Belajar Bersama Polisi

Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Kantor Polsek Ampenan.

Penyuluhan Kesehatan

Siswa dan Guru MI Nurul Jannah NW Ampenan diberikan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Tanjung Karang Ampenan Kota Mataram NTB.

Outing Class

Sebagian Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan belajar didampingi beberapa guru melakukan kunjungan dan pembelajaran di Museum Negeri Mataram NTB.

Wisuda

Wisuda Abdul Rasyid, S. Sy (Adik) di UIN Mataram didampingi oleh saudara, ipar, dan keponakan.

Diklat PTK

Diklat teknis substantif peningkatan kompetensi PTK oleh Badiklat Keagamaan Denpasar di Mataram NTB.

Mukhadarah(Pidato)

Para siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan dilatih berani tampil di depan umum dengan cara mengikuti kegiatan mukhadarah (pidato), dan lain sebagainya.

Upacara Bendera

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan melakukan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.

Shalat Zuhur Berjamaah

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan meningkatkan iman taqwa dengan cara shalat zuhur berjamaah di mushalla madrasah.

Buku Hasil Karya Individu

Musim pandemi covid-19 membawa dampak positif sehingga bisa memberikan hasil karya berupa terbitnya buku ber-ISBN.

Buku Kolaborasi

Covid-19 memberikan perintah untuk WFH sehingga bisa mengisinya dengan menerbitkan 1 buku karya kolaboratif bersama bapak kepala MIN 2 Mataram.

14 Buku Kolaborasi

Pandemi Covid-19 menjadi kenangan terindah karena bisa memberikan karya bersama bapak-ibu guru Se-Indonesia berupa 14 buku ber-ISBN.

Nara Sumber Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang diselenggarakan oleh komunitas belajar atas prakarsa kepala SMPN 18 Mataram dan Alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi nara sumber salah satu 4 Pilar tersebut.

Latihan Manasik Haji

Guru dan Siswa MI Nurul Jannah NW Ampenan mempraktikkan ilmu yang diperoleh tentang rukun Islam yang kelima dengan melakukan latihan manasik haji di kantor Embarkasi Lombok dan mudah-mudahan secepatnya bernasib menunaikan ibadah haji dan umrah ke baitullah.

Kamis, 04 Maret 2021

HINDARI MINUM TEH TELOR, KOPI SUSU, MAKAN ENAK dan WISATA JAUH


Saya baru saja pergi ke Shinse, pakar Pengobatan Tradisional Cina di Glodok, setelah tau pekerjaan saya dan tempat kerja di mana, dia memberi nasehat:

"Lu olang mesti manyiak-manyiak olah laga, jangang minung kopi, teh, soda, apalagi yang di kafe. Manyiakin minung ail putih hangak. Jangang manyiak makang di lual, sifuk, bulgel, pikja.
Jangang kelja naik mobil, juga jangang naik taksi, mau yang biasa atau yang onglaing jangang. Naek angkok saja, atau lebih baguk lagi jalang kaki atau naek Sepeda Saja.
Kulangin makang daging, kulangin makanang laut. Manyiak makang sayulan.
Manyiak-manyiak puasa baguk juga.
Istilahat yang cukuk, jangang suka dugem hula-hula. Jangang manyiak-manyiak lokok."

Saya pun tertunduk lesu.. 😔
Lalu saya tanya sama Shinse, "Sebenernya saya ini sakit apa sih, Koh? Sampe banyak banget pantangannya...?"

Sambil geleng-geleng kepala Shinse menjawab:

GAJI BAPAK BANYAK DI POTONG BRI

                                                                       😄 semangat imun tubuh

KULIAH GRATIS

Yang putra-putrinya ada yg kelas 3 SMA/SMK/MA/MAK.., ayo siap2!!!
Inilah DAFTAR tempat KULIAH  GRATIS dan IKATAN DINAS 2021...
Tolong bagikan kepada keluarga dan orang-orang yang membutuhkan!!!

