidak sanggup melakukan itu semua maka kerjakanlah apa yang engkau mampu. Selebihnya engkau bisa menempatkannya ditempat terbaik untuk menimba ilmu agama. Engkau sekolahkan mereka di sekolah yang memiliki basis agama yang baik, bisa di pesantren, sekolah islam terpadu atau tempat yang lain. Engkau bisa juga menyiapkan mereka untuk belajar di universitas terbaik dalam hal agama.
[20.11, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (7)
Sobat, salah satu keberkahan rezeki itu saat digunakan untuk mendekatkan anak kita kepada agamanya. Jika kita menggunakan rezeki Allah untuk mendekatkan anak kita kepada Allah maka Allah akan ridho dan rezeki kita akan ditambahkan sehingga kita mampu memberikan pendidikan agama yang terbaik bagi anak kita dan semakin diberkahi. Kelak saat ilmu agama anak kita semakin tinggi dan digunakan untuk kebermanfaatan banyak orang maka engkau sedang panen pahala dari investasi yang telah engkau tanamkan kepada anakmu dulu.
[20.12, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (8)
Ketiga, mendidikan akhlaq dan menjaga ibadah anak. Anak yang sholeh, yang berbakti kepada kedua orang tua, mendoakan kedua orang tuanya, rajin beribadah, menjadi penghafal Al Quran itu, pahalanya akan terus mengalir kepada orang tuanya. Orang tuanya menjadi tenang hatinya karena memiliki anak yang sholeh. Semua tindak tanduk anaknya sangat membahagiakan dan menenangkan hati kedua orang tua. Orang tuanya akan sangat sayang kepada anaknya karena kesholehan anaknya. Tidak hanya di dunia, nanti saat di akherat orang tuanya akan sangat bahagia dan bangga karena anaknya mampu mengangkat derajat kedua orang tuanya. Anaknya mampu menarik kedua orang tuanya ke tingkatan surga yang lebih tinggi lagi. Inilah profil anak yang diidam-idamkan semua orang tua. Anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, sholeh, bermanfaat bagi agama dan orang lain serta nanti di akherat ia mampu mengangkat derajat kedua orang tuanya ke surga yang lebih tinggi. Nah, untuk menjadikan anak kita menjadi anak yang sholeh maka kita perlu memberikan keteladanan dalam hal ibadah atau dalam hal akhlaq. Kita perlu melakukan mutabaah akan ibadah yang dilakukan anak kita. Kita perlu membuat kebiasaan yang positif sehingga anak kita akan berkembang lebih positif. Sobat, Allah sangat ridho kepada hambaNya yang dengan lelah dan susah payah mendidik anak-anaknya. Saat Allah sayang kepada hambaNya karena kesungguhan hambaNya dan keluarganya bertaqwa kepada Allah maka Allah akan memberikan segalanya termasuk juga rezeki yang lancar dan berkah.
[20.14, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (9)
Keempat adalah membahagiakan anak. Sobat, kebahagiaan seorang anak itu sangat tergantung kebahagiaan kedua orang tuanya. Adakah pengaruh kebahagiaan dalam pernikahan dengan perkembangan anak-anak? Ternyata jawabannya pengaruhnya sangat besar dan cenderung linear. Pertama, kondisi kehidupan pernikahan orangtua, akan menjadi inspirasi bagi semua anak-anaknya. Mereka akan menjadikan orang tua sebagai model dalam membentuk kebahagiaan dan kesedihan. Anak-anak akan banyak belajar dan tanpa sadar melakukan imitasi atas apa yang terjadi pada kedua orangtua mereka. Jika anak dibesarkan dengan sebuah keluarga yang bahagia maka anak akan membangun rumah tangganya dengan penuh kebahagiaan dan begitu juga sebaliknya. Kedua, anak yang tumbuh dalam keluarga yang bahagia akan menjadi insan yang bahagia dalam hidupnya, kenapa? karena hormon serotonin dan endorfine banyak keluar sehingga menjadikan anak lebih bahagia hidupnya.
[20.15, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (9)
Keempat adalah membahagiakan anak. Sobat, kebahagiaan seorang anak itu sangat tergantung kebahagiaan kedua orang tuanya. Adakah pengaruh kebahagiaan dalam pernikahan dengan perkembangan anak-anak? Ternyata jawabannya pengaruhnya sangat besar dan cenderung linear. Pertama, kondisi kehidupan pernikahan orangtua, akan menjadi inspirasi bagi semua anak-anaknya. Mereka akan menjadikan orang tua sebagai model dalam membentuk kebahagiaan dan kesedihan. Anak-anak akan banyak belajar dan tanpa sadar melakukan imitasi atas apa yang terjadi pada kedua orangtua mereka. Jika anak dibesarkan dengan sebuah keluarga yang bahagia maka anak akan membangun rumah tangganya dengan penuh kebahagiaan dan begitu juga sebaliknya. Kedua, anak yang tumbuh dalam keluarga yang bahagia akan menjadi insan yang bahagia dalam hidupnya, kenapa? karena hormon serotonin dan endorfine banyak keluar sehingga menjadikan anak lebih bahagia hidupnya.
[20.16, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (10)
Dalam ilmu parenting, pengasuhan anak lebih ditekankan pada bagaimana anak merasakan kebahagiaan, kehangatan bersama orang tuanya dan bagaimana anak merasakan kasih sayang kedua orang tuanya. Masa kecil anak adalah bagaimana membuat mereka merasa disayangi dan dibahagiakan bukan mendorong anak agar lebih pandai misalnya pandai dalam berhitung, karena cerdas itu ada waktunya. Sobat, jadikanlah rumah menjadi kenangan indah, sehingga anak senantiasa rindu pulang ke rumah dan bercerita dengan orang tuanya. Cinta anak kepada orang tuanya itu, dibangun dengan kenangan-kenangan indah mereka bersama kedua orang tuanya. Sedangkan kebencian anak itu terbangun dengan kenangan-kenangan buruk mereka saat bersama kedua orang tuanya. Sobat dalam sebuah Hadist Nabi, kita diharuskan memuliakan anak termasuk juga membahagiakannya. “Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama” (HR. Ibnu Majah). Kelima, syukuri keberadaannya. Benarkah anak itu tak ternilai harganya? Jika saat mereka memecahkan toples cantik yang begitu engkau suka, apakah engkau akan memarahinya habis-habisan? Seolah-olah anak tidak ada nilainya sama sekali. Saat anakmu menggores barang kesayanganmu, misalnya mobil, apakah engkau akan marah besar? Apakah engkau sadar luka hati yang engkau timbulkan pada diri anakmu itu lebih berdampak buruk dibandingkan goresan mobil kesayanganmu.
[20.18, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (11)

Ingatlah sobat, tujuan utama mendidik anak bukan agar mereka mencari banyak uang tetapi agar mereka menjadi sosok yang sholeh dan dekat dengan Allah. Menyiapkan anak dengan baik itu berarti menyiapkan masa depan kita dengan lebih baik juga. Setiap pendidikan yang kita lakukan akan mengalir pahala kepada diri kita saat anak melakukannya, dan pahalanya itu akan semakin deras mengalir saat anak mengajarkannya kepada orang lain. Semua itu akan terus kita nikmati sebagai sumber pahala yang mengalir meskipun kita sudah meninggal. Jadikanlah anak sebagai investasi amal, saat kita mendidiknya dengan baik, mengajarinya hal-hal yang baik selama anak melakukannya dan mengamalkannya maka orang tua akan mendapatkan pahala yang sama seperti yang anak lakukan dan saat anak mengajarkannya kepada cucu kita atau kepada orang lain maka panen pahala yang berlipat-lipat lagi yang kita dapatkan walaupun kita sudah meninggal. Jadi berusahalah, bersungguh-sungguhlah, jadikan anak sebagai investasi amal kebaikan bagi diri kita dengan menjadikannya anak yang sholeh dan bermanfaat bagi orang lain. Syukurilah keberadaannya, sebab saat kita benar-benar mendidiknya dengan baik maka mereka akan menjadi investasi amal kebaikan bagi kedua orang tuanya. Sebagaimana telah diulas pada bagian sebelumnya tentang syukur maka berlaku juga saat kita mensyukuri keberadaan anak. Ingatlah saat kita bersyukur atas nikmat Allah berupa anak yang Allah titipkan kepada kita maka Allah akan tambahkan nikmatnya, bisa berupa anak yang semakin sholeh, termasuk rezeki yang melimpah dan berkah yang kita gunakan untuk menjadikan anak kita lebih paham agama dan semakin bertambah sholeh lagi.
[20.20, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (12)

Keenam, mencintai sepenuh hati. Kunci keenam agar rezeki mengalir berkah adalah mencintai anak sepenuh hati. Kita perlu memiliki waktu khusus berkumpul dengan anak. Misalnya waktu selepas maghrib sampai menjelang isya atau saat hari libur. Bangunlah kedekatan, keintiman, kebahagiaan dan ikatan kasih sayang di waktu-waktu itu. Di hari libur, gunakan waktu lebih berkualitas lagi. Kita bisa merencanakan liburan bersama keluarga. Ajak anak berdiskusi untuk menentukan kemana mereka ingin menghabiskan waktu liburan. Tentu saja hal ini akan membuat anak bahagia.
[20.21, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (13)

