Belajar Bersama Polisi

Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Kantor Polsek Ampenan.

Penyuluhan Kesehatan

Siswa dan Guru MI Nurul Jannah NW Ampenan diberikan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Tanjung Karang Ampenan Kota Mataram NTB.

Outing Class

Sebagian Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan belajar didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Museum Negeri Mataram NTB.

Wisuda

Wisuda Abdul Rasyid, S. Sy (Adik) di UIN Mataram didampingi oleh saudara, ipar, dan keponakan.

Diklat PTK

Diklat teknis substantif peningkatan kompetensi PTK oleh Badiklat Keagamaan Denpasar di Mataram NTB.

Mukhadarah(Pidato)

Para siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan dilatih berani tampil di depan umum dengan cara mengikuti kegiatan mukhadarah (pidato), dan lain sebagainya.

Upacara Bendera

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan melakukan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.

Shalat Zuhur Berjamaah

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan meningkatkan iman taqwa dengan cara shalat zuhur berjamaah di mushalla madrasah.

Buku Hasil Karya Individu

Musim pandemi covid-19 membawa dampak positif sehingga bisa memberikan hasil karya berupa terbitnya buku ber-ISBN.

Buku Kolaborasi

Covid-19 memberikan perintah untuk WFH sehingga bisa mengisinya dengan menerbitkan 1 buku karya kolaboratif bersama bapak kepala MIN 2 Mataram.

14 Buku Kolaborasi

Pandemi Covid-19 menjadi kenangan terindah karena bisa memberikan karya bersama bapak-ibu guru Se-Indonesia berupa 14 buku ber-ISBN.

Nara Sumber Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang diselenggarakan oleh komunitas belajar atas prakarsa kepala SMPN 18 Mataram dan Alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi nara sumber salah satu 4 Pilar tersebut.

Latihan Manasik Haji

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan mempraktikkan ilmu yang diperoleh tentang rukun Islam yang kelima dengan melakukan latihan manasik haji di kantor Embarkasi Lombok dan mudah-mudahan secepatnya bernasib menunaikan ibadah haji dan umrah ke baitullah.