Mohon diinfokan kepada Siswa dan atau orang tua yg ingin menyekolahkan lanjut putra/i nya berikut Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa, yaitu:

1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.idn

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website www.app-jakarta.ac.id

4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

5. Akmil - Akademi Militer RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.go.id

6. Akpol - Akademi Kepolisian RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.penerimaanp olri.go.id

7. Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), BMG, Jalan Perhubungan I No 5, Komplek Metro, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, website www.amg.ac.id

8. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), BPS, Jalan Otto Iskandardinata No 64C, Jakarta Timur, website www.stis.ac.id

9. Sekolah Tinggi AKuntansi Negara (STAN), Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, website www.stan.ac.id

10. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id Lokasi kuliah di Yogyakarta

11. Politeknik Kesehatan DEPKES Surabaya, Jalan Pucang Jajar Tengah 56, Surabaya, website www.poltekkesdepkes-sby.ac.id dan banyak lagi sekolah kesehatan gratis seperti ini.

12. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Jalan Cimandiri 34-38, Bandung, website www.lan.go.id

13. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta, Jalan Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, website www.stmi.ac.id.

14. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Dr Setiabudi 186, Bandung, website www.stp- bandung.ac.id

15. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten, Jalan Raya PLP Curug, Tangerang, website www.stpicurug.ac.id

16. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, website www.stp.dkp.go.id.

17. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Jalan Tata Bumi 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, website www.stpn.ac.id

18. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Jalan Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, website www.stsn-nci.ac.id

19. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Jawa Barat, Jalan Jakarta No 31, Bandung, website www.stttekstil.ac.id

20. Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jawa Barat, jalan Raya Setu Km 3,5 Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa barat, website www.sttd.wetpaint.

22. STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id

23. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

JANGAN PELIT BERBAGI KARENA BERBAGI ITU INDAH

Selasa, 02 Maret 2021

Batalkah Wudhu Jika Bersentuhan Kulit?

 


Persoalan khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam masalah fiqih bukanlah hal baru dalam Islam. Misalnya mengenai tata cara wudhu atau gerakan salat sering kita temui adanya perbedaan.

Pertanyaannya, bagaimana sebenarnya hukum wudhu jika bersentuhan dengan kulit?
1. Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan tidak membatalkan wudhu. Dalam masalah ini, Mazhab Hanafi menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dengan sanad yang shahih:

وعن عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم :كان يصلي وهي معترضة بينه وبين القبلة فإذا أراد أن يسجد غمز رجلها, فقبضتها. رواه البخاري ومسلم

Dari Aisyah RA, sesungguhnya Nabi SAW melakukan salat. Sementara Aisyah tidur di antara beliau dan arah kiblat, apabila Nabi SAW hendak sujud beliau geser kaki Aisyah. (HR.Bukhari dan Muslim)

Kemudian menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Al-Baihaqi:

عن حبيب ابن أبي ثابت عن عروة عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قبل بعض نسائه ثم خرج إلى الصلاة ولم يتوضأ. رواه الترمذي وابن ماجه وداود والبيهقي

Dari Hubaib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah RA. Sesungguhnya Nabi SAW pernah mencium istrinya kemudian keluar untuk salat dan tidak berwudhu lagi. (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud & Al-Baihaqi)

 

2. Mazhab Maliki

Mazhab Maliki berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan jika disertai dengan sahwat maka membatalkan wudhu. Namun jika tidak disertai sahwat maka tidak membatalkan wudhu.

Dalam masalah ini, Madzhab Maliki menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dengan sanad yang shahih:

وعن عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم :كان يصلي وهي معترضة بينه وبين القبلة فإذا أراد أن يسجد غمز رجلها, فقبضتها. رواه البخاري ومسلم

Dari Aisyah RA, sesungguhnya Nabi SAW melakukan salat. Sementara Aisyah tidur diantara beliau dan arah kiblat, apabila Nabi SAW hendak sujud beliau geser kaki Aisyah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Al-Baihaqi:

عن حبيب ابن أبي ثابت عن عروة عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قبل بعض نسائه ثم خرج إلى الصلاة ولم يتوضأ. رواه الترمذي وابن ماجه وداود والبيهقي

Dari Hubaib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah RA. Sesungguhnya Nabi SAW pernah mencium istrinya kemudian keluar untuk shalat dan tidak berwudhu lagi. (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud & Al-Baihaqi).