Banyak mendengarkan perasaan anak juga akan meningkatkan rasa ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Jarang sekali anak mengungkapkan perasaannya kecuali anak itu memang dekat dan merasa nyaman dengan orang tuanya. Tetapi jika anak merasa tidak nyaman dengan orang tuanya maka iapun akan enggan mengungkapkan perasaannya. Terutama anak laki-laki, ia akan lebih sulit mengungkapkan perasaannya. Perasaan tidak nyaman, tidak suka, jengkel, benci, iri yang ada dalam jiwa anak itu perlu disalurkan. Jika tidak maka perasaan itu akan terus mengendap, sehingga anak akan depresi karena perasaan kecewanya tidak tersalurkan dan tidak mendapatkan solusi. Orang tua perlu mendengar perasaan anak agar perasaan-perasaan negatif pada diri anak dapat tersalurkan. Orang tua juga bisa memberikan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi anak.
[20.22, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (14)

Sobat, hati-hati dengan bentakan, kata-kata kasar, kata-kata kotor, raut wajah yang menyeramkan saat kita marah kepada anak. Hal tersebut tentu saja akan membuat anak tidak suka, tidak bahagia bahkan terluka hatinya. Menurut penelitian, ternyata bentakan pada anak khususnya pada masa golden age (2-3) tahun dapat mematikan milyaran sel yang sedang tumbuh. Akibatnya perkembangan kognitif anak terganggu, anak menjadi tak cerdas, lambat, bahkan cenderung bodoh. Sebaliknya seorang ibu yang menyusui anak sambil membelai dengan kasih sayang mampu memperbaiki perkembangan otak anak. Begitu juga dengan pujian, pelukan, dan perasaan disayangi akan meningkatkan perkembangan otak anak sehingga anak akan semakin lebih cerdas. Ingat ya sobat, pada masa golden age adalah masa dimana otak mulai tumbuh dan berkembang. Jika salah pengasuhan maka pertumbuhan sel otaknya tidak akan maksimal namun jika benar pola pengasuhannya maka pertumbuhan otaknya akan maksimal. Pertumbuhan sel otak ini sangat berdampak saat mereka dewasa. Jika pertumbuhannya baik maka anak akan menjadi cerdas sebaliknya jika pertumbuhannya buruk maka anak tidak akan cerdas.
[20.23, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (15)

Bentakan kepada anak ternyata tidak hanya merusak jaringan otaknya tetapi juga berdampak pada organ penting lainnya terutama jantung dan hati. Jantung akan terus-terusan berdetak cepat karena selalu dihinggapi rasa takut. Jantung akan mudah lemah, lelah dan pada akhirnya timbulah penyakit jantung. Secara psikologis, anak yang tumbuh dengan bentakan akan menjadi anak yang tidak memiliki kepercayaan diri, penakut, gugup, dan mudah panik. Anak juga akan memiliki memori buruk terhadap orang tuanya. Anak menganggap orang tuanya tidak sayang, anak merasa disakiti. Memori buruk tersebut akan terus dibawa anak hingga ia dewasa. Kenangan yang ada bersama orang tuanya bukanlah kenangan yang baik, indah, menyenangkan dan penuh kasih sayang tetapi sebaliknya yang diingat anak adalah kenangan penuh kebencian, kemarahan dan  kenangan buruk lainnya. Saat mereka dewasa mereka bisa membenci orang tuanya, tidak respek, tidak menghormati bahkan cenderung membalas dendam perbuatan orang tuanya dulu. Jadilah anak ini menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Semua itu akibat dari bentakan orang tua kepada anak waktu ia masih kecil dulu.
[20.24, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (16)

Kemudian dampak terhadap kejiwaan anak, dampaknya saat anak tumbuh dewasa, mereka akan sering melamun, lemah daya ingatnya, menjadi penakut, mudah panik, konsentrasi menurun/tidak fokus, suka sedih dan gelisah. Mereka juga mudah sekali mengalami gangguan kejiwaan seperti gampang sekali stres dan depresi. Kalau sudah seperti ini, terpaksa harus ditangani psikolog. Semua itu akibat dari perkembangan sel otaknya yang kurang sempurna. Karena pengasuhan itu diwariskan maka mereka akan memperlakukan anaknya seperti mereka dulu diperlakukan orang tuanya. Mereka menjadi agresif kepada anaknya, suka membentak-bentak, berkata keras dan kasar. Dan lingkaran itu akan terus berlanjut sampai cucunya jika tidak segera diputus.
[20.25, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (17)

Sobat, jangan membuat kenangan buruk yang selalu dikenang anak hingga dewasa, termasuk dalam hal ini saat orang tua marah, itu menjadi kenangan buruk yang selalu diingat anak. Ingatlah, saat engkau menasehati anak dengan marah, yang diingat anak itu marahmu bukan nasehatmu. Dalam hatinya, anak akan berkata aku tidak suka Bunda/Ayah karena sering marahi aku atau aku suka Ayah/Bunda yang tidak marah-marah. Ingat ya, karakter anak itu tergantung orang tuanya. Jadi, berhati-hatilah saat engkau marah, sedih, kecewa, semua itu akan di copy paste oleh anak. Anak bisa jadi berkarakter pemarah itu karena mencontoh ayah/bundanya yang pemarah. Pemarah bukan karakter tapi peniruan atau sedang ada luka batin pada diri anak.
[20.25, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (18)

Khusus untuk anak perempuan. Sayangi anak perempuanmu sepenuh hati. Ia harus cukup kasih sayang dari orang tuanya khususnya dari ayahnya. Jika  mereka kurang kasih sayang maka mereka bisa mencarinya di luar rumah, dan itu berbahaya baginya. Jadi sobat, kita harus menyayangi anak sepenuh hati. Karena anak adalah hadiah yang tak ternilai harganya. Anak bisa menjadi investasi amal kebaikan jika kita benar mendidiknya namun anak juga bisa menjadi musuh bagi orang tuanya saat kita abai dalam melakukan pendidikan kepadanya. Cintailah anakmu, buatlah mereka bahagia, buatlah kenangan indah bersamanya. Saat kenangan-kenangan indah itu tersimpan rapi dalam dirinya maka saat engkau telah tiada anakmu akan mendoakanmu dengan doa yang tulus, ikhlas, sungguh-sungguh memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosamu bahkan disertai tetesan air matanya. Saat itulah engkau merasa bersyukur dengan apa yang telah engkau perbuat terhadap anakmu.
[20.26, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Keempat Belas : Memiliki Anak (19)

Ketujuh adalah memberi makanan yang halal. Sobat pasti inginkan masuk surga bersama keluarga. Salah satu hal yang harus diperhatikan agar bisa masuk surga sekeluarga adalah rezeki yang halal. Untuk masuk surga sekeluarga, ingatkanlah suami agar membawa rezeki yang halal dan selalu ingatkan jangan bawa pulang penghasilan yang haram, karena akan jadi bahan bakar neraka bagi seluruh anggota keluarga. Untuk para ibu, harus selalu menjaga makanan yang dihidangkan untuk suami dan anak-anak, pastikan makanan itu halal. Anak akan sulit taat jika mengkonsumsi makanan yang haram. Jadi agar engkau disayang Allah dan keluargamu juga disayang Allah sehingga rezekimu lebih lancar dan berkah maka jagalah dirimu untuk tidak mengambil rezeki yang haram apalagi memakan makanan yang haram. Begitulah sobat, ketujuh kiat utama agar rezeki Allah turun lancar dan berkah kepada keluarga kita. Semoga atas ijin Allah, saat kita mengamalkannya maka kehidupan kita akan penuh keberkahan dan juga rezeki akan semakin dicukupkan Allah dan berkah.
[20.29, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (1)
Sobat ketahuilah bahwa silaturahmi adalah pembuka jalan rezeki. Hal tersebut didasarkan pada hadist berikut ini. “Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi)“ (HR. Muslim). "Barang siapa ingin dilapangkan rizkinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi atau menyambung silaturahmi" (HR. Bukhari). Dalam hadist yang lain Rasulullah juga menjamin orang yang gemar menyambung tali silaturahmi dengan jaminan surga. Dan Rasulullah pernah bersabda, “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat” (HR. Tirmidzi).
[20.30, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (2)
Sobat, sambunglah tali silaturahmi. Milikilah program rutin bersilaturahmi. Misalnya kita memiliki program keluarga seperti ini. Di hari Jumat adalah program untuk memperbanyak sedekah. Sedekah bisa dilakukan dengan berbagi barang kepada orang lain, berbagi kue/masakan kepada tetangga, berinfaq kepada panti asuhan, berinfaq di masjid saat sholat Jumat. Atau jika memang kesibukan sehingga tidak memungkinkan melakukan itu semua, maka milikilah tabungan sebagai sedekah pagi. Tiap pagi, seluruh anggota keluarga bersedekah melalui celengan atau lemari khusus. Boleh sedekah uang atau boleh sedekah barang. Nah, nanti saat sudah banyak maka celengan itu dibuka dan disedekahkan kepada siapapun yang kita inginkan. Sedekah pagi juga dapat dilakukan dengan berinfaq ke kotak infaq masjid. Bisa juga dilakukan dengan berbagi makanan, sayuran, barang lainnya (sandal dan lainnya) di waktu pagi hari di depan rumah. Nah, kalau memang tidak memungkinkan sedekah untuk orang lain maka kita bisa bersedekah kepada binatang misalnya kucing atau bahkan dengan semut. Sedekah pagi juga bisa dilakukan dengan mendoakan orang lain dan berbagi ilmu di medsos. Jadi setiap hari usahakan sedekah pagi, setiap minggu usahakan bersedekah sebanyak-banyaknya di hari Jumat dan setiap tahun usahakan bersedekah lebih banyak lagi pada bulan Ramadhan sebagaimana hadist berikut ini “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Rasul Menjawab “Sedekah di Bulan Ramadhan” (HR. At Tirmidzi).
+62 815-1448-8060 keluar
[20.31, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (3)