Kamis, 14 Januari 2021

Tanya jawab kulwap

 [08.48, 15/1/2021] +62 856-7042-055: 1.    Pertanyaan
Bagaimana ya jika kita memiliki masalah itu bisa segera terselesaikan
[08.49, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Sobat, saat kita memiliki masalah apa yang kita lakukan. Kebanyakan jika kita mendapatkan masalah yang kita lakukan adalah meminta pertolongan kepada orang lain. Khusus bagi para wanita nih, biasanya pelampiasannya dengan curhat. Curhat ke sahabat, teman, orang tua, keluarga atau curhat ke sosmed. Bertengkar dengan teman, sahabat, rekan kerja, curhatnya ke sosmed. Padahal saat kamu curhat ke orang lain (kecuali orang tua dan pasangan hidup) berarti sama saja kamu menelanjangi diri sendiri. kamu mengungkap kelemahanmu dan kebobrokanmu juga. Orang lain jadi tahu, kamu itu siapa, orang yang lemah. Rahasiamu kamu obral kemana-kemana. Terus nanti suatu hari nanti, saat kamu bertengkar dengan teman curhatmu. Bisa saja teman curhatmu akan membuka semua rahasiamu kepada orang lain. Nah, lhoo...tambah runyamkan masalahnya. Jadi, nggak boleh dong curhat sama orang lain. Bukannya nggak boleh, tapi lihat siapa yang dicurhati. Lebih baik curhat kepada suami di rumah atau kepada orang tua. Tapi yang paling jempolan itu, saat punya masalah ia tidak mengeluh, tidak curhat kepada manusia lainnya, tidak curhat ke sosmed tetapi ia curhat dan ngobrol kepada Allah. itu baru hebat namanya. Orang lain tak perlu tahu, cukup Allahlah yang tahu masalah yang sedang kita hadapi.
[08.49, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Seringkali saat kita ada masalah, berpikirnya adalah siapa orang yang bisa mengatasi masalah kita. Bahkan tidak sedikit orang, yang sampai harus melakukan perbuatan nista agar masalahnya selesai, misalnya apa, misalnya agar urusannya lancar dengan menyuap orang lain, bisa dengan uang, barang atau yang lainnya. Bahkan ada yang sampai melakukan kesyirikan dengan mendatangi dukun/orang pintar untuk menyelesaikan masalahnya.
[08.50, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Padahal Allah itu telah memberi solusi lho pada kita saat mendapatkan masalah. Apa solusinya? Solusinya berbuat baik kepada orang lain, menolong orang lain, membahagiakan orang lain. Lah, kok gitu, kita yang punya masalah kok kita yang disuruh menolong dan membahagiakan orang lain. Nggak salah itu solusinya. Nggak, memang itu solusinya. Coba deh, perhatikan ayat Al Quran dan hadist berikut ini, agar kamu semakin yakin dengan saranku tadi. “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula” (QS. Ar Rahman : 60). “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya” (Muttafaq ‘alaih). "Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah (SWT) akan menunaikan hajatnya" (HR. Muslim). “Barang siapa yang memudahkan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).
[08.50, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jadi ini adalah janji Allah, kalau kita suka dan gemar menolong orang lain maka Allah akan menolong kita, Allah akan memudahkan kesulitan kita dan Allah akan menyelesaikan masalah yang saat itu kita hadapi. Jadi Sob, saat kamu sedang mendapatkan masalah, perbanyaklah menolong dan membahagiakan orang lain dengan cara apa misalnya dengan banyak bersedekah, berbagi ilmu, banyak tersenyum, mendoakan kebaikan untuk orang lain, berbakti dan membuat orang tua lebih bahagia dan bentuk-bentuk pertolongan lainnya. Jika ada orang yang sedang membutuhkan pertolongan, segera tolong mereka. Jadilah orang yang meringankan beban orang lain, membuat hidup orang lain lebih mudah dan membuat orang lain tersenyum dan bahagia. Bukan malah sebaliknya, menyusahkan orang lain, menyakiti dan mendzolimi orang lain. Kalau kamu gemar menyakiti dan mendzolimi maka kamu akan merasa hidupmu penuh dengan berbagai hal yang membuatmu sakit hati dan terdzolimi. Jadi, saat kamu punya masalah maka tingkatkan kebermanfaatanmu bagi orang lain, dengan lebih banyak menolong dan membahagiakan orang lain lalu biarkan Allah sendiri yang menyelesaikan masalahmu dengan caraNya.
[08.51, 15/1/2021] +62 856-7042-055: 2.    Pertanyaan
Saya sadar, setiap orang punya masalah. Maaf ya jujur saja, saya sebenarnya merasa Allah itu tidak adil dengan memberikan saya masalah yang begitu berat, mohon bimbingannya Pak
[08.51, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Sobat, begitu berat ya masalahmu sampai-sampai kamu menganggap Allah tidak adil. Iyah, aku paham, aku mengerti. Pastilah masalahmu memang sangat berat, masalahmu sangatlah rumit. Aku tahu itu. Kalau seandainya, hal itu terjadi pada diriku, belum tentu aku juga bisa menghadapinya. Bersabarlah sobat, bersabarlah.
[08.52, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, coba deh duduk sebentar. Duduklah bersamaku disini. Coba ingat-ingat, kamu pernah melakukan dosa apa?, sangat besar kemungkinan musibah yang kamu alami, ujian yang sedang kamu jalani itu disebabkan oleh dosa-dosamu sendiri.  “Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)” (QS. Asy-Syuuraa: 30). Jujurlah Sob, jangan berbohong. Dosa apa yang kamu lakukan sehingga kamu mendapatkan masalah begitu pelik dan berat itu. Jangan salahkan Tuhan, salahkan dirimu sendiri. Kamu sendiri yang mengundang musibah itu datang dengan dosa-dosa yang kamu lakukan sendiri. Jadi stop, jangan suka menyalahkan Tuhan atas musibah yang menimpamu tetapi salahkan dirimu sendiri.
[08.52, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, tahu tidak, musibah yang kamu alami itu, adalah tanda sayang Allah kepadamu lho. Lah, kalau sayang kenapa dikasih musibah?, kalau sayang ya diberi kebahagiaan dan diberi rezeki yang banyak, hidup selalu senang, gembira dan bahagia, gitu lho bukan diberi musibah. Bro, Sist, kalau hidupmu selalu senang bahagia, tidak pernah sakit sehat terus, rezeki terus berkecukupan, hidup selalu enak dan menyenangkan, kira-kira nih kamu ingat Tuhan nggak. Biasanya nih, orang yang hidupnya selalu enak, selalu mudah, berlimpah kekayaan, dia nggak jadi ingat Tuhan. Contoh tuh, Firaun diberi kenikmatan kekuasaan eh malah kufur pada Tuhan. Siapa lagi, Qarun yang super duper kaya raya, eh jadi kufur nikmat dan mati masuk neraka. Tidak semua hal yang menyenangkan dan kekayaan yang melimpah itu baik bagi hambaNya.
[08.53, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jadi,  bersyukurlah, saat Allah memberikan musibah, lalu kamu langsung ingat dan kembali kepadaNya. Kalau kamu mendapatkan musibah lalu kamu ingat kepada Allah, Masha Allah, itu tandanya Allah itu sangat sayang sekali kepada dirimu. Allah ingin menghapus dosa-dosamu, dengan cara apa dengan cara memberi masalah. Nah, tugasmu bersabar menjalani ujian yang Allah berikan. Memang, jujur saja tidak mudah bersabar itu. Saya sendiri juga tidak yakin bisa bersabar. Tapi memang begitulah cara Allah menghapus dosa-dosa hambaNya. "Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya” (HR. Bukhari). “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya” (HR. Muslim).
[08.54, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, Allah itu baik banget lho, serius. Kamu yang berbuat dosa, berbuat dzolim kepada Allah, tapi Allah masih sayang kepadamu lho, Allah berkenan menghapus dosamu di dunia ini dengan sedikit masalah. Kan lebih baik dihapus dosa di dunia dengan sedikit ujian daripada dihapus dosa di akherat dengan masuk neraka. Hayo... pilih mana?.
[08.54, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Tidak cukup hanya disitu, Kecintaan Allah kepada hambaNya itu, Allah tidak akan meninggalkan hambaNya saat hambanya mendapatkan ujian. Allah berjanji membantu hambaNya dengan berbagai kemudahan sehingga hambaNya mampu menjalani kesulitan/musibah yang sedang ia alami. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah : 5). Nah, sekarang baru sadar ya. Allah itu sayang banget kepada hambaNya bahkan melebihi rasa rasang seorang ibu kepada anaknya. Kamu yang berbuat dosa, Allah ingin menghapus dosamu dengan sedikit ujian di dunia daripada nanti dihapus dosa di neraka, Allahpun bantu kesulitanmu dengan berbagai kemudahan. Kuncinya ada pada kesabaran. “Sesungguhnya Kami akan memberikan cobaan sedikit kepadamu semua seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, kemudian sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 155). “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya” (QS. Az Zumar: 10). Jadi, saat menghadapi masalah dan ujian, sadarilah berarti Allah sayang kepada kita, Allah sedang memperhatikan dan begitu peduli dengan diri kita, Allah bersama kita dan tidak meninggalkan diri kita, Allah sedang menghapus dosa-dosa kita, Allah akan menghujani dirimu dengan banyak pahala saat kamu mampu bersabar atas ujiannya. Sobat, bersabar itu pahalanya tak terhitung, hanya Allah yang tahu bahkan kelak nanti saat dipersidangan kelak, orang-orang akan begitu rela mendapatkan musibah dan akan bersabar setelah  tahu begitu besarnya pahala bersabar.  Semoga tulisan ini membantu ya Sob, untuk selalu berprasangka baik kepada Allah saat sedang mendapatkan ujian. Menyadari bahwa ujian itu bukan berarti Allah benci kepada kita tetapi sebaliknya ujian adalah tanda Allah sayang sekali pada hambaNya dan Allah ingin sekali menghujani hambaNya dengan banyak pahala karena Allah tahu, pahala yang didapat hambaNya dengan ibadahnya terlalu sedikit.
[08.55, 15/1/2021] +62 856-7042-055: 3.    Pertanyaan
Saya banyak melihat orang menghadapi masalah berat lalu bunuh diri, padahal tindakan bunuh diri itu sangat Allah benci. Kadang kita juga saat menghadapi masalah yang berat juga berpikir lebih baik meninggal saja.
[08.55, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Sobat, hidup di dunia itu memang ada saja masalahnya. Masalah dengan teman, dengan orang tua, dengan saudara. Kalau kamu sudah berkeluarga muncul lagi masalah dengan istri, masalah anak, masalah ekonomi. Saat kamu ditempat kerja juga pasti ada masalah, dengan rekan kerja, dengan atasan dan sebagainya. Saya juga punya masalah. Jadi setiap orang itu pasti punya masalahnya sendiri-sendiri. Yah, namanya juga hidup di dunia, pasti ada masalah. Kira-kira nih, mau nggak hidup tanpa masalah, mau?, serius mau?, kalau memang mau hidup tanpa ada masalah sama sekali, ya tinggal di surga. Di surga itu nggak ada masalah, nggak ada sedih, nggak ada kecewa, sakit hati. Semua hilang. Nggak pernah tidur. Sepanjang hari orang yang tinggal di surga itu adanya bahagia dan bahagia dan itu selamanya lho. Jadi mumpung kita masih tinggal di dunia, ayo kita berjuang untuk mendapatkan surga di akherat, baru kita akan hidup tanpa masalah selamanya.
[08.56, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Kembali kita ke topik tentang masalah. Sobat, banyak orang yang punya masalah, pelariannya biasanya ke hal-hal yang buruk, negatif dan merugikan diri sendiri misalnya bermain games sepanjang waktu atau bahkan minum obat-obatan terlarang. Ini mah, menambah berat masalah. Banyak orang tipenya suka menggendong masalah. Masalahnya dari dulu sampai sekarang terus digendong, terus diingat-ingat, terus dipikirkan, terus menjadi beban. Dampaknya apa, lama-lama, dirinya tidak akan kuat kalau terus-terusan menggendong beban hidup yang selalu menghantui, lalu jadi stres, tertekan, sampai hilang ingatan bahkan tidak sedikit yang melakukan bunuh diri karena tidak kuat akan beban masalah yang mereka hadapi. Bener lho Sob, banyak orang bunuh diri karena tidak mampu dengan masalah yang ia hadapi.
[08.56, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Apakah bunuh diri itu sebuah solusi, jawabannya tidak, bahkan bunuh diri itu akan menjadikan masalahmu tambah parah lagi, tambah berat lagi, tambah mengerikan lagi. Bunuh diri mungkin bisa menyelesaikan masalahmu di dunia tetapi kamu akan menghadapi masalah baru yang jauh lebih hebat, jauh lebih berat, jauh lebih mengerikan, jauh lebih menakutkan daripada masalah yang kamu hadapi di dunia. Bisa diibaratkan masalahmu di dunia itu seperti setetes air yang menetes di lautan sedangkan lautan itulah masalahmu di akherat nanti. Kamu akan sadar ternyata masalahmu di dunia tidak ada artinya daripada masalah yang akan kamu hadapi di akherat akibat kebodohanmu atas diri sendiri, akibat tindakanmu membunuh dirimu sendiri. Sobat, karena bunuh diri itu adalah dosa besar, jadi jangan pernah terpikirkan apalagi sampai kamu lakukan. Jangan, jangan pernah memikirkan bunuh diri untuk lari dari masalahmu. Ngeri, dosa besar dan siksanya ampun tak terbayang. “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa: 29-30). “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat” (HR. Bukhari dan Muslim). “Dahulu ada seorang lelaki yang terluka, ia putus asa lalu mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya. Darahnya terus mengalir hingga ia mati. Allah Ta’ala berfirman: ”Hambaku mendahuluiku dengan dirinya, maka aku haramkan baginya surga” (HR. Bukhari dan Muslim). “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu kelak akan berada di tangannya dan akan dia gunakan untuk menikam perutnya sendiri di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka kelak ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, maka dia akan dijatuhkan dari tempat yang tinggi di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-selamanya” (HR. Bukhari dan Muslim).
[08.57, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, untuk membuatmu lebih bisa bersyukur karena sampai detik ini Allah masih memberimu kesempatan hidup, coba perhatikan orang-orang yang sudah meninggal. Coba sekali-kali kamu pergi ke tempat pemakaman, perhatikanlah orang-orang yang sudah meninggal yang terkubur dalam tanah itu. Taukah kamu sob, keinginan tertinggi mereka itu adalah bisa hidup kembali walaupun hanya 1 detik agar mereka bisa memohon ampun dan bertobat. Begitu hebatnya istighfar yang kita lakukan saat masih hidup sebab mampu menghapuskan dosa meskipun banyaknya seluas samudera. Tapi bagi mereka yang sudah meninggal meskipun menangis darah tetap saja dosa sebiji sawi tidak akan bisa terhapus. Dosa sebiji sawi itu akan mereka pertanggungjawabkan di akherat. Dosa sebiji sawi itu saja sudah membuat mereka ngeri dan takut, apalagi bagi mereka yang dosanya seluas samudera, betapa sangat ngeri dan takutnya mereka atas siksa neraka.
[08.57, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Bersyukurlah sobat tatkala kamu masih berjalan dan bernafas di dunia ini. Itu artinya kamu masih bisa memperbanyak ibadah, agar level surgamu semakin tinggi dan kenikmatan yang akan kamu dapatkan juga akan semakin sempurna. Orang-orang yang sudah meninggal itu mereka sudah tidak bisa lagi menambah amal sholeh. Mereka juga sudah tidak bisa meminta ampun atas dosa yang pernah mereka lakukan. Jika karena dosanya lalu mereka masuk neraka, mereka sudah tidak bisa lagi mengelaknya sedangkan bagi kita yang masih diberi umur, kita masih bisa menghindarkan diri dari neraka dan berupaya masuk surga dengan bertobat dan beramal saleh. Jadi beryukurlah, saat Allah masih sayang kepadamu, dengan memberimu kehidupan. Kamu masih diberi waktu untuk bertobat dan beramal sholeh sehingga kamu terhindar dari neraka dan bisa masuk surga yang lebih tinggi lagi levelnya. Cukuplah ayat ini sebagai pengingat kita semua untuk mensyukuri hidup yang telah Allah berikan. Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin” (QS. As-Sajdah : 12). “Andaikata kami dahulu mau mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya kami tidaklah termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. Al-Mulk : 10). “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh” (QS. Al-Munâfiqûn : 10). “Dan kamu akan melihat orang-orang yang zhalim ketika mereka melihat adzab berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali ke dunia?” (QS. Asy-Syûrâ : 44). “Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) adzab datang kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zhalim, “Ya Rabb kami, kembalikanlah kami meskipun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan mengikuti rasul-rasul”. (Qs. Ibrâhîm : 44). “Dan mereka berteriak didalam neraka itu, “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan melakukan amal saleh berbeda dengan yang telah kami kerjakan”. (QS. Fâthir : 37).
[08.58, 15/1/2021] +62 856-7042-055: 4.    Pertanyaan
Pak, bagaimana saat kita menasehati orang lain misalnya istri tetapi diri kita sendiri kadang dikatain, kamu aja juga nggak baik, nah...?
[08.58, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Sobat seringkali kita jumpai kata-kata seperti ini. "Sudahlah jangan mendakwahi, memangnya kamu itu nabi", "Kamu saja masih banyak kekurangan, sok-sok-an memberi nasehat". Saat kita memberi nasehat kepada orang lain, kita sendiri yang dikritisi masih banyak kekurangan. Banyak juga para suami yang dengan tulus menasehati istrinya, bukannya menuruti nasehat suaminya, malah mengungkap aib suaminya yang menunjukkan suaminya banyak juga kesalahannya. Secara sederhana sang istri ingin mengatakan, "ngapain kamu menasehati aku, kamu aja banyak kekurangannya". Akhirnya suaminya sendiri malu dan mulai enggan menasehati istrinya, dirinya saja masih banyak kekurangan. Ujungnya, suami istri ini akan saling membiarkan, saling cuek, karena merasa diri mereka masih banyak cela, banyak dosa, banyak kekurangan sehingga enggan menasehati, menyadarkan, menyampaikan kebaikan kepada pasangannya. Karena sudah tidak ada media saling mengingatkan, besar kemungkinan kedua pasangan suami istri ini semakin terjerembab dalam dosa, semakin dalam lagi dan lebih dalam lagi.
[08.59, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, berbuat baik dengan memberi nasehat kebaikan itu tidak menunggu kita menjadi ustadz, menjadi ulama, menjadi kyai. Selama yang kita nasehat kan itu kebaikan yang bersumber dari Al Qur'an dan Hadist, atau pendapat para ulama maka berikan mereka nasihat. Jika nasehatmu diikuti maka engkau akan mendapatkan pahala disetiap kebaikan yang mereka lakukan sebagaimana yang engkau nasehatkan. Jikapun, nasehatmu ditolak, engkau akan mendapatkan pahala berdakwah. Sekecil apapun, mungkin sekedar mengajak teman sholat berjamaah, mengingatkan membaca basmallah atau menggunakan tangan kanan sebelum makan, atau hanya sekedar posting pesan-pesan kebaikan di sosmed tetap saja akan mendapatkan pahala.
[08.59, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly Rahimahullah, pernah berkata "Jika tidak diperbolehkan memberi nasihat melainkan seseorang itu bersifat (ma'shum) tidak berdosa sama sekali, niscaya tidak akan ada seorang pun yang boleh menasihati orang lain selain Rasulullah SAW, karena tidak ada seorang pun yang ma'shum ( bebas dari dosa) melainkan beliau  seorang saja." Sobat, Allah itu menyuruh hamba-hambaNya untuk saling menasehati "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri ?"( QS. Fussilat : 33 ).  Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati…
[09.01, 15/1/2021] +62 856-7042-055: 5.    Pertanyaan
Saya mau bertanya, dulu ada seorang teman yang sedang naik haji, status di Facebook foto-fotonya yang sedang naik haji, apakah hal ini tergolong riya’
[09.01, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Secara umum saya jawab seperti ini. Di era media sosial, banyak orang terjebak untuk memposting sesuatu yang ujung-ujungnya bisa merusak amal ibadah mereka. Mungkin hanya sekedar gurauan, candaan, atau hanya sekedar bermain-main. Namun apa yang mereka lakukan, yang dikira hanya sekedar guyonan, besar kemungkinan dapat merusak pahala dari amal kebaikan yang mereka kerjakan. Misalnya saat selesai menjalankan puasa 6 hari bulan syawal, orang membuat status "Alhamdulillah, puasa 6 hari bulan syawal telah selesai ditutup dengan hidangan super mantap sate pak kumis". Saat selesai membaca surat al Kahfi di hari Jumat " Alhamdulillah selesai juga membaca surat Al Kahfi, semoga Allah memberiku cahaya dari jumat ini ke jumat selanjutnya aamiin". Saat bersedekah kepada orang miskin bikin status disertai foto "Sedekah itu membahagiakan dan menolak bala". Atau saat mau ke masjid bikin status "Otw ke masjid, sholat subuh yuk". Status yang lain misalnya "Alhamdulillah sudah 6 rakaat sholat dhuha".  “Alhamdulillah ya Allah, sampai juga aku di depan ka’bah” dll.
[09.01, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Banyak sekali postingan yang mirip dengan apa yang saya tulis di atas. Pertanyaannya, untuk apa sih membuat status atau memposting foto atas ibadah yang akan atau sedang kita kerjakan. Untuk apa lagi kalau ingin dilihat orang, ingin di komentari atau ingin terlihat  sholeh dan baik. Berarti engkau ibadah itu ingin mencari ridho Allah atau ridho manusia. Engkau ibadah itu ingin mengharapkan pahala dari Allah atau like dan coment dari manusia. Coba pikirkan sobat, kira-kira Allah ridho apa tidak dengan perbuatan yang kita lakukan. Allah senang tidak dengan status yang kita bagikan. Apakah Allah menerima ibadah yang kita lakukan. Jujurlah pada diri sendiri, saat ibadah-ibadah yang kita lakukan itu kita share ke publik, apakah benar ibadah yang kita lakukan itu hanya semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah. Coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah kita suka, senang dan bahagia jika ada teman yang memberikan coment dan like. Coba cek hati kita, apakah kita selalu menunggu-nunggu like dan coment dari orang lain tentang status kita itu. Jika semua ada dalam dirimu, sadarlah bahwa tujuanmu beribadah bukan lagi untuk mencari kasih sayang Allah, bukan untuk Allah, bukan untuk mencari ridho Allah tetapi mencari ridho manusia.
[09.02, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, berusahalah, saya juga berusaha untuk menyimpan ibadah kita. Cukup diri kita dan Allah saja yang tahu, ibadah yang kita lakukan. Jadikan ibadah kita sebagai privasi bukan untuk dipublikasi. Memang, terkadang keinginannya begitu kuat dalam hati kita untuk membuat status atau profil atas ibadah yang kita lakukan. Termasuk yang sering saya jumpai dengan memasang profil saat menunaikan ibadah haji atau umroh. Sekali lagi tahanlah, bersabarlah dan berjuanglah untuk mengalahkan nafsu dan bisikan setan yang akan menghancurkan segala ibadahmu dengan tidak menampilkan status akan segala aktivitas ibadahmu. Cukup Allah saja yang tahu, ibadah yang kita lakukan, jangan diumbar dan diobral. Tutup rapat-rapat sebagaimana engkau menutup begitu rapatnya aibmu.
[09.02, 15/1/2021] +62 856-7042-055: 6.    Pertanyaan
Saya pernah disakiti orang, sulit sekali bagi saya memaafkannya, bagaimana agar kita bisa ikhlas memaafkan kesalahan orang lain
[09.02, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Sobat, ijinkan saya menceritakan sebuah kisah, semoga membuka hati kita agar mudah memberi maaf kepada orang lain. Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya. Umar r.a. yang berada di situ, bertanya: "Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?" Rasulullah SAW menjawab: "Aku diberitahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT". Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata: ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku'.  Allah SWT berfirman: "Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?". Orang itu berkata: "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya".
[09.03, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis. Lalu, beliau Rasulullah SAW berkata: "Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya". Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya. Lalu Allah SWT berkata kepada orang yang mengadu tadi: "Sekarang angkat kepalamu". Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata: "Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan intan berlian. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ? Untuk orang Shiddiq yang mana, ya Rabb ? Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?". Allah SWT berfirman: "Istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya". Orang itu berkata: "Siapakah yang  mampu membayar harganya, ya Rabb ?" Allah SWT berfirman: "Engkau pun mampu membayar harganya". Orang itu terheran-heran, sambil berkata: "Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb ?". Allah SWT berfirman: "Caraya, engkau memaafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku". Orang itu berkata: "Ya Rabb, kini aku memaafkannya". Allah SWT berfirman: "Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu".
[09.03, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah SAW berkata: "Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai dan memaafkan. Sesungguhnya Allah SWT mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin". (Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam Al-Hakim, dengan sanad yang shahih).
[09.03, 15/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, melalui cerita dari hadist ini, kita ketahui bersama bahwa amalan yang nilainya tinggi dihadapan Allah adalah meminta maaf, memberi maaf dan saling memaafkan. Maka jadikan  diri kita menjadi orang yang mudah meminta maaf jika berbuat salah dan mudah pula memaafkan jika ada orang yang berbuat salah kepada kita. Semoga antara yang meminta maaf dan yang memberi maaf, keduanya Allah tempatkan dalam surgaNya Allah aamiin.