Kemudian menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan Imam Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih:

عن ابن شهاب عن سالم بن عبد الله ابن عمر عن أبيه قال: قبلة الرجل امرأته وجسها بيده من الملامسة فمن قبل امرأته أو جسها بيده فعليه الوضوء. رواه مالك في الموطأ والبيهقي. وهذا إسناد في نهاية من الصحة

Dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah bin Ibnu Umar dari Umar bin al-Khattab RA berkata: Mencium istri dan menyentuhnya termasuk Mulamasah. Siapa yang mencium istrinya atau menyentuhnya dengan tangannya maka wajib baginya wudhu. (HR. Malik dalam Al-Muwatto’ dan Imam Baihaqi. Sanad Hadis Ini Paling Shahih)

 

3. Mazhab Syafi'i

Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan jika dengan yang bukan mahram maka membatalkan wudhu, namun jika sesama mahram maka tidak membatalkan wudhu. Dalam masalah ini, Mazhab Syafi'i menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan Imam Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih:

عن ابن شهاب عن سالم بن عبد الله ابن عمر عن أبيه قال: قبلة الرجل امرأته وجسها بيده من الملامسة فمن قبل امرأته أو جسها بيده فعليه الوضوء. رواه مالك في الموطأ والبيهقي. وهذا إسناد في نهاية من الصحة

Dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah bin Ibnu Umar dari Umar bin al-Khattab RA berkata: Mencium istri dan menyentuhnya termasuk Mulamasah. Siapa yang mencium istrinya atau menyentuhnya dengan tangannya maka wajib baginya wudhu. (HR. Malik dalam Al-Muwatto’ dan Imam Baihaqi. Sanad Hadis Ini Paling Shahih)

 

Sejarah Alasan Shalat Zuhur dan ‘ashar Suaranya Harus Dipelankan

 


Shalat zuhur dan ‘ashar memiliki sedikit perbedaan pelaksanaan dibandingkan dengan shalat subuh, maghrib dan isya. Kedua shalat tersebut bacaannya dipelankan dan hanya terdengar oleh yang melaksanakan bukan didengar orang lain, termasuk makmum di belakangnya.

Cara membaca lirih saat shalat zuhur dan ‘ashar tersebut bukan tanpa d’ashar. Rasulullah saw bersabda, "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." Oleh karena itu, shalat zuhur dan ‘ashar suaranya dipelankan berd’asharkan pada apa yang diajarkan Rasulullah saw. Saat itu, Rasulullah saw pernah memimpin shalat jamaah bersama para sahabat dengan mengeraskan bacaan. Kemudian, kaum musyrikin Makkah mendengar bacaan shalat Rasulullah sehingga mereka pun mencaci maki bacaan itu.

Tidak berhenti di situ, kaum musyrikin juga mencaci maki Zat yang menurunkannya beserta orang-orang yang menyampaikannya. Akhirnya Allah Swt memerintahkan untuk tidak mengeraskan suara shalat di siang hari (zuhur dan ‘ashar) agar tidak menjadi bahan caci maki kaum musyrikin. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an, yang artinya:

"Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang indah) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu." (QS. Al-Isra: 110)

Dalam kitab I’anah At-Thalibin dijabarkan bahwa Imam Ali Syibramalisy berkata, "Bahwa malam hari adalah waktu khalwat (menyepi) dan tepat untuk digunakan untuk berdiskusi, maka disyariatkan mengeraskan bacaan shalat guna mencari kenikmatan munajat seorang hamba kepada Allah. Mengeraskan suara tersebut dikhususkan pada dua rakaat pertama karena semangatnya orang yang shalat berada di dalam dua rakaat tersebut. Sementara waktu siang hari adalah waktu yang sibuk untuk berkumpul dengan orang lain, maka dianjurkan membaca dengan suara lirih karena memang waktu itu tidak nyaman digunakan munajat. Adapun shalat subuh disamakan dengan shalat malam, karena waktunya bukan waktu yang sibuk."

Lalu bagaimana jika seseorang shalat zuhur dan ‘ashar dengan mengeraskan suara? Dalam kitab Al-Muntaqa Syarah Muwatha' dikatakan bahwa mengeraskan suara saat shalat zuhur dan ‘ashar shalatnya tetap sah tetapi hukumnya makruh karena tidak sejalan dengan apa yang diajarkan Rasulullah saw. Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Wallahu a'lam.