Kembali ke Sedekah Pagi. Sobat, sedekah pagi sangat dianjurkan sekali, merujuk pada hadist berikut ini. “Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak. Yang lain mengatakan, “Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit” (HR. Bukhari dan Muslim). Bersedekah tidak harus dengan harta atau uang yang kita miliki. Kita bisa memperbanyak senyum saat bertemu orang lain itu sedekah, mendoakan kebaikan orang itu sedekah, menshare ilmu agama atau ilmu lain yang bermanfaat juga sedekah, membantu dan menolong orang lain sedekah lagi. Khusus hari Jumat, lakukan lebih banyak lagi dan pada Bulan Ramadhan lebih banyak lagi.  Selanjutnya hari Sabtu sebagai hari silaturahmi. Kita bisa berkunjung ke rumah orang tua, saudara, teman kerja, teman waktu kuliah dulu, teman sekolah anak kita atau berkunjung ke teman yang lain. Jadikan kegiatan Sabtu Silaturahmi ini sebagai kegiatan keluarga. Tentunya selain akan memperpanjang umur, membuka pintu rezeki dan juga menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi semua anggota keluarga.
[20.32, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (4)
Ada pepatah modern mengatakan bahwa siapa yang menguasai jaringan dan informasi maka ia menguasai dunia. Ada kaitan yang sangat erat antara membangun jaringan (silaturahmi) dan mendapatkan informasi. Kadang hubungannya berbanding lurus. Semakin banyak jaringan yang dibangun maka semakin lengkap pula informasi yang didapatkan. Lalu semakin lengkap informasi yang dimiliki semakin banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan. Maka, membangun jaringan adalah sesuatu yang penting. Misalnya begini. Saat engkau memiliki sahabat baik dengan seorang dokter, maka engkau dapat berkonsultasi gratis. Jika tidak bersahabat dengannya maka bisa saja ia mematok harga yang cukup banyak dari konsultasi yang ia lakukan. Bersahabat dengan arsitek, engkau dapat dibantu membuat denah rumah dengan gratis atau dengan harga yang jauh lebih murah. Bersahabat dengan pedagang kita bisa mendapatkan oleh-oleh gratis darinya. Saat kita bersahabat dengan teman pembisnis maka akan mendapatkan informasi-informasi penting untuk menambah pemasukan. Kita juga dapat bekerjasama bisnis untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Sobat, saat kita rajin bersilaturahmi kepada siapapun maka kita akan mendapatkan informasi-informasi penting yang bisa menambah pemasukan keluarga. Berteman dengan kontraktor bangunan, kita akan mendapatkan informasi dimana toko bangunan yang murah. Kita juga bisa belajar bagaimana bisnis kontraktor bangunan. \
[20.33, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (5)
Sobat, saat kita banyak dikenal orang lain dan orang lain menilai kita adalah orang yang baik, jujur, amanah maka mereka tidak akan segan untuk memberikan kepercayaan kepada kita. Bisa jadi kepercayaan itu berupa kerjasama bisnis, bisa direkrut menjadi karyawannya. Bisa juga diberi amanah untuk mengelola tokonya, menempati rumahnya dengan gratis. Orang akan percaya jika mereka mengenal diri kita dulu, bahwa kita seorang yang jujur, amanah dan baik hati. Jika kita tidak mereka kenal, bagaimana mungkin mereka akan percaya kepada kita. Itulah pentingnya silaturahmi dalam membuka rezeki. Sobat, banyak juga orang yang mendapatkan pekerjaan berdasarkan koneksi pribadi. Karena koneksi dan relasi yang mereka bangun melalui hubungan silaturrahmi itulah yang membuat seseorang mendapatkan pekerjaan.
[20.34, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (6)

Seperti yang tadi di atas telah diulas sekilas tentang Saturday is networking day maka jadikah program Sabtu Silaturahmi menjadi sebuah program rutin untuk membangun jaringan. Setiap hari Sabtu ada sebuah agenda rutin yakni membangun jaringan. Engkau bisa berkunjung kemanapun untuk membangun jaringan serta untuk menjalin tali silaturahmi. Engkau bisa pergi ke rumah kawan, saudara ataupun orang-orang yang dianggap penting bagi kesuksesanmu. Engkau juga dapat menyertakan keluarga sebagai bagian dari refressing anggota keluarga serta bagian dari proses pembelajaran anak-anak. Saturday is Networking Day pada intinya adalah menganggap jaringan itu sangatlah penting dan engkau menyediakan waktu khusus misalnya hari Sabtu untuk membangun jaringan dan menjalin silaturahmi.
[20.34, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (7)
Rajin-rajinlah bersilaturahmi, maka engkau akan mendapatkan informasi yang penting tanpa engkau sangka. Rajinlah bersilaturahmi karena silaturahmi itu menjadikan dirimu lebih akrab dengan orang lain dan lebih spesial dimata orang lain. Bangunlah ikatan kekeluargaan tidak sekedar pertemanan. Saat engkau berada di luar kota, jalin dan eratkan hubungan dengan kawanmu yang berada di kota itu. Sempatkan bersilaturahmi ke rumahnya. Ajaklah keluargamu, istri dan anak-anakmu saat bersilaturahmi. Bersilaturahmi itu  menguatkan ikatan hati. Akan lebih sempurna lagi jika saat engkau bersilaturahmi disertai dengan memberi hadiah. Orang yang kurang mampu bergaul daya tahan tubuhnya lemah maka itu perbanyaklah silaturahmi kepada siapapun agar engkau memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Silaturahmi tidak juga harus bertatap muka secara langsung. Kita bisa menggunakan gadget yang kita miliki. Sering-seringlah menyapa orang tua, saudara dan teman melalui gadget. Itu juga termasuk silaturahmi. Hari Minggu misalnya menjadi hari keluarga. Di hari Minggu, kita bisa merancang aktivitas bersama keluarga di rumah seperti menanam tanaman, membuat kue, bermain bersama keluarga, bersepeda bersama, makan di luar bersama ataupun berkunjung di tempat wisata.
[20.35, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (8)
Kepada tetangga, Rasulullah menyuruh kita berbuat baik dengan tetangga, jangan sombong, jangan membuat mereka iri, jangan sakiti mereka dengan kata-kata, sikap dan perbuatanmu, pergaulilah mereka dengan baik dan jadilah tetangga yang baik. Tetangga adalah ujian, jagalah baik-baik jangan membuat mereka merasa terdzolimi. Hidup bertetangga memang sangat banyak godaannya. Setan cukup lihai memainkan peran ini, maka kita harus berhati-hati dalam hidup bertetangga. Terkadang sifat iri dan dengki muncul saat kita melihat tetangga yang mendapatkan nikmat. Terkadang tanpa disadari, kita mengghibah dan menjelekkan mereka sehingga hal tersebut menjadi ladang dosa bagi kita.
[20.36, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (9)
Keimanan dan akhlak seseorang itu diukur dari sejauhmana ia berinteraksi dengan tetangga, apakah tetangganya merasakan kenyamanan dan keamanan atau malah sebaliknya merasa terancam, tidak nyaman dan tidak aman. Jagalah baik-baik hidup bertetangga dan jangan sampai engkau di pihak yang memutuskan tali silaturahmi dengan mereka. Jangan juga memutus tali silaturahmi baik dengan keluarga, saudara atau teman lainnya. Pastikan hidup di dunia ini, jangan sampai memutus tali silaturahmi, karena tidak masuk surga mereka yang memutus tali silaturahmi. Jagalah selalu silaturahmi meskipun engkau diabaikan. Sekali lagi sobat, jangan sampai engkau dipihak yang memutus silaturahmi tetapi berusahalah berada di pihak yang menyambung silaturahmi. Selain itu, cari dan perbanyak sahabat muslim. Boleh jadi mereka kelak yang akan memberimu syafaat. Umar bin Khattab berkata, “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat-erat”. Jadikanlah moto ini sebagai moto hidupmu dalam berteman, “Bersahabat di dunia, bertetangga di surga”.
[20.37, 25/12/2020] +62 856-7042-055: Pintu Kelima Belas : Silaturahmi (10)
Sobat, perluaslah pergaulanmu. Bergaulah dengan siapapun. Jangan membatasi diri! Berinteraksilah dengan banyak orang! Milikilah banyak teman! Dengan memiliki banyak teman dan bersilaturahmi maka ada beberapa hal yang engkau dapatkan, diantaranya:
1.    Memperluas informasi. Engkau akan mendapatkan beberapa informasi yang penting. Informasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi dirimu. Ketika sedang berbicara dengan orang lain, maka galilah hal-hal yang penting. Maka, engkau akan mendapatkan informasi tentang hal-hal penting. Informasi itu juga informasi yang bisa meningkatkan kapasitas kita, menambah pundi rezeki kita dan yang menguntungkan bagi diri kita.
2.    Mendapatkan ide untuk tulisan. Ini yang sering sekali saya dapatkan. Ketika saya berbicara dengan siapapun, baik seorang ilmuan, pejabat, tukang becak atau siapapun dia sering kali ide-ide itu muncul dari mereka sehingga saya  dapat memperkaya ide/gagasan untuk tulisan dari ide mereka.
3.    Memperkuat posisi. Ketika engkau memiliki banyak teman, itu berarti engkau sedang membangun kekuatan. Salah satu cara membangun kekuatan itu dengan memperbanyak jaringan.
4.    Mengasah kecerdasan emosional. Memiliki banyak teman juga dapat mengasah kecerdasan emosi. Engkau harus dekat dan berteman dengan siapapun, baik atasan, bawahan, pejabat, pegawai rendahan, orang yang kaya, atau seorang cleaning services sekalipun. Ketika orang lain senang dengan dirimu maka itu berarti kecerdasan emosimu sudah  mulai tumbuh.
Sobat, pastikan saat kita masih hidup di dunia ini, jangan sampai memutus tali silaturahmi, karena tidak masuk surga mereka yang memutus tali silaturahmi. Allah telah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa menjaga tali silaturahmi. “Dan (peliharalah) hubungan silaturahim” (QS. an-Nisa’: 1). Dalam sebuah kesempatan lain Nabi Muhammad mewanti-wanti kepada umatnya agar tidak memutus tali silaturahmi “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi (persaudaraan)” (HR. Bukhari dan Muslim).