Minggu, 10 Januari 2021

Jadwal Kulwap Tumbuh Yuk!



Kulwap Tumbuh Yuk ke 20
Hari : Kamis, 14 Januari 2021
Pukul : 19.30 - 20.30
Tema :  Bersama Kesulitan Ada Kemudahan (bagian ke 4/terakhir)
Inspirasi Dari Buku : Jangan Bersedih Tersenyumlah, Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
Pemateri : Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini (Pendiri dan Inspirator Rumah Pintar Aisha)

Kulwap Tumbuh Yuk ke 21
Hari : Kamis, 28 Januari 2021
Pukul : 19.30 - 20.30
Tema :  Solusi Langit Penolak Bala (bagian ke 4/terakhir)
Inspirasi Dari Buku : Jangan Bersedih Tersenyumlah, Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
Pemateri : Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini (Pendiri dan Inspirator Rumah Pintar Aisha)

Kulwap Tumbuh Yuk ke 22
Hari : Kamis, 11 Februari 2021
Pukul : 19.30 - 20.30
Tema :  Bersamamu Sehidup Sesurga
Inspirasi Dari Buku : My Inspiration, Bersamamu Sehidup Sesurga
Pemateri : Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini (Pendiri dan Inspirator Rumah Pintar Aisha)

Kulwap Tumbuh Yuk ke 23
Hari : Kamis, 25 Januari 2021
Pukul : 19.30 - 20.30
Tema :  Ratu Bidadari Surga
 Inspirasi Dari Buku : My Inspiration, Ratu Bidadari Surga
Pemateri : Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini (Pendiri dan Inspirator Rumah Pintar Aisha)

Kulwap Tumbuh Yuk ke 24
Hari : Kamis, 11 Maret 2021
Pukul : 19.30 - 20.30
Tema :  Kenapa Mesti Bersholawat ?
Pemateri : Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini (Pendiri dan Inspirator Rumah Pintar Aisha)

Kulwap Tumbuh Yuk ke 25
Hari : Kamis, 25 Maret 2021
Pukul : 19.30 - 20.30
Tema :  Semangat Ramadhan
Pemateri : Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini (Pendiri dan Inspirator Rumah Pintar Aisha)