 

Senin, 01 Maret 2021

RENUNGAN PAGI : ➡ RUTE TIKET PERJALANAN MANUSIA*⬅




( IDENTITAS PENUMPANG )

Nama             : Manusia
Tempat Asal  : Tanah
Alamat           : Planet Bumi


( KETERANGAN RUTE PERJALANAN )


Terminal Keberangkatan :  Dunia
Transit                          : Alam Kubur
Terminal Kedatangan  : Padang Mahsyar
Tujuan Akhir                 : Syurga/Neraka
Jam Keberangkatan    : Surprise/Menunggu info izra'il Menjemput
Check In                        : Sakaratul Maut

BARANG BAWAAN YANG DIIJINKAN

1. Kain Kafan
2. Iman
3. Amal Sholih

BARANG BAWAAN YANG TIDAK DIIJINKAN

1. Istri/Suami Berikut Anak"
2. Harta Benda
3. Jabatan

BARANG YANG BOLEH DATANG MENYUSUL

1. Shodaqoh/Jariyyah
2. Ilmu Yang Bermanfaat
3. Do'a Anak Sholeh

( PERHATIAN‼)
Kami sarankan kepada Para Penumpang

1. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu membaca, mempelajari, dan mengamalkan buku petunjuk kehidupan yang sudah tercantum dalam al-Quranul Karim.

2. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu mengamalkan standard operating procedure (SOP) seperti yang ditunjukan oleh Rosullullah SAW.

3. Kami sarankan untuk selalu waspada dan Hati-hati dengan calo syaithan yang selalu menawarkan tiket ke neraka jahanam.

CATATAN PENTING

Kpd para penumpang, Sebelum Keberangkatan, Kami Ingatkan untuk :

Selalu Memeriksa kembali barang bawaan yang akan anda titipkan :

1: Tolong cek dulu Istri/Suaminya jangan sampai mereka tidak pernah di arahkan ke jalan Allah dan Rasulnya,

2- Cek dulu anak-anaknya jangan sampai mereka tidak pernah di ajarkan pendidikan-pendidikan agama,

3- Cek dulu hartanya jangan sampai ada yang belum pernah di zakatkan,

3- Cek dulu jabatannya jangan sampai di jadikan fasilitas untuk menindas rakyat-rakyat yg lemah, dan tentunya kami anjurkan bagi para penumpang untuk selalu berdo'a terlebih dahulu supaya selamat sampai tujuan.

 DO'A YANG KAMI ANJURKAN

Ya Allah Ya Robbi..
-- Selamatkanlah kami semuanya, ibu & bapak, suami / istri, anak_anak, saudara, dan sahabat sahabat kami dalam perjalanan panjang ini,

Tunjukkan kpd kami petunjuk yang benar saat tiba di terminal keberangkatan kami (dunia ini), dan istirahatkanlah kami saat tiba di stasiun alam kubur,

Berikanlah kami kemudahan saat sampai di terminal akhir padang mahsyar nanti,

Sampaikanlah kami ke tujuan kami (syurga), dan berilah pahala yang besar kepada orang yang membagikan/men share pesan ini Aamiin

Kami Berharap Anda Untuk Bisa Menta'ati Semua Peraturan Peraturan Agama yg terus berlaku, Agar Anda Tidak Tersesat dan Bisa Selamat Sampai Tujuan,

Atas Perhatiannya kami Ucapkan terima kasih
Sobat, sekarang anda mempunyai 2 pilihan :

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya sampai di baca sendiri.

2. Membagikan sedikit pengetahuan ini kepada semua teman_teman di  GROUP
Whatsapp'mu, Insya Allah akan menjadi pahala bagimu.

Sabtu, 27 Februari 2021

RENUNGAN PAGI : "Golongan Orang yang Sholat Tapi Sholatnya Tidak Diterima"

 

Sholat adalah merupakan ibadah yang mulia sehingga dijadikan sebagai tiang agama dan ia adalah ibadah spesial yang terima perintahnya secara spesial diterima langsung menghadap Alloh SWT. Sholat adalah ibadah yang pertama kali dihisab dari seorang hamba oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di Akhirat kelak. Jika sholatnya diterima maka amanlah amalan yang lain pun diterima, tetapi jika sholatnya tidak bener apalagi sampai tidak diterima, kerugian yang besar akan menimpa dirinya.
Maka perhatikanlah 3 golongan berikut ini yang sholatnya tidak diterima, agar kita tidak termasuk golongan tersebut sehingga bisa terhindar dari kerugian di akhirat kelak.


Didalam sebuah hadist yang bersumber dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَ6وْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ‪

“Ada tiga kelompok yg shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah).

Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya.

Istri yg tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya.

Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan).