ORANG YANG CERDAS (2)

 

Sobat, cerita di atas itu adalah gambaran sederhana antara kehidupan di dunia dan kampung akherat. Jika ada seseorang yang takut dan cemas akan kematiannya, berarti ia belum mempersiapkan dirinya menuju kampung abadinya. Sebaliknya jika kita mempersiapkan dengan sungguh-sungguh, melakukan amal saleh, banyak berbuat baik, banyak beribadah, banyak bersedekah lalu kita yakin akan janji Allah berupa surga dan segala kenikmatannya, justru kita akan ikhlas dan ingin segera menuju ke sana. Sobat, jadilah orang yang cerdas, siapa itu? Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk kehidupan akherat yang abadi. Mereka adalah orang-orang yang paham akan kehidupan akherat yang kekal. Mereka adalah orang-orang yang mengerti akan kenikmatan surga dan kesengsaraan neraka. Dan mereka memilih untuk terus beramal saleh hingga akhir hayat agar bisa tinggal di surga. Sebaliknya, jangan menjadi orang yang bodoh, siapa itu? Orang bodoh adalah mereka yang membarterkan kehidupan akheratnya demi kesenangan di dunia. Mereka hidup dengan bergelimpang kesenangan yang semu, mereka hanyut dalam kesia-siaan, mereka terus bergumul dalam lumpur nista dan dosa. Mereka tidak sadar, bahwa kesenangan semu itu ada akhirnya. Mereka tidak tau bahwa kehidupan akherat itu selamanya. Pada akhirnya, merekalah yang akan menempati kamar-kamar neraka beserta siksaanya. Semua karena mereka terlena akan kesenangan dunia yang sesaat. Semua karena mereka tidak bisa sabar akan nafsu yang selalu mendorongnya melakukan maksiat. Kita semua ini adalah para musafir yang sedang berpergian ke dunia dan menurut penanggalan langit, kita ini hanya 1,5 jam saja pergi ke dunia bahkan ada banyak orang yang kurang dari waktu 1,5 jam. Nanti semuanya juga akan pulang ke kampung halamannya masing-masing yakni negeri  akherat. Maka Jadilah musafir yang cerdas bukan musafir yang bodoh. Wahai Nabi, siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia? Beliau menjawab, Orang yang paling banyak dalam mengingat mati dan paling siap menghadapinya. Merekalah orang paling cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat (HR. At-Tirmidzi).

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

ORANG YANG CERDAS (1)


Ada sebuah cerita yang sangat menarik untuk kita simak bersama. Berikut ini ceritanya: Suatu hari seorang musafir lewat di suatu kampung. Ia melihat penduduk kampung lagi berkumpul ramai sekali. Mereka sepertinya lagi mengadakan musyawarah besar. Setelah mencari tahu, ternyata penduduk kampung itu sedang  membicarakan siapa yang bersedia diangkat menjadi kepala kampung. Ia menjadi heran, kenapa orang-orang ini justru mencari siapa yang mau menjadi pemimpin, karena menurut kebiasaan, orang malah rebutan untuk jadi pemimpin. Rupanya ada suatu tradisi aneh di kampung itu. Setiap seorang pemimpin yang telah selesai menjalankan tugas, ia akan dibuang ke suatu tempat yang sangat berbahaya. Di padang pasir yang dipenuhi binatang buas dan berbisa. Setiap orang yang masuk ke sana mustahil bisa keluar lagi dengan selamat. Setelah berpikir sejenak ia menawarkan diri untuk jadi pemimpin di kampung itu. Tentu saja penduduk kampung menjadi heran sekaligus senang. Dengan penuh keyakinan ia menandatangani perjanjian untuk menjadi pemimpin dan siap dibuang setelah 10 tahun menjalankan tugas. Namun musafir ini ternyata seorang yang sangat cerdas. Pantas sekali ia berani menawarkan diri jadi pemimpin negeri itu. Di tahun pertama dan kedua, ia mengumpulkan dana yang sangat besar. Pada tahun ketiga, ia menugaskan orang untuk membuat jalan ke padang pasir tempat yang akan dijadikan tempat pembuangannya. Tahun keempat, ia membersihkan tempat itu dari binatang buas dan berbisa. Tahun kelima, ia memerintahkan orang untuk mengalirkan air dan menanaminya dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan. Tahun keenam sampai kedelapan, ia menyulap daerah itu menjadi kota yang sangat megah dan membuat istana yang indah untuk tempat ia ketika dibuang nanti.  Akhirnya pada tahun kesembilan, ia justru merindukan jabatannya segera berakhir, karena ia tidak sabaran lagi untuk menempati rumah masa depannya. Pada tahun kesepuluh setelah jabatannya berakhir, ia menikmati kehidupan yang sangat membahagiakan di istana yang pada tahun sebelumnya ia bangun dengan megah dan indah.  

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

MENULIS ITU MENGALIRKAN PAHALA




Tahukah engkau, segala apa yang dilakukan, dibicarakan, dinasehatkan, dikerjakan, ditulis dan di-share di sosmed bukanlah sesuatu yang berhenti, namun memiliki kelanjutan walaupun kita telah tiada? Kata-kata yang ditulis, informasi yang diberikan, pengetahuan yang dibagi akan berdampak bagi manusia itu hingga kiamat. Semua hasil dari apa yang kita tulis, baik pahalanya ataupun dosanya akan kita terima kelak di akherat. Jadi tulislah yang baik atau diam.  

Tulislah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Tulislah sesuatu yang menjadikan orang lain lebih mendekatkan diri kepada penciptaNya. Tulislah sesuatu yang menjadikan orang lain terpacu dan termotivasi untuk senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Itu berarti kita sedang mendorong diri kita untuk mempersiapkan diri menyongsong kehidupan abadi di akherat dengan amal jariah. Itu berarti kita sedang menggali banyak sumber pahala yang terus mengalir hingga bumi ini bergoncang dan punah.

Sebaliknya, jangan kita tulis sesuatu yang menjadikan orang lain bertindak tidak baik, berperilaku menyimpang, menjadikan orang lain ikut berdosa, menjadikan orang lain menghabiskan waktu untuk membaca sesuatu yang tidak berguna, menjadikan orang lain terlena, demotivasi, menurunkan semangat berprestasi atau apapun tulisan yang memiliki dampak yang tidak baik bagi orang lain. Jika tulisan itu menjadikan orang lain berbuat nista, tercela, menyimpang, dan berdosa tentu saja semua dosa itu juga akan mengalir kepada orang yang menulisnya. Dosa itu akan terus mengalir sampai orang tersebut meninggal, jika apa yang ditulis menjadikan orang lain terus berbuat dosa.

Menulis itu dakwah. Tulisan-tulisan yang ditulis itu adalah bagian dakwah. Tulisan itu bagian kecil dalam membangun pondasi dakwah. Oleh karena itu, tulislah sesuatu yang baik, tulislah sesuatu yang menjadikan orang lebih dekat dengan PenciptaNya. Semoga dengan tulisan-tulisan yang kita buat menjadi sumber pahala yang mengalir yang akan kita nikmati kelak di akherat. Saya perlu garis bawahi, lingkari bahkan kasih warna merah bahwa menulis itu sumber pahala. Jika kita menulis sesuatu yang baik dan membuat pembaca menjadi lebih baik hidupnya maka itulah sumber pahala yang terus mengalir sampai alam fana ini punah. Menulis juga bisa menjadi investasi dosa jika ada orang menulis yang buruk yang menjadikan orang lain buruk maka dosa itu akan terus mengalir meskipun penulis itu telah meninggal dunia.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

PERTARUNGAN DUA HARIMAU



 
Namanya juga manusia, tidak seperti malaikat yang tidak memiliki dosa dan kesalahan, bener nggak? Ketahuilah, dalam diri manusia itu ada sebuah pertarungan yang abadi, percaya tidak? Pertarungan antara dua kutub yang saling bertolak belakang. Pertarungan yang terus berkecamuk tanpa henti dalam jiwa manusia. Apa iya, penasarankan. Bisa kita ibaratkan ada dua ekor harimau yang sama-sama kuat senantiasa bertarung sampai kapanpun. Iya benar, sampai kapanpun. Mereka senantiasa bertarung dan tidak pernah ada ceritanya salah satu harimau itu mati, hanya bisa lemah dan tidak bisa mati. Nah, pertarungan itu akan selesai dan akan menampilkan sosok pemenangnya saat manusia itu telah meninggal. Benar, kedua harimau itu akan berhenti bertarung ketika batas umur manusia untuk merasakan nikmatnya menghirup oksigen di bumi ini telah berakhir.