Tanya Jawab Kulwap

 1.    Pertanyaan
Bunda, bagaimana tipsnya saat kita menasehati anak ketika anak susah sekali diatur misalnya malas belajar atau saat nakal
[16.25, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Bunda, ada sebuah pertanyaan nih Bun. Saat anak kita nakal atau anak kita lagi malas belajar, sebenarnya Bunda itu membenci anaknya atau membenci sikap/perbuatannya. Saat anak nakal, malas, usil bin jahil, membangkang atau apapun sikap negatif lainnya yang harus kita benci itu bukan anaknya tetapi perbuatannya. Kita harus tetap sayang kepada anak kita 100% tetapi yang tidak kita sukai adalah sikap dan perbuatannya yang tidak baik. Tapi kadang, kita salah tafsir membenci perbuatannya namun yang disalahkan anaknya. Misalnya, anak tidak mau belajar lalu Bunda mengatakan “Kamu itu malas banget sih, belajar sana!”. Misalnya yang lain saat anak tidak bisa mengerjakan soal “Kamu itu bodoh banget, soal mudah ini kagak ngerti”. Kedua contoh diatas adalah contoh kalimat yang menyalahkan anak yakni kata “Kamu malas” dan “Kamu bodoh”.
[16.26, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Terus tipsnya bagaimana?. Begini Bun, Saya langsung contohkan saja ya Bun. Misalnya saat anak melakukan kesalahan maka katakan kepada anak bahwa Bunda sayang kepada mereka tetapi Bunda tidak suka perbuatan atau sikap mereka. “Bunda sayang Kakak, tetapi Bunda tidak suka perbuatan Kakak yang usil sama Adik” atau contoh yang lain “Kakak, perbuatan Kakak itu berbahaya jadi Kakak tidak boleh lagi bermain pisau untuk pedang-pedangan, Bunda tidak suka”. Dengan bahasa seperti itu, anak tidak keliru menafsirkan. Anak akan tetap merasakan dirinya disayang orang tuanya, tetapi mereka juga akan memahami bahwa perbuatannya yang tidak baik yang tidak disukai orang tuanya. Kalau melihat kembali contoh yang pertama, anak akan merasa dirinya tidak disayang karena ia dikatakan sebagai anak yang nakal, bodoh, jahil dan sebagainya. Begitulah tips sederhana manasehati anak, untuk membedakan antara menyalahkan anak atau tidak menyukai perbuatan anak yang tidak baik.
[16.27, 8/1/2021] +62 856-7042-055: 2.    Pertanyaan
Pak Randy dan Bu Dyah, saya melihat buku-buku itu banyak banget gitu, bagi dong tips nya menulis khususnya saat ingin mengajari anak menulis
[16.27, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Baik tips mengajari anak menulis cerita. Kami memang sering mengajari anak-anak kami untuk menulis cerita. Minimal ada dua alasan kenapa kami mendorong anak-anak kami untuk menulis cerita. Pertama, kami ingin mengajari mereka menulis sejak dini. Kami bercita-cita, kelak mereka akan menjadi penulis hebat yang ilmunya bermanfaat bagi orang lain dan menjadi washilah bagi banyak orang untuk menjadi lebih baik lagi. Bagi kami, menulis itu ibadah yang akan terus mengalirkan pahala jika yang ditulis itu kebaikan, bermanfaat bagi orang lain dan menjadikan orang lain lebih baik lagi. Menulis adalah investasi amal sholeh yang kelak insha Allah akan kita nikmati di akherat kelak. Prinsip menulis sebagai ladang amal ini, ingin kami tularkan kepada anak-anak kami sehingga sejak dini kami memang mengajarkan anak-anak untuk menulis. Mari Bun, kita hebatkan anak-anak kita salah satunya dengan mengajari mereka menulis. Jika menulis sudah menjadi habit, maka insha Allah kelak anak-anak kita nanti akan menjadi Penulis Hebat.
[16.28, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Alasan kedua, mengapa kami mendorong agar anak gemar menulis khususnya menulis cerita adalah agar anak terasah daya imajinasi mereka. Anak yang imajinasinya berkembang, kelak akan menjadi anak yang cerdas, kaya akan ide dan gagasan serta mereka akan berfikir lebih kreatif. Baiklah Bun, jika Bunda tertarik dengan tema ini, berikut ini ada beberapa tips yang kami bagikan agar anak gemar menulis cerita.
Pertama, kepung mereka dengan buku cerita. Belilah buku cerita terutama cerita bergambar. Buku-buku cerita itu akan  mendorong anak untuk bersemangat membaca. Rasa ingin tahu mereka akan muncul tatkala ada banyak buku cerita yang ada di sekitar mereka. Rangsanglah mereka untuk membaca terutama buku-buku tentang dongeng atau cerita anak. Buku cerita itu akan memperkaya kosa kata, alur cerita dan imajinasi. Carilah buku yang menarik minat baca mereka. Sering-sering mengajak mereka ke toko buku. Biarkanlah mereka memilih buku cerita yang mereka sukai. Saat anak gemar membaca, itu artinya kita sedang memberikan input dalam pikiran mereka. Nah, sekarang tinggal bagaimana kita merangsang outputnya berupa tulisan cerita karya mereka sendiri.
[16.28, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Kedua, seringlah mendongeng. Menceritakan atau mendongeng sesuatu itu artinya memberikan banyak informasi tentang banyak hal. Ini termasuk proses input.  Mendongeng mendorong daya imajinasi anak tumbuh semakin pesat, memperbanyak perbendaraan kosa kata dan memberikan jalan bagaimana proses sebuah cerita dibuat. Semakin banyak kita mendongeng semakin siap mereka membuat cerita.
Ketiga, ajak ia untuk bercerita. Pancinglah ia untuk menceritakan sesuatu misalnya pengalaman di tempat rekreasi, cerita di sekolah, film yang baru saja mereka tonton, ketika mereka bermimpi atau cerita-cerita hasil imajinasi orisinil yang mereka lakukan. Biarkanlah mereka berimajinasi sesuka hati karena itu berarti mereka telah siap untuk membuat cerita. Karena cerita atau dongeng itu berbasis pada imajinasi. Terkadang kesalahan orang tua adalah tidak mendengarkan saat anak bercerita.  Ia menganggap cerita anak itu angin lalu, maka tak perlu didengar, ditanggapi, apalagi direspon. Jika kita tidak merespon positif cerita mereka maka mereka akan malas bercerita dan tujuan awal membuat mereka mampu menulis cerita pupus sudah. Itu karena motivasinya hancur, imajinasinya tidak berkembang disebabkan keengganan kita sebagai orang tua untuk mendengarkan cerita mereka.
[16.29, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Keempat, rangsang dengan hadiah.  Nah, sekarang mulailah untuk mengajak anak menulis cerita.  Sebagai awalan, rangsanglah mereka dengan hadiah.  Misalnya saat mereka mampu menulis cerita apa saja entah cerita pengalaman di sekolah, pengalaman wisata, mimpi, atau cerita imajinasi mereka sendiri.  Saat mereka mampu menulis misalnya 10 cerita maka Bunda perlu memberi reward berupa hadiah. Semakin sering mereka menulis cerita maka semakin mereka mahir dalam membuat cerita. Ingat ‘practice make perfect’.
Kelima, apresiasi karya mereka. Bunda bisa menempel di dinding cerita-cerita yang telah mereka buat. Bunda bisa kumpulan cerita itu lalu dijadikan buku. Datanglah ke percetakan, jilid karya mereka dan jadikan kumpulan cerita itu menjadi buku. Terakhir, pada saatnya nanti. Saat cerita yang mereka buat sudah berkembang sangat pesat maka saat itulah Bunda bisa mengirim cerita itu ke penerbit. Saat buku itu diterbitkan, maka saat itulah Bunda telah berhasil mendidik anak untuk menghasilkan karya sebuah buku. Apakah berhenti sampai disini, tentu saja tidak. Bunda harus termotivasi untuk mendorong mereka membuat buku-buku yang lain yang lebih bagus lagi dan lebih hebat lagi. Insha Allah, saat itu Bunda telah melahirkan Penulis Hebat baru di negeri ini yaitu anak Bunda.
[16.29, 8/1/2021] +62 856-7042-055: 3.    Pertanyaan
Bagaimana sih memotivasi anak untuk berbuat baik
[16.30, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Ada banyak metode yang bisa kita lakukan untuk memotivasi anak berbuat baik, pertama kita memahamkan anak dampak positif saat kita berbuat baik. Kita perlu sering menceritakan kepada anak melalui dongeng misalnya akibat yang diterima seseorang saat mereka berbuat baik atau akibat saat mereka berbuat buruk. Pemahaman itu penting agar mereka memahami kenapa mereka harus berbuat baik dan kenapa mereka tidak boleh melakukan perbuatan yang buruk. Ceritakan akibat buruknya saat seseorang berbohong, sering marah, suka jahil, suka menipu, malas dan karakter buruk lainnya. Ceritakan juga dampak positif yang didapatkan saat seseorang menjadi orang yang jujur, gemar sedekah, suka menolong, rajin beribadah dsb. Ceritakan juga konsekuensi saat mereka berbuat baik berupa surga yang indah dan konsekuensi saat seseorang berbuat buruk berupa neraka yang menyiksa.
[16.30, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Kedua, untuk memotivasi anak yang perlu kita lakukan adalah memberikan reward. Dalam rumah tangga kami, saat anak melakukan kebaikan, maka kami akan memberinya penghargaan. Salah satu bentuk reward yang pernah kami lakukan adalah dengan memberinya bintang saat anak melakukan satu kebaikan. Misalnya saat anak sholat berjamaah di masjid, mengaji, membantu memasak bunda di dapur, membantu ayah menyiram tanaman, membereskan mainan sendiri, makan dan minum sendiri, berdoa sebelum tidur dan sebagainya. Setiap perbuatan baik yang anak lakukan, ia mendapatkan satu bintang. Oiya, sebelumnya buatlah perjanjian dengan anak terlebih dahulu. Saat mereka melakukan kebaikan, mereka akan diberikan satu bintang, saat mereka melakukan hal yang tidak baik misalnya bertengkar dengan adiknya, tidak jujur atau perbuatan lainnya yang kurang baik maka satu bintang dicoret. Kesepakatan yang kedua adalah saat jumlah bintang misalnya sudah mencapai 100 bintang maka Bunda berkewajiban untuk memberikan hadiah kepada anak sebagai bentuk penghargaan bagi mereka yang telah bersusah payah berbuat baik dan telah bersabar untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak baik. Metode ini akan membuat anak termotivasi dan berlomba-lomba untuk lebih banyak berbuat baik dan mematuhi aturan keluarga.
[16.30, 8/1/2021] +62 856-7042-055: Reward juga bisa dengan memberikan uang setiap mereka melakukan kebaikan, misalnya setiap mereka berbuat satu kebaikan maka mereka akan mendapatkan uang 100 atau 200 atau 500 rupiah, tergantung kondisi keuangan orang tua, tetapi dengan syarat uang tersebut ditabung di celengan atau orang tua menuliskan di kertas lalu ditempel di dinding. Saat sudah terkumpul banyak mereka bisa memilih sendiri mainan apa yang ingin mereka beli dari hasil jerih payah mereka mengumpulkan uang karena perbuatan baik yang telah mereka lakukan. Metode ini mengajarkan kepada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu tidak gratis dan tidak mudah, mereka harus berjuang dan bekerja keras. Hal ini sama juga kita sedang menyiapkan mental dan melatih kemandirian mereka agar terbiasa bekerja untuk mendapatkan sesuatu. Reward dengan memberi uang saat mereka berbuat baik, mendidik mereka untuk menghargai mainan yang mereka beli karena mereka sadar untuk membeli mainan ini butuh perjuangan, mereka juga akan selektif dalam memilih mainan. Bentuk reward seperti ini akan membiasakan anak untuk senantiasa berbuat baik, jika konsisten dilakukan maka anak akan memiliki kebiasaan/habit menjadi anak sholeh, senantiasa menolong dan berbuat baik. Jadi dapat saya simpulkan jika kita ingin anak kita senantiasa berbuat baik maka pertama doa, kedua pemahaman dan ketiga penghargaan. Karena perbuatan baik itu didapat karena pemahaman dan kebiasaan.

SEDEKAH PERASAAN



Saya menemukan tulisan ini di WA group. Entahlah siapa yang menuliskannya. Semoga mendapatkan amal jariah dari tulisan yang dibagikan. Sobat, tulisan ini sangat menarik untuk kita simak. Syekh Ali Thanthawi menceritakan dialog beliau dengan anaknya: Semalam aku melihat anak gadisku mengambil sedikit nasi ditambah dengan beberapa sayur buncis. Ia meletakkannya di atas piring kaleng.
Setelah itu, ia tambahkan lagi beberapa potong terong, mentimun dan beberapa butir kacang polong.

Selanjutnya ia bergegas keluar rumah. Aku segera mencegat dan bertanya, "Untuk siapa makanan ini?." "Ini untuk satpam penjaga rumah, nenek menyuruhku melakukan ini". Jawabnya. Lalu aku berkata, "Coba ambil satu buah piring kaca, letakkan semua makanan ini di atasnya, dan atur letaknya dengan bagus. Setelah itu letakkan piring ini di atas baki, dan sertakan dengannya sendok-garpu dan segelas air." Anak gadisku segera melaksanakan sesuai arahanku dan mengantarkan makanan itu kepada satpam rumah. Saat ia kembali, ia bertanya, "kenapa abah menyuruhku melakukan hal itu?." Aku menjawab, "Makanan itu sedekah dengan harta sedangkan menyajikannya dengan indah itu adalah sedekah dengan perasaan."