(HR Ibnu Majah I/311 no 971 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykat Al-Mashobiih no 1128)

Pertama lmam yang Dibenci

 رَجُلٌ  أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ

(Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya)

Imam disini bisa bermakna dua :

1. Imamatun Sughro (Imam Kecil) adalah imam shalat.

Apabila dia maju dan makmum tidak suka maka imam tersebut shalatnya tidak diterima.

Tentu ketidaksukaannya beralasan syar'i bukan alasan karena panjang ayatnya atau ruku'nya, tetapi karena dia fasiq, jahil dan pelaku bid'ah.

2. Imamatun Kubra (Pemimpin Umat) baik sulthan, khilafah, gubernur, presiden dst.

Apabila jadi pemimpin yang tidak dicintai rakyatnya karena tidak amanah dan ketidakadilannya maka shalatnya tidak diterima bahkan bila dia berkhianat maka dia tidak mencium bau surga.
 sebagian ulama mejelaskan, masuk dalam kategori imam juga adalah orang-orang yang diberikan amanah sebagai pemimpin di lingkungannya. Seperti, Ketua RT, Ketua RW, Kepala Lurah hingga Presiden. Dan apabila para pemimpin tersebut dibenci oleh warganya, maka sholatnya tidak akan Allah terima.


Kedua, lstri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya

Seorang istri yang membiarkan suaminya marah karena tidak terpenuhi kebutuhannya, sementara ia meninggalkannya tidur. Setiap sholat yang dikerjakan istri yang seperti itu akan sia-sia sampai ia meminta maaf dan meredakan kemarahan suaminya.

Ulamapun (Imam al Muzhir) berpendapat itupun juga sebaliknya bisa terjadi pada suami gara gara tidak melakukan kewajibannya sebagai suami pada istri (makan, pakaian, tempat tinggal, perhatian, dan pendidikan).

Marah yang tidak diterima shalatnya tentu dengan alasan yang dibenarkan secara agama. yaitu kewajiban suami dan istri tidak dilakukan dengan baik. Maka menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengajari ilmu berumah tangga tentang kewajiban menjadi suami dan istri dalam Islam.

Ketiga dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan)


Dua orang saudara, baik saudara kandung maupun saudara seiman, yang saling mendiamkan serta memutuskan hubungan mereka. Kedua orang tersebut tidak akan mendapatkan balasan apapun dari sholat yang dikerjakannya sampai ia berbicara atau menyambung kembali hubungan yang diputuskannya.

Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan)/berkonflik/bertikai. Baik saudara kandung atau saudara semuslim karena semua orang mukmin adalah ikhwah

لَا يَحِلُّ لمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ. (مُتَّفَقٌ عليهِ)

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari). Mereka berdua bertemu namun yang satu berpaling dan yang lainnya juga berpaling. Dan yang terbaik diantara mereka berdua yaitu yang memulai dengan memberi salam.”

(Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Imām Bukhari dan Imam Muslim)

Maka walaupun shalatnya banyak sekali tetapi semasa hidup mereka bertikai maka shalatnya tidak diterima tidak terangkat. Bahkan tidak memutus persaudaraan tidak diterima amalannya dan tidak masuk surga.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)”
(Mutafaqun ‘alaihi)

Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

“Telah dibukakan pintu-pintu surga setiap hari Senin dan Kamis. Maka seluruh hamba yang tidak berbuat syirik kepada Allah sama sekali akan diberi ampunan oleh Allah, kecuali seorang yang dia punya permusuhan antara dia dengan saudaranya.”

Maka dikatakan kepada para malaikat:

“Tangguhkanlah (dari ampunan Allah) 2 orang ini sampai mereka berdua damai.”

(HR Muslim no. 2565)

Mudahan kita tidak termasuk dalam 3 golongan orang yang sholat tapi sholatnya tidak diterima oleh Alloh SWT. Aamiin

Wallohu a'lam

Jumat, 26 Februari 2021

Mencari Kacang

Ada sebuah kisah, ketika seorang suami menangis kepada sahabatnya.
Sahabatnya itu pun bertanya, "Kenapa kau menangis tersedu-sedu seperti ini?"
Sang suami menjawab, "Istriku sedang sakit demam"
Sahabatnya bertanya lagi, "Sebegitu cintanyakah kau?Sehingga istri sakit demam saja sampai menangis sangat dlm seperti ini?
Sang suami menjawab, "Kau tahu siapa istriku?".

Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya, Aku ini miskin, tdk punya pekerjaan tetap & setiap hari keluargaku hanya makan dngn kacang,itu pun jika aku pulang.