Kedua harimau itu bertarung dengan dahsyat untuk memenangkan pertarungan. Mereka saling menyerang, saling mengalahkan, saling mencakar, saling menggigit. Pertempuran mereka sangat seru dan dahsyat. Dimana pertempuran dahsyat itu?, ada di dalam diri kita. Tahukah, bahwa kemenangan salah satu harimau itu, kitalah yang sangat menentukan. Tanpa kita sadari, kitalah yang memberi makan kepada salah satunya, sehingga menjadikannya kuat. Itu semua tergantung pada diri kita. Kitalah yang memberi makan harimau yang mampu mengantarkan menuju keridhoan Allah atau kita jualah yang memberi makan harimau yang lain yang akan menjerumuskan ke dalam lubang yang nista. Semua itu adalah pilihan. Diri kitalah yang memilihnya. Dan ingatlah, setiap pilihan itu akan dipertanggungjawabkan.

Sobat, dalam diri manusia, Allah telah mengilhamkan dua sifat yang saling bertolak belakang. Apa itu?, yakni sifat taqwa dan sifat fujur. Jika kita berhasil menjadikan sifat taqwa itu dominan maka kita sudah berada pada jalan yang benar. Sebaliknya jika kita lemah sehingga sifat fujur yang mendominasi maka itu adalah jalan yang menyesatkan. Nah, sekarang tergantung kita. Apakah kita berusaha memberi makan harimau taqwa ataukah malah membiarkan harimau fujur mendapatkan makanan sehingga menjadi kuat. Ayolah, mari kita kumpulkan banyak energi agar sifat taqwa mendominasi. Banyak jalan untuk itu. Kita bisa memberi makan sifat taqwa dengan banyak mempelajari ilmu agama, mendekatkan diri dengan orang-orang yang sholeh sehingga mampu mengantarkan diri kita menjadi sosok yang sholeh juga.

Allah telah memberikan tuntunan kepada kita. Allah turunkan Al Quran. Allah turunkan Rasul. Allah anugerahkan para ulama. Semua itu adalah sarana agar manusia senantiasa berada pada jalan yang benar. Agar manusia tidak terjerembab pada jalan yang sesat dan jalan yang menyesatkan. Ajaklah keluarga untuk mendekap erat agamanya. Jangan biarkan mereka melepas itu. Katakan kepadanya terus dekap jangan sampai lepas hingga detik nafasnya yang terakhir. Teruslah menasehati untuk senantiasa memberi makan harimau yang menuntunnya pada keridhoanNya. Terus bimbing dan ingatkan untuk senantiasa menghambat tumbuh kembang harimau yang membawanya ke gerbang pintu neraka. Semua itu pilihan dan kitalah yang memilihnya.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

MAU JADI SEPERTI JOKER?




Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti. Jangan dijadikan pemakluman dan pembenaran, boleh dong saya jahat, lha saya disakiti. Jika dijahati jangan balas dengan kejahatan, jika engkau lakukan apa bedanya engkau dengannya. Tetaplah menjadi baik dan tetaplah berbuat baik. Menjadi jahat dan baik itu pilihan. Dan setiap pilihan ada konsekuensinya kelak di akherat.

Saat dijahati, jika bisa mengubah dengan tangan maka lakukan, jika tidak bisa dengan lisan dan jika tidak bisa juga maka bersabar dan ikhlas, karena semua sudah atas kehendakNya, serta mendoakan kebaikan orang yang berbuat jahat itu. Toh nanti kelak di akherat ada hitung-hitungannya. Orang yang banyak berbuat jahat dengan tangan dan lisannya maka dosanya akan terus bertambah mengambil dosa orang yang ia sakiti dan pahalanya akan semakin berkurang diambil oleh orang yang ia sakiti. Nanti kelak di akherat ia akan menjadi bangkrut karena pahalanya habis dan dosanya bertambah banyak sehingga nerakanya juga semakin dalam. Jadi saat disakiti, jangan bersedih harusnya kita malah kasihan dengan orang yang menyakiti kita sebab di akherat nanti ia akan menjadi orang yang bangkrut. Sedihnya lagi, seharusnya dengan pahala ibadahnya sudah bisa mengantarkannya masuk surga tapi karena kejahilan lisan dan tangannya malah menjerumuskannya ke neraka. Jadi berkata dan berbuatlah yang baik atau diamlah. Kita juga berusaha untuk tidak jahat kepada orang lain karena bisa mengubah orang yang baik menjadi jahat. Mereka yang berbuat jahat itu sebenarnya sedang berinvestasi atas kejahatannya. Kelak mereka akan menanggung dosa orang lain akibat investasi kejahatan yang mereka lakukan.

Tetaplah fokus menjadi orang baik dan senantiasa berbuat baik meskipun orang lain tidak memperlakukanmu seperti itu. Tetaplah menjadi orang baik meskipun engkau kerap kali ditipu dan jangan pernah sekali-kali ikut menjadi penipu. Tetaplah menjadi orang baik walaupun engkau sering dihina dan jangan pernah sekalipun ikut menghina orang lain. Tetap menjadi orang baik walaupun engkau dikhianati dan jangan pernah sekalipun menjadi pengkhianat. Tetap menjadi orang baik meskipun ada orang lain yang berbuat licik kepadamu dan jangan pernah membalas dengan kelicikan yang sama. Tetaplah menjadi orang baik meskipun engkau diperlakukan tidak baik dan jangan pernah melakukan hal-hal yang tidak baik seperti yang mereka lakukan pada dirimu. Jangan pedulikan orang lain atas apa yang engkau lakukan, tetap fokus pada keikhlasan dan cukuplah Allah yang mengetahui perbuatan baik yang engkau lakukan.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

Ibadurrahman Tidak Mengucapkan Selamat Natal


‼️Setiap kali akhir bulan Desember, ujian bagi umat Islam terhadap akidah mereka. Dengan dalih sudah menjadi adat kebiasaan, sungkan sama atasan, toleransi beragama, atau termakan ucapan tokoh-tokoh yang membolehkan. Ucapan selamat untuk hari raya umat lain; Merry Christmas, Selamat Natal, memberikan hadiah atau memakai atribut perayaan mereka, dst.

Satu ayat dalam al-Qur’an yang patut kita renungkan dalam hal ini, ketika Allah ﷻ menyebutkan tentang sifat-sifat ‘Ibadurrahman, yaitu hamba-hamba Allah ﷻ yang terbaik. Dimana di antara sifat mereka adalah:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

"Dan orang-orang yang tidak menyaksikan az-Zuur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya." (QS. Al-Furqan: 72)

Disebutkan oleh Imam Al-Qurthubi rahimahullah dalam kitab tafsir beliau ketika menerangkan ayat yang mulia ini, beliau berkata:

وَفِي رِوَايَةٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ أَعْيَاد الْمُشْرِكِين

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Az-Zuur adalah perayaan-perayaan orang-orang musyrik. (Tafsir Al-Qurtuby: 15/484)

❗Dengan demikian berarti makna dari ayat yang mulia ini, bahwasanya salah satu sifat Ibadurrahman adalah mereka tidak menyaksikan perayaan-perayaan orang-orang musyrik. Kalau kita mau merenungkan lagi, jika melihat saja mereka tidak mau maka apalagi mengucapkan selamat, atau ikut serta merayakan dengan memakai atribut-atribut mereka, tentu mereka lebih tidak mau lagi.

❕❗Oleh sebab itu, marilah kita kembali kepada Al-Qur’an dan menjadi Ibadurrahman. Renungkanlah ayat yang mulia ini, jangan benturkan dengan pendapat dan ucapan sifulan dan sifulan, karena ucapan Allah ﷻ lebih utama untuk dikedepankan dan dipegang daripada ucapan manusia. Sampaikan kepada atasan atau pihak tempat kita bekerja dengan baik-baik, bahwa kita tidak berkenan bukan karena apa-apa, tapi semata karena ini masalah akidah yang tidak bisa bertoleransi. Jika kemudian kita masih dibilang begini dan begitu, maka tebalkan saja teliga. Sebab tentu ridha Allah ﷻ lebih utama kita cari daripada ridha manusia.



🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0813-8219-5732 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

ABU BAKAR – Lisan Membinasakan



🍂 'Abdullah bin Utsman itulah nama beliau. Namun kita lebih mengenalnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Khalifah pertama dan sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah ﷺ. Dari Zaid bin Aslam, ia menceritakan bahwa ayahnya pernah mengatakan:

رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ الصَّدِيْقِ رَحِمَهُ اللّٰهُ آخَذَ بِطَرْفٍ لِسَانَهُ، فَقَالَ : هَذَا أَوْرَدَنِيْ المَوَارِدَ.