Sedekah yang pertama dapat memenuhi perut, sedangkan yang kedua memenuhi hati. Sedekah dengan harta akan menimbulkan perasaan di hati satpam bahwa ia seorang peminta-minta yang kita beri sisa-sisa makanan. Adapun sedekah dengan perasaan akan menimbulkan rasa bahwa ia adalah teman akrab kita atau tamu kita yang terhormat. Di sana ada perbedaan yang amat signifikan antara pemberian dengan harta dan pemberian dengan jiwa. Pemberian dengan jiwa, besar nilainya di sisi Allah dan di dalam perasaan orang yang menerima sedekah.

Sobat dari tulisan di atas, kita bisa mengambil hikmahnya. Masih banyak orang mempersepsikan bahwa sedekah itu hanyalah harta padahal senyum itu sedekah, membuat hati orang nyaman juga sedekah. Saat kita bertemu orang lalu kita tersenyum, kita sudah sedekah perasaan. Sebab dengan senyum kita, perasaan orang lain menjadi lebih bahagia. Lalu membuat orang tertawa juga sedekah, asalkan yang kita sampaikan bukan cerita bohong, bukan ghibah, bukan pula cerita lain yang menyebabkan dosa. Saat memberi makanan disertai senyuman itu juga sedekah. Saat memiliki kebun di tepi jalan lalu kita rawat kebun itu sehingga indah dipandang mata maka itu juga sedekah perasaan. Saat punya mobil lalu kita rapikan mobil dan kita beri wewangian agar orang yang ada di dalamnya nyaman juga sedekah perasaan. Masih banyak lagi sedekah perasaan yang bisa kita lakukan untuk memperbanyak pahala kita kelak.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

BUKAN URUSANMU



 
Kalau ada orang pamer mobil baru, biarkan saja, itu bukan urusanmu. Kalau ada yang nyinyir pada dirimu, biarkan saja itu bukan urusanmu. Kalau ada yang ghibah tentangmu, biarkan saja itu bukan urusanmu. Kalau ada yang tidak suka atas pencapaianmu, biarkan saja, itu bukan urusanmu.

Karena kamu tidak punya waktu untuk membalas mereka. Energimu terlalu berharga untuk menanggapi mereka. Dan engkau tidak perlu seperti mereka. Waktumu telah habis untuk dirimu sendiri. Fokuslah pada diri sendiri, cita-citamu, perbaikan dirimu, kompetensimu, keluargamu, perbaikan ibadahmu, kebermanfaatanmu untuk lingkungan sekitar dan misi hidupmu.

Karena engkau orang hebat. Orang hebat itu dibicarakan orang lain bukan membicarakan orang lain.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

GARPUTALA (1)



 
Garputala adalah alat yang berbentuk seperti garpu bergigi dua (atau berbentuk huruf y) dan beresonansi pada frekuensi tertentu bila dipukul oleh suatu benda. Coba letakkan beberapa garputala. Lalu pukul salah satu garputala maka garputala yang lain juga akan ikut bergetar. Analogi garputala ini sesuai dengan jiwa manusia. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menyebarkan virus sesuai dengan suasana hatinya. Jika virus yang disebar adalah virus kemarahan maka virus itu bisa menjangkiti orang-orang di sekitarnya. Akibatnya adalah lingkungan sekitar akan negatif, tertekan, dan penuh ketegangan. Tentu saja hal ini membuat jiwamu tidak nyaman. Contoh, tatkala bos-mu marah-marah, semua orang di lingkungan kerja tersebut menjadi begitu emosional dan tertekan. Suasana hati para pegawai juga kesal, ikut marah, tidak nyaman atau minimal nggegosip. Sebaliknya jika bos-mu senantiasa tersenyum kepada bawahannya, menyapa dengan ramah maka yang terjadi adalah efek positif mulai dari suasana yang gembira, semangat, tenang, tentram dan ceria.

Nah, sekarang coba ingat, pernahkah engkau mengalami masalah dengan atasanmu atau rekan kerjamu yang membuatmu marah dan jengkel. Lalu engkau pulang dengan suasana hati yang penuh amarah dan penuh kejengkelan. Apa yang terjadi?. Yup, betul sekali. Semua seisi rumah tiba-tiba ikut-ikutan jengkel dan menjengkelkan. Semua seisi rumah terkena dampak dari suasa hati yang tidak nyaman yang engkau bawa dari kantor. Istri yang ikut-ikutan marah, anak-anak yang luka hati karena dimarahi, pembantu yang sakit hati diomelin. Padahal sebelumnya biasa saja, canda ceria penuh kegembiraan. Tiba-tiba musibah itu datang saat engkau pulang dengan membawa api amarah yang belum engkau padamkan. Itulah efek resonansi dari garputala.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

GARPUTALA (2)

 

Sebaliknya ketika engkau pulang dengan kondisi yang bahagia  maka seisi rumah juga ikut bahagia, penuh canda dan tawa. Itu berarti bahwa suasana hati itu menular. Seperti halnya dengan garputala, apa yang ada dalam hati itu akan beresonansi kepada orang-orang di sekitar. Karena emosi itu menular maka hendaknya engkau senantiasa mengatur hati agar selalu positif sekaligus mengatur sikap dan berpikir positif agar aura positif itu menular kepada orang-orang di sekitarmu. Dan pantulan dari sikap positif yang engkau tularkan kepada mereka akan kembali memancarkan aura positif kepada dirimu lagi.