Jika aku tak pulang karena blm mendapat apa "untuk dimakan paling istriku hanya minum air atau berpuasa.
Suatu hari keluarga mertuaku mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan istriku berasal dari keluarga kaya.

Saat aku duduk berkumpul bersama mertuaku & keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, aku tidak menemukan istriku. Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku,

"Dimanakah dia ibu?". Ibu mertuaku menjawab, "Istrimu sedang di dapur, dia mencari kacang.....Katanya dia sudah bosan dngn hidangan lauk & daging, sehingga dia sangat ingin makan kacang"
Ketika mendengar itu ayah mertuaku langsung memelukku sambil berkata,...

"Terima kasih menantuku kau telah mencukupi nafkah anakku dngn baik, sampai "dia bosan makan daging & malah ingin mencoba makan kacang."
Saat itu dadaku tersesak, menahan tangis.
Lalu saat pulang ke rumah kami aku tak bisa lagi menahan tangis, sambil ku peluk erat istriku ...

"Betapa engkau sangat menjaga kehormatanku di hadapan orang lain wahai istriku walau pun itu orang tuamu sendiri, sedangkan aku tahu setiap hari kau hidup kekurangan disini, bahkan sampai tdk makan sama sekali."

Istriku hanya menjawab, "Aku berkewajiban menjaga kehormatanmu, Karena istri adalah pakaian suami & suami adalah pakaian istri. Karena itu istri adalah kehormatan suaminya, begitu juga pun sebaliknya suami adalah kehormatan bagi isterinya".

Sempurnakan Ibadahmu dengan Istighfar


Allah ﷻ berfirman pada akhir surat An-Nashr:

(فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابَۢا)

"maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampunan kepadaNya. Sungguh, Dia Maha Penerima taubat." [QS. An-Nashr: 3]

Syaikh As-Sa'di rahimahullah mengatakan:

"Hendaknya setiap perbuatan yang mulia diakhiri dengan istighfar (meminta ampunan kepada Allah ﷻ), seperti shalat, haji, dan ibadah-ibadah lainnya.

Perintah Allah ﷻ kepada Rasul-Nya ﷺ untuk memuji dan beristighfar kepadaNya dalam kondisi ini, adalah sebagai pertanda akan dekatnya ajal beliau ﷺ, dan hendaklah beliau mempersiapkan diri untuk menemui Tuhannya, serta mengakhiri hayatnya dengan ibadah terbaik yang bisa beliau ﷺ lakukan." [ Tafsir As-Sa'dy ]

Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A

RAHASIA MENAKJUBKAN ABU BAKAR RADHIYALLAHU ANHU

 
____✒



Rahasia menakjubkan, tentang seorang sahabat Nabi, Abu Bakar radhiyallahu anhu, orang yang paling mulia dari umat ini.

●  Sungguh dia bukan seorang yang fakir seperti Abu Dzar atau Abu Hurairah, tapi dia lebih mulia dari mereka.

●  Dia juga bukan orang yang banyak mendapat siksaan, seperti Khabbab atau Bilal, atau Yasir, atau Sumayyah, tapi dia lebih utama dari mereka.

●  Dia tidak pula terluka dalam peperangan sebagaimana terlukanya Tholhah, atau Abu Ubaidah, atau Kholid bin Walid, tapi dia lebih afdhol dari mereka.

●   Dia bukan orang yang mati syahid di jalan Allah sebagaimana Umar bin Khattab, atau Hamzah bin Abdul Mutthalib, atau Mush'ab bin Umair, atau Sa'ad bin Mu'adz, tapi dia lebih mulia dari mereka.


Rahasia apa yang menjadikannya sangat mulia?

Mari kita simak penuturan Bakr bin Abdullah al-Muzani, seorang ulama dari generasi tabi'in tentang rahasia di balik ini, dia mengatakan:

 "Abu Bakar tidaklah mengungguli mereka dengan banyaknya amalan sholat ataupun puasa, namun dengan sesuatu yang meresap sempurna di dalam hatinya".

☘ Ternyata rahasianya adalah amalan hati.

Itulah yang menyampaikan beliau kepada kedudukan yang begitu tinggi dan mulia.

Amalan hati itulah yang menjadikan iman beliau lebih berat meski ditimbang dengan iman penduduk bumi seluruhnya, sebagaimana dikatakan oleh Sahabat Umar radhiyallahu anhu.