“Aku melihat Abu Bakar As-Shiddiq rahimahullah memegang ujung lisannya, kemudian mengatakan:‘Inilah yang mengantarkanku pada kebinasaan." (Kitabuz Zuhd Abu Dawud as-Sijistani: 55) alih bahasa atsar: Retno Palupi, Bekasi
________

💦 Lisan, sebuah nikmat yang besar. Ia ibarat pisau bermata dua. Dapat memberikan manfaat dan juga sebaliknya dapat menjadi sebab kecelakaan dan penyesalan. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam." (HR. Bukhari: 6478)

✍️ Oleh sebab itu, kunyah lebih dahulu sebelum ditelan. Pikirkan dengan matang apa yang akan kita ucapkan, karena ingat, bahwa lisan ini yang akan mendatangkan kebinasaan jika ia dibiarkan begitu saja.


🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0813-8219-5732 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

Sudah Benarkah Islamku?

 
❓Pernahkah kita, dikala duduk seorang diri bertanya pada diri kita sendiri, “Sudah benarkah Islam yang aku jalani ini? Apakah Islam yang aku amalkan hari ini sesuai dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi pada 15 abad silam?”

Pertanyaan seperti itu penting, karena kenyataannya memang kita ditakdirkan hidup di akhir zaman. Jauh dari mata air Islam itu sendiri. Sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:

لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ

”Tidaklah datang suatu zaman kepada kalian melainkan zaman yang setelahnya lebih buruk dari sebelumnya.” (HR. Bukhari: 7068)

🚫Jangan terlalu percaya diri dikarenakan kita lahir dan tumbuh besar di lingkungan yang Islami. Ayah ibu kita muslim, kita tinggal bersama kaum muslimin. Lantas kemudian kita pun tidak mau kembali muhasabah dan belajar tentang agama ini.

Bukan bermaksud apa-apa, hanya karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:

بَدَأَ الإِسْلامُ غَرِيبًا ، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana ia bermula, maka beruntung orang-orang yang asing.” (HR. Muslim: 145)

📚Dijelaskan oleh al-Imam Abul Hasan as-Sindi rahimahullah (w.1137H), perihal makna “Islam itu akan kembali asing”, beliau mengatakan:

وَسَيَعُودُ غَرِيبًا، بِقِلَّةِ مَنْ يَقُوم بِهِ وَيُعِين عَلَيْهِ وَإِنْ كَانَ أَهْله كَثِيرًا

“Islam akan kembali asing disebabkan karena sedikitnya orang yang benar-benar mengamalkannya dan menolong (memberikan kontribusi) kepadanya meskipun pemeluknya banyak.” (Hasyiah Ibni Majah: 4/349 Cet. Darul Ma’rifah, Beirut)

🎤Subnalllah, bukankah itu terjadi di zaman kita ini. Di saat banyak orang yang mengaku muslim namun tidak perhatian dan tidak mengamalkan Islam dengan sesungguhnya. Sangat jauh dari amalan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Dan ketika ada orang-orang yang benar mengamalkannya justru dianggap asing. Dengan ringannya mereka dikata-katai; “Beragama Islam itu yang biasa-biasa sajalah.” Ketika ada wanita bercadar kemudian dilarang, lantaran anggapan bahwa cadar itu bukan bagian dari Islam, hanya budaya Arab saja.

🗣️Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama kembali intropeksi. Tanyakanlah pada diri kita, “Sudah benarkah kita menjadi muslim yang sesungguhnya? Ataukah justru kita termasuk orang yang ikut dalam kelompok yang banyak itu. Sekadar mengaku muslim tapi tidak kenal dengan Islam itu sendiri.” Ini bukan urusan kita dengan orang lain, tapi urusan kita dengan hati sanubari kita sendiri. Lakukanlah sekarang sebelum datang penyesalan.


Sahabat Maribaraja ingin ikut berdakwah bersama kami? Silahkan klik tautan 👇
https://maribaraja.com/donasi/


🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0813-8219-5732 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

Ikhlas Akan Memudahkan Seorang Hijrah Meninggalkan Kebiasaan Buruk



🌦️ Hijrah tak semudah diucapkan, karena meninggalkan kebiasaan buruk memang tak semudah membalik kedua telapak tangan. Akan tetapi dengan niat ikhlas karena Allah, benar-benar jujur, maka pasti ada jalan, Allah akan memudahkan. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

‏إنَّمَا يَجِدُ المَشَقَّةَ فِي تَرْكِ المَأْلُوْفَاتِ مَنْ تَرَكَهَا لِغَيْرِ اللَّهِ، فَأَمَّا مَنْ تَرَكَهَا صَادِقًا مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ فَإِنَّهُ لَا يَجِدُ مَشَقَّةً إِلَّا فِي أَوَّلِ وَهْلَةٍ؛ لِيُمْتَحَن

Yang akan mendapatkan kesulitan dalam meninggalkan kebiasaan buruk hanyalah orang yang meninggalkannya karena selain Allah. Adapun seorang yang meninggalkannya dengan jujur ikhlash karena Allah yang keluar dari hatinya maka ia tidak akan mendapatkan kesulitan kecuali pada awalnya saja sebagai ujian untuk dirinya. (Al-Fawaid: 156)

☑️ Dan itu memang sebuah kenyataan, seorang yang benar jujur, ikhlas beramal karena Allah yang dibarengi dengan kesungguhan, maka Allah akan berikan jalan, Allah berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 69)

✍️ Oleh sebab itu, ketika kita hendak hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik maka ikhlaskanlah niat, jujurlah kepada Allah dan barengi dengan kesungguhan. Kesulitan itu pasti ada, akan tetapi, yakinlah bahwa dengan keikhlasan maka Allah akan memberikan jalan kemudahan.



🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0813-8219-5732 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

Muslim Haram Ikut Merayakan Tahun Baru

 

🤲 Sebuah do’a yang selalu kita panjatkan, sepanjang hari; pagi, siang, petang, dan malam. Bagi seorang muslim minimalnya tujuh belas kali ia haturkan do’a ini, di dalam setiap raka’at dalam shalatnya. Yaitu do’a dalam surat al-Fatihah:

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

"Tunjukilah kami jalan yang lurus." (QS. al-Fatihah: 6)

Pernahkah kita mengali lebih dalam lagi jalan siapakah jalan yang lurus itu? Ternyata jawabnya ada pada ayat berikutnya. Jalan yang lurus itu adalah:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

"Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat." (QS. al-Fatihah: 7)

👉 Orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, mereka adalah para Nabi dan Rasul, orang-orang yang jujur, syuhada’ dan orang-orang shalih. Jalan merekalah yang kita pinta. Sebagaimana firman Allah ﷻ :

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para nabi, shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa’: 69)

👉 Adapun orang yang Engkau murkai, mereka adalah Yahudi. Sedang orang yang tersesat adalah Nasrani. Rasulullah ﷺ bersabda:

اليَهُوْدُ مَغْضُوْبٌ عَلَيْهِمْ، وَالنَّصَارَى ضُلَّالٌ

“Yahudi adalah umat yang dimurkai dan Nasrani adalah umat yang tersesat.” (HR. Tirmidzi: 2954, Shahih al-Jami’: 8202)

Itu artinya setiap hari kita meminta agar dapat menempuh jalannya para Nabi dan Rasul, para shiddiq, syuhada’, dan orang-orang shalih. Kemudian dijauhkan dari jalannya umat Yahudi dan Nasrani.

👍 Sehingga dari sini, sungguh sangat mengherankan jika ada umat Islam yang setiap kali shalat meminta dijauhkan dari jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani namun kenyataannya dia sendiri yang menempuh jalan mereka.

Peringatan tahun baru adalah jalannya orang-orang Yahudi dan Nasrani. Di sana ada terompet, lonceng serta kemaksiatan lain yang merupakan budaya mereka. Maka sangat disayangkan ketika ada seorang yang berstatus muslim membaca “ihdi ashar shirathal mustaqim” setiap hari namun ikut merayakan tahun baru.

✍️ Oleh sebab itu, seorang muslim dan muslimah tidak boleh ikut merayakan tahun baru, agar tidak bertentangan antara do’anya dengan kenyataan yang ia perbuat. Ingat kita ini muslim, pantang mengikuti jalan kaum yang dimurkai dan kaum yang tersesat.


🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 0852-8164-3749 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah setiap hari
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

Menangislah Karena Kematian Hati!

 


🥀 Saat kematian orang-orang tercinta; ayah, bunda, saudara, karib kerabat atau teman dekat adalah saat-saat berduka. Kehangatan mentari tak mampu mengatasi dinginnya hati. Meskipun bibir bisa tersenyum namun mata tak kuasa menahan. Air mata mengalir tanpa terasa, hati pilu, nafas berat karena isak tangis yang tak kunjung reda.

Selama masih dalam batasannya, tidak ada yang salah dari itu semua, karena memang kita adalah manusia biasa, biasa sedih dan bahagia. Namun yang harus direnungkan , mengapa kita menangis dengan kematian mereka tapi tidak untuk suatu yang lebih berharga?

💦 Kita tidak menangis tatkala kematian hati kita, padahal kematian hati lebih pantas untuk ditangisi. Salah seorang diantara orang-orang shaleh terdahulu pernah mengatakan:

يَا عَجَبًا مِنَ النَّاسِ يَبْكُوْنَ عَلَى مَنْ مَاتَ جَسَدُهُ وَلاَ يَبْكُوْنَ عَلَى مَنْ مَاتَ قَلْبُهُ وَهُوَ أَشَدُّ

“Aduhai manusia, mereka menagisi orang yang mati jasadnya namun tidak menangisi orang yang mati hatinya, padahal itu lebih utama untuk ditangisi” [Tazkiyatun Nufus, Dr. Ahmad Farid, hal: 44].