Memang mengatur hati untuk tidak marah, tidak mengeluh, tidak jengkel bukan perkara yang mudah. Sulit, iya benar itu adalah sesuatu yang sulit. Namun dibalik kesulitan itulah ada pahala yang besar dan tentu saja ada kebaikan. Engkau perlu belajar secara bertahap bagaimana menata hati, belajar untuk meredam kemarahan serta belajar untuk membalikkan hati yang sedang jengkel, walaupun tidak akan pernah mencapai sempurna, minimal ada proses untuk mencoba dan tentu saja harus ada peningkatan. Ketika engkau mampu mengelola hati agar senantiasa positif maka lingkungan sekitar akan memantulkan suasana positif terhadap dirimu sendiri. Jika engkau memiliki kebiasaan untuk senantiasa positif maka lingkungan sekitar juga akan merespon positif sehingga kehidupanmu akan lebih positif, tenang, semangat  dan jauh dari stress. Nah sekarang bagaimana jika engkau yang kena imbas dari orang lain, tetap saja jiwa harus positif. Tetap saja hati dikelola dengan positif. Jangan terpancing untuk bersikap negatif seperti ikut-ikutan marah, memunculkan perasaan jengkel, membicarakan keburukkan orang lain. Belajarlah untuk melupakan dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Terkadang masalah yang kecil karena terus dipikirkan bisa menjadi masalah besar dan bisa juga menjadi penyakit. Jika sedang ada masalah dengan orang lain, belajarlah bersikap wajar dan belajar melupakan. Jadi Sobat, saat ada masalah teruslah berpikir positif, mengelola hati supaya tetap positif dan bersikap positif agar aura positif itu senantiasa menyebar di lingkungan sekitarmu. Insha Allah itu akan berbuah ridho Allah dan pahala bagimu.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk
+62 882-1880-1667 keluar
[07.03, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Menjawab pertanyaan kulwap 17 Desember 2020
[07.04, 9/1/2021] +62 856-7042-055: 4.    Pertanyaan
Ada pertanyaan, bagaimana ya menghadapi kelemahan anak misalnya anaknya itu terlalu agresif
[07.04, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Setiap anak pastilah memiliki sisi positif dan sisi negatif. Mereka memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bisa jadi lho, anak yang cengeng itu berarti memiliki hati yang peka sehingga mereka mudah berempati, mudah berbuat baik kepada orang lain, peka terhadap kesusahan orang lain, dan memiliki jiwa penyayang serta gemar menolong orang lain. Kelak mereka menjadi seorang yang dermawan dan bermanfaat bagi orang lain. Jika memiliki anak yang cerewet misalnya, bisa jadi kelak ia akan menjadi anak yang hebat saat tampil di depan publik termasuk menjadi pembicara yang hebat atau pembawa acara yang handal. Anak yang keras kepala bisa jadi kelak menjadi pemimpin hebat. Anak yang hiperaktif bisa jadi kelak menjadi olahragawan handal. Anak yang suka tantangan sangat cocok menjadi pembisnis. Anak yang suka memanjat pohon, bisa jadi anak itu suka tantangan dan menjadi juara dunia panjat tebing. Bunda kenal Aries Susanti, pencetak rekor dunia panjat tebing. Dulu orang tuanya sering kawatir karena di waktu kecil Aries Susanti ini suka memanjat pohon. Ternyata kenakalannya yang suka panjat pohon ini menjadikannya sukses memecahkan rekor dunia panjat tebing.
[07.05, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Sangat mungkin sisi negatif yang ada pada anak yang saat ini kita rasakan itu akan menjadi sebuah kehebatannya kelak dimasa depan. Bakat-bakat yang dimiliki anak itu adalah bakat dasar. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengarahkan bakat dasar itu ke arah profesi yang sesuai dengan bakat tersebut. Coba deh, anak yang cerewet diminta untuk setiap malam bercerita. Hal ini untuk mengasah kemampuan komunikasinya agar kelak siap menjadi seorang pembicara handal atau orator ulung. Selain itu bisa jadi ia juga bakat menjadi seorang pendongeng. Barangkali juga bakatnya memang menjadi youtuber yang handal. Hebatkan, kecil-kecil sudah menjadi youtuber dan menghasilkan uang lagi. Yang lain misalnya, anak yang hiperaktif, maka coba sering-sering diajak berolah raga seperti berlari, bermain bola, basket atau lainnya, barangkali ia punya bakat di salah satu bidang itu. Atau aktivitas yang lain yang mengandalkan kekuatan fisik dan agresivitas. Anak yang cenderung pendiam, Bunda ajak untuk menulis cerita, mungkin anak yang diam itu sedang berpikir dan untuk mengekspresikannya, Bunda fasilitasi dengan menulis. Jadi, kita harus teliti dengan karakter anak dan dekatkan dengan profesi yang sesuai dengan karakternya itu. Jangan memvonis kelemahannya dulu, sangat mungkin kelemahan yang mereka tunjukkan saat ini adalah bakat dasar yang kelak akan menjadi kelebihannya dan menjadi modal utama eksistensinya di masyarakat dan modal utama dalam mendapatkan rezeki.
[07.05, 9/1/2021] +62 856-7042-055: 5.    Pertanyaan
Anak saya itu kalau bermain games sampai lupa waktu, kalau HPnya saya ambil, marah, mengamuk dan menangis. Saya sudah bingung bagaimana ya solusinya
[07.06, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan beberapa waktu yang lalu. Ijin saya copy paste jawabannya.  Semua anak itu memiliki kesamaan yakni mereka senang bermain. Saat kebutuhan mereka bermain tidak didapatkan oleh lingkungannya. Misalnya saat pandemi seperti ini, mereka tidak bisa bermain bersama teman-temannya. Kedua orang tuanya juga sibuk dan tidak mengajak mereka bermain. Kedua orang tuanya cenderung cuek serta membiarkan bahkan agar anak tidak mengganggu urusan orang tua malah anak diberi gadget. Akhirnya anak menemukan kesenangan melalui gadget. Saat anak mulai mengenal gadget maka sangat mungkin anak akan kecanduan gadget.
[07.06, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Ayah, Bunda agar anak lepas dari gadgetnya maka kedua orang tua harus hadir, tidak hanya hadir secara fisik tetapi hadir juga secara spiritual dan psikis. Ayah dan Bunda harus hadir secara psikis yakni dengan menunjukkan rasa kasih sayang dan perhatian, bercanda dan tertawa bersama, bermain dan belajar bersama serta berdialog dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Ayah, Bunda hadir secara spiritual dengan mengajak mereka beribadah, sholat, mengaji, menghafal, sedekah, dan ibadah lainnya. Mungkin bagi Ayah sudah cukup dengan memberikan uang dan mencukupi segala kebutuhannya yang lain, tetapi bagi anak hal-hal tersebut tidaklah terlalu penting, dibandingkan kehadiran Ayah dalam ruang spiritual dan psikologisnya. Ayah, Bunda hadirlah dalam diri anak, berikan mereka kasih sayang, perhatian, dan ajaklah mereka bermain dan belajar bersama, dekatkan mereka dengan agamanya. Semua hal yang Ayah lakukan itu akan memberikan kesehatan mental dan fisik pada anak serta menjauhkan anak dari kecanduan gadget. Jadi, Ayah, Bunda hadirlah baik secara fisik maupun secara psikis dan spiritual bersama anak. Bermainlah bersama mereka, belajar bersama, berdialog dan bergembira. Libatkan mereka dengan berbagai aktivitas mulai dari aktivitas memasak, menyiram tanaman, jalan-jalan, dan aktivitas lainnya. Penuhi kebutuhan mereka bermain bersama Ayah dan Bundanya agar mereka tidak mencari kebutuhan bermain itu pada gadget.
[07.07, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Ayah, Bunda berikut ini saran agar anak tidak kecanduan gadget dan agar anak terhindar dari konten negatif dari gadget.
a.    Doa, selalu tempatkan doa pada urutan pertama. Doa adalah senjata orang beriman. Doa orang tua terutama doa seorang ibu kepada anaknya sangat mustajab apalagi berdoa pada waktu-waktu yang mustajab.
b.    Batasi anak bermain gadget. Ijinkan anak menggunakan gadget hanya saat sekolah online, setelah itu gadget di simpan (bagi anak SD).
c.    Perlu menginstal aplikasi yang memblokir konten-konten negatif (bagi anak remaja).
d.    Jika anak menonton TV, bermain gadget, maka orang tua perlu mendampingi dan menjelaskan saat anak melihat tayangan yang kurang mendidik.
e.    Carilah lingkungan yang baik, kondusif dan aman bagi anak baik di keluarga, di lingkungan sekitar dan di sekolah.
f.    Buatlah kesepakatan dengan anak, kapan memegang gadget dan kapan tidak, yang paling baik adalah gadget diberikan saat anak sekolah.
g.    Orang tua harus hadir tidak hanya secara fisik, tetapi hadir juga secara psikis dan spiritual. Kebutuhan anak bermain maka orang tua wajib memfasilitasi, dengan membelikan mainan yang membuat anak lepas dari gadget atau yang paling baik adalah orang tua meluangkan waktu bermain dengan anak sesering mungkin. Jika kebutuhan anak bermain terpenuhi maka anak akan lepas dari gadget. Orang tua bisa menjadi teman bermain anak yang paling asyik, sehingga anak menjadi lupa akan gadgetnya.
[07.07, 9/1/2021] +62 856-7042-055: 6.    Pertanyaan
Saya pernah saat anak saya ujian online, ada seorang ibu yang lupa mematikan voicenya, ibu itu memberitahu jawaban kepada anaknya padahal anaknya sedang ujian. Aduh rasanya gimana kita itu, kayak nggak adil. Pengen banget ngajari juga anak saya agar nilainya bagus. Anak saya nanya-nanya terus nggak bisa ngerjakan ujiannya.
[07.07, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Kalau menurut saya nih Bun, pendidikan tidak boleh mementingkan hasil akhir dan melupakan proses, banyak orang tua berpikir yang penting hasil akhirnya bagaimana prosesnya tidaklah penting. Orang tua atau mungkin juga ada sekolah sering tidak memperhatikan proses, akhirnya banyak siswa yang memakai cara instan untuk mendapatkan nilai yang bagus yakni dengan mencontek, kelak saat mereka dewasa mereka akan menggunakan cara instan, ingin cepat kaya dengan korupsi, ingin menang tender dengan cara menyuap, itulah karakter yang dibangun jika hanya mengutamakan hasil akhir dan melupakan proses.
[07.08, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Lebih memprihatinkan lagi saat anak ujian online seperti saat ini, mungkin banyak juga orang tua yang malah mengajari anak tidak jujur, dengan cara memberitahu jawaban saat ujian online. Terkesan sepele, remeh tapi akibatnya luar biasa. Saya sendiri mengalami persis yang dialami ibu. Saat mendampingi anak ujian online, sambil rapat via zoom. Ada orang tua yang lupa mematikan voicenya sehingga suaranya terdengar. Sudah beberapa kali diingatkan oleh guru pengawas tetapi tetap saja dilakukan. Memang rasanya gemes gitu ya, ketika melihat ada yang berbuat curang. Betul ada keinginan kuat untuk memberitahu jawaban kepada anak. Apalagi kebetulan anak kita tidak mengetahui jawaban sedangkan kita tahu betul jawabannya, dan jawabannya gampang sekali. Gemes rasanya, aduuh soal seperti ini saja kok lupa sih. Ingin sekali kita katakan, jawabannya ini lho. Tapi saya tidak akan pernah melakukannya, insha Allah. Bagi saya kejujuran jauh lebih penting dari sekedar angka-angka. Angka-angka itu hanya akan kita nikmati sebentar. Saat anak mendapatkan nilai 100, atas ketidakjujuran kita. Mungkin kita akan senang, tapi kesenangan kita hanya beberapa menit saja, bisa 5 menit, bisa 10 menit. Setelah itu ya biasa lagi. Tapi Bun, dampaknya luar biasa bagi anak. Mulai saat itu, anak belajar tidak jujur. Anak belajar berbohong itu biasa. Anak akan menganggap berbohong itu tidak dosa dan wajar dilakukan. Bahkan anak akan menyukai berbohong untuk mendapatkan keuntungan. Gimana anak tidak suka? orang tua sih yang malah mengajarinya. Orang tuanya sendiri yang memberi teladan ketidakjujuran kepada anaknya.
[07.08, 9/1/2021] +62 856-7042-055: “Manalah mungkin Bun, ada orang tua yang mengajari anak untuk berbohong”, mungkin ada sebagian dari Bunda yang berkata seperti itu di dalam hati. Betul lho Bun, tanpa kita sadari justru kita yang mengajari anak untuk berbohong. Untuk mendapatkan keuntungan, saya seringkali menemui ada orang tua yang mengajarkan anak untuk berbohong. Mungkin terkesan sederhana tetapi bisa berakibat fatal misalnya di sebuah super market ada fasilitas mainan gratis untuk anak-anak usia 6 tahun ke bawah lalu orang tua berkata kepada anaknya “Nanti kalau ditanya bilang usiamu baru 6 tahun ya nak”, padahal Bun, usia anak sudah 7 tahun tetapi anak diajari berbohong dengan mengatakan usianya baru 6 tahun. Ada kejadian yang lain Bun yang pernah saya temui, yaitu saat ingin masuk ke tempat wisata, biasanya anak diukur tinggi badannya. Saat tinggi badan anak sudah melebihi ketentuan, orang tua mengajarkan kebohongan kepada anaknya “nanti kalau ditanya, katakan tinggi Kakak kurang dari 130 meter ya” padahal tinggi anak sudah melebihi 130 meter. Ada satu cerita lagi nih Bun, saat akan masuk ke tempat wisata, orang tua minta anak untuk menunduk di dalam mobil agar tidak terlihat sehingga tidak dihitung oleh petugas wisata sehingga orang tua itu membayar masuk ke tempat wisata lebih murah.
[07.08, 9/1/2021] +62 856-7042-055: Alaaah segitunya sih Bun, tidak apa-apa kali cuma seperti itu aja, mungkin Bunda protes dengan kata-kata seperti tadi Bun. Baiklah Bun, mungkin terkesan remeh dan sederhana tetapi tetap saja mengajarkan kebohongan akan berdampak buruk pada kepribadian anak. Dampaknya adalah anak akan menganggap berbohong itu adalah suatu tindakan yang wajar, kelak saat mereka dewasa mereka akan terbiasa berbohong, hal ini disebabkan sejak kecil mereka sudah diajari untuk berbohong. Jadi hati-hati Bun, sekecil apapun kebohongan jika terus dilakukan akan menjadi karakter anak. Sangat disayangkan Bun, jika anak kita punya karakter sebagai pembohong. Kelak bisa jadi lho Bun, anak akan menganggap biasa perbuatan korupsi, menipu dan tindakan kebohongan lainnya. Ini terjadi karena anak sudah mengganggap kebohongan bukan suatu perbuatan yang keji, nista, dan perlu dijauhi tetapi mengganggapnya hal yang biasa. Parahnya lagi kebiasaan berbohong yang dimiliki anak itu disebabkan orang tuanya sendiri. jika memang betul gara-gara orang tuanya maka setiap anaknya berbohong maka orang tuanya juga mendapatkan dosa. Seberapa banyak kebohongan yang anak lakukan, sebanyak itu pula dosa ditimpakan di pundak orang tuanya. Bayangkan deh Bun, saat anak itu kelak misalnya menjadi pejabat lalu korupsi sekian milyar, sekian triliyun, berapa dosa yang didapat anak itu dan seberapa pedihnya siksa neraka saat anak korupsi sekian banyak itu. Dan ngerinya lagi, dosa yang anak lakukan itu juga akan dilimpahkan kepada orang tuanya, akibat orang tuanya yang sering mengajari anak kebohongan. Jadi, keduanya, anak dan orang tuanya sama-sama mendapatkan dosa dan kengerian neraka meskipun yang korupsi anaknya, orang tuanya tidak korupsi. Tapi tetap saja orang tua yang banyak berperan menjadikan anak suka berbohong. Jadi Bun, memang terkesan sepele dan remeh, tapi dampaknya begitu luar biasa bagi anak, bagi orang tua. terutama dampak di akherat nantinya.