Kita semua tahu, bahwa iman adalah amalan hati, perkataan lisan, dan amalan anggota badan. Sayangnya, seringkali usaha kita bertumpu pada bentuk lahir sebuah amalan, namun kita lupakan inti dan pokoknya, yakni amalan hati.

☘ Pada setiap ibadah, ada inti dan ada bentuk lahir. Bentuk lahir sholat adalah ruku', sujud, dan rukun-rukun yang lainnya, sedang intinya: kekhusyu'an.

☘ Bentuk lahir puasa adalah menahan diri dari semua pembatalnya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sedang intinya: ketakwaan.

☘ Bentuk lahir haji adalah towaf, sai, wukuf di arafah, mabit di muzdalifah, melempar jumroh, dst, sedang intinya: mengagungkan syiar-syiar Allah.

☘ Bentuk lahir ibadah doa adalah mengangkat tangan, menghadap kiblat, kata-kata munajat dan permohonan, sedang intinya: perasaan butuh dan bergantung kepada Allah.

☘ Bentuk lahir amalan dzikir adalah bacaan tasbih, tahlil, takbir, hamdalah, dst, sedang intinya: mengagungkan Sang Pencipta, dan hadirnya rasa cinta, takut, dan berharap kepadaNya.


‘’’Yang terpenting dari itu semua adalah amalan hati, baru kemudian amalan luarnya.’’’

❖ Karena, kelak yang akan tersingkap adalah semua rahasia.
[QS. At-Thoriq:9]

❖ Kelak, yang akan disingkap adalah hati yang ada di dalam dada.
[QS. Al-Adiyat:10]

❖ Kelak, tidaklah selamat, kecuali orang yang mendatangi Allah dengan hati yang suci.
[QS. Asy-Syu'aro':89]

❖ Kelak, tidaklah masuk surga, kecuali orang yang takut kepada Allah yang maha penyayang saat menyendiri, dan dia datang dengan hati yang bertaubat.
[QS. Qof:33]

Jika jarak di dunia ini bisa ditempuh dengan langkah kaki... maka jarak di akherat bisa ditempuh dengan langkah HATI.


[Terjemahan dari status berbahasa arab]


🖊  Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny Lc, MA

NASIHAT BUYA HAMKA : TENTANG KONDISI HATI MANUSIA DALAM PERJALANAN HIDUP DAN KEHIDUPANNYA.

 
-----------------------------------

1. Seseorang mengatakan : "Bahwa Pelacur di Arab memakai cadar dan hijab".

2. Jawaban Buya Hamka ini tak terduga dan Beliaupun menjawab :
“Oh ya..?, Saya barusan dari Los Angeles dan New York, Masya Allah, ternyata disana tidak ada pelacur", Demikian jawab Buya..!.

3. “Ah mana mungkin Buya, di Mekkah saja ada kok. Apalagi di Amerika, pasti lebih banyak lagi",  kata seseorang tadi..

4. Maka Buya Hamka pun mengatakan :
“Kita ini memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari”

5. Meskipun kita ke Mekkah, tetapi jika yang DIBURU OLEH HATI ADALAH HAL-HAL YANG BURUK, maka Syaitan dari golongan jin dan manusia akan berusaha membantu kita untuk mendapatkannya.

6. “Tetapi sebaliknya, sejauh perjalanan ke New York, Los Angeles, BILA YANG DI CARI ADALAH KEBAJIKAN DAN KEBAIKAN, maka segala kejelekan akan enggan muncul dan justru bersembunyi”.

----------------------
7. Maka HATI kita kalau sudah BUSUK, maka seringkali dipertemukan pada hal-hal yang busuk pula, walaupun di tempat kebaikan sekalipun..!.

MENGAPA WANITA HARUS BERHIJAB?



Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat.

 Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.

Berikut kami ulas sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:

Pertama : Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.
Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. [Al Ahzab:71]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ذَاقَ طَعْمَ الإِيماَنِ مَنْ رَضِيَ بالله رَباًّ وَبالإسْلامِ دِيْناً وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا.

“Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah”. [HR Muslim].

Kedua : Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan RasulNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِينًا

“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. [Al Ahzab:36].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافىً إلاَّ المُجَاهِرُن.

“Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)”. [Muttafaqun alaih].

Sementara wanita yang pamer aurat dan keindahan tubuh sama artinya dia telah berani menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan.