✍️ Oleh sebab itu, tangisilah kematian hati kita sebagaimana tangisan kita saat kematian orang-orang tercinta.


🔰Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
👥Daftar group Maribaraja.com, klik: https://bit.ly/3e8Ovle
📢Gabungkan no admin kami; 085281643749 ke grup Anda, untuk mendapatkan support artikel dakwah setiap hari
Dukung dakwah kami di :
https://wp.me/sa7ASR-donasi
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: http://bit.ly/2TEqyHj
Fanspage: http://bit.ly/2NVdxeH
Instagram: http://bit.ly/2S38siB

RENUNGAN PAGI : “Tanda-Tanda Orang yang Selalu Dikejar Rezeki”





Setiap orang memiliki garis takdirnya masing-masing, baik itu rezeki, jodoh maupun kematian. Memang tak bisa dipungkiri foto bahwa, semua itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Mungkin kita pernah melihat bahwasanya meski Sebagian besar orang melakukan kerja keras agar mendapatkan rezeki atau kekayaan berlimpah, namun pada kenyataannya masih banyak yang belum mampu mendapatkan layaknya yang diinginkan.


Sementara di sisi lain ada beberapa golongan yang justru dikejar rezeki dari manapun asalnya, atau kita menyebutnya sebagai orang yang dijamin rezekiNya Oleh Allah SWT.


Dijelaskan dalam QS At – Thalaq ayat 3 Allah SWT telah berfirman : ” Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya,”


Dari ayat tersebut sudah dijelaskan bahwa, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan memberi jalan keluar dan rezeki dari segala arah yang tak pernah kita sangka-sangka datangnya.

Berikut enam tanda orang yang selalu dikejar rezeki antara lain:


1.Orang yang suka bersedekah

Seperti yang kita tahu bersedekah merupakan hal yang sangat terpuji, karena dengan memberikan sedikit harta dari penghasilan kita secara tidak langsung kita telah membantu banyak orang, dan doa orang yang teraniaya sangatlah Mustajab dihadapan Allah SWT.

Mungkin saudaraku semuanya juga sudah mengetahui bahwasanya apabila kita bersedekah dengan ikhlas maka Allah SWT akan mengganti berlipat-lipat baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Hal ini sudah dijelaskan dalam QS al-baqarah ayat 261 “perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir 100 biji Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang dia kehendaki dan Allah Maha luas karunia-nya lagi Maha Mengetahui.”


Sahabat beriman yang di rahmati Allah, bolehkah kita bersedekah dan berharap Allah SWT mengganti Sedekah Yang kita keluarkan dengan kekayaan di dunia ?? Itu boleh-boleh saja, selama kita mengharap nya hanya kepada Allah SWT dan bukan mengharap supaya ada seseorang yang memberikan kita kekayaan setelah kita bersedekah, ini yang tidak dianjurkan.


Karena kita sudah berharap kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT. Sedangkan Allah SWT sudah memerintahkan untuk tidak menggantungkan diri kepada sesama makhluk-nya, yang menandakan kita telah menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu.


2. Orang yang gemar bersyukur

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwasanya, apabila kita selalu bersyukur setiap saat, baik ketika mendapatkan rezeki yang berupa harta benda, kesehatan, atau bahkan dalam kondisi diuji dengan Sakit pun kita kita bersyukur Insya Allah Allah SWT akan menambah nikmat kita dan dengan kuasanya akan mengangkat penyakit dalam diri kita.


Dalam QS Ibrahim ayat 7 Allah SWT sudah berfirman: “Dan (ingatlah juga), Takkala Tuhanmu memaklumkan ; Sesungguhnya jika kamu bersyukur Pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmatku maka sesungguhnya azabku sangat pedih.”


Dari ayat diatas sudah jelas dikatakan bahwa, barangsiapa yang sering mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, maka Allah akan menambah nikmat untuk kita. Akan tetapi jika kita mengingkari nikmat yang diberikan Allah SWT, maka Allah akan mengazab orang tersebut dengan azab yang sangat pedih.


Untuk itu teruslah bersyukur dalam segala kondisi dan lakukan setiap hari. Insya Allah nikmat kita akan terus ditambah oleh Allah SWT, Amin ya robbal alamin.


3. Orang yang sering membaca Al quran ( terutama surah Al Waqiah)

Surah Al Waqiah memang dikenal memiliki keutamaan dalam hal mendatangkan rezeki atau nikmat. Dalam Hadits Ibnu Ady disebutkan bahwa; “kita sangat dianjurkan untuk mengajarkan surah al waqiah kepada istri ( keluarga dan anak-anak kita, karena surah tersebut merupakan surah yang mampu menderaskan rezeki bagi siapa pun yang mengamalkannya.” Insyaallah.


4. Orang yang sering beristighfar

Istighfar merupakan salah satu usaha bathiniyah kita untuk memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala dosa yang kita perbuat. Lalu apa hubungannya dengan selalu dikejar rezeki ?? Orang yang selalu beristighfar dalam kondisi apapun secara tidak langsung dapat membersihkan hatinya dari segala dosa dan kesalahan.


Ketika hati kita bersih maka kemungkinan besar rezeki yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa sampai kepada kita. Dalam QS hud ayat 3 Allah SWT sudah berfirman: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadanya, (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik terus-menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan atau ( balasan ) keutamaannya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”


Marilah kita semua mulai membiasakan untuk terus beristighfar supaya hati kita menjadi bersih dan kita bisa mendapatkan nikmat yang Allah subhanahuwata’ala janjikan, karena kita semua tahu Allah SWT menyukai orang-orang yang berhati bersih.


5. Orang yang suka berdoa dan selalu berusaha

Berdoa dan berusaha merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan ketika kita meminta sesuatu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena sangat mustahil orang yang hanya berdoa saja tanpa berusaha, akan mampu mendapatkan apa yang diinginkan dalam doanya.


Untuk itu selain kita berdoa, juga berusaha untuk mendapatkan hasil dari doa yang sudah kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana sebuah ungkapan “Man Jadda Wajadda yang artinya ; barangsiapa yang bersungguh-sungguh akan menemukan hasil yang diinginkan.


6. Orang yang selalu tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Secara harfiah Tawakal adalah berserah diri dan menyandarkan hati hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang yang tawakal merupakan orang yang sangat yakin seyakin-yakinnya bahwasanya hanya Allah SWT saja yang dapat memberi, memberikan dan mencegah.


Maksudnya adalah Memberi manfaat dari apa yang telah diciptakannya, memberikan nikmat kepada setiap manusia dan seluruh jagat seisinya, serta mencegah keburukan yang dilakukan manusia maupun dari setan. Dari Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu Rasulullah SAW pernah bersabda:


” Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” ( HR Ahmad, Thirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-hakim ).


Dari hadist tersebut sudah sangat jelas dikatakan bahwa, seekor burung saja Allah SWT sudah menjamin rezeki nya, apalagi kita sebagai manusia yang mau bertawakal hanya kepada Allah SWT, Insya Allah rezeki tidak akan pernah putus di berikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada kita


Semoga kita termasuk golongan orang – orang yang dikejar oleh rezki terutama dari arah yang tidak disangka Aamiin.

Wallohu’alam

RENUNGAN SORE : "Kisah setan yang Mengajarkan Ayat Kursi"



 Dikisahkan, sahabat Nabi bernama Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncul seseorang mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Abu Hurairah patut dipuji karena berhasil menangkap sosok tersebut. “Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah,” kata Abu Hurairah.

Mendengar ancaman Abu Hurairah, orang tersebut merengek dan berkata: “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Meskipun zakat diperuntukkan kepada fakir miskin, namun cara orang tersebut mencuri makanan tetap tidak dibenarkan.

Esok harinya, Abu Hurairah melaporkannya kepada Rasulullah. Maka bertanyalah beliau: “Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?” Ia mengeluh, “Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan,” jawab Abu Hurairah.

Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu, lalu dilepaskannya. “Bohong dia,” kata Nabi Muhammad SAW sembari memberi tahu bahwa nanti malam ia akan datang lagi.

Mendengar ucapan Nabi itu, Abu Hurairah pun mempeketat penjagaan dan kewaspadaan. Benar saja, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Si pencuri pun tertangkap.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah,” ancam Abu Hurairah, seperti kemarin.

Pencuri itu meminta ampun sembari berkata: “Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.”

Mendengar keluhan orang itu, Abu Hurairah merasa kasihan dan ia pun melepaskannya seperti kemarin. Paginya, kejadian itu diadukannya kepada Rasulullah.

Rasulullah kembali menegaskan: “Pencuri itu dusta, dan nanti malam ia akan kembali lagi”.

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan super ketat. Mata, telinga dan perasaannya dipasang sebaik-baiknya. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik di sekelilingnya lantaran sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri.

Jika pencuri itu benar-benar datang seperti dikatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, Abu Hurairah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah.

“Kali ini tidak akan kuberi ampun,” kata Abu Hurairah dalam hati.

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati.

Tidak lama kemudian pencuri itu bertekuk lutut di hadapan Abu Hurairah dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.

“Kali ini kau pasti kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga,” gertak Abu Hurairah.

Pencuri itu kembali memohon. Namun, tangan Abu Hurairah menggenggam erat pencuri dan kali ini tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa akhirnya si pencuri itu berkata: “Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.”

Abu Hurairah spontan penasaran. “Kalimat-kalimat apakah itu?” tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu.

“Bila tuan hendak tidur, bacalah Ayat Kursi: Allahu Laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuum… dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada setan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”

Mendengar itu, pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Sepertinya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

Keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya Ayat Kursi.

“Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasulullah sebelum Abu Hurairah menceritakan segalanya. “Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,” jawab Abu Hurairah. “Kalimat apakah itu?” tanya Nabi Muhammad SAW.

Katanya: ““Kalau kamu tidur, bacalah Ayat Kursi: Allahu laa Ilaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuum….. dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula: “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.”

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi Muhammad bertanya kepada Abu Hurairah, “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?” “Tidak,” jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.”

Wallohu'alam

RENUNGAN SORE : “Kenapa harus menghormati dan memuliakan Ibu”

 

 
Peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember di Indonesia mariakan kita jadikan sebagai momentum untuk merenukan tentang kemulian jasa dan pengorbanan ibu dalam hidup kita dan momentum untuk kita  mengingat  jasa-jasa ibu dalam membesarkan dan mendidik kita, Hari ibu menjadi pengingat bagi diri untuk selalu menyayangi dan berbakti kepada Ibu, yang banyak berjasa dalam kehidupan.

Dalam pandangan Islam, seorang ibu atau wanita memiliki kedudukan yang sangat istimewa, Ibu bagaikan sebuah poros dan sumber kehidupan. Dari seorang ibu lahirlah sebuah kehidupan yang akan meramaikan dunia. Sehingga Rasulullah SAW memposisikan derajat ibu pada posisi yang sangat mulia sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadisnya.

Salah satu hadisnya yang berbunyi “al-jannatu tahta aqdam al-ummahat” diriwayatkan Ibnu 'Addi dalam al-Kamil, dari jalur Musa bin Muhammad al-Maqdisi dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Surga itu (berada) di telapak kaki ibu, dari jalur manapun masuk dan dari jalur manapun pula keluar".


Selain itu, Imam Thabarani dalam Ensiklopedi Hadits atau 'Al-Mu'jam ak-Kabir' menyebut melalui transmisi yang baik, disahihkan oleh Imam Al-Hakim, disepakati oleh Imam al-Dzahabi dan diakui oleh Imam al-Mundziri sebuah hadits dari Muawiyah bin Jahimah disebutkan menemui Nabi dan menyampaikan keinginannya ikut perang. Nabi bertanya, "Apakah kamu masih punya ibu?". Ia menjawab, "Ya, masih". Nabi lantas mengatakan,"Temani dan berbaktilah kepadanya. Karena surga ada di bawah kakinya".


Syeikh Muhammad Syeikh al-Ghazali dalam As-Sunnah an-Nabawiyyah Baina ahl al-Fiqh wa ahl al-Hadits mengatakan, "Seorang ibu adalah semilir angin sejuk yang menghembuskan nafas kedamaian dan kasih sayang ke seluruh ruang kehidupan. Ia sangat berpengaruh dalam pembentukan manusia yang baik".


Tak sampai di situ, dalam Islam, ibu memperoleh perhargaan yang lebih utama jika dibandingkan ayah. Hal ini disampaikan Nabi Muhammad SAW saat ditanya oleh seorang sahabat. Dalam hadis yang diriwayatkan Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:
يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan)


Dari Miqdam bin Ma’di Yakrib radhiallahu’ahu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
نَّ اللَّهَ يوصيكم بأمَّهاتِكُم ثلاثًا، إنَّ اللَّهَ يوصيكم بآبائِكُم، إنَّ اللَّهَ يوصيكم بالأقرَبِ فالأقرَبِ
“sesungguhnya Allah berwasiat 3x kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat.” (HR. Ibnu Majah, shahih dengan syawahid-nya)

Pernyataan Nabi di atas merupakan penjelasan dari firman Alloh SWT yang berbunyi, "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang, ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang terus semaki lemah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu"( QS Luqman ayat 14 ).

Nah itulah untaian firman Alloh dan hadis-hadis Rasulullah SAW tentang ibu, wanita paling mulia. Semoga dengan diperingatinya hari ibu pada 22 Desember ini, menambahkan rasa cinta dan bakti kita kepada ibu. Aamiin

Wallohu’alam

RENUNGAN SORE: “Penyakit Hati Yang Paling Berbahaya dan Sebab Tibulnya”


Salah satu penyakit Hati yang paling berbahaya adalah selalu membandingkan diri dan menganggap diri lebih unggul dari orang lain. Bahkan penyakit inilah yang membuat Iblis keluar dari posisi mulianya dan menjadi makhluk yang paling terkutuk.

Allah berfirman:
قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ
(Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS.Shad:76)

Dalam perspektif Islam, penyakit hati sering diidentikkan dengan beberapa sifat buruk atau tingkah laku tercela (al-akhlaq al-mazmumah), seperti dengki, iri hati, arogan, emosional dan seterusnya.
Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi, membagi penyakit hati dalam sembilan bagian, yaitu: pamer (riya’), marah (al-ghadhab), lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah), was-was (al-was-wasah), frustrasi (al-ya’s), rakus (tama’), terperdaya (al-ghurur), sombong (al-ujub), dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd).

Penyakit hati inilah yang selalu dikelilingi bahaya yang memberi efek sangat buruk pada kehidupan setiap diri manusia, Jika kita tidak segera bertaubat, maka penyakit hati akan makin bertambah karena kedunguan kita. Allah akan makin menutup hati dan pendengarannya sehingga makin jauhlah dari hidayah.
Allah Swt Berfirman :
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.” (QS.Al-Baqarah:10)

Al-Qur’an telah  membahas beragam hal yang  menyebabkan timbulnya penyakit hati yang menjangkiti hati manusia. Seperti ayat-ayat berikut ini :

(1). Hati Yang Berkarat (الرين)
كَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS.Al-Muthaffifin:14)
Kata الرين dalam ayat ini memiliki arti karat atau korosi yang menempel pada satu benda.

(2). Hati Yang Berpaling (الصرف)
صَرَفَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَفۡقَهُونَ
“Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.” (QS.At-Taubah:127)
Makna الصرف dalam ayat ini adalah hukuman dari suatu perbuatan yang membuat hati manusia berpaling dari Allah Swt.

(3).Hati Yang Terselimuti (الطبع)
كَذَٰلِكَ يَطۡبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ
“Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.” (Qs.Ar-Rum, Ayat 59)
Makna (الطبع) dalam ayat ini adalah hati mereka diselimuti oleh selain Allah Swt, yaitu diselimuti oleh hawa nafsu dan kesenangan duniawi.

(4). Hati Yang Terhijabi ( أكنة)
وَقَالُواْ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ وَفِيٓ ءَاذَانِنَا وَقۡرٞ وَمِنۢ بَيۡنِنَا وَبَيۡنِكَ حِجَابٞ فَٱعۡمَلۡ إِنَّنَا عَٰمِلُونَ
Dan mereka berkata, “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat.” (QS.Fushilat:5)
Makna ( أكنة) yaitu hati telah tertutupi oleh banyaknya hijab.

(5). Hati Yang Terstempel (الختم)
خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيم
“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.” (QS.Al-Baqarah:7)
Makna (الختم) dalam ayat ini adalah hati yang telah hati yang telah terstempel karena kekufuran mereka. Seperti dalam ayat lain Allah Swt Berfirman :
بَلۡ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيۡهَا بِكُفۡرِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُونَ إِلَّا قَلِيلٗا
“Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman.” (QS.An-Nisa’:155)

(6). Hati Yang Terkunci (الاقفال)
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ
“Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS.Muhammad:24)
Makna (الاقفال) dalam ayat ini adalah terkunci.

(7). Hati Yang Terbelenggu (التشديد).
رَبَّنَا ٱطۡمِسۡ عَلَىٰٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ وَٱشۡدُدۡ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ
“Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.” (QS.Yunus:88)

(8). Hati Yang Tertutup (التغليف)
وَقَالُواْ قُلُوبُنَا غُلۡفُۢۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ فَقَلِيلٗا مَّا يُؤۡمِنُونَ
Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.” (QS.Al-Baqarah:88)
Makna التغليف dalam ayat ini adalah hati yang tertutup dan jauh dari cahaya Allah Swt.

(9). Hati Yang Keras.
فَوَيۡلٌ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ
“Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS.Az-Zumar:22)

Ini adalah gambaran dari berbagai penyakit hati yang menimpa manusia. Penyakit ini memiliki bermacam jenis dan memiliki efeknya masing-masing. Yang sangat berbahaya besar yang mengintai kita yang berpotensi terkena penyakit hati.
Mari kita obati penyakit hati yang berbahaya ini sebelum terlambat karena bila telah merambat maka hidup kita akan dipenuhi dengan kesombongan,hasad, dengki, permusuhan dan selalu maksiat kepada Alloh yang semakin dahsyat.
Islam memberikan terapi  dengan cara mengikis nafsu syahwat sedikit demi sedikit dan menanamkan sifat merendahkan diri (tawadhu’) dengan melihat kebesaran Allah SWT
Semoga hati kita selalu terjaga dari berbagai macam penyakit ini. Aamiin

Wallohu’alam

Wallohu’alam