KEPADA SIAPA AKU MENGADU



 
Mungkin ada sebagian orang akan berkata, wah saya tidak mungkin memendam kejengkelan. Baiklah tipsnya coba keluhkan semua kejengkelanmu kepada Allah SWT. Adukan semua urusanmu kepadaNya. Luapkan semua emosimu dihadapanNya. Ceritakan semua rasa bencimu kepadaNya. Lalu beristighfar dan memohon dengan sepenuh hati kepadaNya agar Allah memberikan cerita yang yang indah dan terbaik untuk kehidupanmu selanjutnya. Bisa juga engkau keluhkan kesahmu kepada orang yang engkau sayangi, suamimu atau orang tuamu. Nah, jika engkau sebagai orang tua atau suami, engkau harus menyiapkan diri untuk mendengar dengan empati keluhan istri atau anak-anakmu. Siapkan diri untuk mendengarkannya. Tahan dulu saat engkau ingin memberi nasehat, saran ataupun solusi. Dengarkanlah semuanya hingga tuntas. Iya, betul terkadang membosankan dan terlalu melankolis serta kadang sedikit didramatisir. Memang seperti itulah wanita, apa yang dia katakan jangan dimasukkan hati. Terkadang itu emosi sesaat. Terkadang juga apa yang dia ucapkan saat marah sebenarnya tidak merefleksikan hatinya. Dia hanya butuh pelampiasan saja. Kalau semua sudah dikeluarkan biasanya sudah mulai tenang. Mereka juga kadang tidak butuh solusi. Saat mereka bercerita tentang masalahnya lalu kita memberi solusi seringkali mereka akan semakin marah. Bener lho ini kejadian nyata, hehehe. Jadi sebenarnya mereka itu kadang sudah punya solusi tapi hanya ingin mengungkapkan rasa kesalnya saja. Setelah keluar semua, biasanya emosinya sudah mulai stabil kembali. Wallahu alam, semoga kata-kata saya ini betul hehehe.

Tapi kalau memang ingin memberikan masukan, saran atau solusi tunggu sampai mereka reda dan stabil. Memberi solusi saat mereka marah kebanyakan tidak akan diterima, padahal itu adalah solusi yang terbaik sekalipun tetap saja tertolak. Karena mereka saat itu tidak butuh solusi hanya butuh didengarkan dan pahami titik. Walaupun kadang kita tidak cocok ya sementara dicocok-cocokan dulu. Di iyakan dulu apa yang mereka katakan. Nanti kalau emosinya sudah reda, kalau rasa kesalnya sudah hilang kalau sudah stabil baru engkau beri saran, masukan dan solusi, insha Allah apa yang engkau katakan akan diterima. Tidak apa-apakan bersabar sedikit. Biarkan semua keluh kesahnya tumpah. Biarkanlah sampah-sampah yang ada dihatinya ia keluarkan sampai habis tak tersisa. Biarkan ia mengungkapkan keluhannya dengan detail hingga tuntas. Setelah semuanya selesai, setelah keluhnya sudah terkuras habis nanti emosinya akan mulai mereda dan stabil kembali. Baru setelah itu para suami atau orang tua boleh memberikan nasehat atau saran. Insha Allah, ada pahala bagi engkau wahai suami yang menyiapkan dirimu dari keluhan istrimu, yang menyiapkan bahumu untuk sandarannya dan yang menyiapkan keranjang sampah yang ada dalam jiwamu untuk sampah-sampah yang dibawa istrimu. Insya Allah, suasana keluargamu akan kembali lebih tenang. Lain halnya jika istrimu belum terkuras semua rasa kesalnya. Masih banyak yang mengganjal dihatinya maka suasana hatinya akan keruh dan akan berdampak pada suasana rumah tangga yang penuh ketidakharmonisan. Dampaknya yang perlu diantisipasi adalah jiwa anak-anakmu yang mendapatkan kemarahan dari orang tuanya. Sobat, walaupun demikian perlu saya ingatkan kembali dan saya garis bawahi bahwa tempat mengadu yang paling baik adalah mengadu kepada sang Khaliq bukan kepada makhluk. Biasakanlah untuk selalu mengadu beban kehidupan yang engkau rasakan kepada Sang Pengatur Kehidupan daripada mengadu kepada mahklukNya. Kurangi pelan-pelan atau bahkan jika bisa tiadakan mengadu dan mengeluh kepada mahkluk.

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk
[10.44, 10/1/2021] +62 856-7042-055: menjawab kulwap 7 Januari 2021
[10.44, 10/1/2021] +62 856-7042-055: 2.    Pertanyaan
Benarkah kelak sandal (yang sering digunakan di masjid) kita akan menjadi saksi
[10.47, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Jawaban
Sobat mindset yang perlu kita bangun tentang harta adalah mindset tukang parkir. Meskipun tukang parkir memiliki banyak mobil, banyak motor, tetapi ia tidak sombong, tidak angkuh, tidak berbangga diri. Ia terus menjaga mobil dan motor itu dengan sebaik-baiknya. Karena ia tahu, semua mobil dan motor itu adalah amanah/titipan. Ia harus menjaga amanah/titipan itu agar bisa selamat. Sebab saat ia lalai, tidak amanah misalnya ada mobil yang rusak, kecurian maka ia akan mempertanggungjawabkan atas kelalaiannya itu dan tentu saja ia tidak akan menyukainya.
[10.48, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, tanamkanlah dalam pikiranmu, semua itu bukan milikmu. Istri/suami bukan milikmu, anak bukan milikmu, harta dan kedudukan bukan milikmu. Semuanya adalah titipan yang sewaktu-waktu akan diambil oleh yang punya dan engkau akan diminta pertanggungjawaban atas semua titipan yang telah diberikan kepadamu. Semua milik Allah. Allah bisa mengambil apa saja dan kapan saja yang ada dalam dirimu mulai dari mata, lidah, telinga, tangan, kaki, rumah, mobil, pekerjaan, istri, anak. Maka bersyukurlah atas nikmat yang Allah berikan.
[10.49, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Misalnya, saat engkau kehilangan barang atau uang, pikirkan seketika uang itu milik Allah, barang itu milik Allah. Allah telah mengambilnya. Saat barangmu rusak, pikirkan seketika barang itu milik Allah. Allah telah mengambil kembali barang itu. Jadi kita harus bersyukur, sebab kita itu tidak memiliki apapun. Semua yang ada dalam diri kita, mulai dari mata, telinga, jantung, pikiran, baju, rumah, mobil, istri, suami bahkan diri kita sendiri itu semua milik Allah. Bersyukurlah Allah telah menitipkan semua organ tubuh kita dengan sempurna. Besyukurlah Allah menitipkan semua barang kebutuhan hidup kepada kita. Sungguh nikmat sekali memiliki pendengaran dan penglihatan. Tentu kita tidak ingin pendengaran ditukar dengan mobil yang mahal atau penglihatan ditukar dengan rumah yang mewah. Jadi bersyukurlah, jangan menjadi orang yang tidak bersyukur yakni orang yang selalu memikirkan yang tidak dimiliki dan melupakan apa yang sudah dimiliki.
[10.49, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, hidup di dunia ini singkat. Semua akan kembali kepadaNya karena hakekatnya kita tidak memiliki apa-apa termasuk kita tidak memiliki diri kita sendiri, semua milik Allah. Sobat, kita hidup di dunia ini hanya 1,5 jam menurut penanggalan penduduk langit maka janganlah berpikir hidup ini hanya untuk mementingkan, memikirkan, memuaskan diri sendiri. Hidup ini sekali, singkat, dan harus menjadikan mulia dihadapan-Nya. Untuk menjadi mulia itu harus menjadi orang yang paling bermanfaat bagi orang lain, agar Allah sayang dan ridho menempatkan kita di surga-Nya. Sebagai rasa syukur atas semua yang Allah berikan kepada kita, maka berusahalah untuk menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain dan berusaha agar Allah senantiasa ridho kepada diri kita.
[10.50, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Nah, setelah kita sadar, semua harta bukan milik kita, yang kedua yang perlu kita yakini adalah semua harta, istri, anak, jabatan, amanah, peran (sebagai suami, kepala daerah, ketua RT, Ibu Rumah Tangga) akan dimintai pertanggungjawabannya. Sobat ingatlah pesan nabi ini “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” (HR. Tirmidzi). Jadi nanti kita akan ditanya, satu, umur kita dihabiskan untuk apa, ada 3 pilihan nih, umur dihabiskan untuk ibadah dan banyak berbuat kebaikan, umur dihabiskan untuk aktivitas yang sia-sia, atau umur dihabiskan untuk perbuatan dosa.
[10.50, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Sobat, ada 2 golongan yang berbahaya nasibnya kelak di akherat. Pertama, orang yang suka menanam keburukan maka ia akan menuai keburukan. Kedua, orang yang tidak menanam apa-apa maka ia juga tidak akan mendapatkan apa-apa. Ia selalu isi hari-harinya dengan hal-hal yang sia-sia. Hidupnya tidak akan berkembang. Hidupnya hanya datar-datar saja. Amal ibadahnya tidak ada. Ia habiskan hidupnya untuk hal-hal yang sia-sia belaka. Sobat, janganlah menjadi golongan yang bangkrut saat di akherat kelak yakni mereka yang terus melakukan dosa dan mereka yang terus mengisi hari-harinya dengan kesia-sian.
[10.50, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Kedua, ilmunya dihabiskan untuk apa. Kelak kita akan ditanya, saat kita memiliki ilmu, jika kita gunakan ilmu itu, kita amalkan ilmu itu maka kita akan selamat. Lalu saat kita memiliki ilmu kemudian kita bagikan/ajarkan kepada orang lain, itu menjadi amal jariah. Lalu yang ketiga adalah hartanya, diperoleh dari mana, melalui jalan yang haram atau yang halal.
[10.51, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Saudaraku, saat engkau mendapatkan harta yang haram maka sebenarnya engkau telah meracuni ladang amalmu yang akan menghilangkan keberkahan hidupmu. Sedangkan saat engkau sedekahkan hartamu yang halal, itu artinya engkau memberi pupuk  ladangmu sehingga semakin tumbuh keberkahannya. Jika saat bekerja, terus saja pikirkan bagaimana mencari rezeki yang halal jangan sekali-kali terlintas untuk mencari rezeki yang haram. Mencari rezeki dengan bekerja keras tapi hasilnya uang haram, mungkin engkau akan mendapatkan uang banyak tetapi Allah akan ambil sesuatu yang berharga dari dirinya. Allah akan ambil kesehatannya sehingga menjadi sakit. Allah ambil keberkahan hartanya sehingga akan semakin menenggelamkannya di neraka. Allah ambil keharmonisan keluarganya sehingga keluarganya berantakan, istrinya selingkuh, anaknya terkena narkoba dan pergaulan bebas. Berhati-hatilah dengan rezeki yang haram karena dampak buruknya bisa menurun ke anak cucu kita. Sobat, seorang yang beriman itu pasti mencari rezeki yang halal. Jika ia mencari dengan cara yang haram maka dipertanyakan keimanannya. Jika engkau mengambil rezeki yang haram maka rezekimu akan terkurangi padahal rezeki itu bisa engkau ambil dengan cara yang halal.
[10.51, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Lalu engkau akan ditanya hartamu itu engkau gunakan untuk apa. Pastikanlah jika kita memiliki harta, kekayaan, beberapa rumah, mobil dan lainnya bahwa semua itu akan lebih mendekatkan diri kepada Allah, bahwa semua itu menjadi jalan memperbanyak amal kebaikan. Saat engkau memiliki harta, misalnya mobil, baju, motor atau harta yang lain, ingat nanti akan ditanya berapa sering digunakan untuk mempermudah melakukan perbuatan yang baik.
[10.51, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Misalnya nih, kita ditakdirkan memiliki rezeki sebuah mobil. Yang menjadi pembeda adalah kita mendapatkan mobil itu dengan cara yang halal atau yang haram?. Jika kita mendapatkan dengan cara yang halal, dengan uang yang halal maka hal itu akan dicatat sebagai amal sholeh. Lalu kita gunakan mobil itu untuk kebaikan misal mengantar anak ke sekolah, berangkat kerja, tidak untuk pergi ke tempat maksiat maka semua itu akan mendapatkan pahala kebaikan. Jadi saat dihisab nanti, saat ditanya darimana kita mendapatkan mobil itu, maka kita jawab dari cara yang halal dan saat ditanya untuk apa digunakan mobil itu, nanti kita jawab untuk kebaikan maka hasilnya aman. Yah, kita akan aman dari pertanyaan rezeki berupa mobil.
[10.52, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Nah sekarang bagaimana jika kita mengambil rezeki itu dengan cara yang haram (misalnya mencuri, merampok, menipu, riba), dengan uang yang haram (misalnya dengan uang hasil korupsi, hasil menipu) maka saat itu pula dicatat sebagai amal keburukan. Saat dihisab nanti, cara kita mencari rezeki yang haram itu akan membuat sulit diri kita yang ujung-ujungnya menambah dosa dan akan diadzab. Jadi dapat disimpulkan, buat apa sih kita susah payah mendapatkan rezeki melalui cara yang dilarang syariat jika dengan cara yang halal saja kita bisa mendapatkan jatah rezeki yang sudah Allah tetapkan. Jadi, ayo cari rezeki yang halal agar tenang di dunia dan selamat di akherat. “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”  (QS. At Takatsur: 8). Sobat, perhatikan ayat ini. Ayat ini menegaskan bahwa semua yang yang dititipkan kepada kita akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah kelak.
[10.52, 10/1/2021] +62 856-7042-055: Jadi saat Allah memberi nikmat maka syukuri nikmat itu dan gunakan nikmat itu untuk mempermudah beribadah kepadanya dan untuk mempermudah melakukan kebaikan. Saat kita memiliki sandal maka syukuri, Allah menitipkan sandal kepada kita sehingga kaki kita tidak kotor dan tidak kepanasan. Lalu kita gunakan sandal itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara salah satunya memperbanyak pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. Kelak sandal itu akan bersaksi dihadapan Allah bahwa sandal yang Allah titipkan itu telah digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka engkau akan aman. Namun saat engkau memiliki sandal lalu engkau gunakan untuk bermaksiat misalnya sering engkau gunakan pergi ke tempat protistusi untuk berzina maka kelak sandal itu akan bersaksi dan akan disaksikan oleh semua penduduk langit dan kesaksian sandalmu itu yang akan membahayakan dirimu.

EMPAT JANJI ALLAH DAN ENAM JAWABAN ALLAH

 

 

Empat janji Allah

1. “Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku untuk kalian” (QS. Ibrahim: 7)

2. “Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada kalian” (QS. Al-Baqarah: 152)

3. “Berdo'alah kepada-Ku pasti Aku kabulkan untuk kalian” (QS. Ghafir: 60)

4. “Tidaklah Allah mengadzab mereka, selama mereka memohon ampun (beristighfar kepada Allah)” (QS. Al-Anfal: 33)

 

Enam jawaban Allah

1. Ketika engkau mengeluh karena lelah dan capek, Allah SWT menjawab: “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat” (QS. An Naba': 9)

2. Ketika engkau mengeluh akan beratnya cobaan dan engkau merasa tidak sanggup menjalaninya,  Allah SWT berkata:  “Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya” (QS. Al Baqarah: 286)

3. Ketika engkau merasa galau, gelisah, dan tidak tenang, Allah SWT berkata: “Hanya dengan mengingat-Ku, hati akan menjadi tenang” (QS. Ar Ra'd: 28)

4. Ketika engkau mengeluh: “Apa yang aku lakukan ini, sia-sia”, lalu Allah SWT menjawab; “Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya ia akan mendapatkan balasannya” (QS. Al Zalzalah: 7)

5. Ketika engkau merasa terasing dan bertanya “Tak ada seorangpun yang bisa menolong aku, lalu Allah SWT menjawab: “Berdoalah (mintalah) kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan” (QS. Al Ghafir: 60)

6. Ketika engkau merasa sedih, Allah SWT menjawab: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Aku bersama kamu” (QS. At Taubah: 40)

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

HADIR UNTUK NEGERIKU TERCINTA

 

Aku bukan penguasa, aku bukan pejabat negara, aku bukan anggota dewan yang terhormat, aku bukan orang yang kaya raya, yang kekayaannya bermilyar, bertriliyun. Aku bukanlah anak pahlawan dan juga bukan anak bangsawan. Aku hanya manusia biasa seperti orang pada umumnya yang hanya memiliki rumah yang sederhana. Aku hanya ingin mengabdikan diri untuk bangsaku, untuk negaraku, untuk masyarakat Indonesia yang aku cintai. Mungkin apa yang aku lakukan tidak berguna, tidak ada manfaatnya. Tak mengapa, yang terpenting Tuhan tahu dimana aku berpihak.

Mungkin diibaratkan aku seperti seekor semut yang dengan kepanikan meniup-niup api yang menggelegar melahap jiwa Ibrahim. Mungkin engkau mengejek atas usahaku, itu hanya sia-sia saja, tak berguna, tak berarti, tak penting. Tak mengapa, bagiku ejekanmu itu juga tidak penting. Bagiku apa yang engkau katakan itu bukan urusanku. Aku akan terus berusaha, semampuku, sepanjang usiaku. Aku tidak tahu rencana Allah. Boleh jadi sesuatu yang kecil menjadi sangat berharga menurut Allah. Karena terkadang yang dinilai bukan seberapa besar dampaknya tetapi seberapa besar perjuangannya. Bukan seberapa tinggi capaiannya tetapi seberapa komitmen dan konsisten usahanya. Boleh jadi hal kecil yang dilakukan menghasilkan sosok-sosok generasi penerus yang hebat di masa depan. Kita semua tidak pernah tahu atas semua itu. Teruslah bergerak untuk bangsamu yang lebih baik.  

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk

SEMANGAT ITU MENULAR

 

bukan karena hari ini indah kita bahagia

tapi karena kita bahagia hari ini menjadi indah

bukan karena tidak ada rintangan kita menjadi optimis

tapi karena kita optimis rintangan menjadi tidak ada

bukan karena mudah kita yakin bisa

tapi karena kita yakin bisa semua menjadi mudah

bukan karena semua baik kita tersenyum

tetapi karena kita tersenyum maka semua menjadi baik


Kata-kata itu adalah kata yang tertulis di SMS yang nyasar di HP saya. Saya tidak tahu siapa yang mengirim, nomor HPnya pun tidak saya kenal. Namun demikian tulisan tersebut memiliki makna yang bagus. SMS itu memberikan pemahaman bagi kita bahwa kebahagiaan itu bisa datang dari lingkungan sekitar, bisa juga dari dalam diri sendiri. Rasa optimis juga seperti itu bisa berasal dari pengaruh lingkungan, bisa juga dari dalam diri kita sendiri. Begitu juga keyakinan bisa muncul dari pengaruh luar ataupun muncul dari dalam. Kesemuanya itu yang lebih baik adalah muncul dari dalam diri kita sendiri. Diri kitalah yang mampu menciptakan kebahagiaan, sehingga hidup ini menjadi indah. Diri kitalah yang mampu menumbuhkan keyakinan dan optimisme sehingga hidup ini menjadi mudah. Kenapa demikian, karena kebahagiaan itu menular, optimisme itu menular, keyakinan itu menular.

Jika kita tersenyum kepada orang lain, maka orang lain juga akan tersenyum pada kita. Jika kita berbicara dengan penuh keyakinan kepada orang lain maka orang lain pun akan merasakan keyakinan yang sama. Hal inipun juga terjadi pada sikap-sikap negatif. Kekecewaan itu menular, rasa sedih menular, tidak yakin juga menular. Hal ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa baik sikap positif maupun sikap negatif itu, semuanya menular. Oleh karena itu pertanyaannya adalah mau menularkan yang mana yang positifkah atau yang negatifkah?

Jika kita cermati dengan seksama, sebagian besar kehidupan seseorang sangat tergantung oleh pengaruh lingkungan di sekitarnya. Jika lingkungan membuatnya tidak nyaman maka dia juga tidak akan nyaman sebaliknya jika lingkungan membuat dia yakin maka dia akan yakin. Jadi kesimpulannya adalah kehidupan kita sangat tergantung dengan situasi dan kondisi lingkungan. Namun demikian kita harus mulai belajar untuk tidak terpengaruh dengan lingkungan luar. Kita harus belajar untuk menciptakan kondisi sesuai dengan yang kita inginkan. Bagaimana kondisi lingkungan yang kita harapkan kitalah yang mengkondisikannya.

Semua dimulai dari pikiran-pikiran positif yang kita ciptakan sendiri. Jika kita berpikir positif maka lingkungan akan merespon positif. Kenapa demikian karena pikiran positif itu akan memerintahkan semua organ dalam tubuh kita untuk merealisasikan apa yang kita pikirkan. Yang kedua bahwa Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Oleh karena itu apa yang kita pikirkan baik pikiran positif ataupun pikiran negatif bisa menjadi kenyataan karena dua alasan tadi. Maka, mari kita senantiasa berpikir positif, berpikir optimis, yakin agar lingkungan sekitar kita menjadi lebih indah dan mudah. 

#InspirasiDariRumahPintarAisha
#TumbuhYuukk
#RumahPintarAisha
#RumahInspirasiAyyash
#TumbuhBerbagiDiridhoi
#BersahabatDiDuniaBertetanggaDiSurga
#SayaPenulisHebat
#IndonesiaMemimpin

Tumbuh Yuukk!! bersama Rumah Pintar Aisha join grop telegram

https://t.me/tumbuhyuukk