Ketiga : Sesungguhnya Allah memerintahkan hijab untuk meredam berbagai macam fitnah (kerusakan)

Jika berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya, masyarakat yang dihuni oleh wanita yang gemar bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat dan keindahan tubuh, sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran yang sangat besar.

 Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan moral dan peradaban sebuah masyarakat.

Keempat : Tidak berhijab dan pamer perhiasan akan mengundang fitnah bagi laki-laki.

Seorang wanita apabila memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan laki-laki non mahram, jelas akan mengundang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan mereka pasti akan memangsa dengan ganas laksana singa sedang kelaparan.
Seorang penyair berkata,

نظرة فإبتسامة فسلام * فكلام فموعد فلقاء.

“Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan”.Baca Juga   Waspadai Beberapa Sikap Keliru Dan Menyimpang Terhadap Para Istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Kelima : Seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki,“Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka yang tidak terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”

Adapun wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki hidung belang, secara tidak langsung ia berkata, “Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku.

Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh,“Aduhai betapa cantiknya dia?”. Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun terfitnah.

Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan hikmah di balik perintah mengenakan hijab dengan firmanNya.

ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih”. [Al Ahzab : 59]

Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta kecantikan parasnya, laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak.

 Dia menjadi wanita terhina, terbuang, murahan dan kehilangan harga diri dan kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup.

SYARAT-SYARAT HIJAB

Hijab sebagai bagian dari syariat islam, memiliki batasan-batasan jelas. Para ulama pembela agama Allah telah memaparkan dalam tulisan-tulisan mereka seputar kriteria hijab. Setiap mukminah hendaknya memperhatikan batasan syariat berkaitan dengan hijab ini.

 Menjadikan Kitabullah dan Sunnah NabiNya sebagai dasar rujukan dalam beramal, serta tidak berpegang kepada pendapat-pendapat menyimpang dari para pengekor hawa nafsu. Dengan demikian tujuan disyariatkanya hijab dapat terwujud, bi’aunillah.

Diantara syarat-syarat hijab antara lain:

Pertama : Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَيُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّمَاظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka”. [An Nuur:31].

Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {59}* لَّئِن لَّمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لاَيُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلاَّ قَلِيلاًBaca Juga   Keringanan Tidak Mengqadha’ Shalat

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”. [Al Ahzab : 59].

Kedua : Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

-. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal tidak menampakkan warna kulit tubuh.
-. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.
-. Hendaknya hijab tersebut bukan dijadikan sebagai perhiasan bahkan harus memiliki satu warna bukan berbagai warna dan motif.
-. Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan.
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.

من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب مذلة يوم القيامة ثم ألهب فيه النار.

“Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada hari kiamat kemudian ia dibakar dalam Neraka”. [HR Abu Daud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan]

-. Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian. Dasarnya adalah hadits dari Abu Musa Al Asy’ary Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَيُّماَ امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَليَ قَوْمٍ لِيَجِدوُا رِيْحَهَافهي زَانِيَةٌ.

“Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina”. [HR Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan]

Ketiga : Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian wanita kafir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.

“Barangsiapa yang menyerupai kaum maka dia termasuk bagian dari mereka”. [HR Ahmad dan Abu Daud]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutuk laki-laki yang mengenakan pakaian wanita serta mengutuk wanita yang berpakaian seperti laki-laki. [HR Abu daud Nasa’i dan Ibnu Majah, dan hadits ini sahih].

Catatan :
Syaikh Albani dalam kitabnya Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah Fil Kitab Was Sunnah mengatakan, menutup wajah adalah sunnah hukumnya (tidak wajib) akan tetapi yang memakainya mendapat keutamaan. Wallahu a’lam

Tulisan ini saya tujukan kepada saudari-saudariku seiman yang sudah berhijab agar lebih memantapkan hijabnya hanya untuk mencari wajah Allah. Juga bagi mereka yang belum berhijab agar bertaubat dan segera memulainya sehingga mendapat ampunan dari Allah Azza wa Jalla.

Wallahu waliyyut taufiq
(Ummu Ahmad Rifqi )

Maraji’:
-Al Afrah, Ahmad bin Abdul Aziz Hamdani.
-Tanbihaat Ahkaami Takhtasu Bil Mukminaat, Dr. Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan.
-Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah Fil Kitabi Was Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al Albani.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VII/1424H/2003 Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl.